Makna Historis dan Filosofis Lambang Negara Garuda Pancasila


Lambang suatu negara adalah memiliki makna filosofis dan historis bangsa. Oleh karena itu, bentuk, warna, dan bagian-bagiannya secara keseluruhan memiliki makna yang berkaitan sejarah perjuangan bangsa. Dan, penggunaannya pun, ada ketentuan-ketentuan yang mengatur sehingga lambang tersebut diperlakukan sebagaimana seharusnya demi menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

GARUDOGaruda Pancasila adalah istilah untuk lambang negara kita, bukan Burung Garuda. Istilah Garuda Pancasila tersebut dalam UUD 1945, Pasal 36A: “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.”

Makna Lambang
1. Gambar lambang Garuda Pancasila terdiri atas tiga bagian utama :
Pertama Gambar burung garuda tegak perkasa dengan kedua sayap terbuka, kepala menoleh lurus ke arah kanan;
Kedua Perisai berbentuk jantung mengandung lukisan sila-sila Pancasila tergantung di leher Garuda dengan rantai;
Ketiga Pita bertuliskan semboyan Bhineka Tunggal Ika dicengkeram oleh cakar-cakar Garuda.
2. Makna Bagian-bagian Garuda Pancasila
Bulu masing-masing sayap berjumlah 17
Bulu ekor berjumlah 8
Bulu ekor berjumlah 19
Bulu leher berjumlah 45
Bila angka-angka dirangkai 17-8-1945 maka memiliki makna historis Hari Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia, yaitu tanggal 17 bulan Agustus tahun 1945.
Perisai, melambangkan perjuangan dan perlindungan bangsa Indonesia.
Gambar yang terdapat di dalam perisai melambangkan:
Bintang : Ketuhanan Yang Maha Esa
Rantai : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pohon Beringin : Persatuan Indonesia
Kepala Banteng : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan.
Padi dan Kapas : Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia
Warna yang terdapat pada Garuda Pancasila adalah kuning, merah, putih, hijau, hitam. Warna-warna ini melambangkan :
Kuning : keluhuran, kebesaran, kemegahan
Merah : keberanian
Putih : kesucian, kemurnian, kebenaran
Hijau : kemakmuran, kesuburan
Hitam : keabadian
Letak warna adalah pada bagian-bagian :
Kuning : garuda, bintang, rantai, kapas, padi
Merah : perisai kanan bawah dan kiri atas.
Putih : perisai kanan atas dan kiri bawah, dan pita.
Hijau : pohon beringin
Hitam : kepala banteng, perisai tengah latar belakang bintang, garis datar tengah perisai, huruf semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Semboyan “Bhineka Tunggal Ika”
Kata Bhineka, bersal dari bhinna dan ika (hukum sandhi dalam tatabahasa a dibaca e)
Bhinna : bermacam-macam
Ika : itu
Tunggal : satu
Ika : itu
Terjemahannya, bermacam-macam itu satu itu
Terjemahan bebasnya :
Meskipun bermacam-macam (berbeda-beda) Indonesia itu, tetapi satu juga Indonesia itu.
Meskipun berbeda-beda (suku, bahasa, dan adat budaya), tetapi merupakan persatuan dan kesatuan nusa dan bangsa Indonesia.
Istilah “Bhineka Tunggal Ika” diambil dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular zaman pemerintahan Raja Hayamwuruk (1350 – 1389)
Garis mendatar pada perisai
Melambangkan garis khatulistiwa (letak geogrfis dan astronomis Indonesia)

Keseluruhan nilai lambang Garuda Pancasila mengandung makna:

1. Indonesia adalah negara kesatuan yang kuat dan perkasa.
2. Indonesia mulai merdeka dan berdaulat penuh sejak 17 Agustus 1945.
3. Indonesia berdasarkan Pancasila.
4. Indonesia adal negara kesatuan yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan, berbagai suku bangsa, berbagai bahasa daerah dan budaya, berbgai agama tetapi tetap dalam persatuan dan kesatuan nusa bangsa Indonesia

3. Keterangan lain yang berhubungan dengan Lambang Negara Garuda Pancasila

a. Dasar Hukum
UUD 1945
Pasal 1, “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.”
Pasal 36A, “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.”
Peraturan Pemerintah (PP)
PP Nomor 66 tahun 1951 tentang Lambang Negara.
PP Nomor 43 tahun 1958 tentang Penggunaan Lambang Negara Republik Indonesia.
b. Lukisan garuda terdapat pada beberapa candi:
Candi Dieng, lukisan berwujud manusia bersayap dan berparuh.
Candi Prambanan dan Penataran berupa burung bersayap panjang, berbulu lebat, berparuh, bercakar kuat.

Candi Belah (Jawa Timur), berupa Raja Airlangga sebagai titisan Wisnu mengendarai Burung Garuda Merah Putih.

About these ads

10 Tanggapan

  1. terimakasih atas informasinya, dari informasi ini saya bisa mengerjakan pr saya

  2. kenapa burung garuda ngadepnya ke arah kanan?

    Kak Ichsan:
    Pertanyaan ini sering muncul, dan yang tidak pernah ada adalah pertanyaan, mengapa tidak menghadap kebelakang atau mengapa tidak menoleh ke kiri?
    Untuk jawaban yang bernilai pendidikan, mengapa menoleh ke kanan? Ini berkaitan dengan budaya kita bangsa Indonesia, di mana “kanan” itu bernilai “baik”.

  3. trima kasih atas informasi tentang semboyan negara ini…..,
    sbenarnya saya ingin bertanya…….?
    “kenapa burung garuda menghadap ke kanan?”

    Kak Ichsan:
    Saya belum pernah baca referensinya yang memberi rujukan. Ini tanggapan berdasar pertimbangan pikiran sendiri: arah kanan mungkin dimaksudkan sebagai simbol “nilai” luhur karena kanan bagai masyarakat kita bermakna “kebaikan.”

  4. yakh… mkaciii. jadi ngerti aq…
    tapi kurang detil lagi nie…
    biar gnerasi muda gnie lebih paham laghi….

  5. gwa carinya makna lambang KPU bukan lambang garusa pancasla adain donk makna dari lambang KPU,MA,BPK plz!!!!

    Ichsan berkata:
    Bila ingin melihat kumpulan logo departemen, termasuk logo KPU silakan klik disini.

  6. makasih atas semuanya ini sangat membentuku dalam membuat tugas kuliah, tapi bagiku masih banyak kekurangannya. dan saya harap dapat di lengkapi dan diperdalam lagi.

  7. saya agaknya sedikit bingung kenapa mesti Burung Garuda yang dipilih sebagai lambang, kenapa gak binatang lain aja……
    terima kasih.

    Salam Ichsan,
    Terima kasih Mas Yayat atas kunjungan Anda. Semula saya memiliki pemikiran yang serupa, juga ada tanggapan dari pembaca kurang lebih intinya sama dengan yang dipertanyakan Mas Yayat.
    Alhamdulillah, saya memperoleh referensi yang dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut, mudah-mudah bermanfaat. Silakan baca judul yang tertulis pada kolom komentar 2 di atas.

  8. Permohonan maaf,
    Artikel ini sebetulnya sudah saya publikasikan sebelum 25 Oktober 2008. Namun karena ada kekeliruan saya- saat akan menyunting terjadi gangguan sehingga tulisan terhapus, termasuk komentar yang ada ikut terhapus. Bagi penulis komentar, yang komentarnya terhapus saya mohon maaf. Sebenarnya komentar tersebut sangat bagus dan saya menerima dengan rasa bahagia.
    Atas harapan pembaca, maka artikel ini, alhamdulillah dapat dibaca kembali.

  9. […] tulisan Makna Historis dan Filosofis  Lambang Negara Garuda Pancasila, yang telah saya publikasikan melalui weblog ini, berikut adalah penjelasan secara konstitusi yang […]

  10. artikel ini membantu saya dalam mempelajari tentang mata kuliah pend. pancasila d kampus makasih untuk semuanya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.040 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: