Daftar Lengkap Pahlawan Nasional


Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, sampai dengan awal 2010 ini, putra terbaik bangsa yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sebanyak 147 dengan rincian:

  • Jumlah Pahlawan Nasional laki-laki         : 135 orang
  • Jumlah Pahlawan Nasional perempuan  : 12 orang

Di antara 147 Pahlawan Nasional itu, yang berasal dari kalangan TNI/POLRI sebanyak 34 orang.

Berikut beberapa nama Pahlawan Nasional:

Nama Pahlawan Nasional SK Presiden
Ki Hadjar Dewantoro (1889 – 1959) 305 Tahun 1959
K.H. Ahmad Dahlan (1868 – 1934) 657 Tahun 1961
Tan Malaka (1884-1949) 53 Tahun 1963
Tjuk Njak Dhien (1850 – 1908) 106 Tahun 1964
Tjut Meutia (1870) 107 Tahun 1964
Raden Adjeng Kartini  (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
K.H. Abdul Wahid Hasjim (1914 – 1953) 206 Tahun 1964
K.H. Hasjim Asjarie (1875 – 1947) 294 Tahun 1964
Jend. TNI. Anm. Achmad Yani (1922 – 1965) 111 /KOTI/1965
Raden Adjeng Kartini (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
Raden Dewi Sartika (1884-1947) 252Tahun 1966
Sultan Ageng Titajasa (1631-1683) 45/TK/1970
Sultan Hasanuddin (1631-1670) 087/TK/1973
DR. H. Moh. Hatta (1902-1980) 081/TK/1986
Pangeran Sambernyowo (KGPAAMangkunegoro I ) 1725-1795 048/TK/1988
Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912-1988) 053/TK/1990

Daftar lengkap 147 Pahlawan Nasional dapat diunduh dengan klik tautan berikut:

Unduh Daftar Nama Pahlawan Nasional

 

Partitur Paduan Suara Di Bawah Naungan Bendera Pusaka


Berikut partitur paduan suara lagu Di Bawah Naungan Bendera Pusaka dalam 3 suara. Lagu yang bernuansa kepahlawan dan patriotik ini karya Burda T.

Sebagai persembahan Hari Pahlawan dalam mengenang jasa pahlawan, generasi muda patut berbangga dengan lahirnya lagu ini. Menyimak lirik/syair lagu, amanat persatuan dan semangat membangun Indonesia tercinta harus dijunjung tinggi berdasarkan jiwa suci bersih dan pantang menyerah mempertahankan Negara.

Bila berminat mengunduh file partitur lagu, silakan klik gambar partitur berikut!




Berikut lirik lengkap Di Bawah Bendera Pusaka

Di bawah naungan bendera pusaka

Merah putih berkibar jaya

Kita bersatu kukuh berpadu

Mengabdi pada negara

Tanah air dan rakyat yang jaya

Indonesia tercinta

 

Di bawah naungan bendera pusaka

Merah putih melambai jaya

Kita bersumpah bertekad sama

Sebangsa dan sebahasa

Setanah air dan angkasanya

Indonesia tercinta

 

Di bawah naungan bendera pusaka

Merah putih gagah perwira

Kita bertekad mempertahankannya

Dari s’gala mala petaka

Membangun memajukan negara

Dengan jiwa pancasila

 

 

Posting terkait:


Pidato Soekarno: Lahirnya Panca Sila


Bertepatan dengan peringan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, artikel yang bernilai tinggi tentang sejarah lahirnya Pancasila, semoga menambah wawasan kita atas perjuangan para pendiri bangsa Indonesia tercinta.

Abstrak

Di depan anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai Soekarno mengeluarkan pendapat-pendapatnya. Menurut Soekarno Indonesia Merdekaharus memiliki Philosofische grondslag, sebagai pundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.

Lima Prinsip dikemukakn oleh Soekarno yaitu:

  1. Kebangsaan Indonesia;
  2. Internasionalisme, – atau peri-kemanusiaan;
  3. Mufakat, – atau demukrasi;
  4. Kesejahteraan sosial;
  5. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Berikut naskah pidato sebagaiamana teks asli.

Pidato Soekarno: Lahirnya Panca Sila

Paduka tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.

Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Ma’af, beribu ma’af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan  d a s a r n y a Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka tuan ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda:”P h i l o s o f i sc h e  g r o n d s l a g” dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberi tahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan „merdeka”.  Merdeka buat saya ialah: „ p o l i t i c a l  i n d e p e n d e n c e „,  p o l i t i e k e  o n a f h a n k e l i j k h e i d .  Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata:

Tatkala Dokuritu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang  – saya katakan didalam bahasa asing, ma’afkan perkataan ini  – „zwaarwichtig” akan perkara yang kecil-kecil. „Zwaarwichtig” sampai  -kata orang Jawa-  „njelimet”.  Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai njelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Tuan-tuan yang terhormat!  Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu.

Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!

Alangkah berbedanya  i s i  itu!  Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai,itu selesai, itu selesai, sampai njelimet!, maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu.

Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Disitu ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu!! Toch SaudiArabia merdeka!

Lihatlah pula  – jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat  – Soviet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Soviet, adakah rakyat soviet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah rakyat Musyik yang lebih dari pada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Soviet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Soviet itu.

Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, P. T. Zimukyokutyoo!  Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai njelimet hal ini dan itu dahulu semuanya!

……………..

Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah,  menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, pada hal semboyan Indonesia merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan „INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka s e k a r a n g , s e k a r a n g , s e k a r a n g ! (Tepuk tangan riuh).

…………….

Pidato Soekarno ini cukup panjang, bila berminat memiliki naskah ini dapat mengunduh melalui tautan di bawah.

Pidato Soekarno:_Lahirnya Pancasila.pdf (59 kb)

Tulisan terkait:

Riwayat Soekarno beserta Keluarga

Teks Lengkap Pidato Bung Karno tgl 17-8-1945

Kumpulan Foto Presiden RI dan Keluarga

Peraturan PNS Menjadi Kepala Desa


PNS yang ingin menjadi Kepala Desa ata Perangkat Desa tidak harus keluar dari PNS. Bahkan, selama menjadi Kades/Perangkat Desa masih berhak gaji rutin. Dan ketika masa jabatannya habis, berhak kemabali menjadi PNS.

Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonoml Daerah Nomor  8 tahun 2001 tentang Pedoman Bagi Pegawai Negeri Sipil Yang Dipilih Menjadi Kepala Desa Atau Dipilih / Diangkat Menjadi Perangkat Desa

Berikut cuplikan isi Permendagri:

1. Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (UU 43/1999, Pasal 1 ayat (1))

2. Pegawai Negeri Sipil yang dapat dicalonkan sebagai Kepala Desa atau Perangkat Desa adalah Pegawai Negeri Sipil warga masyarakat yang mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat desa setempat (Pasal 2)

3. Calon Kepala Desa atau Perangkat Desa yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil disamping memenuhi ketentuan pasal 97 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, juga harus mendapatkan ijin tertulis dari pimpinan instansi induknya (Pasal 3 ayat (1)

4. Pimpinan instansi induk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu : (a).   Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen/ Sekretaris Jenderal Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara bagi Pegawai Negeri Sipil Pusat; (b). Gubernur bagi Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Propinsi; (c). Bupati/Walikota bagi Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Kabupaten/Kota; (d). Kepala Kantor Wilayah Departemen/Lembaga Non Departemen bagi Pegawai Negeri Sipil Instansi Vertikal (Pasal 3 ayat (2))

5. (Pasal 97 UU Nomor 22/1999) Yang dapat dipilih menjadi Kepala Desa adalah penduduk Desa warga negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat:

a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;

c. tidak pernah terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan yang mengkhianati Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, G30S/PKI dan/atau kegiatan organisasi terlarang lainnya;

d. berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan/atau berpengetahuan yang sederajat;

e. berumur sekurang-kurangnya 25 tahun;
f. sehat jasmani dan rohani;
g. nyata-nyata tidak terganggu jiwa/ingatannya;
h. berkelakuan baik, jujur, dan adil;
i. tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindak pidana;

j. tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap;

k. mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di Desa setempat;
l. bersedia dicalonkan menjadi Kepala desa; dan

m. memenuhi syarat-syarat lain yang sesuai dengan adat istiadat yang diatur dalam Peraturan Daerah.

6. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang dipilih menjadi Kepala Desa atau dipilih/diangkat menjadi Perangkat Desa, dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi Kepala Desa atau Perangkat Desa dengan tanpa kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (Pasal 4)

7. Pegawai Negeri Sipil yang telah selesai melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Desa atau Perangkat Desa dikembalikan ke instansi induknya berdasarkan Keputusan Bupati (Pasal 10 ayat (1))

8. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat diangkat kembali dalam jabatan struktural atau fungsional sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan (Pasal 10 ayat (2))

    Dokumen untuk diunduh

    UU_22/1999_Pemerintahan Daerah

    UU 43/1999_dan UU 8/1974 Pokok-pokok-Kepegawaian

    Kepmendagri_08/2001_PNS Jadi Kades/Perangkat Desa

    Daftar Penyelenggaraan PON


    PON (Pekan Olahraga Nasional) I dilaksanakan tahun 1948 di Solo, Jawa Tengah. Even olahraga 4 tahunan ini, sudah 17 kali dilaksanakan dan yang terakhir (ke-17) dilaksanakan di Surabnaya, Jatim pada 2008. PON ke-18, empat tahun berikutnya, yakni 2012 akan diselenggarakan di Pekan Baru, Riau.

    Sejarah penyelenggaraan PON mencatat pada pelaksanaan ke-6, tahun 1965, batal dilaksanakan karena terjadi perisriwa G 30 S/PKI.

    Berikut daftar penyelenggaraan PON:

    PON ke Tuan rumah Provinsi Tanggal, Bulan, Tahun Juara umum
    I Solo Jawa Tengah 8-12 September 1948 Jawa Tengah
    II Jakarta Jakarta 21-28 Oktober 1951 Jawa Barat
    III Medan Sumatera Utara 20-27 September 1953 Jawa Barat
    IV Makassar Sulawesi Seltn 27 Sep-6 Oktober 1957 Jakarta
    V Bandung Jawa Barat 23 Sept-1 Oktober 1961 Jawa Barat
    VI1 Jakarta Jakarta 8 Okt -10 Nov 1965
    VII Surabaya Jawa Timur 26 Agt – Sept 1969 Jakarta
    VIII Jakarta Jakarta 4 -15 Agustus 1973 Jakarta
    IX Jakarta Jakarta 23 Juli-3 Agustus 1977 Jakarta
    X Jakarta Jakarta 19 -30 September 1981 Jakarta
    XI Jakarta Jakarta 9 -20 September 1985 Jakarta
    XII Jakarta Jakarta 18 -28 Oktober 1989 Jakarta
    XIII Jakarta Jakarta 9 -19 September 1993 Jakarta
    XIV Jakarta Jakarta 9 -25 September 1996 Jakarta
    XV Surabaya Jawa Timur 19 Juni -1 Juli 2000 Jawa Timur
    XVI Palembang Sutr mSelatan 2 -14 September 2004 Jakarta
    XVII Samarinda Kaltim 6 -18 Juli 2008 Jawa Timur
    XVIII Pekan Baru Riau 9 – 20 Sept 2012

    Sejarah Awal PON

    Pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta telah terbentuk Persatuan Sepakbola yang bersifat kebangsaan dengan nama Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia disingkat PSSI dengan ketuanya Ir. Soeratin Sosrosugondo. Pembentukan persatuan nasional tersebut merupakan tindakan dari kalangan bangsa Indonesia, karena ingin mengatur Organisasinya sendiri. PSSI sejak tahun 1931 menyelenggarakan kompetisi tahunan antar kota/anggota, dan tidak ikut serta dalam pertandingan-pertandingan antar kota yang diadakan oleh Belanda.

    Baca selanjutnya . . .

    Sejuta Jasa Gus Dur untuk Indonesia dan Dunia


    Kematian Gus Dur telah menghentakkan dunia, para pemimpin di dunia turut memberikan simpatinya dan mengapresiasikan apa yang telah dilakukan oleh Gus Dur. Berikut kutipan dari pernyataan tokoh dunia yang dilansir oleh harian Seputar Indonesia, Sabtu (2/1).

    Tun Najib Razak, PM Malaysia. “Pengaruh kuat Gus Dur dalam menentukan Indonesia tidak dapat dianggap remeh. Gus Dur merupakan negerawan dan ilmuwan. Dia berjuang untuk membawa perubahan dan reformasi yang didasari nilai-nilai Islam.”

    Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia. “Gus Dur merupakan seorang patriot yang berjuang untuk Indonesia dan Islam. Meskipun ada kalanya ketika saya tidak sepakat dengan mantan presiden, saya masih menghargai pandangannya.”

    Barack Obama, Presiden AS. “Gus Dur tokoh penting dalam transisi demokrasi di Indonesia. Dia akan selalu dikenang atas komitmennya terhadap prinsip demokrasi, politik inklusif, dan toleransi beragama.”

    Kevin Rudd, PM Australia. “Gus Dur adalah tokoh utama dalam sejumlah agenda reformasi penting yang dilaksanakan Indonesia menuju sebuah demokrasi yang modern.”

    Hu Jintao, presiden China.” Gus Dur telah memberikan kontribusi penting dalam pembangunan hubungan diplomatik antara Indonesia dan China.”

    Lee Hsien Loong, PM Singapura.” Gus Dur akan selalu diingat sebagai tokoh Islam moderat dan pemberla kaum minoritas.” (mad)

    Mantan Ketua MPR RI Prof Dr Amien Rais: “Sudah sepantasnya dan selayaknya kalau Gus Dur mendapatkan gelar pahlawan nasional. Siapa pun atau pihak mana pun tidak perlu lagi mempersoalkannya.”

    Tulisan di atas  saya akses dari website nu online.
    Melalui tulisan ini saya mengajak segenap pembaca untuk ikut urun komentar atau tanggapan mengenai jasa Gus Dur. Harapan ini bukan bermaksud mengkultus pribadi Gus Dur, Gus Dur manusia biasa yang juga memiliki kekurangan sebagaimana manusia umumnya.
    Bahwa Gus Dur memiliki kelebihan-kelebihan telah diakui masyarakat Indonesia dan dunia.
    Nah, Anda pasti punya kesan tersendiri akan kelebihan Gus Dur, atau punya referensi yang dapat dikutip, atau pernah mendengar ungkapan dari seseorang santri, teman, tukang becak, guru, buruh, atau pejabat.
    Silakan tulis melalui kolom komentar. Bagi Anda, mungkin yang Anda tulis tidak istimewa tapi, bisa jadi, bagi orang lain/sahabat/keluarga/siapa saja memiliki nilai yang istimewa.

    Daftar Pemenang FFI 2009


    Film Identitas menjadi film terbaik dan peraih terbanyak Piala Citra pada FFI 2009. Ada 4 (empat) piala yang diboyong Identitas: Pemeran Utama Pria (Tio Pakusadewo), Sutradara Terbaik (Aria Kusumadewa), Penata Artistik Terbaik (Kekev Marlov), dan Film Terbaik.

    Berikut data penyelenggaraan FFI 2009

    • Waktu: 16 Desember 2009
    • Tempat: Jexpo Kemayoran, Jakarta
    • Peserta: 118 film
    • Jumlah film bioskop: 40 judul
    • Film terbaik: Identitas
    • Film terbanyak peraih piala      : Identitas (4 piala citra)
    • Aktor terbaik: Tio Pakusadewo (film Identitas)
    • Aktris terbaik: Titi Sjuman (film Mereka Bilang Saya Monyet)
    • Sutradara terbaik: Aria Kusumadewa (film Identitas)
    • Pemeran pendukung pria terbaik : Reza Rahadian (film Perempuan Berkalung Sorban)
    • Pemeran pendukung wanita terbaik : Henidar Amroe (film Mereka Bilang Saya Monyet)
    • Film anak-anak terbaik: Garuda di Dadaku
    • Penerima penghargaan pengabdian dan dedikasi seumur hidup : Sophan Sophian.
    %d blogger menyukai ini: