Tujuan dan Manfaat NISN


NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) merupakan layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara nasional yang dikelola oleh Bagian Sistem Informasi Biro Perencanaan Depdiknas yang merupakan bagian dari program Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Departemen Pendidikan Nasional. Layanan NISN menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online untuk pengelolaan nomor induk siswa skala nasional sesuai Standar Pengkodean yang telah ditentukan. Setiap siswa yang terdaftar pada Layanan NISN akan diberi kode pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar dan berlaku sepanjang masa yang membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di seluruh sekolah se-Indonesia. Mekanisme penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut prosesnya dilakukan secara otomatis oleh mesin komputer pada Pusat Layanan NISN. Penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut berdasarkan pengajuan atau masukan (entry) sumber data siswa yang telah divalidasi/diverifikasi oleh setiap sekolah dan atau Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten secara online melalui web operator. Hasil dari proses pemberian kode identifikasi oleh Pusat Sistem NISN tersebut ditampilkan secara terbuka dalam batasan tertentu melalui situs NISN.

Format Pengkodean

AAAXXXYYYY (10 karakter berupa angka)

Keterangan:

  • AAA : tiga karakter angka menunjukkan tahun lahir
  • XXXYYYY : tujuh karakater angka menunjukkan nomor urut yang terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:
    • XXX : tiga karakter angka untuk pengelompokan oleh sistem, dan
    • YYYY : empat karakter angka nomor urut dalam pengelompokan XXX.

Tujuan dan Manfaat

  1. Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan.
  2. Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Depdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini.
  3. Sebagai sistem pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa.

KTI: Mencermati Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah mulai diterapkan  pada sekolah-sekolah di Indonesia sejak tahun 2006. KTSP berbeda  dengan kurikulum yang berlaku di  Indonesia sebelumnya. Pemerintah  telah mengupayakan pelaksanaan KTSP ini melalui kegiatan-kegiatan  sosialisasi, pelatihan pengembangan, maupun penataran-penataran pada  tingkat nasional maupun daerah-daerah, sehingga sampai saat ini  kurikulum tersebut sudah tersebar cukup merata di sekolah-sekolah.  Sekarang bagaimana pelaksanaan kurikulum tersebut?

Makalah ini mendeskripsikan hasil pengamatan dan wawancara  terhadap guru dan pihak yang terkait yang berada pada 40 sekolah (SD,  SDLB, SMP, SMPLB, MTs, SMA, MA, dan SMK) di Surabaya,  Sidoarjo, Tuban, Mojokerto, Jombang, Gresik, Lamongan, dan  Bangkalan.

Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penyusunan  KTSP dan kendalanya, kegiatan belajar mengajar termasuk  penilaiannya, sarana dan prasarana, serta dampak penetapan standar  kelulusan terhadap penerapan pembelajaran. Hasilnya sekolah yang sudah menyusun kurikulum sendiri 52,5%, dan 47,5% belum  menyusun kurikulum sendiri. Alasan tidak membuat kurikulum  tersebut, antara lain karena tidak adanya dana, belum ada pelatihan,  kurang memahami KTSP, dan  sarana-prasarana yang terbatas. Guru- guru menyusun RPP hanya bersifat adminstratif belum banyak yang  sesuai dengan pelaksanaan di kelas. Pada beberapa sekolah, patokan  kelulusan pada UNAS berdampak pada pembelajaran yang hanya  memusatkan pada ketuntasan materi bukan pada kompetensi yang  diharapkan. Tetapi pada sekolah  yang lebih ”maju”, kondisi itu tidak  berpengaruh karena sudah disiapkan program pembimbingan di luar  jam pelajaran untuk persiapan UNAS.

Kata kunci: KTSP, UNAS, penilaian, KKM

Baca selanjutnya . . . .

Download-pdf-103kb



Makalah Pendidikan: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak


Prestasi belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum kita yang diukur oleh IQ, IQ yang tinggi meramalkan sukses terhadap prestasi belajar. Namun IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin sukses di masyarakat

Dalam rangka Seminar Sehari tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar Anak dan Kurikulum Berbasis Komputensi di Sekolah Dasar

Pengaruh Pendidikan dan Pembelajaran Unggul

Seorang secara genetis telah lahir dengan suatu organisme yang disebut inteligensi yang bersumber dari otaknya. Struktur otak telah ditentukan secara genetis, namun berfungsinya otak tersebut menjadi kemampuan umum yang disebut inteligensi, sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungannya (Semiawan, C, 1997).Pada kala bayi lahir ia telah dimodali 100 – 200 milyar sel otak dan siap memproseskan beberapa trilyun informasi. Cara pengelolaan inteligensi sangat mempengaruhi kualitas manusianya, tetapi sayang perlakuan lingkungan dalam caranya tidak selalu menguntungkan perkembangan inteligensi yang berpangaruh terhadap kepribadian dan kualitas kehidupan manusia. Ternyata dari berbagai penelitian bahwa pada umumnya hanya kurang lebih 5% neuron otak berfungsi penuh (Clark, 1986)

Baca selanjutnya  . . . .

Download-pdf- |     Download-doc-

Karya Tulis Ilmiah Pendidikan: Membangun Motivasi Belajar Siswa


Salah satu indikator keberhasilan pendidikan secara mikro di tataran pembelajaran level kelas adalah tatkala seorang guru mampu membangun motivasi belajar para siswanya. Jika siswa-siswa itu dapat ditumbuhkan motivasi belajarnya, maka sesulit apa pun materi pelajaran atau proses pembelajaran yang diikutinya niscaya mereka akan menjalaninya dengan “enjoy” dan “pede”.

Tulisan ini mencoba mengangkat apa itu motivasi, belajar, dan pentingnya motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran.

Pengertian Motivasi

Banyak pakar yang merumuskan definisi ‘motivasi’ sesuai dengan kajian yang diperdalamnya.

Rumusannya beraneka ragam, sesuai dengan sudut pandang dan kajian perspektif bidang telaahnya. Namun demikian, ragam definisi tersebut memiliki ciri dan kesamaan. Di bawah ini dideskripsikan beberapa kutipan pengertian ‘motivasi’. Michel J. Jucius (Onong Uchjana Effendy, 1993: 69-70) menyebutkan ‘motivasi’ sebagai “kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki”.

Menurut Dadi Permadi (2000: 72) ‘motivasi’ adalah “dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu, baik yang positif maupun yang negatif”. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (2004: 64-65), apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun kurangpenting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasinya. Ini berarti, apa pun tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia melakukan tindakannya itu. Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu ada motivasinya.

Baca selanjutnya . . . Unduh Artikel Membangun Motivasi Belajar Siswa

Dokumen lain yang siap untuk diunduh

100_Orang_Paling_Berpengaruh_2010

Kumpulan Artikel_Kebesaran_Gus_Dur

Pemaknaan Indonesia Raya Era Reformasi

Teks Lengkap Pidato Bung Karno 17-8-1945

Hubungan_Bilateral_RI

Pendidikan Islam Masa Orla

Festival Film dan Lomba Seni Siswa SMK Tingkat Nasional 2009


LATAR BELAKANG
Film adalah hasil olah cipta, rasa, dan karsa manusia untuk memberi arti kehidupan masa lalu, hari ini, dan mendatang. Film adalah sebuah karya kolaborasi antara seni, komunikasi, teknologi, dan sintesis keilmuan lain, yang mampu menyampaikan pesan yang bermanfaat kepada masyarakat. Hal ini menjadikan film -yang merupakan salah satu bagian dari budaya populer- memiliki peran penting sebagai instrumen pendidikan, public relation, dokumentasi, dan edutainment yang dapat ditonton secara massal dan populer. Baca lebih lanjut

Tanya tentang Data NISN


Adik-adik sedang mencari NISN? Ada cara mudah untuk menelusuri melihat data NISN.

Bila perlu bantuan, untuk memudahkan Kakak menelusuri, harap menyertakan data lengkap:

  • nama lengkap
  • nama sekolah
  • kelas atau alumni tahun
  • nama kab/kota
  • nama provinsi

Petunjuknya, klik tautan berikut:

Telusuri NISN

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2009 Depdiknas


TUJUAN:
Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) bertujuan untuk membangkitkan minat dan memupuk kegemaran remaja untuk melakukan kegiatan penelitian yang bersifat ilmiah.

SYARAT PESERTA:
Warga Negara Indonesia; Siswa SMA/MA negeri/swasta; Perorangan atau kelompok; Usia maksimum 19 tahun; Bersedia  menyerahkan hak cipta hasil karyanya; Tunduk kepada keputusan Dewan Juri. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: