Daftar Lengkap Pahlawan Nasional


Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, sampai dengan awal 2010 ini, putra terbaik bangsa yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sebanyak 147 dengan rincian:

  • Jumlah Pahlawan Nasional laki-laki         : 135 orang
  • Jumlah Pahlawan Nasional perempuan  : 12 orang

Di antara 147 Pahlawan Nasional itu, yang berasal dari kalangan TNI/POLRI sebanyak 34 orang.

Berikut beberapa nama Pahlawan Nasional:

Nama Pahlawan Nasional SK Presiden
Ki Hadjar Dewantoro (1889 – 1959) 305 Tahun 1959
K.H. Ahmad Dahlan (1868 – 1934) 657 Tahun 1961
Tan Malaka (1884-1949) 53 Tahun 1963
Tjuk Njak Dhien (1850 – 1908) 106 Tahun 1964
Tjut Meutia (1870) 107 Tahun 1964
Raden Adjeng Kartini  (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
K.H. Abdul Wahid Hasjim (1914 – 1953) 206 Tahun 1964
K.H. Hasjim Asjarie (1875 – 1947) 294 Tahun 1964
Jend. TNI. Anm. Achmad Yani (1922 – 1965) 111 /KOTI/1965
Raden Adjeng Kartini (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
Raden Dewi Sartika (1884-1947) 252Tahun 1966
Sultan Ageng Titajasa (1631-1683) 45/TK/1970
Sultan Hasanuddin (1631-1670) 087/TK/1973
DR. H. Moh. Hatta (1902-1980) 081/TK/1986
Pangeran Sambernyowo (KGPAAMangkunegoro I ) 1725-1795 048/TK/1988
Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912-1988) 053/TK/1990

Daftar lengkap 147 Pahlawan Nasional dapat diunduh dengan klik tautan berikut:

Unduh Daftar Nama Pahlawan Nasional

 

Cut Tari Minta Maaf Memasuki Ramadan


                    Cut Tari|Foto: Yayat Ruhayat CnR

Cut Tari|Foto: Yayat Ruhayat CnR

JAKARTA –CnR/OMG- Untuk kesekian kalinya, Cut Tari memohon maaf kepada masyarakat. Kali ini, permohonan maaf ia sampaikan lewat akun twitternya.

“Saudaraku…, izinkanlah maafmu mengalir untuk beningkan hatiku … Marhaban yaa Ramadhan ..” begitu tulis Cut Tari di akun twitternya, Selasa (10/8/2010), sekitar pukul 20.40 WIB. Istri dari Yusuf Subrata ini, pertama kali meminta maaf pada masyarakat pada Kamis (8/7) lalu di kantor pengacaranya Hotman Paris Hutapea dengan didampingi suaminya. “Atas nama pribadi dan keluarga saya mohon maaf sebesar-besarnya atas pemberitaan baru-baru ini yang menimbulkan keresahan,” kata Cut Tari ketika itu dengan berlinang air mata.

Setelah permohonan maafnya, menurut pengacaranya Hotman Paris Hutapea, Rabu (28/7) mendapatkan ribuan surat dukungan dari masyrakat. Mereka menyatakan kasihan dan menerima permintaan maaf Cut Tari . Saat ini berkas Cut Tari sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung, dan tinggal menunggu waktu sidang. Para artis yang jadi tersangka — Cut Tari dan Luna Maya yang diduga terlibat video porno dengan Ariel — dikenai Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu penyertaan dalam perbuatan pornografi dan Pasal 282 KUHP tentang asusila. (Raya).

Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/cut-tari-saudaraku-izinkanlah-maafmu-mengalir-untuk-beningkan-hatiku-qs6k-2010081103212339.html

Alhamdulillah, Maradona Tidak Jadi Bugil


Diego Armando Maradona, pelatih tim Argentina berjanji akan lari dalam keadaan bugil bila tim Argentina berhasil sebagai Juara Piala Dunia 2010. Namun, langkah tim Tango itu dihentikan oleh tim Panser dengan sekor telak 4-0.

Nah, Maradona jadi pusing. Langkah Argentina hanya sampai pada perempat final. Atau, pusing karena tidak jadi “lari bugil’? Ada-ada saja! Janji untuk motivasi dan pesta keberhasilan sah-sah saja, tapi kalau keberhasilan dibalas dengan “lari bugil”, apa kata dunia?

Wanita Muslim Jadi Miss USA 2010


Kontes kecantikan Miss USA tahun ini dimenangi Rima Fakih. Perempuan muslim blasteran Arab-Amerika itu sukses mengalahkan 50 kontestan lain pada malam final di Planet Hollywood, Las Vegas, tanggal 16 Mei 2010, Minggu malam waktu setempat.

Panitia penyelenggara menyatakan tidak punya catatan apakah Fakih adalah perempuan Arab pertama, atau muslim pertama, atau imigran pertama yang sukses menjadi Miss USA sejak lomba itu diselenggarakan pada 1952. Menjadi yang pertama atau bukan, yang jelas Fakih bahagia.

Meski terlihat gemetaran ketika menjalani sesi peragaan gaun malam, dia yakin bahwa dirinyalah yang membawa pulang mahkota kemenangan. Perasaan itu muncul ketika dia melihat bos acara Miss USA Donald Trump berjalan naik panggung untuk menyerahkan mahkota pemenang.

“Ketika memandangnya (Donald Trump), saya merasakan itu adalah pandangan dia mengatakan, ‘You’re hired (Anda diperkerjakan)’,” kata Fakih sebagaimana dikutip dari Associated Press. Ucapan itu mengacu pada slogan khas The Apprentice, reality show yang juga milik Trump. Trump pun mengakui kompetensi Fakih. “Dia gadis yang hebat,” ucap konglomerat flamboyan tersebut.

Fakih yang berusia 24 tahun itu merupakan imigran dari Lebanon. Dia pindah ke AS saat masih bayi, besar di New York, dan menjalani pendidikan formal di sekolah Katolik. Keluarganya yang sebagian muslim dan sebagian lagi Kristen pindah ke Michigan pada 2003. Karena itu, di Miss USA, Fakih menjadi wakil Michigan. ”

Dengan kemenangannya, Fakih menggantikan Miss USA 2009 Kristen Dalton. Dia juga akan menjadi wakil AS dalam pelaksanaan Miss Universe 2010. Sebagai Miss USA, Fakih berhak atas apartemen gratis selama setahun dengan biaya hidup yang dicukupi, gaji yang tak disebutkan nominalnya, serta layanan kecantikan, kesehatan, dan tambahan kemampuan profesional lainnya. (Disalin dari http://www.jawapos.co.id)

100 Orang Paling Berpengaruh 2010


Seratus tokoh yang dianggap berprestasi dalam bidang masing-masing dinobatkan sebagai pemenang 100 Orang Paling Berpengaruh oleh majalah Time. Sejak edisi pertama tahun 1999, tahun 2010 ini adalah yang ke-12. Mulai pemimpin negara, politikus, selebriti, koki, ilmuwan, dermawan, sampai pebisnis,  mereka ditetapkan menempati empat kategori yakni;

  • pemimpin,
  • pahlawan,
  • artis, dan
  • pemikir.

Time menegaskan bahwa daftar tersebut tidak disusun untuk membuktikan betapa berpengaruhnya kekuasaan seseorang. Sebaliknya, daftar itu disusun sebagai wujud betapa kuatnya pengaruh seseorang. Juga, tidak harus menjadi pejabat atau orang terkenal untuk bisa menginspirasi dunia.

Lihat saja Chen Shu-chu yang hanya menjadi pedagang sayur di pasar dan dinobatkan sebagai salah seorang pahlawan. ”Beberapa nama yang tercantum dalam daftar kali ini memang dianggap berpengaruh karena jabatannya. Tapi, sebagian yang lain adalah mereka yang didengar karena ide dan aksinya,” terang Richard Stengel, managing director majalah terbitan Amerika Serikat (AS) tersebut. Yang pasti, 100 tokoh yang namanya masuk daftar Time kali ini punya kontribusi yang signifikan bagi masyarakat internasional.

Untuk menyusun daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Time sengaja membentuk tim khusus. Radhika Jones, assistant managing editor, didapuk sebagai ketua. Tim Jones-lah yang lantas bekerja keras memelototi dokumen tentang latar belakang dan kiprah para kandidat. Kali ini, jumlah kandidat dilaporkan mencapai 200 orang. Tim khusus yang bekerja selama sekitar satu tahun terakhir itu lantas menyisakan 100 kandidat terbaik.

Namun, daftar tersebut tidak hanya bergantung pada penilaian tim khusus Time. Tahun ini, Time juga mempertimbangkan popularitas para kandidat dengan menilik indikator yang sengaja dirancang khusus oleh Nate Silver, analis statistik, dan Lon Tweeten, desainer grafis. Keduanya menciptakan Influence Index untuk mengukur kadar ketenaran para kandidat secara global melalui Facebook dan Twitter. Mereka yang memiliki follower dan teman paling banyak sudah menjadi yang terpopuler.

Sementara itu, jajak pendapat online yang ditayangkan pada situs resmi Time juga menjadi indikator. ”Kami memegang teguh komitmen untuk memberikan tempat bagi tokoh-tokoh yang paling banyak divoting,” tegas Stengel dalam editorial Time. Menimbang tiga faktor penilaian itu, tim khusus yang dikomandani Jones lantas menyusun daftar tersebut.

Tahun ini, sejumlah tokoh kontroversial masuk dalam daftar. Di antaranya, tokoh reformasi Iran Mir-Hossein Mousavi, komandan tertinggi pasukan AS di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal, dan hakim Mahkamah Agung AS pertama yang berdarah Latin, Sonia Sotomayor. Juga, ratu talk show Oprah Winfrey yang sudah delapan kali masuk daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Time.

McChrystal menjadi salah seorang pemenang dalam kategori pemimpin. Sebab, sejak AS memutuskan menginvasi Afghanistan pada 2001, jenderal 55 tahun itu selalu terlibat. Strategi militer yang dia prakarsai pun banyak berhasil. Tapi, dia baru diterjunkan ke lapangan sejak Juni lalu. ”Semua yang terjadi di Afghanistan tidak ada yang mudah. Tapi, dengan kepandaian dan pengalaman Stan, semuanya beres,” ujar pendahulu McChrystal, Jenderal David H. Petraeus, kepada Time.

Seperti McChrystal, Mousavi yang menjadi salah seorang pemenang kategori pahlawan juga baru kali ini masuk daftar Time. Meski tidak mampu mengungguli Presiden Mahmoud Ahmadinejad dalam pilpres Juni lalu, Mousavi tetap menjadi magnet bagi sebagian besar masyarakat Iran. Terutama bagi kalangan reformis. ”Perubahan sudah dimulai dan tidak ada kesempatan untuk kembali lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Sotomayor yang sempat mengundang kontroversi ketika dicalonkan Presiden AS Barack Obama menjadi salah seorang hakim di MA memenangi kategori pemikir. Sebab, perempuan 55 tahun itu menjadi inspirasi bagi kaum Hispanik AS. Terutama kaum wanita. ”Dia adalah gambaran perempuan tangguh abad ini,” kata Chuck Schumer, senator New York, kepada Time. Teman Obama itu, menurut Schumer, ikut mengubah pandangan AS terhadap wanita dan imigran.

Tokoh perempuan lain yang juga menginspirasi dunia adalah Winfrey. Kali ini, dia menjadi salah seorang pemenang kategori artis. Sejak pertama meluncurkan program talk show pada 1967, Winfrey telah banyak mengubah dunia. ”Tidak ada yang bisa menyamai Winfrey dalam sepanjang sejarah media,” ungkap Phil Donahue, produser film AS yang juga teman Winfrey.  (Sumber: Koran Jawa Pos, edisi 2 Mei 2010)

Orang Berpengaruh tersebut  antara lain:

Seniman (Artists)

  1. Lady Gaga: penyanyi
  2. Conan O’Brien: host televisi
  3. Kathryn Bigelow :sutradara
  4. Oprah Winfrey: host
  5. Valery Gergiev: konduktor dan musisi opera asal Rusia
  1. Para Pemikir (Thinkers)
  2. Zaha Hadid: arsitek asal Iran
  3. Elizabeth Warren: pengacara dan profesor hokum
  4. Douglas Schwartzentruber & Larry Kwak: dokter, aktivis kanker
  5. Michael Pollan: penulis, profesor jurnalisme
  6. Atul Gawande: dokter, jurnalis

Orang-Orang Berjasa (Heroes)

  1. Bill Clinton: mantan presiden AS
  2. Kim Yu-Na: atlet skating Korsel
  3. Mir-Hossein Mousavi: politisi Iran
  4. Ben Stiller: aktor
  5. Temple Grandin: penyandang autis, penulis, pembicara, akademisi
  1. Para Pemimpin (Leaders)
  2. Luiz Inácio Lula da Silva: Presiden Brazil
  3. J.T. Wang: CEO Acer Groups
  4. Mike Mullen: Kepala Staf Gabungan Tentara AS
  5. Barack Obama: Presiden Amerika Serikat
  6. Ron Bloom: Penasihat Presiden AS bidang industri

Dokumen untuk diunduh

Daftar 100_Orang_Paling_Berpengaruh_2010

Riwayat Bung Karno Beserta Keluarga


Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Dokumen yang siap diunduh ini memuat riwayat Soekarno (Presiden I RI) beserta 15 keluarga sebagai berikut:

  1. Soekarno
  2. R. Soekeni Sosrodihardjo (Ayah)
  3. Ida Ayu Nyoman Rai  (Ibu)
  4. Raden Soekarmini (Kakak)
  5. Fatmawati (Istri)
  6. Hartini Soekarno  (Istri)
  7. Inggit Garnasih (Istri)
  8. Ratna Sari Dewi Soekarno (Istri)
  9. Siti Oetari (Istri)
  10. Sukmawati Sukarnoputri (Anak)
  11. Diah Pramana Rachmawati Soekarno (Anak)
  12. Mohammad Guruh Irianto (Anak)
  13. Karina Kartika Sari Dewi Soekarno (Anak)
  14. Megawati Sukarno Putri (Anak)
  15. Lettu (Penerbang) Surindro (Suami Ke-1 Megawati)
  16. Taufiq Kiemas (Suami Ke-2 Megawati)

Dokumen

Download Teks Pidato Bung Karno tanggal 17-8-1945

Kumpulan Artikel tentang Kebesaran Gus Dur


Perjuangan dan pengabdian Gus Dur bagi bangsa dan kemanusian masih menjadi topik penting bagi para tokoh.  Tokoh dunia dan nasional, tokoh NU/orang dekat beliau, bahkan tokoh yang pernah berbeda pendapat, Amin Rais (Muhammadiyah)  mengakui akan “kebesaran” Gus Dur.

Untuk menambah referensi dan memahami pengabdian hidup Gus Dur, berikut kumpulan artikel dan berita yang mengurai kegigihan perjuangan beliau sang Guru Bangsa, Bapak Pluralisme, Pahlawan Nasional, Tokoh Ulama, Pendiri PKB, . . .

Dokumen yang siap diunduh berisi artikel dengan judul sebagi berikut:

  • Mengenang Gus Dur
  • Gus Dur dan Islam
  • Yahya C. Staquf: (Bukan) Wasiat Gus Dur
  • Memulihkan Nama Gus Dur-Bung Karno
  • Bandul Pendulum Gus Dur Oleh Arif Afandi
  • Gus Dur Pahlawan untuk Semua Oleh: Ma’mun Murod
  • Pelajaran dari Gus Dur Oleh: Ahmad Tohari
  • Inayah: Gus Dur Ayah Terbaik
  • Esok, DPR Bahas Gelar Pahlawan Gus Dur
  • Sekjen OKI: Gus Dur Pendukung Kuat OKI
  • Dukungan Gus Dur Sebagai Pahlawan Terus Mengalir
  • PBB Beri Penghormatan untuk Gus Dur

Dokumen dilengkapi dengan sumber dan tanggal penulisan/terbit. Untuk membaca dokumen, silakan unduh file dengan klik teks berikut:

Download Kumpulan Artikel tentang Kebesaran Gus Dur

Sejuta Jasa Gus Dur untuk Indonesia dan Dunia


Kematian Gus Dur telah menghentakkan dunia, para pemimpin di dunia turut memberikan simpatinya dan mengapresiasikan apa yang telah dilakukan oleh Gus Dur. Berikut kutipan dari pernyataan tokoh dunia yang dilansir oleh harian Seputar Indonesia, Sabtu (2/1).

Tun Najib Razak, PM Malaysia. “Pengaruh kuat Gus Dur dalam menentukan Indonesia tidak dapat dianggap remeh. Gus Dur merupakan negerawan dan ilmuwan. Dia berjuang untuk membawa perubahan dan reformasi yang didasari nilai-nilai Islam.”

Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia. “Gus Dur merupakan seorang patriot yang berjuang untuk Indonesia dan Islam. Meskipun ada kalanya ketika saya tidak sepakat dengan mantan presiden, saya masih menghargai pandangannya.”

Barack Obama, Presiden AS. “Gus Dur tokoh penting dalam transisi demokrasi di Indonesia. Dia akan selalu dikenang atas komitmennya terhadap prinsip demokrasi, politik inklusif, dan toleransi beragama.”

Kevin Rudd, PM Australia. “Gus Dur adalah tokoh utama dalam sejumlah agenda reformasi penting yang dilaksanakan Indonesia menuju sebuah demokrasi yang modern.”

Hu Jintao, presiden China.” Gus Dur telah memberikan kontribusi penting dalam pembangunan hubungan diplomatik antara Indonesia dan China.”

Lee Hsien Loong, PM Singapura.” Gus Dur akan selalu diingat sebagai tokoh Islam moderat dan pemberla kaum minoritas.” (mad)

Mantan Ketua MPR RI Prof Dr Amien Rais: “Sudah sepantasnya dan selayaknya kalau Gus Dur mendapatkan gelar pahlawan nasional. Siapa pun atau pihak mana pun tidak perlu lagi mempersoalkannya.”

Tulisan di atas  saya akses dari website nu online.
Melalui tulisan ini saya mengajak segenap pembaca untuk ikut urun komentar atau tanggapan mengenai jasa Gus Dur. Harapan ini bukan bermaksud mengkultus pribadi Gus Dur, Gus Dur manusia biasa yang juga memiliki kekurangan sebagaimana manusia umumnya.
Bahwa Gus Dur memiliki kelebihan-kelebihan telah diakui masyarakat Indonesia dan dunia.
Nah, Anda pasti punya kesan tersendiri akan kelebihan Gus Dur, atau punya referensi yang dapat dikutip, atau pernah mendengar ungkapan dari seseorang santri, teman, tukang becak, guru, buruh, atau pejabat.
Silakan tulis melalui kolom komentar. Bagi Anda, mungkin yang Anda tulis tidak istimewa tapi, bisa jadi, bagi orang lain/sahabat/keluarga/siapa saja memiliki nilai yang istimewa.

Detik-detik Menjelang Gus Dur Wafat


Ada kisah yang memberi petunjuk sebagai tanda-tanda bahwa Gus Dur akan dipanggil Allah SWT. Setidaknya, tercatat dalam enam hari Gus Dur meninggalkan kisah-kisah manusiawi sebagai hamba Allah SWT. 

24 Desember 2009 Gus Dur minta diantar berziarah ke Rembang, Jateng, dan Jombang, Jatim
08.00 Bertemu Gus Mus di Rembang
11.00 Meninggalkan Rembang menuju Jombang
  Di Jombang berziarah ke makam KH Wahab Chasbullah di Ponpes Tambak Beras, Jombang. Di sini Gus Drop lalu dibawa ke RSUD Swadana Jombang.

Semula Gus Dur dirujuk ke RSUD dr. Sutomo. Namun, ketika sampai sekitar Trowulan, Mojokerto, dia mendadak minta diantar baik lagi ke Jombang untuk berziarah ke makam ayahnya, Wahid Hasyim. Di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang.

25 Desember 2009 Batal di rawat di Surabaya, Gus Dur siterbangkan ke Jakarta. Kadar gulanya turun drastis, masuk RSCM untuk cuci darah.
26 Desember 2009 Gus Dur mengeluhkan gigi geraham kiri sakit.
27 Desember 2009 Gus Dur meninggalkan RSCM empat jam sejak pukul 10.30 untuk mengecek kantor PB NU.
28 Desember 2009 Gus Dur menjalani operasi pencabutan gigi geraham kiri bawah. Operasi berlangsung 35 menit dengan bius total. Hingga malam kondisi Gus Dur stabil dan sadar. Pernapasan dan sirkulasi darah pun dalam keadaan baik.
29 Desember 2009 Dalam pantauan tim dokter, Gus Dur bisa berkomunikasi seperti biasa.
30 Desember 2009  
11.00-11.30 Gus Dur minta dinacakan majalah yang memuat berita tentang PM Israel yang terancam hukuman mati. Putri bungsu, Inayah Wulandari, menyuapkan puding cokelat (masuk tiga suapan)
11.30-12.00 Melai mengeluh kesakitan di bagian paha ke bawah.
12.00-12.30 Dokter dipanggil dan melakukan analisis intensif.
13.30-15.00 Dipindahkan dari kamar 116 lantai 1 gedung A ke Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) lantai 5. Keluarga diminta menunggu di luar.
15.00-17.00 Minta diambilkan audio book yang tertinggal di lantai 1, ingin menyelesaikan seri buku yang belum tuntas dibacanya.
17.00 Dokter Yusuf Misbach menyampaikan kepada keluarga bahwa kondisi Gus Dur benar-benar butuh penanganan khusus.
18.30-18.35 SBY bersama rombongan datang menjenguk ke RSCM, langsung menemui isteri Gus Dur, Sinta Nuriyah.
18.35-18.45 SBY melakukan pertemuan dengan tim dokter yang menangani Gus Dur.
18.45

Kamis, 31 Desember 2009.

SBY masuk ruang. Oleh tim dokter, Gus Dur sudah dinyatakan wafat.

Pk. 13.30 di makamkan di komplek pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur.

Sumber: Jawa Pos, edisi31 Desember 2009

Biografi Gus Dur dan Keluarga


Innalillahi wainna ilaihi raajiuun . . . Gus Dur meninggalkan kita. Bukan hanya bangsa Indonesia yang merasa kehilangan melainkan dunia juga merasa kehilangan. Jasa Gus Dur terhadap bangsa Indonesia sangat banyak. Di antaranya, gigih memperjuangkan demokrasi, dan peduli terhadap umat manusia tanpa membeda-bedakan. Selamat jalan Gus, bersama rahmat Allah SWT.

Untuk mengenang kebesaran Gus Dur, berikut biografi Gus Dur, Ny. Sinta Nuriyah Wahid (istri), Sholichah (Ibu), dan Yenny Wahid (anak).

1. Gus Dur

Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur menjabat Presiden RI ke-4 mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau lahir tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, yang bernama KH. Wahid Hasyim. Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari .

Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu beliau juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi bermain bola, catur dan musik. Bahkan Gus Dur, pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir.

Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, beliau bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula beliau merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap `menyimpang`-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-`aqdi yang diketuai K.H. As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Selama menjadi presiden, tidak sedikit pemikiran Gus Dur kontroversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang.

2. Ny. Sinta Nuriyah Wahid

Sinta Nuriyah Wahid Lahir di Jombang, 8 Maret 1948 mendapat gelar First Lady (Ibu Negara) ke-4
bersuamikan KH Abdurrahman Wahid. Menikah pada tanggal 11 September 1971, dikaruniai empat anak yaitu: Alissa Qotrunnada Munawaroh (Lissa), Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus (Nita), Inayah Wulandari (Ina).

Pendidikan terakhir Program S-2 Studi Kajian Wanita, Universitas Indonesia, Depok
Pekerjaan Pendiri dan Pimpinan Yayasan PUAN Amal Hayati, didirikan 3 Juli 2000 dan mulai beroperasi Maret 2001 dengan Penguasaan Bahasa:Inggris, Arab dan Perancis. Alamat:Jl. Warung Sila No. 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Ibu Negara ke-4 ini sudah sangat terbiasa menghadapi perilaku suami yang kontroversial. Maka, ia pun tak terlalu merasa kaget ketika MPR RI tahun 1999 mengangkat suaminya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden ke-4 RI. Ia juga tak perlu merasa kehilangan ketika oleh lembaga dan anggota yang sama, MPR di tahun 2001 menurunkan suaminya dari kursi kepresidenan.

Sebelum suaminya belum menjadi apa-apa, lalu menjabat Ketua Umum PBNU (1984-1999), menjadi Presiden, dan kembali menjadi anggota masyarakat biasa, tepatnya sebagai tokoh pejuang demokrasi, perdamaian dan multikulturalisme di sebuah negara yang justru sangat pluralistik, Sinta Nuriyah tetaplah sama. Ia tidak pernah berubah. Termasuk ketika suami yang sedang menjabat Presiden, itu diisukan melakukan perselingkuhan dengan seorang wanita Sinta Nuriyah Wahid tetap tegar sebagai istri yang percaya akan kebaikan suami.

Menolak poligami
Dra Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum kelahiran Jombang 8 Maret 1948, itu tetap setia mendampingi Gus Dur yang penglihatannya semakin menurun sehingga harus dituntun oleh putrinya Yenny. Walau pendampingan itu sendiri harus ia lakukan dari kursi roda. Ia membutuhkan alat bantu itu setelah mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1993, pada saat ia justru sedang memasuki semester kedua program studi S-2 Studi Kajian Wanita, di Universitas Indonesia, Depok. Keinginan kuat Sinta untuk memberikan yang terbaik bagi bangsanya tetap tidak berubah kendati sudah hidup di luar Istana. Ia memilih jalur pemberdayaan perempuan sebagai ikon perjuangan baru.

Maka itu ketika berlangsung Muktamar PBNU tahun 2004 ia dengan lantang menolak menu makanan yang disajikan oleh sebuah jaringan restoran waralaba, sebab pemiliknya dikenal luas sebagai penganut poligami. Sikap tegas Sinta itu segera menyadarkan pemikiran banyak orang tentang telah munculnya sebuah dobrakan baru, yang bermaksud mengubah persepsi lama pemikiran kaum lelaki mengenai perempuan. Ia memang tidak main-main dalam perjuangannya. Jauh sebelumnya, pada 3 Juli 2000 Sinta telah mendirikan sebuah lembaga Yayasan PUAN AMAL HAYATI. PUAN, yang diartikan Sinta sebagai “Pesantren Untuk Pemberdayaan Perempuan”.

Yayasan itu baru resmi beroperasi sejak Maret 2001. Ada alasan unik mengapa Sinta menundanya. Ia menghindari kemungkinan timbulnya persepsi buruk di masyarakat, sebab tidak mau dikatakan memanfaatkan kedudukan Ibu Negara untuk mendirikan Yayasan. Karena itu ada uang atau tidak Yayasan akan tetap jalan. Tetapi paling tidak pasti akan ada uang dari honor KH Abdurrahman Wahid, sang suami untuk membiayainya.

Sinta yang sudah dilamar oleh Gus Dur sebagai istri saat masih berumur 13 tahun, namun baru diwujudkan kemudian pada pernikahan 11 September 1971, itu memastikan tidak ada campur tangan lembaga dan orang-orang Kepresidenan ketika mendirikan Yayasan. Kecuali sumbangan nama “Amal” dari Alwi Shihab yang ketika itu menjabat Menteri Luar Negeri, yang lalu ditimpali oleh Presiden Gus Dur dengan nama “Hayati”. Sedangkan kata PUAN sudah disediakan Sinta sebagai ikon perjuangannya lewat Yayasan.

Kaji Ulang Kitab Kuning
Sinta bukan hanya lantang menyuarakan penolakan kehidupan poligami. Ia sekaligus menerobos dan memperbaiki persepsi para kiyai tentang perempuan, yang selama ini selalu saja menggunakan paradigma lama berpegang pada Kitab Kuning sebagai pedoman. Isi Kitab Kuning menurut Sinta sesungguhnya tidaklah sepenuhnya sesuai dengan isi al-Quran. Sinta mengatakan isi Kitab berisi relasi suami istri yang menggambarkan kedudukan istri sangat terpuruk. Di situ, disebutkan kedudukan seorang istri ibarat tawanan perang sang majikan (suami) di dalam rumah tangga.

Isi Kitab Kuning kata Sinta berbeda dengan ide kesetaraan gender. Karena itulah keseteraan gender tak akan bergaung di lingkungan pesantren sebab kiyai-kiyai masih tetap beranggapan lama sesuai dengan isi Kitab, dimana kedudukan istri digambarkan sebagai seorang budak di hadapan suami, atau seperti seorang yang menanggung hutang dengan suaminya. Kata Sinta, ada juga yang mengatakan seorang istri sekalipun menjilati nanah di muka suami, kalau suaminya itu tidak ridho maka tidak akan berarti apa-apa.

Hal itu membuat Sinta merasa ganjil, apakah memang benar Islam mengajarkan hal itu. Karena Sinta merasa itu tidak benar maka ia mengkaji ulang isi Kitab Kuning, dan ternyata hadits-hadits seperti itu adalah hadits-hadits palsu. Sinta harus mengkaji ulang Kitab Kuning setelah sebelumnya berhasil membuat tesis, berjudul “Perkawinan Usia Muda dan Kesehatan Reproduksi” dengan mengambil responden dari kalangan pesantren dan non pesantren.

Sinta menyarankan pihak-pihak yang berpendapat bahwa poligami boleh, itu sebaiknya mengkaji al-Qur’an lebih dalam, saksama, teliti, dan semua aspek mesti dikaji lagi. Sebab, menerjemahkan al-Qur’an tidak terbatas pada lingkup yang tekstual tapi juga kontekstual. Termasuk mencakup kajian asbâb al-nuzûl (sebab diturunkannya) dan melihat bahasanya.

Secara tekstual ayat poligami memang berbunyi, “fankihû mâ thâba lakum min al-nisâ’ matsnâ wa tsulâtsa wa rubâ’…”, (nikahilah dua atau tiga atau empat perempuan yang baik menurutmu). Ayat ini kata Sinta jangan dipotong sampai di situ saja, sebagaimana umumnya orang banyak memotong hanya hingga penggalan ayat tersebut. Sebab masih ada sambungan yang sering dilupakan yakni, “Fain khiftum allâ ta’dilû fawâhidah” (sekiranya kamu khawatir tidak dapat berlaku adil, maka kawini satu perempuan saja).

Masalahnya, kata Sinta, keadilan itu dilihat dari sudut mana dan ukuran siapa. Al-Qur’an memiliki dua padanan kosakata untuk kata keadilan yaitu qashata dan ‘adala. Qashata sering dipakai untuk pengertian “keadilan yang bersifat materil”. Sementara ‘adala untuk “keadilan yang bersifat immateril termasuk cinta, kasih sayang, perhatian dan lain sebagainya.” Nah, dalam ayat tadi al-Qur’an menggunakan kosakata ‘adala.

Jadi yang dituntut dalam ayat, yang justru sering dijadikan justifikasi teologis poligami, adalah keadilan yang bersifat immateril. Maka jika sudah bicara keadilan immateril itu dipastkan tidak bisa diwujudkan melalui poligami. Dalam al-Qur’an, masih dalam surat Al-Nisâ’, disebutkan, “Falâ tashtathî’u ‘an ta’dilû baina al-nisâ’ walau haratstum” (engkau tidak akan mampu berbuat adil atas perempuan meski engkau berusaha keras untuk itu). Jadi keadilan tidak akan mungkin terwujud melalui praktik-praktik poligami.

Sinta menyatakan bahwa poligami secara eksplisit tidak diperkenankan menurut al-Qur’an. Ia juga menyebut banyak hadits Nabi Saw yang tidak membolehkan poligami. Sebagai contoh, ketika Ali ra minta izin untuk menikahi Juwairiyyah Rasulullah langsung menolak. Dia tidak mengizinkan karena Fatimah (istri Ali, anak Rasulullah) adalah bagian dari Nabi. Nabi itu tegas-tegas mengatakan sampai tiga kali tidak mengizinkan. Itu tentu berarti poligami tidak diperkenankan.

Kalaupun ada pandangan populer bahwa poligami adalah bagian dari ajaran Islam, Sinta memastikan pandangan itu salah dan kesalahan terjadi karena ayat al-Qur’an diartikan secara tektual seperti halnya membaca secara letterlijk, dan ditambah lagi ada kepentingan laki-laki (male-biased) di dalamnya. Maka akibatnya adalah muncul pandangan populer yang salah, jadi bukan dilalah-nya (maksud utama) yang ditonjolkan.

Sinta menyebutkan salah satu tujuan Allah mengutus Nabi adalah untuk membebaskan kaum perempuan dari belenggu-belenggu yang mengikat. Setelah belenggu mulai terbuka dan teratasi, Nabi wafat, sayangnya muncul kembali keinginan laki-laki untuk menguasai perempuan. Sinta mencontohkan adanya hadits yang menyebutkan, bahwa malaikat akan melaknat perempuan semalam suntuk bila menolak “ajakan” suaminya. Menurut Sinta hadits ini justeru menunjukkan kelemahan laki-laki sebab tidak berani kepada perempuan. Untuk melakukan hubungan seksual saja laki-laki harus meminta bantuan laknat malaikat.

Tak Terhalang Keterbatasan Fisik
Ibu dari empat orang putri Alissa Qotrunnada Munawaroh (Lissa), Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), Anita Hayatunnufus (Nita), dan Inayah Wulandari (Ina), ini tergolong aktivis organisasi. Ia adalah anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang merupakan federsi berbagai organsiasi wanita di Indonesia, juga anggota Komite Nasional Kedudukan Wanita Indonesia (National Commission on the Status of Women).

Bersama organisasi-organisasi lain, sebelum mendirikan Yayasan PUAN Sinta sudah aktif memperjuangkan kepentingan-kepentingan perempuan. Hanya saja ia tidak mengerti betul apa yang menjadi tujuan perjuangan organisasi tersebut. Ia pun merasa sesungguhnya tidaklah tertarik untuk terjun ke dalam perjuangan perempuan.

Perubahan besar baru dapat dialaminya setelah mengkaji Kitab Kuning tadi, lalu iapun mendirikan Yayasan PUAN Amal Hayati. Di Yayasan ini Sinta mulai sangat mengerti betul, dan sekaligus ingin berjuang membela kepentingan perempuan baik perempuan yang berada di dalam maupun di luar rumah tangga yang sama-sama banyak mendapat ketidakadilan.

Keterbatasan gerak fisik akibat kecelakaan tak menghambat munculnya ide-ide segar dari Sinta Nuriyah. Kegigihannya berjuang menempatkan wanita Indonesia pada posisi yang terhormat justru makin mencuat setelah secara fisik ia tidak dapat berbuat apa-apa. Padahal tugas rutin mendampingi seorang tokoh yang sangat dan selalu kontroversial, Gus Dur, itu tak kurang rumitnya. Kecelakaan mobil tahun 1993 memang membuat Sinta harus berada di kursi roda.

Ia mengalami kelumpuhan tak dapat menggerakkan bagian tubuh dari leher hingga kaki. Ia membutuhkan waktu satu setengah tahun perawatan untuk dapat dikatakan sembuh, walau harus tetap menggunakan alat bantu kursi roda. Tentang kelanjutan kuliahnya di UI Sinta pernah meminta pihak kampus agar memberikan kelonggaran dengan menyediakan ruang kuliah khusus baginya, yang dapat dijangkau kursi roda seperti di lantai bawah. Namun permintaan itu tak dapat dipenenuhi dan Sinta harus kuliah di lantai empat.

Maka ketika sudah semester empat Sinta yang bertekad menyelesaikan kuliah dengan rendah hati sadar, ialah yang membutuhkan belajar bukan pihak kampus. Iapun bersedia kuliah di lantai empat. Tapi apa mau dikata lift kampus kemudian rusak. Tapi Sinta tak mau kehilangan akal. Ia kemudian memasuki ruang kuliah layaknya Jenderal Sudirman saat berjuang melawan penjajah, yakni digotong di atas tandu dinaik-turunkan dari bawah ke lantai empat dan sebaliknya. Kejadian seperti itu berlangsung satu semester penuh menunggu hingga liftnya selesai diperbaiki.

Bersuamikan Pria Romantis
Sinta sangat sadar ia bersuamikan seorang pria yang sangat kontroversial. Karena kontroversial itu banyak yang suka dan banyak pula yang tak suka terhadap suaminya. Gus Dur ketika menjabat Presiden banyak disanjung-sanjung hingga diberi gelar sebagai “Bapak Bangsa”. Namun serta-merta Sinta menolak jika disebut pula sebagai “Ibu Negara”. Sinta beralasan, yang namanya “Ibu Bangsa” tidak selalu harus pasangan dari “Bapak Bangsa”. Sebab bisa saja istri dari “Bapak Bangsa” kadang-kadang berpendidikan rendah sehingga tidak layak disebut “Ibu Bangsa”.

Walau menolak disebut “Ibu Bangsa” Sinta Nuriyah sangatlah berperan besar menunjang karir dan kesuksesan Gus Dur di kancah politik nasional. Ia berprinsip sederhana, seorang istri kalau bisa menciptakan ketenangan dalam rumahtangga berarti suami akan tenang. Jika di luaran Gus Dur banyak memainkan jurus-jurus ‘silat’ perpolitikan nasional, di rumah Sinta menawarkan tema pembicaraan keluar dari politik untuk masuk ke hal yang ringan-ringan.

Namun jika Gus Dur yang, kata Sinta ia tergolong pria romantis, itu memasuki pembicaraan area politik maka Sinta yang menguasai aktif bahasa Inggris, Arab, dan Perancis tetap mau meladeni dan mampu pula menanggapinya.

Sinta pun menjadi bisa memahami segala kegiatan Gus Dur. Diskusi adalah cara yang jitu bagi Sinta untuk bisa mengerti tentang Gus Dur. Setiap muncul ide-ide Gus Dur yang mendapat sorotan luas dari amsyarakat maka Sinta akan mencoba memahami, atau paling tidak keduanya berdiskusi dulu. Diskusi seolah telah menjadi ‘menu’ pengganti keromantisan Gus Dur, yang menjadi semakin sibuk sejak terpilih menjadi Ketua Umum PBNU. Jika Gus Dur ‘sibuk’ sendiri maka Sinta sebagai ibu yang baik akan tetap telaten mendidik anak-anak dan memelihara keharmonisan rumahtangga.

Sinta kerapkali memperlakukan Gus Dur sebagai teman yang baik, sebagaimana pernah ia tuangkan dalam tulisan “Sehari Bersama Abdurrahman Wahid”. Itu, adalah sebuah artikel reportase hasil ‘investigasi’ Sinta saat mengikuti keseharian kegiatan Gus Dur kemanapun suaminya pergi. Sinta, selain aktivis organisasi ternyata pernah pula berprofesi sebagai wartawan, yakni pada tahun 1980-1985 di Majalah “Zaman”. Profesi itu harus berhenti karena majalahnya ditutup, Sinta lalu sempat bekerja untuk Sybah Asa (Tempo).

Hidup diijinkan Sinta mengalir begitu saja tanpa harus dipersiapkan menjadi ini atau menjadi itu. What ever wil be, will be, kata Sinta. Prinsip what ever will be semakin ketika ia ‘harus’ menjadi “First Lady” Indonesia, sesuatu yang sesungguhnya tidak pernah ada dalam kamus dan skenario hidup Sinta. Maka itu ketika Gus Dur diminta mundur tahun 2001 Sinta dan keluarga tak perlu berkecil hati. Ia malah menganjurkan Gus Dur agar secepatnya saja mundur. Ia dan anak-anak tak harus shock atau down, karena sejak sebelum menjadi Presiden pun mereka sudah terbiasa akan kontroversialitas Gus Dur.

Apalagi, Gus Dur yang diminta menjadi Presiden maka ketika diminta tidak lagi menjadi Presiden pun menjadi tidak apa-apa pula. Sinta sudah menyerahkan hidup secara total ke dalam perlindungan Tuhan. Maka tak heran jika Sinta yang gemar membaca, sehingga kerapkali dikirimi buku ‘silat asli’ dari Cina oleh Gusdur sampai kecanduan, itu sesekali masih mau turun ke jalan berdemonstrasi sebagaimana kebiasaannya saat menentang pemerintahan Soeharto.

Sinta sangat percaya akan suaminya. Karena itulah isu perselingkuhan yang dituduhkan pada Gus Dur yang disertai dengan bukti-bukti otentik segala, itu tak membuat Sinta goyah. Ia tetap percaya, memahami, hingga mengagumi suami. Sebagai tokoh kontroverisial Sinta paham banyak yang ingin menjatuhkan suaminya.

Salah satunya menggunakan perempuan, untuk mengusung isu perselingkuhan yang ternyata tidak terbukti kebenarannya. Tanpa selingkuh pun, kata Sinta, sudah banyak orang yang menawari suaminya kawin lagi. Orang itu sekaligus menyodorkan anaknya segala, atau siapanya kepada Gus Dur sebab katanya untuk ngalap berkah. ►ti/ht

3. Solichah, Ibu Gus Dur

Solichah dilahirkan pada 11 Oktober 1922 di sebuah desa bernama Denanyar. Ibunya, Noer Khodijah, adalah keturunan seorang ulama besar dari pesantren Tambakberas dan ayahnya, Kyai Bishri Syansuri adalah seorang ulama keturunan kyai dari pesantren Lasem. Kelahiran Solichah diliputi oleh suasana perjuangan yang membingkai alam pikiran rakyat untuk melepaskan diri dari cengkraman penjajah. Sebagai putri seorang kyai, Solichah kecil lebih sering berinteraksi dengan warga pesantren orang tuanya dan juga telah belajar makna status social dari dimensi prestige yang melekat dan diwarisinya sejak dilahirkan. Pada masa Solichah menginjak remaja, situasi kehidupan masyarakat diliputi kecemasan menyongsong malapetaka Perang Dunia II. Sebagai seorang remaja yang ruang interaksi sosialnya semakin meluas menjangkau masyakarat di luar pesantren, Solichah remaja mengalami transfer of learning pandangan hidup yang ditransmisikan oleh generasi pendahulunya, yaitu menekankan agar generasi remaja, terutama remaja perempuan kaum santri harus dijauhkan dari gaya hidup kaum colonial penindas yang kafir. Lingkungan pesantren di mana Solichah remaja hidup dalam kesehariannya juga memiliki selera budaya terutama kesenian yang berbeda dengan yang hidup di dunia para kolonialis dan yang digemari oleh para priyayi. Pada masa remajanya, Solichah menerima transmisi nilai-nilai budaya masyarakatnya yang terbingkai oleh pola pemilahan dua pandangan dunia yang antagonistik tersebut. Para gadis juga tidak memiliki kebebasan dalam memilih calon suami, dasar pertimbangan urusan perjodohan yang hidup di dunia pesantren berbeda dengan yang hidup di kalangan warga pedesaan pada umumnya. Laki-laki yang terpilih untuk mendampingi Solichah adalah pilihan Hadratus Syeh Hasyim Asy’ari, ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama dari pondok pesantren Tebuireng dan seorang Gus yang terpilih adalah Abdurrohim, putra Kyai Cholil dari Singosari. Namun, usia perkawinan mereka tidak lebih dari satu tahun karena Abdurrohim dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Pada usianya yang belum memasuki usia ke 15 tahun, Solichah telah menyandang status janda. Solechah kemudian diboyong kembali ke Denanyar untuk menjalani masa pingitan yang kedua. Calon suami yang kedua juga berasal dari keluarga pondok pesantren, hanya bedanya kali ini Solichah sudah mengenal lebih dahulu calon suaminya. Calon suami keduanya adalah Wahid Hasyim putra kandung Hadratus Syeh Hasyim Asy’ari yang pernah bertemu dengannya ketika ta’ziyah. Pernikahan mereka diselenggarakan pada tanggal 10 Syawal 1356 H atau 1938 M dan kemudian dikaruniai empat orang anak laki-laki dan dua orang perempuan. Usia perkawinan Solichah dan Wahid Hasyim hanya berlangsung selama kurang lebih 15 tahun, karena pada tahun 1953 suami tercintanya meninggal dunia dalam suatu kecelakaan sementara Solichah sedang mengandung anak keenam. Sepeninggal suaminya, Solichah tetap gigih dan bersemangat dalam mempertahankan keutuhan keluarganya dan mendidik anak-anaknya. Semangat dan kegigihan Solichah inilah yang sangat menentukan perjalanan hidup anak pertamanya, Abdurrahman Wahid, hingga berhasil menjadi seorang presiden. Solichah meninggal dunia pada hari Jum’at tanggal 29 Juli 1994 sekitar pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, setelah menjalani rawat tinggal selama 17 hari akibat sakit jantung dan gula. Jenazahnya dimakamkan keesokan harinya di komplek pemakaman Tebuireng Jombang.

4.Yenny Wahid, Anak Gus Dur

Yenny Wahid bernama lengkap:Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974 bersaudara antara lain Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman (anak), Anitta Hayatunnufus Rahman (anak), Inayah Wulandari Wahid (anak). Pendidikan: Sarjana desain dan komunikasi visual dari Universitas Trisakti dan Master dari Harvard University.

Pekerjaan:Koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne), 1997-1999, Direktur The Wahid Istitute (2004-sekarang), Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Sekjen DPP PKB, 2006-sekarang

Penghargaan:Australia`s Premier Journalistic Award – The Walkleys
Alamat:Jl Al Munawaroh No 10 Ciganjur, Jakarta Selatan

Yenny Wahid merupakan Regenerasi Politik Gus Dur

Dia selalu mendampingi Gus Dur. Kemudian dia dipercaya menjabat direktur The Wahid Institute, sebuah lembaga kajian Islam dan kebudayaan yang diprakarsai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama rekan-rekannya. Bisa jadi, kehadiran mantan koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne), ini memberikan warna tersendiri bagi wajah politik di Indonesia. Sempat menjadi staf khusus Presiden SBY sebelum menjadi Sekjen DPP PKB 2006 sampai sekarang.

Keberadaannya menjadi awal dimulainya proses magang politik oleh generasi orangtua, yang kini menjadi pemain politik kunci –dalam hal ini Gus Dur. Salah satu ‘magang politik’ yang sedang dilakoninya adalah turut serta bersama-sama Susilo Bambang Yudhoyono, calon presiden RI, dalam berbagai hajatan. Itu artinya, keluarga Ciganjur ini menyusul model regenerasi serupa yang dilakukan keluarga Presiden Megawati. Keluarga Mega sudah lebih dulu melibatkan putri mereka, Puan Maharani, ke pelbagai kesempatan.

Selain menjadi mata dan telinga bagi Gus Dur, lulusan sarjana desain dan komunikasi visual dari Universitas Trisakti, ini juga sering memberikan berbagai masukan tentang isu yang sedang hangat terjadi baik di dalam maupun luar negeri. Ia mengakui bahwa mendampingi ayahnya tidaklah mudah. Perlu banyak kesabaran, pengertian dan cinta. Selain menemani Gus Dur, Yenny juga membacakan isi surat kabar untuk ayahnya meski terkadang beritanya termasuk berita buruk. Namun sekarang, ia sudah dibantu oleh asisten untuk melakukan itu.

Yenny Wahid yang bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974 dalam lingkungan keluarga NU. Pola pikirnya pun tidak jauh dengan ayahnya yang lebih mengedepankan Islam yang moderat, menghargai pluralisme dan pembawa damai. Dengan adanya The Wahid Institute diharapkan dapat meneruskan apa yang selama ini Gus Dur perjuangkan bahkan tidak tertutup kemungkinan muncul pemikiran-pemikiran Islam yang lebih progresif.

“Tujuan The Wahid Institute sejalan dengan visi Gus Dur, yaitu membangun pemikiran Islam moderat, yang mendorong terciptanya demokrasi, pluralisme agama-agama, multikulturalisme dan toleransi di kalangan kaum Muslim Indonesia,” kata Yenny dalam acara peresmian The Wahid Institute yang diselenggarakan di ballroom Hotel Four Seasons (dahulu Regent), Jakarta, Selasa (7/9/2004).

Salah satu program The Wahid Institute, tambah Yenny, antara lain mengkampanyekan pemikiran Islam yang menghargai pluralitas dan demokrasi. Selain itu melalui program pendidikan, kita akan mendidik kyai-kyai muda yang ada di desa berdasarkan visi Gus Dur tadi,” jelas alumnus Harvard University ini.

Sebelum terjun secara khusus mendampingi ayahnya, Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur, sebuah provinsi di Indonesia yang penuh kekerasan militer yang kini memisahkan diri menjadi negara sendiri. Ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara tahun 1997 dan 1999. Saat itu, meski banyak reporter keluar dari Timor Timur, Yenny tetap bertahan dan melakukan tugasnya. Ia sempat kembali ke Jakarta setelah mendapat perlakuan kasar dari milisi, namun seminggu kemudian ia kembali ke sana.

Belum terlalu lama menekuni pekerjaannya, ia berhenti bekerja karena ayahnya, Gus Dur terpilih menjadi presiden RI ke-4 (20 Oktober 1999-24 Juli 2001). Ia menelepon kantornya dan mengatakan kepada pimpinannya bahwa ia tidak bisa pergi ke kantor karena ayahnya terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia. Sejak itu, kemanapun Gus Dur pergi, Yenny selalu berusaha mendampingi ayahnya.

Kini, dengan adanya kesibukan baru sebagai Direktur The Wahid Institute, Yenny harus semakin arif mengatur waktu. Ketika ditanya kapan waktu untuk pacaran, ia dengan tangkas mengatakan, “Sampai saat ini saya masih sendiri. Tidak ada waktu untuk pacaran. Bayangkan, dari pagi sampai malam saya melayani Bapak. Kalau ada yang menanyakan tentang pacar, tolong katakan saja bahwa hanya ada satu laki-laki dalam hidup saya.”

Dengan penuh penasaran wartawan balik bertanya, siapa orangnya. “Yaitu KH Abdurrahman Wahid,” kata Yenny dengan wajah serius tanpa senyum. “Bagaimana saya bisa pacaran, saya sesibuk ini. Saya tidak punya kehidupan pribadi,” tambah perempuan yang suka belanja sendiri bahan busananya ke Pasar Mayestik ini dengan singkat.

Meski mengaku sibuk, perempuan manis seperti Yenny pasti mempunyai segudang penggemar. Kecantikan yang terpancar dari dalam dirinya cukup membuat banyak lelaki jatuh hati padanya. Lihat saja senyumannya, gaya bicara saat berpidato, kecerdasannya dan keramahaannya sudah akrab kita temui dimanapun ia berada. ►tsl

Sumber: http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id

Presiden SBY: Doakan Gus Dur, Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari


Presiden SBY mengajak seluruh rakyat Indonesia mendoakan Gus Dur dengan membacakan surat al Fatihah sebagai penghormatan atas jasa-jasanya kepada rakyat dan bangsa Indonesia.

“Saya mengajak rakyat Indonesia membaca surat Al Fatihah,” jelas SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/12).

Bersama dengan sejumlah pejabat tinggi seperti Menko Perekenomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri SBY memimpin pembacaan doa tersebut dengan khidmat.

Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari

Selain itu, sebagai bentuk duka cita, Presiden memerintahkan masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari yang dimulai Kamis (31/12/2009) sampai Rabu (6/1/2010). “Ini sebagai rasa duka dan berkabung kita yang sangat mendalam,” ujar SBY.

Secara pribadi, SBY mengaku sangat menghormati Gus Dur sebagai mantan presiden ke-4 RI dan ia juga berharap agar masyarakat memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum Gus Dur. (mkf)

Sumber: nu online

Gus Dur Meninggal Dunia


Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur telah meninggal dunia pada Rabu, 30 Desemer 2009, pukul 18.45 WIB.

Kepala tim dokter yang menangani Gus Dur dr Yusuf Misbah, mengatakan kondisi Gus Dur sebenarnya sempat membaik namun pada Rabu siang tadi, pukul 11 kembali memburuk karena penyakit komplikasi antara diabetes, ginjal, stroke dan jantung.

Pada pukul 18.15 kondisi gus dur dinyatakan kritis dan pada pukul 18.45 dinyatakan meninggal dunia. Mala mini juga, jenazah Gus Dur akan dibawa ke kediamannya di Ciganjur.

Adik Gus Dur, Gus Solah menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan jenazah Mantan Ketua Umum PBNU ini akan dimakamkan dimana karena masih menunggu rapat keluarga, Namun, ada kemungkinan akan dimakamkan di Jombang, tanah kelahirannya. “Kami menunggu keputusan keluarga untuk dimakamkan di mana,” tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, RSCM telah dipenuhi para aktifis, wartawan dan simpatisan Gus Dur. Para pengurus PBNU juga telah tampak hadir melayat. Tampak Lily Wahid, menteri PDT Helmy Faisal, Mudji Sutrisno, dan lainnya. (mkf)

Sumber: http://www.nur.or.id

Daftar Penerima Upakarti 2009


Penghargaan Upakarti adalah pengahargaan dari pemerintah yang diberikan kepada usahawan dan perusahaan yang berjasa di bidang industri. Penghargaan Upakarti ini telah diberikan sejak tahun 1985 mencakup lima kategori, yakni Jasa Pengabdian, Jasa Pelestarian, Jasa Kepeloporan, Jasa Kepedulian, dan IKM Modern,” kata MS Hidayat.

Untuk tahun 2009, Penghargaan Upakarti diberikan dengan lima kategori untuk 15 orang ditambah 10 perusahaan, penghargaan Rintisan Teknologi Informasi 4 perusahaan, Penghargaan Indonesia Good Desaign Selection (IGDS) 18 perusahaan, dan Penghargaan Kreasi Prima Mutu 6 perusahaan. “Secara kumulatif penghargaan Upakarti sejak 1985 hingga 2009 telah diberikan kepada 1004 penerima, terdiri dari 420 jasa pengabdian, 15 jasa pelestarian, 483 jasa kepeloporan, 68 jasa kepedulian, dan 18 IKM.

Berikut daftar lengkap penerima Penghargaan Upakarti 2009:

I. PENGHARGAAN UPAKARTI
A. Upakarti Jasa Pengabdian
1. D. Syahrial, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Banda Aceh, bidang usaha Aneka Kerajinan
2. Evi Meiroza Herman, Pekanbaru, Provinsi Riau, bidang usaha Industri Tenun
3. Fauziah Mawardi Yahya, Ogan Ilir, PRovinsi Sumatera Selatan, bidang usaha Industri tenun
4. Caccilia Valeriana Uduk, Belu, Nusa Tenggara Timur, bidang usaha Industri Gerabah dan Makanan

B. Upakarti Jasa Pelestarian
1. Katura, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, bidang usaha Industri Batik
2. Koperasi Jaa Menenun mandiri, intang, Provinsi Kalimantan Barat, bidang usaha Industri Tenun
3. Achmad Irawan, Batu, Provinsi Jawa Timur, bidang usaha Industri Batik
4. Farida Ekawati Pattisahusiwa, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, bidang usaha Industri Batik dan Makanan

C. Upakarti Jasa Kepeloporan
1. Putra Dunia Baru, Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, bidang usaha Anyaman
2. PT House of Rattan, Cirebon, Jaw Barat, bidang usaha Industri Rotan
3. Mega – Rasa, Pekanbaru, Provinsi Riau, bidang usaha Industri Makanan
4. CV Matan, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, bidang usaha Industri Anyaman
5. UD Jatayu, Badung, provinsi Bali, bidang usaha Kerajinan Ukiran Kayu

D. Upakarti Jasa Kepedulian
1. Ongku P. Hasibuan, Bupati Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara
2. Triyono Budi Sasongko, Bupati Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah
3. Mohammad Idham Samawi, Bupati Bantul, Provinsi D. I. Yogyakarta
4. Muhammad Safii, Bupati Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan
5. Adi Rudianto Asapa, Bupati Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan
6. Rusdy Mastura, Walikota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
7. Eddy Santana Putra, Walikota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan

E. Upakarti Industri Kecil Menengah Modern
1. PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri
2. PD Adi Anugrah Food Industry
3. PT Laksana Tekhnik Makmur
4. US Naga Mas
5. CV Muda Kreatif

II. PENGHARGAAM RINTISAN TEKNOLOGI INDUSTRI
1. PT Hartono Istana Teknologi
2. PT Global Deorub Industry
3. PT Katama Suryabumi
4. PT LEN Industry

III. PENGHARGAAN DESAIN TERBAIK
A. Grand Award Desain Terbaik Indonesia 2009
1. PT Formcase Industries

B. Special Craftmanship Desain Terbaik
1. Kaya Tenun

C. Gold Award Deain Terbaik Indonesia Kategori Desain Produk Indutri Massal
1. PT Insera Sena Polygon, produk Zenith Urban Comuting Belt Drive
2. PT Terang Dunia Interbusa, produk Lagoon Susp 26″ Sepeda Cruiser
3. Suriyana, produk Necklace Daun Perpaduan Ukiran,
4. Kate – Mas Handicraf, produk Ladies Bag Recycle Paper
5. Kaya Tenun, produk Kain Sutera Yarn Dye Motif Seno Kawung
6. Wonderful, produk Selendang
7. PT Hartono Istana Teknologi, produk Halo Halo Portable Voice Amplifier
8. PT Panasonic Manufacturing Indonesia, produk Lemari Es NR – A 191 M/D
10. PT Mitra Timur Lestari, produk Portition Sofa
11. Kain Wedana, produk Kipas lukis

D. Gold Award Desain Terbaik Indonesia Kategori Desain Produk Inovasi Riset Desain Industri
1. Herwibowo, produk Srikandi (E-3211 Bag)
2. Ilham Fahmi Arifin, produk Root Chair
3. Toni Fatoni, produk Peanut Guest Room Furniture
4. Helmi Siswanto, produk Helmi 01 Dining Set
5. PT. Datascript, produk Flexmo Alto

IV. PENGHARGAAN KREASI PRIMA MUTU
1. UD Kamasan, Provinsi Bali, Kerajinan Uang Kepeg
2. PT Aneka Banu Sakti, Provinsi Jawa Timur, produk Komponen Kendaraan Bermotor
3. CV Sispra Jaya Logam, Provinsi Riau, produk Komponen Mesin
4. Replika Produk Fiberglass, Provinsi D. I. Yogyakarta, produk kerajinan fiberglass
5. CV Surya Lestari, Provinsi Sulawesi Selatan, produk Sirup Markisa
6. PT. Arto Metal Internasional, Provinsi Jawa Timur, produk Komponen Logam dan Kompor.

Sumber: http://www.presidensby.info

Daftar Pemenang FFI 2009


Film Identitas menjadi film terbaik dan peraih terbanyak Piala Citra pada FFI 2009. Ada 4 (empat) piala yang diboyong Identitas: Pemeran Utama Pria (Tio Pakusadewo), Sutradara Terbaik (Aria Kusumadewa), Penata Artistik Terbaik (Kekev Marlov), dan Film Terbaik.

Berikut data penyelenggaraan FFI 2009

  • Waktu: 16 Desember 2009
  • Tempat: Jexpo Kemayoran, Jakarta
  • Peserta: 118 film
  • Jumlah film bioskop: 40 judul
  • Film terbaik: Identitas
  • Film terbanyak peraih piala      : Identitas (4 piala citra)
  • Aktor terbaik: Tio Pakusadewo (film Identitas)
  • Aktris terbaik: Titi Sjuman (film Mereka Bilang Saya Monyet)
  • Sutradara terbaik: Aria Kusumadewa (film Identitas)
  • Pemeran pendukung pria terbaik : Reza Rahadian (film Perempuan Berkalung Sorban)
  • Pemeran pendukung wanita terbaik : Henidar Amroe (film Mereka Bilang Saya Monyet)
  • Film anak-anak terbaik: Garuda di Dadaku
  • Penerima penghargaan pengabdian dan dedikasi seumur hidup : Sophan Sophian.

Foto-foto Baden Powell, Bapak Pramuka Dunia


Foto-foto Baden Powell dengan berbagai pose dan juga dalam situasi yang berbeda ini dapat memberi gambaran tentang pribadi seorang tokoh besar dalam dunia pandu.

Baden-powell

Baden_narrowweb__300x353,0     bptua bp-018

bp-002  bp-011  Baden-powell  bp-016

bp

B Powell

bp

Tulisan terkait:

UU 12/2010 ttg Gerakan Pramuka

AD Gerakan Pramuka 2009

Lagu Himne Pramuka Not Balok

Kumpulan Lagu Pramuka MP3

Kumpulan Logo Jamnas

Model Menara Perkemahan

Model Jembatan Pramuka

Model Pakaian Seragam Pramuka

Logo Satuan Karya Pramuka

%d blogger menyukai ini: