Pemakaian Tanda Tanya (?) dan Tanda Seru (!)


Tanda tanya dan tanda seru merupakan tanda baca. Pemakaian tanda baca telah diatur berdasarkan Keputusan Mendikbud, Nomor 0543a/U1987, tanggal 9 September 1987. Pada dictum V, dijelaskan pemakaian tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda pisah, tanda ellipsis, tanda tanya, tanda seru, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda garis miring, dan tanda penyingkat atau apostrof.

Tentang penggunaan tanda tanya dan tanda seru sebagai berikut :

Tanda Tanya (?)
(a).     Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Misalnya :     Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?
(b). Tanda tanya dipakai di antara tanda kurung untuk menyatakan kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Misalnya :    Ia dilahirkan tahun 1960 (?)
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda Seru
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Misalnya :    Alangkah seramnya peristiwa itu!
Tutup pintu itu!
Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya.
Merdeka!

Perhatian : penulisan tanda tanya dan tanda seru adalah serangkai dengan kata yang mendahuluinya (tanpa spasi).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.129 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: