Peringkat UASBN 2010 Jawa Timur


Sabtu, 19 Juni 2010 hasil UASBN akan diumumkan di sekolah SD/MI. Siswa yang berhasil meraih nilai UN tertinggi di Jawa Timur diraih 4 anak dengan jumlah nilai sama.

Berikut data UASBN 2010 Jawa Timur:

  • Penyelenggara UASBN SD/MI negeri dan swasta sebanyak 25.763 lembaga.
  • Peserta sebanyak 614.757 siswa.
  • Peringkat Siswa Tingkat  Jatim

Iklan

Hasil UASBN 2010


Nilai UASBN SD/MI kemarin (15 Juni) sudah berada di Dinas Pendidikan Kab/Kota. Namun, pengumuman kelulusan baru terjadwal pada 19 Juni 2010.

Bagaimana hasil UASBN 2010? Inilah hasil dari beberapa daerah yang saya ambil dari kora Jawa Pos edisi 16 Juni 2010,  http://www.jawapos.co.id dan dari http://www.diknas.go.id

Untuk siswa peraih nilai UASBN tertinggi Jawa Timur, silakan klik teks berikut: Peringkat UASBN 2010 SD/MI Jawa Timur

Hasil UASBN:

Kota Surabaya

Kota Kediri

Kab. Kediri

Kab. Mojokerto

  • Peringkat 1 diraih 5 siswa:
  1. Devina Tharifah Arsari (SDN Mojosari II) Nilai 28,90
  2. Dhea Nur Isnaini (SDN Mojosari II) Nilai 28,90
  3. Gabrielle Laurensia Imon (SDN Mojosari II) Nilai 28,90
  4. Ida Rachmawati (SDN Mojosari II) Nilai 28,90
  5. Lailatul Aini Fikri (SDN Mojosari I) Nilai 28,90

Kota Probolinggo

  • Nilai tertinggi: Retno Try Lestari (SDN Sukabumi 4 Kota Probolinggo dengan nilai 28,95)

Kab. Gresik

  • Avis Sugianto (SDN Kacangcankring, Gresik dengan nilai 28,95)

Kab. Tulungagung

  • Maulidah Izzatul Amin (SD Islam Qurrota A’yun, Tulungagung dengan nilai 28,95),

Kab. Lamongan

  • Tertinggi: Dinda Ayu Rizky (SDN Plosoboden, Kecamatan Deket) dengan nilai 28,35.
  • Peringkat Jatim : 3 sekolah masuk 10 besar
  • Ranking 8 Jatim            : SDN Made 1 Kecamatan Lamongan (Rt 27,7)
  • Ranking 9 Jatim            : SDN Tumenggungan 2, Kecamatan Lamongan (Rt 27,66)
  • Ranking 8 Jatim            : SDN Sugihwaras, Kecamatan Deket (Rt 27,58)

Kab.  Tuban

  • Peserta: 17. 929 siswa (SD:14.234 siswa dan MI 3.695 siswa)
  • Siswa tertinggi: siswa SDIT Al-Uswah Tuban 28,8
  • Nilai rata-rata UASBN adalah 21,51.

Kab. Bojonegoro

  • Tertinggi 28,5, Atifa Kurnia Susherdiana dari SDN II Kadipaten.
  • Peserta 19.155 siswa SD/MI.

Kab. Jember

  • Nancy Amalia Rosa SDN Jember Lor I. 28,95

Kab. Bangkalan

  • Peserta : 19.601 peserta UASBN
  • Sekolah: 749 sekolah dan madrasah
  • Nilai tertinggi 28,00
  • Nilai terendah 6,30
  • Kelulusan siswa: 100 persen.
  • Siswa nilai tertinngi:,
  1. Aulia Nur Fadilah dan Moh. (SDN Pejagan 5), Nilai 28,00 (BI=9.00, MM=9,75, IPA=9,25)
  2. Dading Gama A. dengan nilai (SDN Pejagan 5) Nilai 28,00 (BI=9.00, MM=9,75, IPA=9,25)
  3. Fajar Nur A. (SDN Kraton 2) nilai 27,95
  4. Ervian Aprianto (SDN Pejagan 5) mengumpulkan nilai 27,95.
  5. Choirul Anam (SDN Kraton 2), 27,80
  6. Berliana Firdauzhi (SDN Pejagan 5), 27,80
  7. Faisol (SDN Patenteng 2 Modung) juga meraih nilai sama, 27,80.
  8. Ainur Ridho, (SDN Kraton 2) nilai 27,75
  9. Khoirurrozikin (SDN Kraton 2) nilai 27,75
  10. Ya’kub Alghozali. (SDN Kraton 2) nilai 27,75

Jawa Tengah

  • Rata-rata: 19,51
  • Tertinggi SD
  1. SD Guntur Demak 27,61
  2. SDN 5 Boyolali, dan
  3. SDN Kalibeber.
  • Tertinggi MI
  1. MI Muhammadiyah Sudimoro (26,45)
  2. MI Ma’arif Kalilembu
  3. MIN Sumberejo.
  • Kab/Kota dengan rata-rata tertinggi:
  1. Kota Magelang,
  2. Kota Surakarta, selanjutnya
  3. Kabupaten Karanganyar,
  4. Sragen,
  5. Sukoharjo,
  6. Wonogiri,
  7. Rembang,
  8. Klaten,
  9. Temangguung, dan
  10. Cilacap
  • paling rendah adalah Kabupaten Banjarnegara.

Fungsi, Tujuan, dan Jenis PAUD


Pendidikan  anak  usia  dini  adalah  suatu  upaya  pembinaan  yang  ditujukan  kepada anak  sejak  lahir  sampai  dengan  usia  6  (enam)  tahun  yang  dilakukan  melalui pemberian  rangsangan  pendidikan  untuk  membantu  pertumbuhan  dan perkembangan  jasmani  dan  rohani  agar  anak memiliki  kesiapan  dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Fungsi dan Tujuan PAUD

Berdasarkan PP 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidiukan, fungsi dan tujuan PAUD diatur dalam Pasal 61. Berikut bunyi lengkapnya:

(1)  Pendidikan anak usia dini berfungsi membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

(2)  Pendidikan anak usia dini bertujuan:

a.  membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab; dan

b.  mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan social peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.

Bentuk dan Jenis Satuan Pendidikan PAUD

PAUD Jalur Formal (Pasal 62)

(1) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat.

(2) TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki program pembelajaran 1 (satu) tahun atau 2 (dua) tahun.

(3) TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan menyatu dengan SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat.

PAUD Jalur Nonformal (Pasal 107)

(1)       Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan pendidikan anak usia dini yang sejenis.

(2) Kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan pendidikan anak usia dini yang sejenis menyelenggarakan pendidikan dalam konteks:

a. bermain sambil belajar dalam rangka pembelajaran agama dan ahlak mulia;

b. bermain sambil belajar dalam rangka pembelajaran sosial dan kepribadian;

c. bermain sambil belajar dalam rangka pembelajaran estetika;

d. bermain sambil belajar dalam rangka pembelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; dan

e. bermain sambil belajar dalam rangka merangsang minat kepada ilmu pengetahuan dan teknologi.

(3) Peserta didik kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang sejenis dapat dievaluasi perkembangannya tanpa melalui proses yang bersifat menguji kompetensi.

Penerimaan Peserta Didik Pasal 63

Peserta didik TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun.

Informasi sekilas di atas adalah merupakan sebagain isi dari PP 17 tahun 2010. Bila berminat, PP ini dapat diunduh secara gratis dengan klik tautan derikut:

Tujuan, Prinsip, dan Filsafat Pendidikan TPA


Pengertian

Taman Penitipan Anak (TPA) merupakan salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan  dan  kesejahteraan  sosial  terhadap  anak  sejak  lahir  sampai dengan usia enam tahun.

Tujuan layanan Program TPA adalah:

a.  Memberikan  layanan  kepada  anak  usia  0  –  6  tahun  yang  terpaksa ditinggal orang tua karena pekerjaan atau halangan lainnya.

b.  Memberikan  layanan  yang  terkait  dengan  pemenuhan  hak-hak  anak untuk  tumbuh  dan  berkembang,  mendapatkan  perlindungan  dan  kasih sayang, serta hak untuk berpartisipasi dalam lingkungan sosialnya

Pengelompokkan Usia

Kegiatan  pengasuhan  dan  bermain  di  TPA  dilakukan  dengan  cara

dikelompokkan berdasarkan usia, dengan pengelompokkan sebagai berikut:

a. Kelompok usia 3 bulan – < 2 tahun
b. Kelompok usia 2 tahun – < 4 tahun
c. Kelompok usia 4 tahun – < 6 tahun

Prinsip Umum Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini yang diterapkan dalam program TPA didasarkan atas prinsip-prinsip berikut:

  1. Berorientasi pada kebutuhan anak.
  2. Sesuai dengan perkembangan anak.
  3. Sesuai dengan keunikan setiap individu.
  4. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain.
  5. Anak belajar dari yang konkrit ke abstrak, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari gerakan ke verbal, dan dari diri sendiri ke sosial.
  6. Anak sebagai pembelajar aktif.
  7. Anak belajar melalui interaksi sosial
  8. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar.
  9. Merangsang munculnya kreativitas dan inovatif.
  10. Mengembangkan  kecakapan hidup anak.
  11. Menggunakan  berbagai  sumber  dan  media  belajar  yang  ada  di lingkungan sekitar.
  12. Anak belajar sesuai dengan kondisi sosial budayanya.
  13. Melibatkan  peran  serta  orangtua  yang  bekerja  sama  dengan  para pendidik di lembaga PAUD.
  14. timulasi  pendidikan  bersifat  menyeluruh  yang  mencakup  semua aspek perkembangan.

Berikut penjelasan prinsip-prinsip dimaksud:

1.  Berorientasi pada kebutuhan anak.

Pada  dasarnya  setiap  anak memiliki  kebutuhan  dasar  yang  sama,  seperti kebutuhan  fisik,  rasa aman, dihargai,  tidak dibeda-bedakan, bersosialisasi, dan kebutuhan untuk diakui. Anak tidak bisa belajar dengan baik apabila dia lapar, merasa tidak aman/ takut, lingkungan tidak sehat, tidak dihargai atau diacuhkan  oleh  pendidik  atau  temannya.  Hukuman  dan  pujian  tidak termasuk  bagian  dari  kebutuhan  anak,  karenanya  pendidik  tidak menggunakan  keduanya  untuk  mendisiplinkan  atau  menguatkan  usaha yang ditunjukkan anak.

2.  Sesuai dengan perkembangan anak.

Setiap usia mempunyai tugas perkembangan yang berbeda, misalnya pada usia 4 bulan pada umumnya anak bisa tengkurap, usia 6 bulan bisa duduk, 10 bulan bisa berdiri, dan 1 tahun bisa berjalan. Pada dasarnya semua anak memiliki pola perkembangan yang dapat diramalkan, misalnya anak akan bisa berjalan setelah bisa  berdiri.  Oleh  karena  itu  pendidik  harus  memahami  tahap  perkembangan anak  dan  menyusun  kegiatan  sesuai  dengan  tahapan  perkembangan  untuk mendukung pencapaian tahap perkembangan yang lebih tinggi.

3.  Sesuai dengan keunikan setiap individu.

Anak  merupakan  individu  yang  unik,  masing-masing  mempunyai  gaya belajar  yang  berbeda.  Ada  anak  yang  lebih  mudah  belajarnya  dengan mendengarkan  (auditori),  ada  yang  dengan melihat  (visual)  dan  ada  yang harus dengan bergerak (kinestetik). Anak juga memiliki minat yang berbeda-beda  terhadap  alat/  bahan  yang  dipelajari/digunakan,  juga  mempunyai temperamen  yang  berbeda,  bahasa  yang  berbeda,  cara  merespon lingkungan,  serta  kebiasaan  yang  berbeda.  Pendidik  seharusnya mempertimbangkan perbedaan  individual anak, serta mengakui perbedaan tersebut  sebagai  kelebihan  masing-masing  anak.  Untuk  mendukung  hal tersebut  pendidik  harus  menggunakan  cara  yang  beragam  dalam membangun  pengalaman  anak,  serta  menyediakan  ragam  main  yang cukup.

4.  Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain.

Pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui bermain anak  belajar  tentang:  konsep-konsep  matematika,  sains,  seni  dan

kreativitas,  bahasa,  sosial,  dan  lain-lain.  Selama  bermain,  anak mendapatkan  pengalaman  untuk  mengembangkan  aspek-aspek/nilai-nilai moral,  fisik/motorik,  kognitif,  bahasa,  sosial  emosional,  dan  seni. Pembentukan  kebiasaan  yang  baik  seperti  disiplin,  sopan  santun,  dan lainnya dikenalkan melalui cara yang menyenangkan.

Dasar Filsafat Pendidikan Di TPA

Untuk mendukung mewujudkan  anak  usia  dini  yang  berkualitas, maju, mandiri, demokrasi,  dan  berprestasi, maka  filsafat  pendidikan  di  TPA  dapat  dirumuskan menjadi: Tempa, Asah, Asih, Asuh.

1.  Tempa

Yang dimaksud dengan  tempa adalah untuk mewujudkan kualitas  fisik anak usia  dini  melalui  upaya  pemeliharaan  kesehatan,  peningkatan  mutu  gizi, olahraga  yang  teratur  dan  terukur,  serta  aktivitas  jasmani  sehingga  anak memiliki fisik kuat, lincah, daya tahan dan disiplin tinggi.

2.  Asah

Asah  berarti  memberi  dukungan  kepada  anak  untuk  dapat  belajar  melalui bermain  agar  memiliki  pengalaman  yang  berguna  dalam  mengembangkan seluruh  potensinya.  Kegiatan  bermain  yang  bermakna,  menarik,  dan merangsang  imajinasi,  kreativitas  anak  untuk  melakukan,  mengekplorasi, memanipulasi,  dan  menemukan  inovasi  sesuai  dengan  minat  dan  gaya belajar anak.

3.  Asih

Asih  pada  dasarnya  merupakan  penjaminan  pemenuhan  kebutuhan  anak untuk  mendapatkan  perlindungan  dari  pengaruh  yang  dapat  merugikan pertumbuhan  dan  perkembangan, misalnya  perlakuan  kasar,  penganiayaan fisik dan mental dan ekploitasi.

4.  Asuh

Melalui  pembiasaan  yang  dilakukan  secara  konsisten  untuk  membentuk perilaku dan kualitas kepribadian dan jati diri anak dalam hal:

  • a.  Integritas, iman, dan taqwa;
  • b.  Patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan;
  • c.  Rasa tanggung jawab, jiwa kesatria, dan sportivitas;
  • d.  Jiwa kebersamaan, demokratis, dan tahan uji;
  • e.  Jiwa tanggap (penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi), daya kritis dan idealisme;
  • f.  Optimis dan keberanian mengambil resiko;
  • g.  Jiwa kewirausahaan, kreatif dan profesional.

Buku Pedoman

Tulisan sederhana di atas adalah cuplikan isi dari buku Pedoman Teknis Penyelnggaraan TPA. Buku ini diterbitkan oleh  Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat PAUD Ditjen Pendidikan Formal Nonformal. Ada 7 bab yang dijelaskan dalam buku ini dan ditambah dengan 9 lampiran:

  • Bab 1   Pendahuluan: Latar belakang, Pengertian, Dasar hukum, Tujuan pedoman
  • Bab 2   Prinsip: Prinsip umum pendidikan anak usia dini, Dasar filsafat pendidikan di TPA.
  • Bab 3   Peserta didik, Pendidik, Pengelola
  • Bab 4   Pengelolaan dan layanan:  Kurikulum, Pengelompokkan peserta, Alokasi waktu layanan, Ratio guru/ guru pendamping dengan anak, Kalender pendidikan, Perencanaan kegiatan pembelajaran, Pengelolaan proses kegiatan, Penilaian, Layanan kesehatan dan Gizi,   Program orang tua, Indikator keberhasilan
  • Bab 5   Pengelolaan sarana dan prasarana: Tempat belajar, Sarana belajar, Alat permainan, Bahan ajar, Pemeliharaan kebersihan dan tindakan darurat
  • Bab 6   Pengelolaan administrasi:  Perizinan,  Jenis administrasi Pembiayaan,  Pengelolaan,
  • Bab 7   Evaluasi, pelaporan, dan pembinaan.

Lampiran-lampiran:

  • 1.  Jenis-jenis Layanan Minimal pada Taman Penitipan Anak
  • 2.  Formulir Pendaftaran Peserta Didik Taman Penitipan Anak
  • 3.  Contoh Buku Kas Sederhana
  • 4.  Contoh Kartu Pembayaran/Iuran
  • 5.  Contoh Format Buku Induk Anak
  • 6.  Contoh Format Buku Induk Pengelola, Pendidikan dan  Pengasuh
  • 7.  Buku Komunikasi/Penghubung
  • 8.  Contoh Surat Tanda Serta Belajar di  TPA
  • 9.  Grafik Berat Badan, Tinggi Badan, Panjang Badan,  Lingkaran Kepala

Melihat daftar isi sebagaimana disebut di atas, pedoman ini mutlak dimiliki oleh penyelenggara TPA. Bila berminat, buku dapat diunduh secara gratis dengan klik tautan berikut:

Buku Pedoman-Teknis-Penyelenggaraan-TPA

PP_17/2010_ttg Pengelolaan dan Penyelenggaraan_Pendidikan

Daftar Penerima Kalpataru 2010


Penghargaan Kalpataru adalah penghargaan dari pemerintah di bidang lingkungan yang diberikan perorangan atau masyarakat yang telah menunjukkan kepeloporannya dalam melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Penyerahan KALPATARU dilakukan oleh Presiden R.I. setiap tahun bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni. Pemberian penghargaan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu insentif dan stimulus untuk memotivasi inisiatif lokal, serta diharapkan memberikan “multiflier effect” pada perorangan atau kelompok masyarakat di daerah lain untuk berbuat yang sama pada lingkungannya.

Penerima Kalpataru 2010

A. Kategori Perintis Lingkungan:

1). Djohan Riduan Hasan.

Jalan Thai Kap Sun No. 53, Kelurahan Girimaya, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Prestasinya dikenal dalam pengelolaan lahan kritis pasca tambang timah di Kepulauan Bangkabelitung.

2) Mateus Bere Bau.

Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melakukan penghijauan selama 35 tahun terus menerus.

3) Kholifah.

Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Prestasinya dalam pembuatan Trichogramma, pupuk organik cair, pupuk organik padat, pengembangan tanaman hias, dan pengembangan jamur antagonis.

4) Mahyiddin.

Kelurahan Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Melakukan upaya pemulihan melalui program Tsunami Underwater Clean Up di Selat Rubiah dan Iboih, Sabang. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan bom ikan dan potassium (illegal fishing) oleh nelayan di perairan Pulau Weh.

5) Ujang Solikhin.

Desa Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota TNI-AD, memanfaatkan sampah mejadi energi alternatif berupa briket arang organik sebagai sumber energi biomassa pengganti bahan bakar minyak tanah.

B. Kategori Pengabdi Lingkungan:

1) Yohanes Ebo, SP.

Jalan Trans Waiwerang-Sagu, RT 021 RW 006, Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama 24 tahun bekerja sebagai penyuluh pertanian melakukan berbagai terobosan dalam upaya pelestarian lingkungan.

2) Sumadi.

Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Memotivasi masyarakat untuk membudayakan cara hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. Melalui berbagai forum pertemuan dan penyuluhan yang dilaksanakan secara terus-menerus di lingkungan masyarakat desa.

C. Kategori Penyelamat Lingkungan:

1) LSM PILIHI Dairi.

Jalan Sidikalang-Medan, KM 6,2 Panji Bako II No 62, Kecamatan Sitinjo, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Menyelamatkan hutan ekosistem Leuser di wilayah perbatasan Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Setiap ada permasalahan lingkungan, yang ditemukan dilaporkan kepada aparat hukum.

2) KPSA Puspita Hijau.

RT 12 RW 02 Dusun Sulek Timur, Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur . Melakukan perbaikan kualitas lingkungan kawasan Gunung Sulek hingga terbangun seluas 274 ha hutan rakyat dan menyelamatkan 10 sumber mata air untuk kebutuhan air penduduk dan pertanian.

3) LSM Rekonvasi Bumi.

Jalan R.H. Joenus Soemantri No 4/20 RT 1 RW 1 Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten. Lembaga ini berprestasi dalam mengembangkan integrated management dalam pengelolaan DAS Cidanau berdasarkan konsep one river, one plan, one management.

D. Kategori Pembina Lingkungan:

1) Dra. Endang Sulistyowati.

Jalan Kinibalu I Nomor 22 Ketapang, Kecamatan Kedemangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Penggagas program sajisapo atau satu jiwa satu pohon. Berhasil mengajak penduduk setempat menanam mangrove. Luas areal di pesisir utara kota Probolinggo yang telah ditanami mangrove seluas ± 5 Ha dan menanam + 23.000 batang.

2) Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si.

Jalan Kendeng Barat II No. 44, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Menjadikan kampus UNES-Semarang menjadi Universitas Konservasi (conservation university) sehingga seluruh tatakelola internalnya didasarkan pada nilai-nilai dan praktik konservasi.

Sumber: Website Kementerian KLH.

Kalender Pendidikan 2010/2011 Jatim


Berdasarkan  Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 420/2754/103.02/2010, Tanggal 3 Mei 2010 tentang Hari Sekolah dan Hari Libur bagi Sekolah/ Madrasah di Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2010/ 2011 adalah sebagai berikut:

  1. Hari masuk awal tahun pelajaran: Senin, 12 Juli 2010
  2. Hari efektif sekolah semester 1: 106 hari
  3. Hari efektif sekolah semester 2: 138 hari
  4. Hari belajar efektif fakultatif: 19 hari
  5. Libur Semester 1: 27-31 Desember 2010
  6. Libur Semester 2: 20-30 Juni 2011

Libur Hari Besar:

  1. 10 Juli 2010             : Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  2. 17 Agustus 2010     : Proklamasi Kemerdekaan RI
  3. 10-11 Sept. 2010     : Hari Raya Idul Fitri 1427 H
  4. 17 Nop. 2010            : Hari Raya Idhul Adha 1430 H
  5. 7 Des. 2010               : Tahun Baru Hijriah 1431 H
  6. 25 Des. 2010             : Hari Raya Natal : Wafat Isa Almasih
  7. 1 Januari 2011        : Tahun Baru Masehi
  8. 3 Februari 2011      : Tahun Baru Imlek 2561
  9. 16 Pebruari 2011    : Maulid Nabi Muhammad SAW
  10. 5 Maret 2011            : Hari Raya Nyepi
  11. 22 April 2011           : Wafat Isa al Masih
  12. 17 Mei 2011              : Hari Raya Waisak
  13. 2 Juni 2011               : Kenaikan Isa al-Masih

Unduh SKB Hari Libur dan Cuti Bersama 2010

Silakan klik gambar untuk mengunduh file Kalender Pendidikan 2010/2011!

Posting terkait:

SKB Hari Libur dan Cuti Bersama 2011

Hari-hari Efektif Semester I Th. Pelajaran 2010/2011 (Pedoman Menyusun Promes)

%d blogger menyukai ini: