Pakem Joget Bumbung Bali, Etika atau Porno?


joged-bumbung-klasik

Penampilan Joged Bumbung Suara Mekar Banjar Antap Panjer, Denpasar, di panggung terbuka Ksirarnawa Art Center Denpasar, Selasa (16/6/2015). Tarian joged dengan pakem klasik ini mampu menghibur ratusan penonton.

Penampilan Joged Bumbung Suara Mekar Banjar Antap Panjer, Denpasar, di panggung terbuka Ksirarnawa Art Center Denpasar, Selasa (16/6). Tarian joged dengan pakem klasik ini mampu menghibur ratusan penonton.Di Pulau Dewata siapa yang tidak mengenal joged bumbung? Joged ini merupakan joged fenomenal yang sangat dikenal oleh masyarakat Bali. Mengandung tiga unsur yaitu etika, logika dan estetika. Joged yang berasal dari Desa Kalopaksa, Seririt, Buleleng ini cukup fenomenal karena mengalami pergeseran makna tarian yang terkandung di dalamnya. Dari tarian sederhana menjadi tarian yang erotis dan sempat mendapat julukan sebagai joged porno.

Sejarah terciptanya joged bumbung di Buleleng diawali dengan pementasan tarian oleh sekelompok petani di Desa Lokapaksa. Diiringi seperangkat gamelan dari bambu yang dikenal dengan sebutan ting klik mereka mengisi waktu luang di tengah keletihan mengolah lahan sawah dengan menampilkan sebuah tarian sederhana. Meski digarap dengan sederhana, nyatanya tarian tersebut mampu menghibur para petani kala itu.

Beranjak dari Desa Kalopaksa kesenian ini kemudian berkembang ke beberapa desa lain di Kabupaten Buleleng dan kabupaten-kabupaten lain di provinsi Bali hingga membentuk sekaa-sekaa (kelompok) joged. Pesatnya perkembangan sekaa joged bumbung di beberapa daerah di Buleleng mengakibatkan munculnya persaingan yang sangat kompetitif antar sekaa. Hal ini memaksa mereka untuk berinovasi menciptakan kreasi baru dari joged bumbung sendiri agar sekaa mereka tetap eksis dan diminati oleh masyarakat.

Kebebasan menciptakan inovaasi baru joged bumbung ini mengakibatkan perkembangannya menjadi tidak terkontrol dan keluar dari pakemnya. Joged bumbung yang dulu memiliki makna sebagai tarian pergaulan dan merakyat, tetapi saat ini sudah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan secara kasat mata terlihat sangat buruk. Munculah joged bumbung sebagai sesuatu yang fenomenal. Tidak lagi dipandang sebagai tarian yang sederhana, tetapi sudah berubah menjadi joged porno nan erotis.

Kemunculan joged bumbung versi kreasi baru yang dipandang sebagai sesuatu yang erotis dan porno menimbulkan keprihatinan pemerintah provinsi dan daerah. Secara bersama-sama keduanya kemudian melakukan pembinaan menyasar sekaa joged bumbung di seluruh Bali, termasuk di Buleleng. Pembinaan ini menyadarkan para seniman untuk tetap mempertahankan pakem asli kesenian joged bumbung. Pakem asli ini bagaimana tariannya tetap mengikuti etika dan sesuai norma kesopanan di masyarakat. Selain pembinaan menyangkut pakem asli, tim pembina ini juga menyarankan kepada desa pakraman untuk berpartisipasi menyarankan masyarakatnya untuk mementaskan joged bumbung sesuai pakem asli dan masih menjunjung tinggi nilai kesopanan yang berkembang di masyarakat. Bahkan tim pembina ini berencana agar desa pakraman memasukkan larangan mementaskan kesenian joged porno dalam pararem awig-awig di desa pakraman bersangkutan.

Artiekl terkait: Joget Bumbung ditetapkan UNESCO masuk warisan budaya dunia 

Sumber: Diakses pada 08/12/2015 dari http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/2015/05/28/joged-bumbung-dari-sederhana-menjadi-fenomenal/

UNESCO: 9 Tari Bali Jadi Warisan Budaya Dunia


Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Windhoek, Namibia, Selasa (2/12/2015) menetapkan tiga genre (jenis) tari tradisi di Bali yang terdiri dari sembilan tarian, sebagai warisan budaya takbenda dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda (UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

  • Rejang, Sanghyang Dadari, dan Baris Upacara yang digolongkan sebagai tarian sakral;
  • Topeng Sidhakarya, Sendratari Gambuh, dan Sendratari Wayang Wong yang digolongkan sebagai tarian semi-sakral;
  • Legong Kraton, Joged Bumbung, dan Barong Ket “Kuntisraya”, yang digolongkan sebagai tarian hiburan.

Tiga genre tari tradisi di Bali tersebut menjadi elemen budaya Indonesia ketujuh yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia. Enam elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012).

Berikut penjelasan lebih detil mengenai kesembilan tari tersebut.

1. Rejang adalah tari upacara keagamaan yang diadakan di Pura Merajan atau sangga. Berdasarkan koreografinya, tarian ini tidak begitu terkait pada pedum karang seperti tarian lainnya. Tarian ini bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi dan kondisi, khususnya pada upacara Pangider Buana, para penari mengitari sajen berputar putar mengikuti pradaksina.

2. Sanghyang Dedari merupakan salah satu jenis tari sanghyang.Tari sakral sanghyang adalah sebuah tari kerauhan yang ditarikan dalam kondisi kesurupan. Tari ini memiliki tujuan mistis, tidak ditampilkan di depan umum, ditarikan untuk melindungi desa dari wabah penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Tarian ini merupakan tari tinggalan kebudayaan pra-Hindhu yang ditarikan oleh dua gadis yang masih suci. Tarian ini tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan iringan beberapa orang menyanyikan lagu persembahan kepada Dewa.

3. Baris Upacara adalah merupakan tari-tarian yang pada umumnya tidak memiliki lakon (lelampan) atau ceritera. Umumnya Tari Baris Upacara dipergunakan atau ditarikan untuk Dewa Yadnya. Tari Baris Upacara sebagai penunjang upacara Dewa Yadnya ini banyak jenisnya. Biasanya pada upacara ini, Tari Baris Upacara merupakan symbol widyadara, apsara sebagai pengawal Ida Betara Sesuhunan turun ke dunia pada saat piodalan (odalan) di pura bersangkutan dan berfungsi pula sebagai pemendak (penyambut) kedatangan para dewa.

4. Topeng Sidhakarya biasanya ditarikan di akhir, menyimbolkan bahwa tari sakral telah selesai, Dalam sebuah hajatan ritual keagamaan tradisi Hindu (Bali), merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan runtutan upacara sebagai pelengkap guna mendapatkan keyakinan dalam pencapaian ke arah kesempurnaan suksesnya sebuah yadnya.

5. Dramatari Gambuh
Pada umumnya fungsi gambuh adalah sebagai Tari Bebali (seremonial), yaitu sebagai pengiring upacara di pura-pura. Dramatari Gambuh sebagai tari lakon klasik tertua dalam khazanah tari Bali adalah merupakan bentuk total teater yang memiliki unsur seni, drama, music, dialog dan tembang. Dramatari gambuh masih memakai nama-nama tokoh penarinya diambil dari nama-nama kaum bangsawan kerajaan di Jawa Timur pada abad ke 12-14. Nama-nama itu diantaranya Demang Sampi Gontak, Tumenggung Macan Angelur, Rangga Toh Jiwa, Arya Kebo Angun-angun, Punta Tan Mundur, dan lain-lainya. Dramatari Gambuh adalah tari dasar hampir seluruh tari-tarian yang ada di Bali. Dramatari Gambuh sangat erat hubungannya dengan pelaksanaan upacara-upacara besar terutama tingkatan upacara “mapeselang”. Tarian Gambuh ditarikan pada waktu Ida Bhatara turun ke “paselang”.
6. Dramatari Wayang Wong adalah (seni pertunjukan) yang pelaku-pelakunya masnusia atau orang. Merupakan perwujudan dari tari lakon Bali, perpaduan antara tari, drama dan musik. Wayang Wong di Bali adalah merupakan salah satu cabang seni pertunjukan yang bersifat klasik dan merupakan satu kesatuan daripada tari, tabuh, tembang, dan drama dengan menggunakan tapel serta memakai cerita/lakon yang diambil dari lakon (wiracarita) Ramayana.

7. Legong Kraton adalah tari klasik yang melakonkan ceritera-ceritera jaman dulu seperti ceritera prabu Lasem. Tari ini biasanya ditarikan oleh tiga orang gadis dimana yang seorang berperan sebagai Condong dan kedua orang lainnya berperan Legong.

8. Joged Bumbung merupakan salah satu jenis tari Joged yang diiringi dengan gamelan bumbung bambu dan penarinya perempuan, pengibing laki-laki. Joged adalah semacam tari pergaulan muda mudi yang diiringi dengan gamelan yang terbuat dari bumbung bambu. Penari joged pada awalnya menari sendiri yang disebut ngelembar. Setelah itu penari mencari pasangannya seorang laki-laki yaitu salah seorang lelaki yang menonton yang dihampiri si penari, dan laki-laki itu kemudian diajaknya menari bersama-sama atau diajaknya ngibing. Begitulah seterusnya si penari berganti-ganti pasangan yang dipilihnya. Tari Joged ini ada persamaannya dengan tari gandrung.

9. Barong Ket
Barong merupakan perwujudan atau prabhawa Sanghyang Tri Murti. Warna topeng atau punggelan berbagai jenis barong yang berwarna bang (merah) adalah simbol Dewa Brahma, yang berwarna ireng (hitam) merupakan wujud Dewa Wisnu, sedangkan yang berwarna petak(putih) merupakan perwujudan Dewa Iswara. Sanghyang Tri Murti yang disimbolkan dengan berbagai jenis barong yang dilawangkan dari satu pintu ke pintu yang lain selama 35 hari diyakini dapat melindungi umat manusia khususnya umat Hindu dari kekuatan merusak yang disebabkan oleh Sanghyang Kala Tiga Wisesa sehingga selamat. Perwajahan Barong pada umumnya merupakan wajah manusia dengan berbagai warna berbeda sebagai simbol tertentu, sedangkan barong ket lebih menyerupai hewan.

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4909

Sejuta Makna Tahun Baru


Tahun baru memiliki sejuta makna: ada luapan gembira, perasaan duka, juga ada yang memaknai biasa-biasa. Ini semua, tergantung pada siapa yang memaknai. Yang pasti adalah usia bertambah dan dari sisi yang lain jatah menikamti dunia akan semakin habis.

Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Ini harapan yang kebanyakan hany untuk ungkapan tanpa disertai usaha untuk mewujudkan.

Blog tunas63 hadir sejak 2008 atau tepatnya posting pertama 19 Juni 2008 yang berarti kini sudah 3 (tiga) tahun lebih mengisi dunia maya dengan misi “Berbagi ilmu dan persaudaraan”.

Sampai dengan saat ini, tunas63 memiliki statistik:

  • Tulisan: 1.104
  • Komentar: 12.784
  • Kunjungan terbanyak dalam satu hari: 29.088 pada 16 November 2011
  • Total kunjungan:  7.125.595

Terimakasih kepada para pelanggan dan  pengunjung atas perhatian berupa saran, kritik, dan pertanyaan yang semuanya ini menjadi motivasi untuk terus berusaha menyajikan informasi yang bermanfaat.

Semoga tahun mendatang tunas63 lebih berarti dan kita semua dirahmati Allah SWT.

Selamat tahun baru semoga kita selalu sehat dan tetap memiliki ketulusan untuk  membina persaudaraan!

Komentar pada tulisan ini hanya diizinkan khusus untuk seputar tahun baru: ucapan, harapan, makna tahun baru!

Festival Film Jawa Timur 2011


TEMA
Sosial Budaya Jawa Timur

KATEGORI DAN PERSYARATAN
Kompetisi Film Jawa Timur ini ditujukan untuk kalangan umum. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi dalam mengikuti kompetisi ini adalah :

PERSYARATAN UMUM

  • Peserta adalah WNI dan bertempat tinggal di Jawa Timur
  • Satu team dapat mendaftarkan lebih dari 1 (satu) judul film
  • Durasi film berkisar antara 10 s/d 15 menit
  • Karya harus orisinil dan merupakan karya sendiri serta belum pernah menang dalam lomba lain
  • Film dapat diberikan narasi, teks penjelasan serta kreatifitas lainnya
  • Tahun produksi film yang didaftarkan paling lama 2010
  • Film dikirimkan dalam format VCD atau DVD beserta data identitas ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, di Jl. Wisata Menanggal Surabaya

PERSYARATAN KHUSUS
Film yang didaftarkan harus menggambarkan kondisi yang disesuaikan dengan tema dan harus mewakili fakta-fakta yang ada di Jawa Timur

KATEGORI PENILAIAN

  • Film Cerita Terbaik
  • Penyutradaraan Terbaik
  • Penulisan Naskah Terbaik
  • Penyuntingan Gambar Terbaik
  • Penataan Suara Terbaik
  • Penataan Artistik Terbaik
  • Penataan Fotografi Terbaik

PENDAFTARAN TERAKHIR
1 Juni 2011

PENGUMUMAN PEMENANG
25 Juni 2011

HADIAH
Bagi pemenang disediakan piagam, piala dan uang pembinaan

TEMPAT PENDAFTARAN
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Jl. Wisata Menanggal
Telp.(031)8531814-16, 8531820-21
Fax.(031)8531822
Surabaya 60234

Anugerah Kebudayaan 2010 untuk Anak dan Remaja


Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan memberikan pengahrgaan bagi anak/pelajar/remaja yang memiliki wawasan atas kebudayaan nasional yang menyangkut pengetahuan, tindakan, dan karya budaya. Penghargaan yang dinamakan Anugerah Kebudayaan 2010 akan diserahkan kepada pemenang tanggal 23 Juni 2010 di Jakarta Contion Center (JCC).

Berikut petunjuk ketentuan syarat dan proses usulan:

  1. Calon penerima adalah perseorangan/individu WNI dan memiliki akhlak dan budi pekerti mulia, berusia 10 tahun dan maksimal 18 tahun.
  2. Calon penerima belum pernah menerima penghargaan sejenis dari Menbudpar dan/atau dari presiden RI berkaitan dengan kegiatannya.
  3. Diajukan oleh lembaga pendidikan/LSM/sanggar/komunitas (bukan perorangan).
  4. Disarankan agar calon mendapatkan pernyataan dukungan/rekomendasi antara lain dari lembaga pendidikan/LSM/sanggar/komunitas (dapat dipilih).
  5. Pencalonan disampaikan melalui email anugerahkeb2010@budpar.go.id
  6. Persyaratan administrasi, mengisi formulir biodata/daftar riwayat hidup singkat.
  7. Kriteria penilian.
    1. Komponen usia. Penilian ditujukan untuk tinjauan usia calon dari sisi aspek menangani atau menekuni kebudayaan.
    2. Komponen wujud kebudayaan. Penilaian yang ditinjau dari aspek penguasaan terhadap wujud kebudayaan dengan klasifikasi:

(1)  tiga wujud kebudayaan: pengetahuan budaya, tindakan budaya, benda budaya.

(2)  Dua wujud kebudayaan: pengetahuan budaya dan tindakan budaya, pengetahuan budaya dan benda  budaya, tindakan budaya dan benda budaya (hasil karya budaya).

  1. Formulir yang telah diisi dan biodata diterima panitia paling lambat 28 Mei 2010.

Alamat pengiriman:

  • Email: anugerahkeb2010@budpar.go.id, atau
  • Kasudit Jatidiri Bangsam Direktorat Pembangunan Karakter dan Pekerti Bangsa, Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film, Kemenbudpar, Gedung Sapta Pesona Lantai 23, Jl Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta 10110.

Unduh Form Biodata Calon Penerima Anugerah Budaya 2010

Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia


Para pramuka penggalang se Sumatera akan berjambore mempererat persaudaraan antar bangsa dengan  para pramuka penggalang Malaysia. Kegiatan dengan nama Jambore Budaya Serumpun Indonesia-Malaysia ini merupakan penyelenggaraan  untuk pertama kali.  Bertempat di Pagaruyung, kab. Tanah Datar, Sumatera Barat para tunas bangsa akan berkumpul mepererat persaudaraan antar pemuda dan membina budaya bangsa serumpun mulai 8 s.d. 12 Juni 2010.

Jambore ini mengambil motto yang sudah menjadi jiwa Gerakan Pramuka kita: Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan. Kemudian, temanya “Dekat di mata, dekat di hati” dengan subtema: Membangun kreativitas dan karakter generasi muda

Tujuan

  1. Membekali pengetahuan kepada generasi muda untuk dapat hidup damai dalam budaya yang beraneka ragam
  2. Menumbuh kembangkan karakter dan pekerti yang baik kepada generasi muda
  3. Memberikan citra positif tentang budaya Indonesia kepada negara sahabat
  4. Meningkatkan peran perkemahan budaya dalam forum internasional
  5. Memperkenalkan budaya Sumatera kepada generasi muda baik di dalam maupun di luar negeri

Peserta

  • Pramuka Penggalang seluruh propinsi di Sumatera, dengan rincian
  • Kwarda se Sumatera 1100 orang
  • Pengakap se Malaysia 1400 orang
  • Jumlah total 2500 peserta dan Pembina Pendamping

Materi Acara

  • Pengantar
  • Pembukaan
  • Orientasi
  • Dinamika wawasan kebangsaan

Acara Inti

  • Permainan tradisional
  • Kreativitas kerajinan tangan
  • Gelar kesenian (Drama, Teater wawasan kebangsaan)
  • Masakan tradisional
  • Pembacaan puisi
  • Penjelejahan situs budaya
  • Outdoor activity
  • Pengamatan kehidupan masyarakat
  • Karnaval & pameran budaya
  • Pemutaran film budaya & perjuangan
  • Gelang ajar
  • Wisata budaya

Pelengkap

  • Bakti masyarakat
  • Malam api unggun
  • Penutupan

Kontak :
PANITIA PENYELENGGARA
JAMBORE BUDAYA SERUMPUN INDONESIA – MALAYSIA
( 1st JAMBOREE OF ROOTED CULTURE INDONESIA – MALAYSIA )
JUNE 8th – 12nd 2010
PAGARUYUNG – TANAH DATAR
Sekretariat : Benteng Van Der Capellen – Batusangkar
Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat, INDONESIA, Kode Pos 27281
Telp/Fax : 0752 – 73789, Website : http://www.tanahdatar.go.id, Email: jambore2010@tanahdatar.go.id

%d blogger menyukai ini: