Daftar Lengkap Pahlawan Nasional


Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, sampai dengan awal 2010 ini, putra terbaik bangsa yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sebanyak 147 dengan rincian:

  • Jumlah Pahlawan Nasional laki-laki         : 135 orang
  • Jumlah Pahlawan Nasional perempuan  : 12 orang

Di antara 147 Pahlawan Nasional itu, yang berasal dari kalangan TNI/POLRI sebanyak 34 orang.

Berikut beberapa nama Pahlawan Nasional:

Nama Pahlawan Nasional SK Presiden
Ki Hadjar Dewantoro (1889 – 1959) 305 Tahun 1959
K.H. Ahmad Dahlan (1868 – 1934) 657 Tahun 1961
Tan Malaka (1884-1949) 53 Tahun 1963
Tjuk Njak Dhien (1850 – 1908) 106 Tahun 1964
Tjut Meutia (1870) 107 Tahun 1964
Raden Adjeng Kartini  (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
K.H. Abdul Wahid Hasjim (1914 – 1953) 206 Tahun 1964
K.H. Hasjim Asjarie (1875 – 1947) 294 Tahun 1964
Jend. TNI. Anm. Achmad Yani (1922 – 1965) 111 /KOTI/1965
Raden Adjeng Kartini (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
Raden Dewi Sartika (1884-1947) 252Tahun 1966
Sultan Ageng Titajasa (1631-1683) 45/TK/1970
Sultan Hasanuddin (1631-1670) 087/TK/1973
DR. H. Moh. Hatta (1902-1980) 081/TK/1986
Pangeran Sambernyowo (KGPAAMangkunegoro I ) 1725-1795 048/TK/1988
Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912-1988) 053/TK/1990

Daftar lengkap 147 Pahlawan Nasional dapat diunduh dengan klik tautan berikut:

Unduh Daftar Nama Pahlawan Nasional

 

Partitur Paduan Suara Di Bawah Naungan Bendera Pusaka


Berikut partitur paduan suara lagu Di Bawah Naungan Bendera Pusaka dalam 3 suara. Lagu yang bernuansa kepahlawan dan patriotik ini karya Burda T.

Sebagai persembahan Hari Pahlawan dalam mengenang jasa pahlawan, generasi muda patut berbangga dengan lahirnya lagu ini. Menyimak lirik/syair lagu, amanat persatuan dan semangat membangun Indonesia tercinta harus dijunjung tinggi berdasarkan jiwa suci bersih dan pantang menyerah mempertahankan Negara.

Bila berminat mengunduh file partitur lagu, silakan klik gambar partitur berikut!




Berikut lirik lengkap Di Bawah Bendera Pusaka

Di bawah naungan bendera pusaka

Merah putih berkibar jaya

Kita bersatu kukuh berpadu

Mengabdi pada negara

Tanah air dan rakyat yang jaya

Indonesia tercinta

 

Di bawah naungan bendera pusaka

Merah putih melambai jaya

Kita bersumpah bertekad sama

Sebangsa dan sebahasa

Setanah air dan angkasanya

Indonesia tercinta

 

Di bawah naungan bendera pusaka

Merah putih gagah perwira

Kita bertekad mempertahankannya

Dari s’gala mala petaka

Membangun memajukan negara

Dengan jiwa pancasila

 

 

Posting terkait:


Pidato Soekarno: Lahirnya Panca Sila


Bertepatan dengan peringan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, artikel yang bernilai tinggi tentang sejarah lahirnya Pancasila, semoga menambah wawasan kita atas perjuangan para pendiri bangsa Indonesia tercinta.

Abstrak

Di depan anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai Soekarno mengeluarkan pendapat-pendapatnya. Menurut Soekarno Indonesia Merdekaharus memiliki Philosofische grondslag, sebagai pundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.

Lima Prinsip dikemukakn oleh Soekarno yaitu:

  1. Kebangsaan Indonesia;
  2. Internasionalisme, – atau peri-kemanusiaan;
  3. Mufakat, – atau demukrasi;
  4. Kesejahteraan sosial;
  5. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Berikut naskah pidato sebagaiamana teks asli.

Pidato Soekarno: Lahirnya Panca Sila

Paduka tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.

Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Ma’af, beribu ma’af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan  d a s a r n y a Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka tuan ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda:”P h i l o s o f i sc h e  g r o n d s l a g” dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberi tahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan „merdeka”.  Merdeka buat saya ialah: „ p o l i t i c a l  i n d e p e n d e n c e „,  p o l i t i e k e  o n a f h a n k e l i j k h e i d .  Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata:

Tatkala Dokuritu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang  – saya katakan didalam bahasa asing, ma’afkan perkataan ini  – „zwaarwichtig” akan perkara yang kecil-kecil. „Zwaarwichtig” sampai  -kata orang Jawa-  „njelimet”.  Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai njelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Tuan-tuan yang terhormat!  Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu.

Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!

Alangkah berbedanya  i s i  itu!  Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai,itu selesai, itu selesai, sampai njelimet!, maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu.

Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Disitu ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu!! Toch SaudiArabia merdeka!

Lihatlah pula  – jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat  – Soviet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Soviet, adakah rakyat soviet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah rakyat Musyik yang lebih dari pada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Soviet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Soviet itu.

Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, P. T. Zimukyokutyoo!  Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai njelimet hal ini dan itu dahulu semuanya!

……………..

Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah,  menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, pada hal semboyan Indonesia merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan „INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka s e k a r a n g , s e k a r a n g , s e k a r a n g ! (Tepuk tangan riuh).

…………….

Pidato Soekarno ini cukup panjang, bila berminat memiliki naskah ini dapat mengunduh melalui tautan di bawah.

Pidato Soekarno:_Lahirnya Pancasila.pdf (59 kb)

Tulisan terkait:

Riwayat Soekarno beserta Keluarga

Teks Lengkap Pidato Bung Karno tgl 17-8-1945

Kumpulan Foto Presiden RI dan Keluarga

Peraturan PNS Menjadi Kepala Desa


PNS yang ingin menjadi Kepala Desa ata Perangkat Desa tidak harus keluar dari PNS. Bahkan, selama menjadi Kades/Perangkat Desa masih berhak gaji rutin. Dan ketika masa jabatannya habis, berhak kemabali menjadi PNS.

Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonoml Daerah Nomor  8 tahun 2001 tentang Pedoman Bagi Pegawai Negeri Sipil Yang Dipilih Menjadi Kepala Desa Atau Dipilih / Diangkat Menjadi Perangkat Desa

Berikut cuplikan isi Permendagri:

1. Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (UU 43/1999, Pasal 1 ayat (1))

2. Pegawai Negeri Sipil yang dapat dicalonkan sebagai Kepala Desa atau Perangkat Desa adalah Pegawai Negeri Sipil warga masyarakat yang mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat desa setempat (Pasal 2)

3. Calon Kepala Desa atau Perangkat Desa yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil disamping memenuhi ketentuan pasal 97 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, juga harus mendapatkan ijin tertulis dari pimpinan instansi induknya (Pasal 3 ayat (1)

4. Pimpinan instansi induk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu : (a).   Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen/ Sekretaris Jenderal Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara bagi Pegawai Negeri Sipil Pusat; (b). Gubernur bagi Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Propinsi; (c). Bupati/Walikota bagi Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Kabupaten/Kota; (d). Kepala Kantor Wilayah Departemen/Lembaga Non Departemen bagi Pegawai Negeri Sipil Instansi Vertikal (Pasal 3 ayat (2))

5. (Pasal 97 UU Nomor 22/1999) Yang dapat dipilih menjadi Kepala Desa adalah penduduk Desa warga negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat:

a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;

c. tidak pernah terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan yang mengkhianati Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, G30S/PKI dan/atau kegiatan organisasi terlarang lainnya;

d. berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan/atau berpengetahuan yang sederajat;

e. berumur sekurang-kurangnya 25 tahun;
f. sehat jasmani dan rohani;
g. nyata-nyata tidak terganggu jiwa/ingatannya;
h. berkelakuan baik, jujur, dan adil;
i. tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindak pidana;

j. tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap;

k. mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di Desa setempat;
l. bersedia dicalonkan menjadi Kepala desa; dan

m. memenuhi syarat-syarat lain yang sesuai dengan adat istiadat yang diatur dalam Peraturan Daerah.

6. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang dipilih menjadi Kepala Desa atau dipilih/diangkat menjadi Perangkat Desa, dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi Kepala Desa atau Perangkat Desa dengan tanpa kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (Pasal 4)

7. Pegawai Negeri Sipil yang telah selesai melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Desa atau Perangkat Desa dikembalikan ke instansi induknya berdasarkan Keputusan Bupati (Pasal 10 ayat (1))

8. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat diangkat kembali dalam jabatan struktural atau fungsional sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan (Pasal 10 ayat (2))

    Dokumen untuk diunduh

    UU_22/1999_Pemerintahan Daerah

    UU 43/1999_dan UU 8/1974 Pokok-pokok-Kepegawaian

    Kepmendagri_08/2001_PNS Jadi Kades/Perangkat Desa

    Daftar Penyelenggaraan PON


    PON (Pekan Olahraga Nasional) I dilaksanakan tahun 1948 di Solo, Jawa Tengah. Even olahraga 4 tahunan ini, sudah 17 kali dilaksanakan dan yang terakhir (ke-17) dilaksanakan di Surabnaya, Jatim pada 2008. PON ke-18, empat tahun berikutnya, yakni 2012 akan diselenggarakan di Pekan Baru, Riau.

    Sejarah penyelenggaraan PON mencatat pada pelaksanaan ke-6, tahun 1965, batal dilaksanakan karena terjadi perisriwa G 30 S/PKI.

    Berikut daftar penyelenggaraan PON:

    PON ke Tuan rumah Provinsi Tanggal, Bulan, Tahun Juara umum
    I Solo Jawa Tengah 8-12 September 1948 Jawa Tengah
    II Jakarta Jakarta 21-28 Oktober 1951 Jawa Barat
    III Medan Sumatera Utara 20-27 September 1953 Jawa Barat
    IV Makassar Sulawesi Seltn 27 Sep-6 Oktober 1957 Jakarta
    V Bandung Jawa Barat 23 Sept-1 Oktober 1961 Jawa Barat
    VI1 Jakarta Jakarta 8 Okt -10 Nov 1965
    VII Surabaya Jawa Timur 26 Agt – Sept 1969 Jakarta
    VIII Jakarta Jakarta 4 -15 Agustus 1973 Jakarta
    IX Jakarta Jakarta 23 Juli-3 Agustus 1977 Jakarta
    X Jakarta Jakarta 19 -30 September 1981 Jakarta
    XI Jakarta Jakarta 9 -20 September 1985 Jakarta
    XII Jakarta Jakarta 18 -28 Oktober 1989 Jakarta
    XIII Jakarta Jakarta 9 -19 September 1993 Jakarta
    XIV Jakarta Jakarta 9 -25 September 1996 Jakarta
    XV Surabaya Jawa Timur 19 Juni -1 Juli 2000 Jawa Timur
    XVI Palembang Sutr mSelatan 2 -14 September 2004 Jakarta
    XVII Samarinda Kaltim 6 -18 Juli 2008 Jawa Timur
    XVIII Pekan Baru Riau 9 – 20 Sept 2012

    Sejarah Awal PON

    Pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta telah terbentuk Persatuan Sepakbola yang bersifat kebangsaan dengan nama Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia disingkat PSSI dengan ketuanya Ir. Soeratin Sosrosugondo. Pembentukan persatuan nasional tersebut merupakan tindakan dari kalangan bangsa Indonesia, karena ingin mengatur Organisasinya sendiri. PSSI sejak tahun 1931 menyelenggarakan kompetisi tahunan antar kota/anggota, dan tidak ikut serta dalam pertandingan-pertandingan antar kota yang diadakan oleh Belanda.

    Baca selanjutnya . . .

    Sejuta Jasa Gus Dur untuk Indonesia dan Dunia


    Kematian Gus Dur telah menghentakkan dunia, para pemimpin di dunia turut memberikan simpatinya dan mengapresiasikan apa yang telah dilakukan oleh Gus Dur. Berikut kutipan dari pernyataan tokoh dunia yang dilansir oleh harian Seputar Indonesia, Sabtu (2/1).

    Tun Najib Razak, PM Malaysia. “Pengaruh kuat Gus Dur dalam menentukan Indonesia tidak dapat dianggap remeh. Gus Dur merupakan negerawan dan ilmuwan. Dia berjuang untuk membawa perubahan dan reformasi yang didasari nilai-nilai Islam.”

    Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia. “Gus Dur merupakan seorang patriot yang berjuang untuk Indonesia dan Islam. Meskipun ada kalanya ketika saya tidak sepakat dengan mantan presiden, saya masih menghargai pandangannya.”

    Barack Obama, Presiden AS. “Gus Dur tokoh penting dalam transisi demokrasi di Indonesia. Dia akan selalu dikenang atas komitmennya terhadap prinsip demokrasi, politik inklusif, dan toleransi beragama.”

    Kevin Rudd, PM Australia. “Gus Dur adalah tokoh utama dalam sejumlah agenda reformasi penting yang dilaksanakan Indonesia menuju sebuah demokrasi yang modern.”

    Hu Jintao, presiden China.” Gus Dur telah memberikan kontribusi penting dalam pembangunan hubungan diplomatik antara Indonesia dan China.”

    Lee Hsien Loong, PM Singapura.” Gus Dur akan selalu diingat sebagai tokoh Islam moderat dan pemberla kaum minoritas.” (mad)

    Mantan Ketua MPR RI Prof Dr Amien Rais: “Sudah sepantasnya dan selayaknya kalau Gus Dur mendapatkan gelar pahlawan nasional. Siapa pun atau pihak mana pun tidak perlu lagi mempersoalkannya.”

    Tulisan di atas  saya akses dari website nu online.
    Melalui tulisan ini saya mengajak segenap pembaca untuk ikut urun komentar atau tanggapan mengenai jasa Gus Dur. Harapan ini bukan bermaksud mengkultus pribadi Gus Dur, Gus Dur manusia biasa yang juga memiliki kekurangan sebagaimana manusia umumnya.
    Bahwa Gus Dur memiliki kelebihan-kelebihan telah diakui masyarakat Indonesia dan dunia.
    Nah, Anda pasti punya kesan tersendiri akan kelebihan Gus Dur, atau punya referensi yang dapat dikutip, atau pernah mendengar ungkapan dari seseorang santri, teman, tukang becak, guru, buruh, atau pejabat.
    Silakan tulis melalui kolom komentar. Bagi Anda, mungkin yang Anda tulis tidak istimewa tapi, bisa jadi, bagi orang lain/sahabat/keluarga/siapa saja memiliki nilai yang istimewa.

    Daftar Pemenang FFI 2009


    Film Identitas menjadi film terbaik dan peraih terbanyak Piala Citra pada FFI 2009. Ada 4 (empat) piala yang diboyong Identitas: Pemeran Utama Pria (Tio Pakusadewo), Sutradara Terbaik (Aria Kusumadewa), Penata Artistik Terbaik (Kekev Marlov), dan Film Terbaik.

    Berikut data penyelenggaraan FFI 2009

    • Waktu: 16 Desember 2009
    • Tempat: Jexpo Kemayoran, Jakarta
    • Peserta: 118 film
    • Jumlah film bioskop: 40 judul
    • Film terbaik: Identitas
    • Film terbanyak peraih piala      : Identitas (4 piala citra)
    • Aktor terbaik: Tio Pakusadewo (film Identitas)
    • Aktris terbaik: Titi Sjuman (film Mereka Bilang Saya Monyet)
    • Sutradara terbaik: Aria Kusumadewa (film Identitas)
    • Pemeran pendukung pria terbaik : Reza Rahadian (film Perempuan Berkalung Sorban)
    • Pemeran pendukung wanita terbaik : Henidar Amroe (film Mereka Bilang Saya Monyet)
    • Film anak-anak terbaik: Garuda di Dadaku
    • Penerima penghargaan pengabdian dan dedikasi seumur hidup : Sophan Sophian.

    Makalah Ilmiah: Pemaknaan Indonesia Raya Era Reformasi


    Ditelusuri dari sejarahnya, lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk pertama kalinya diperdengarkan pada 27-28 Oktober 1928 ketika berlangsung Kongres Pemuda Indonesia II di Jakarta. Perkenalan Indonesia Raya dibawakan langsung oleh penciptanya W.R. Supratman bersamaan dengan diperkenalkannya bendera Merah Putih sebagai bendera pusaka bangsa Indonesia. Teks lagu untuk pertama kalinya dipublikasikan oleh surat kabar  Sin Po. Kemudian pada 26 Juni 1958 dikeluarkan PP No. 44 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

    Pesan-pesan yang tersirat dan tertulis dalam Lagu Kebangsaan Indonesia Raya kini sudah mulai dilupakan oleh banyak orang. Mungkin masih lebih baik kalau anak bangsa ini dapat ingat bait-bait yang terkandung dalam lagu kebangsaan itu, meski kurang menjiwai apalagi  mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Beberapa hal yang dapat saya simpulkan dalam makalah sederhana ini adalah sebagai berikut:

    •  Kata “tanah air” mengandung makna bahwa penghuni Negara Kepulauan yang bernama Republik Indonesia adalah bangsa bahari. Sebagai bangsa bahari kita harus memandang laut sebagai pemersatu nusantara, bukan sebagai pemisah.

    •  Indonesia adalah tanah pusaka yang kaya. Nenek moyang bangsa bahari ini telah mewariskan pusaka yang  dulu dapat dikelola baik dengan kearifan yang mereka miliki. Kearifan yang dimiliki nenek moyang bangsa ini masih tersisa pada sukubangsa-sukubangsa di Nusantara. Ironisnya pada anak bangsa yang sudah berpendidikan di kota-kota besar, kearifan dalam menyikapi dan menjaga pusaka sudah mulai berkurang bahkan nyaris hilang.

    •  Sebagai Negara Kepulauan memandang laut sebagai pemersatu Nusantara, kekuatan di laut bangsa ini sangat kurang. Kita melihat kurangnya kekuatan laut kita, dan kita lihat kurangnya sarana transportasi laut kita. Transportasi  laut sangat minim. Padahal dengan sarana tersebut dapat mempererat tali silaturrahmi antar sukubangsa yang mendiami pulau-pulau di Nusantara. Baca selanjutnya  . . .

    Program 100 Hari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata


    Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE memaparkan program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II bidang Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di  Gedung DPR-RI Jakarta, Rabu (25/11).

    Menbudpar Jero Wacik mengatakan, di bidang Sejarah dan Purbakala (Sepur) dalam waktu dekat akan diluncurkan buku Sejarah Kebudayaan Indonesia dan Arus Sejarah  Kebudayaan Indonesia serta  pengembangan Kawasan Sejarah Panglima Besar Jenderal Soedirman yang diharapkan terealisasi pada Januari 2010.

    Di bidang Nilai Budaya, Seni dan Film (NBSF), menurut Menbudpar Jero Wacik,  akan dilaksanakan Festival Film Indonesia (FFI) 2009 pada Desember mendatang serta mengelar Festival Musik Sasando dengan memperebutkan Piala Presiden RI yang akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Sementara itu di bidang pariwisata, terus menggecarkan upaya pencapaian target kunjungan wisman yang tahun 2009 ini sebesar 6,5 juta wisatawan mancegara (wisman) serta pergerakan 227 juta wisatawan nusantara (wisnus). Selain itu melanjutkan program promosi pariwisata yang dalam kurun waktu November 2009 hingga Januari 2010 lebih difokuskan pada enam  pasar utama pariwisata, yaitu Australia, China, Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Singapura.

    “Kita juga mendukung penyelenggaraan program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di dalam dan luar negeri pada  November-Desember 2009  berkordinasi dengan Deplu, pemerintah daerah dan asosiasi pariwisata,” katanya.

    Sedangkan di bidang pengembangan destinasi pariwisata, akan melakukan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Destinasi Pariwisata di 104 desa yang  dilaksanakan pada Desember 2009 berkordinasi dengan pemerintah daerah.

    Di bidang Sumber Daya Budpar, kata menteri, Depbudpar akan membentuk tim kajian untuk membahas Kawasan Strategis Nasional Borobudur dalam kaitannya dengan Keppres No.1 tahun 1992 tentang Pengelolaan Kawasan Borobudur dan Prambanan. “Kita juga akan melaksanakan sertifikasi terhadap 4.000 tenaga kerja bidang perhotelan, restoran dan Spa  dalam upaya meningkatkan daya saing SDM pariwisata,” katanya.

    Rapat kerja pertama yang dipimpin Ketua Komisi X Prof. Dr.H.Mahyuddin,NS,SP.OG didahului acara perkenalan dengan 44 dari 48 anggota Komisi X  DPR periode 2009-2014 yang hadir dengan Menbudpar Jero Wacik dan para pejabat eselon satu Depbudpar. (Pusformas)

    Sumber: http://www.budpar.go.id

    Program 100 Hari Mendiknas


    Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta semua pihak untuk berhenti memperdebatkan masalah Ujian Nasional (UN) karena pemerintah akan tetap memberlakukan kebijakan tersebut demi kemajuan dunia pendidikan.

    “UN jangan diperdebatkan,” kata Mendiknas disela kunjungannya di Pekanbaru, Riau, Sabtu.

    Menurut Mohammad Nuh menghentikan UN bukan merupakan solusi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Ia menilai pendidikan di Indonesia masih memerlukan UN untuk mendorong siswa agar memiliki kompetensi tinggi sehingga mampu bersaing di era globalisasi yang lebih kompetitif.

    Karena itu, ia mengaku lebih tertarik untuk memperbaiki sistem UN agar tidak ada kecurangan dari pihak sekolah yang hanya mementingkan pemenuhan target kelulusan siswa.

    “Yang memperdebatkan UN itu bagaikan atlet yang belum siap bertanding. Lalu kapan kita bisa maju,” katanya.

    Mohammad Nuh juga mengatakan bahwa program 100 hari dirinya sebagai Mendiknas akan lebih fokus pada perampungan program sambungan internet untuk 17.500 sekolah di Indonesia. Menurut dia, program itu akan menjangkau semua tingkatan sekolah mulai SD hingga SMA.

    Program lainnya yang menjadi prioritas adalah merampungkan prosedur penentuan beasiswa untuk 20 ribu siswa lulusan tingkat SLTA. Program yang direncanakan bergulir mulai tahun 2010 hingga 2011 itu akan merangkul semua universitas negeri di Indonesia untuk memberikan beasiswa pada siswa berprestasi yang kurang mampu.

    Selain itu, program lainnya adalah mengadakan pelatihan kepada 30 ribu kepala sekolah dalam bentuk pelatihan manajemen dan kepemimpinan. (roh)

    Sumber: http://www.menkokesra.go.id

    Tema dan Slogan Hari Ibu Tahun 2009


    Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, tahun ini memasuki usia ke-81.

    Tema  Peringatan  Hari  Ibu  (PHI) tahun  2009  adalah Kesetaraan  Perempuan  dan  Laki-laki  dalam  Pembangunan Nasional.

    Slogan

    a. Perempuan dan  laki-laki  Indonesia  membentuk dan  menyiapkan  generasi  penerus  bangsa  yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat dan bugar.

    b. Libatkan  perempuan dan  laki-laki dalam penanggulangan  kemiskinan  dan  penciptaan lapangan kerja di perdesaan.

    c. Tingkatkan peran perempuan  sebagai penggerak sektor  riil,  usaha  mikro,  kecil  dan  menengah dalam penanggulangan kemiskinan.

    d. Hapus  segala  bentuk  kekerasan  dalam rumah tangga, perdagangan perempuan dan anak.

    e. Perang terhadap bahaya narkoba dan  HIV/AIDS

    f. Waspadai  kerusakan  lingkungan,  bencana  alam dan  konflik  sosial  yang  membawa  penderitaan bagi perempuan dan anak.

    g. Hemat  energi  dan  gunakan  energi  pengganti merupakan  tindakan  bijak  perempuan  dan  laki-laki Indonesia.

    Sejarah Singkat Hari Ibu

    Uraian sejarah singkat hari ibu dan pedoman penyelenggaraan peringatan Hari Ibu tahun 2009, silakan baca pada tulisan lain.

    Visi Misi Polisi Indonesia (Polri)


    VISI POLRI :
    Polri yang mampu menjadi pelindung Pengayom dan Pelayan Masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera.

     

    MISI POLRI :
    Berdasarkan uraian Visi sebagaimana tersebut di atas, selanjutnya uraian tentang jabaran Misi Polri kedepan adalah sebagai berikut :
    • Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (meliputi aspek security, surety, safety dan peace) sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.
    • Memberikan bimbingan kepada masyarakat melalui upaya preemtif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran dan kekuatan serta kepatuhan hukum masyarakat (Law abiding Citizenship).
    • Menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak azasi manusia menuju kepada adanya kepastian hukum dan rasa keadilan.
    • Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tetap memperhatikan norma – norma dan nilai – nilai yang berlaku dalam bingkai integritas wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    • Mengelola sumber daya manusia Polri secara profesional dalam mencapai tujuan Polri yaitu terwujudnya keamanan dalam negeri sehingga dapat mendorong meningkatnya gairah kerja guna mencapai kesejahteraan masyarakat
    • Meningkatkan upaya konsolidasi kedalam (internal Polri) sebagai upaya menyamakan Visi dan Misi Polri kedepan.
    • Memelihara soliditas institusi Polri dari berbagai pengaruh external yang sangat merugikan organisasi.
    • Melanjutkan operasi pemulihan keamanan di beberapa wilayah konflik guna menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    • Meningkatkan kesadaran hukum dan kesadaran berbangsa dari masyarakat yang berbhineka tunggal ika.
    Sasaran :
    Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Polri pada kurun waktu tahun 2000 – 2004 yang akan datang ditetapkan sasaran yang hendak dicapai adalah :
    Bidang Kamtibmas
    • Tercapainya situasi Kamtibmas yang kondosif bagi penyelenggaraan pembangunan nasional.
    • Terciptanya suatu proses penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan, bebas KKN dan menjunjung tinggi hak azasi manusia.
    • Terwujudnya aparat penegak hukum yang memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi serta mampu bertindak tegas adil dan berwibawa.
    • Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum masyarakat yang meningkat yang terwujud dalam bentuk partisipasi aktif dan dinamis masyarakat terhadap upaya Binkamtibmas yang semakin tinggi.
    • Kinerja Polri yang lebih profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sehingga disegani dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kehidupan yang lebih aman dan tertib.

    Bidang Keamanan Dalam Negeri

    • Tercapainya kerukunan antar umat beragama dalam kerangka interaksi sosial yang intensif serta tumbuhnya kesadaran berbangsa guna menjamin keutuhan bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika.
    • Tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Filosofi:
    Disimak dari kandungan nilai Pancasila dan Tribrata secara filosofi memuat nilai-nilai kepolisian sebagai abdi utama, sebagai warga negara teladan dan wajib menjaga ketertiban pribadi rakyat.

     

    Baca Tribrata dan Catur Prasetya Polri, klik teks ini.

     

    Dokumen lain yang bisa diunduh:

    UU 22/2009 Lalulintas dan Angkutan Jalan_doc Download

    UU 23/2002 Perlindungan Anak.pdf Download

    UU 23/2004 Kekerasan Dalam Ramah Tangga.pdf Download

    UU 44/2008 Pornografi.pdf Download

    UU 12/2006.Kewarganegaraan RI pdf  Download

    UU 12/2006 KewarganegaraanRI_(penjelasan).pdf  Download

    UU 43/2008 Wilayah_Negara.pdf  Download

    UU 23/2006 Administrasi Kependudukan.pdf   Download

    UU 40/2008 Penghapusan Deskriminasi Ras dan Etnis   Download

    UU 31/1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.doc Download

    UU 32/2004 Pemerintahan Daerah pdf Download

    UU 25/2009 Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah.docDownload

    UU 14/2008 Keterbukaan Informasi Publik.doc Download

    UU 38/2008 Pengesahan Piagam Asean.doc Download

     

    Tugas dan Visi-Misi Menteri KIB II 2009-2014


    TUGAS-MENTERI-posterSetelah SBY dilantik menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya, 20 Oktober 2009, sehari kemudian, Presiden SBY melantik para menteri. Susunan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II Periode 2009-2014 ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 84/P Tahun 2009, Tanggal 21 Oktober 2009 tentang Kabinet Indonesia Bersatu II Periode 2009 – 2014.

    Dokumen file tugas, fungsi, dan visi-misi menteri ini juga dilengkapi dengan foto menteri yang bersangkutan.

    Untuk men-download file dalam format doc, silakan klik gambar. Gambar ini merupakan contoh file yang tersedia. File berisi tugas dan visi-misi 34 menteri.

    Pidato Pertama Presiden SBY setelah Dilantik


    Pelantikan SBY, 20 Okt 2009Inilah pidato awal jabatan presiden 2009-2014, sesaat setelah Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi presiden untuk kedua kalinya, 20 Oktober 2009.

    PIDATO
    AWAL MASA JABATAN
    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
    TAHUN 2009-2014
    Di Hadapan Sidang Paripurna MPR-RI

    Jakarta, 20 Oktober 2009

    Bismillahirrahmanirrahim,
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Salam sejahtera untuk kita semua,

    Yang saya hormati, saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia,
    Yang saya hormati, para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,
    Yang saya muliakan Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Utusan Khusus Negara-negara sahabat,
    Yang saya hormati, para Ketua, para Wakil Ketua dan para anggota Lembaga-Lembaga Negara,
    Yang Mulia Para Duta Besar, serta para pimpinan Organisasi Internasional,
    Yang saya hormati, Para Gubernur seluruh Indonesia,

    Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
    Hadirin sekalian yang saya muliakan,
    Hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, saya dan Saudara Prof. Dr. Boediono baru saja mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengemban amanah rakyat lima tahun mendatang.

    Pada kesempatan yang bersejarah dan insya Allah penuh berkah ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota MPR-RI, pimpinan dan anggota DPR-RI, pimpinan dan anggota DPD-RI, beserta pimpinan dan anggota lembaga-lembaga negara lainnya masa bakti 2004-2009, yang telah bersama-sama bekerja keras membangun bangsa dan negara kita menuju masa depan yang lebih baik.

    Kepada saudara Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009, yang telah mendampingi saya selama lima tahun terakhir, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas jasa dan pengabdian saudara, baik kepada pemerintah, maupun kepada bangsa dan negara. Pengabdian saudara tercatat abadi dalam sejarah perjalanan bangsa, dan akan dikenang sepanjang masa. Kepada segenap jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Masa Bakti 2004-2009, saya ucapkan pula terima kasih dan penghargaan saya, atas upaya yang sungguh-sungguh dalam menjalankan dan menyukseskan program-program pembangunan nasional yang sarat dengan tantangan dan permasalahan yang rumit.

    Saudara-saudara,
    Kita baru saja melewati periode sejarah 2004-2009 yang penuh dengan tantangan.

    Hari ini, bangsa Indonesia patut bersyukur dan berbesar hati. Di tengah gejolak dan krisis politik di berbagai wilayah dunia, kita tetap tegak dan tegar sebagai negara demokrasi yang makin kuat dan stabil. Di tengah badai finansial dunia, ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif, dan diprediksi akan mengalami pertumbuhan nomor tiga tertinggi di dunia. Di tengah maraknya konflik dan disintegrasi di belahan dunia lain, bangsa Indonesia semakin rukun dan bersatu.

    Karena itu, tepatlah kalau dalam beberapa hari ini di berbagai televisi internasional muncul tayangan, yang menyebut bangsa kita sebagai “remarkable Indonesia” – bangsa yang dinilai berhasil dalam mengatasi krisis dan tantangan yang berat dan kompleks 10 tahun terakhir ini.

    Namun, semua itu janganlah membuat kita lengah, lalai, apalagi besar kepala. Ingat : pekerjaan besar kita masih belum selesai. Ibarat perjalanan sebuah kapal, ke depan, kita akan mengarungi samudra yang penuh dengan gelombang dan badai.

    Di luar Indonesia, resesi perekonomian global belum sepenuhnya usai. Perdagangan dan arus investai dunia belum pulih. Sementara itu harga minyak dan berbagai komoditas masih berfluktuasi, yang dapat mengancam stabilitas dan kepastian ekonomi kita. Oleh karena itu, walaupun gejala perbaikan perekonomian dunia mulai terlihat, namun kita tidak boleh berhenti untuk terus memperkuat sendi-sendi perekonomian kita, seraya tetap melanjutkan upaya nasional untuk meminimalkan dampak dari krisis dunia tersebut.

    Di dalam negeri kita bersyukur, reformasi telah berjalan makin jauh, namun masih belum tuntas. Upaya untuk membangun “good governance” dan memberantas korupsi mulai membuahkan hasil, namun masih perlu terus ditingkatkan. Kemiskinan sudah banyak berkurang, namun upaya peningkatan kesejahteraan rakyat perlu terus dilanjutkan.

    Pengalaman menunjukkan, setiap prestasi yang kita capai biasanya akan disusul oleh tantangan – tantangan baru. Tetapi saya percaya, semua tantangan ini, baik yang sudah kita ketahui, maupun yang belum dapat kita bayangkan, akan dapat kita hadapi dan atasi. Insya Allah, bangsa Indonesia akan terus maju untuk meningkatkan kehidupannya yang lebih baik.

    Saudara-saudara,
    Tahun ini, kita menyaksikan rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum yang berlangsung secara damai dan demokratis. Ini adalah kali ketiga kita mampu menyelenggarakan Pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil. Kita semua mampu melaksanakan kompetisi politik dengan penuh etika dan kedewasaan.

    Dalam pemilihan umum, kalah atau menang adalah hal yang biasa. Dalam demokrasi, kita semua menang. Demokrasi menang. Rakyat menang. Indonesia menang. Berkaitan dengan itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Prabowo Subianto, serta Bapak Muhammad Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto, atas partisipasi aktif dan kegigihan beliau-beliau sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu Tahun 2009. Mereka adalah putra-putri bangsa, yang ikut berjasa memekarkan kehidupan demokrasi kita.

    Hari ini, saya mengajak segenap komponen bangsa untuk kembali bersatu, dan bersama-sama membangun masa depan kita semua. Dengan semangat baru dan kebersamaan, mari kita songsong pembangunan lima tahun ke depan dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri.

    Dalam menjalankan amanah rakyat lima tahun mendatang, saya bersama Wakil Presiden, telah menetapkan program 100 hari, program satu tahun, dan program lima tahun ke depan. Esensi dari program pemerintahan lima tahun mendatang adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi, dan penegakan keadilan. “Prosperity, Democracy and Justice.”

    Peningkatan kesejahteraan rakyat, merupakan prioritas utama. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan keunggulan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan sumber daya manusia. Ekonomi kita harus tumbuh semakin tinggi. Namun, pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan adalah pertumbuhan yang inklusif, pertumbuhan yang berkeadilan, dan pertumbuhan disertai pemerataan.

    Kita juga ingin membangun tatanan demokrasi yang bermartabat, yaitu demokrasi yang memberikan ruang kebebasan dan hak politik rakyat, tanpa meninggalkan stabilitas dan ketertiban politik. Kita juga ingin menciptakan keadilan yang lebih baik, ditandai dengan penghormatan terhadap praktek kehidupan yang non-diskriminatif, persamaan kesempatan, dengan tetap memelihara kesetiakawanan sosial dan perlindungan bagi yang lemah.

    Saudara-saudara,
    Untuk mewujudkan cita-cita kita semua, utamanya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat demokrasi dan meningkatkan keadilan, ada sejumlah kunci sukses yang perlu kita pedomani dan jalankan bersama.

    Pertama, jangan pernah kita menyerah dan patah semangat. Ingat, segala keberhasilan monumental bangsa kita – dari revolusi, pembangunan nasional, reformasi, penyelesaian berbagai konflik, termasuk penanganan tsunami – semua ini hanya bisa dicapai dengan keuletan dan semangat tak kenal menyerah. Sebagaimana sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, kita harus selalu mengobarkan semangat Harus Bisa ! “Can do spirit ! ”

    Ke depan, dengan semangat ”Indonesia Bisa” inilah, kita akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis dunia. Dengan semangat inilah kita akan menegakkan ”good governance” dan membasmi korupsi. Dan dengan semangat ini pulalah, kita akan terus mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

    Kunci sukses kedua, adalah perlu terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Dalam demokrasi, kita bisa berbeda pendapat, namun tidak berarti harus terpecah belah. Dalam demokrasi yang sehat, ada masanya kita berdebat, ada masanya kita merapatkan barisan. Dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang kian berat, para pemimpin bangsa – apapun warna politiknya – harus bisa terus menjaga kekompakan, mencari solusi bersama, dan sedia berkorban untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Oleh karena itu, dalam melanjutkan pembangunan bangsa yang tidak pernah sepi dari tantangan, dan dalam melaksanakan reformasi gelombang kedua 10 tahun mendatang, marilah terus kita pupuk dan perkokoh persatuan dan kebersamaan kita.

    Kunci sukses yang ketiga adalah kita harus bisa menjaga jati diri kita, ke-Indonesia-an kita. Yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain adalah budaya kita, “way of life“, dan ke-Indonesia-an kita. Ada identitas dan kepribadian yang membuat bangsa Indonesia khas, unggul dan tidak mudah koyak. Ke-Indonesiaan kita tercermin dalam sikap pluralisme atau kebhinekaan, kekeluargaan, kesantunan, toleransi, sikap moderat, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan. Hal-hal inilah yang harus selalu kita jaga, kita pupuk dan kita suburkan di hati sanubari kita, dan anak-anak kita. Inilah modal sosial dan potensi nasional yang paling berharga.

    Hadirin yang saya muliakan,
    Rakyat Indonesia yang saya banggakan,
    Mengakhiri pidato ini, saya mengajak segenap rakyat Indonesia, untuk terus melangkah maju sebagai sebuah bangsa yang besar, rukun, dan bersatu. Bangsa yang senantiasa tegak dan tegar menghadapi tantangan, berlandaskan empat pilar kehidupan bernegara, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

    Kepada para tamu negara-negara sahabat yang berada di tengah kita, terimalah salam persahabatan bangsa Indonesia. Atas nama rakyat dan Pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Sultan Brunei Darussalam Paduka Yang Mulia Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Timor Leste Yang Mulia Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Singapura Yang Mulia Lee Hsien-Loong, Perdana Menteri Australia Yang Mulia Kevin Rudd dan Perdana Menteri Malaysia Yang Mulia Dato Seri Mohamad Najib Tun Hj Abdul Razak. Saya juga mengucapkan selamat datang kepada Utusan Khusus dari Thailand, Republik Korea, Amerika Serikat, Republik Ceko, Sri Lanka, Selandia Baru, Jepang dan Philipina. Kedatangan sahabat-sahabat internasional dalam inaugurasi hari ini merupakan simbol “goodwill” dan kehormatan yang tiada taranya bagi bangsa Indonesia.

    Kepada dunia internasional, saya ingin menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik bebas aktif, dan akan terus berjuang untuk keadilan dan perdamaian dunia. Indonesia akan mengobarkan nasionalisme yang sejuk, moderat dan penuh persahabatan, dan sekaligus mengusung internasionalisme yang dinamis.

    Indonesia kini menghadapi lingkungan strategis yang baru, dimana tidak ada negara yang menganggap Indonesia musuh, dan tidak ada negara yang dianggap Indonesia sebagai musuh. Dengan demikian, Indonesia kini dapat dengan leluasa menjalankan “all directions foreign policy” dimana kita dapat mempunyai “a million friends and zero enemy”. Indonesia akan bekerja-sama dengan siapapun yang memiliki niat dan tujuan yang sama, utamanya untuk membangun tatanan dunia yang damai, adil, demokratis dan sejahtera.

    Indonesia akan terus berada di garis depan, dalam upaya untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik. Kami akan terus menjadi pelopor dalam upaya penyelamatan bumi dari perubahan iklim, dalam reformasi ekonomi dunia utamanya melalui G-20, dalam memperjuangkan Millenium Development Goals, dalam memajukan multilateralisme melalui PBB, dan dalam mendorong tercapainya kerukunan antar peradaban “harmony among civilizations”.

    Di tingkat kawasan, Indonesia akan terus berikhtiar bersama negara-negara ASEAN lainnya, untuk mewujudkan Komunitas ASEAN, dan menjadikan Asia Tengara sebagai kawasan yang damai, sejahtera dan dinamis.

    Akhirnya, kepada segenap rakyat Indonesia di manapun saudara berada, sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah saudara berikan kepada saya dan Prof. Boediono, untuk melanjutkan kepemimpinan nasional lima tahun mendatang. Mari kita lanjutkan kerja keras dan kerja cerdas kita, guna mencapai prestasi pembangunan yang lebih baik lagi di masa depan.

    Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, dalam membangun bangsa dan negara, menuju bangsa yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.

    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Sumber: http://www.presidensby.info/index.php/pidato/2009/10/20/1237.html
    %d blogger menyukai ini: