Peraturan Baru Seragam Sekolah 2014


Mulai 2014, terbit peraturan baru tentang seragam sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Jenis Seragam Sekolah

  1.  seragam nasional
  2. seragam sekolah
  3. seragam kepramukaan

Yang ditambahkan dalam seragam nasional itu adalah bendera merah putih, diletakan di dada kiri atas kantong saku untuk maksud menanamkan kecintaan terhadap merah putih yaitu identitas diri sebagai siswa dan siswi Indonesia.

Tujuan Seragam Sekolah

Pada Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 ini menjelaskan penetapan pakaian seragam sekolah memiliki 4 tujuan  yaitu

pertama, untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.

Kedua, meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua atau wali peserta didik.

Ketiga, meningkatkan disiplin dan tanggung jawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peratuan yang berlaku.

Keempat, menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik, khususnya yang mengatur seragam sekolah.

Jadwal Pemakaian Seragam Sekolah

  1. Senin-Selasa  : seragam nasional (seragam nasional dapat dipakai pada hari lain saat upacara bendera)
  2. Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu : seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2679

Daftar NISN 2014


NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) penting dimiliki setiap siswa. Berikut cara cek NISN terbaru yang menampilkan NISN beserta daftar siswa per sekolah (bukan madrasah:MI/MTs/MA).

Untuk menelusuri NISN juga melihat NPSN, silakan ikuti langkah berikut.

1. Klik sesui Jenjang Sekolah

2. Pilih/Klik nama Provinsi

3. Pilih/Klik nama Kab/Kota

4. Cari nama sekolah. Bila pada halaman 1 ini nama sekolah tidak ada kemungkinan ada di halaman lain, (dapat dicari dengan dua fasilitas yang tersedia).

  • Memperbanyak jumlah tampilan nama sekolah dengan mengubah tampilan baris sampai 100 baris/sekolah. Tombol pilihan ada di pojok kiri atas.
  • Melihat halaman berikutnya dengan klik nomor halaman. Nomor halaman ada di pojok kanan bawah.
  • Atau mencari sekolah dengan menggunakan “kotak pencarian di pojok kanan atas”: ketik nama sekolah atau nomor NPSN.

5. Klik nama sekolah maka akan tampil daftar NISN dan nama Siswa.

  • Jika klik NPSN maka akan tampil profil sekolah.

Unduh Daftar NISN

Untuk mengunduh daftar NISN yang sudah tampil, silakan klik “Ekspor ke excel” di sisi kiri bawah!

CARA CEK/MENELUSURI NISN ( Cara 1)

  • Data yang diperlukan: nama, tempat lahir, dan tanggal lahir.
  • Untuk mulai cek silakan klik poster  “NISN DAPODIK” (di sisi kanan halaman ini)

DATA BARU NISN SISWA AKTIF (Cara 2)

NISN bagi siswa yang masih aktif, sekarang dapat diakses melalui web data referensi Kemdikbud. Web ini, menampilkan data lembaga, tenaga pendidik, NPSN, NUPTK, dan NISN.

Namun, untuk NUPTK dan NISN hanya ditampilkan sebagian (yang sebagian dirahasiakan). Meskipun NUPTK atau NISN tidak dapat dilihat lengkap, setidaknya sudah dapat diletahui bahwa NUPTK/NISN sudah terbit.

Jika masih ada masalah dengan NUPTK atau NISN, silakan hubungi Help Desk NUPTK/NISN yang alamat kontaknya ada di bagian bawah laman.

Langkah Melihat NISN Siswa Aktif

  1. Klik  link NISN berikut  NISN Pendidikan Dasar & Menengah 
  2. Klik nama provinsi
  3. Klik nama kabupaten / kota
  4. Klik nama kecamatan
  5. Cari/lihat nama sekolah, dan klik angka pada kolom jumlah siswa (kolom terakhir)

Alamat Kontak NISN

Bila ada masalah dengan NISN, dapat kontak ke alamat berikut.

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN
Gedung E Lantai 1 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta 10270
Telp. (021) 57905777  (021) 57904804

Website: http://www.pdsp.kemdiknas.go.id
Email: pdsp@kemdikbud.go.id

Terima kasih, Semoga bermanfaat!

Program EDS 2013


EDS 2013 adalah EDS online yakni diisi secara online langsung dari Internet oleh para responden, antara lain: Kepala Sekolah, Pendidik (Guru), Tenaga Kependidikan (Staf), Peserta Didik (Siswa) dan Komite Sekolah.

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) telah dilaksanakan sejak tahun 2010 oleh Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP. Program EDS dilaksanakan secara periodik setiap tahun dengan mendistribusikan instrumen kuisoner kepada responden di setiap sekolah. Hasil dari pengisian instrumen kuisoner tersebut menjadi dasar dari proses analisa mutu pendidikan mulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

Pada tahun 2010 program EDS melibatkan 10.000 sekolah, pada tahun 2011 melibatkan 29.000 sekolah, pada tahun 2012 melibatkan 39.000 sekolah. Pada tahun 2013 ini direncanakan melibatkan seluruh sekolah se-Indonesia dari mulai jenjang SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri dan swasta khususnya dibawah naungan Kementrian Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan.

Mulai tahun 2013, pelaksanaan EDS menjadi salah satu bagian dari Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI BPSDMPK-PMP Kemdikbud. Instrumen Kuisoner EDS didistribusikan untuk dapat diisi secara online langsung dari Internet oleh para responden, antara lain: Kepala Sekolah, Pendidik (Guru), Tenaga Kependidikan (Staf), Peserta Didik (Siswa) dan Komite Sekolah. Data para responden dijaga kerahasiannya oleh sistem dan hasil isian instrumennya secara otomatis akan tersimpan terpusat di server Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI.

Setiap Sekolah akan diberikan akun login ke Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI. Pihak Sekolah selanjutnya dapat membuat dan mendistribusikan akun login kepada para kepala sekolah, guru, staf, siswa dan komite sekolah agar dapat mengakses dan berpartisipasi aktif mengisi instrumen kuisoner EDS masing-masing secara online.

Hasil analisa dari isian instrumen kuisoner EDS akan disediakan secara online untuk dapat diakses oleh setiap sekolah, dinas pendidikan kabupaten/kota, dinas pendidikan provinsi dan direktorat Kemdikbud. Seluruh informasi tersebut dapat diakses melalui Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI

Sumber: http://padamu.kemdikbud.go.id

Daftar Nasional Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013


Sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 6.325 yang terdiri dari:

  • SD = 2.598
  • SMP = 1.436
  • SMA = 1.270
  • SMK = 1.021

Pada tahun 2013 ini, siswa yang mengikuti Kurikulum 2013 adalah siswa kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, kelas X SMA/SMK dan mata pelajaran Agama.

Untuk melihat daftar nama-nama sekolah baik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK silakan ikuti petunjuk berikut:

1. Masuk situs Kurikulum Kemdikbud di sini

  • Akan tampil daftar nama provinsi dan angka jumlah SD, SMP, SMA, SMK.
  • Cari nama provinsi

2. Klik angka jumlah sesuai jenjang sekolah yang dipilih. (Jika akan melihat daftar nama jenjang SMA, klik angka jumlah SMA).

  • Akan tampil daftar nama-nama sekolah.

Selamat mencoba!

 

 

Daftar Sekolah Jatim Pelaksana Kurikulum 2013


Sebanyak 1.053 SD/SMP/SMA/SMK di Kab/Kota Jawa Timur dipilih sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Pada tahap awal (tahun pelajaran 2013/2014) ini, Kurikulum 2013 akan diterapkan pada kelas I dan IV untuk SD, kelas 7 untuk SMP, dan kelas 10 bagi SMA dan SMK. Khusus jenjang Dikdas (SD dan SMP) ditambah  mata pelajaran Agama.

Jumlah sekolah menurut jenjang sebagai sekolah sasaran pelaksana Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 adalah:

  • SD = 469
  • SMP = 222
  • SMA = 212
  • SMK = 150

Untuk melihat nama sekolah pelaksana Kurikulum 2013, silakan unduh dokumen dengan klik tautan berikut.

SD Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMP Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMA Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMK Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

Dokumen tersimpan pada situs tusfile, berikut ikon link download dokumen.

ikon download tusfile

Sasaran Belanja BOS 2013


Sesuai Permendikbud 76 Tahun 2012 tentang Juknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana BOS Tahun 2013, sasaran belanja harus sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Berikut jenis target anggaran per komponen SNP sebagaimana Form BOS K-7 Lampiran Junkis BOS 2013.

Jenis Kegiatan sesuai 8 Standar Nasional Pendidikan

 
1 Pengembangan Kompetensi Lulusan

1.1 Penyusunan Kompetensi Ketuntasan Minimal

1.2 Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas

1.3 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kecamatan

1.4 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kab/Kota

1….. ……….. dst

 

6 Pengembangan standar pengelolaan

6.1 Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah

6.1.1 Penyusunan Visi dan Misi

6.1.2 Penyusunan Profil Sekolah

6.1…. ……….. dst

6.2 Kegiatan Pengelolaan Perkantoran

6.2.1 Penyusunan Program Ketatausahaan

6.2.2 Pengadaan sarana Pendukung Perkantoran

6.2…. ……….. dst

6.3 Kegiatan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi

6.3.1 Penyusunan Program Supervisi, Monitoring dan Evaluasi

6.3.2 Supervisi Akademik

6.3…. ……….. dst

6.4 Kegiatan Hubungan Masyarakat

6.4.1 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen

6.4.2 Penyusunan Leaflet

6.4….. ……….. dst

 
2 Pengembangan standar isi

2.1 Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran

2.2 Penyusunan Program Tahunan

2.3 Penyusunan Program Semester

2.4 Penyusunan Silabus

2….. ……….. dst

 
3 Pengembangan standar proses

3.1 Kegiatan Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar :

3.1.1 Pengadaan Sarana Penunjang KBM (ATK KBM)

3.1.2 Pengadaan Alat Pembelajaran (seluruh mapel termasuk OR)

3.1….. ……….. dst.

3.2 Program Kesiswaan :

3.2.1 Penyusunan Program Kesiswaan

3.2.2 Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)

3.2…. ……….. dst

3.3 Program Ekstrakurikuler

3.3.1 Penyusunan Program Ekstrakurikuler

3.3.2 Pelaksanaan Ekstrakuriler Kepramukaan

3.3….. ……….. dst

 

7 Pengembangan standar pembiayaan

7.1 Kegiatan Rumah Tangga Sekolah, Daya dan Jasa

7.1.1 Konsumsi Guru / Pegawai

7.1.2 Konsumsi Tamu

7.1….. ……….. dst

 

 
8 Pengembangan dan implementasi sistem penilaian

8.1 Penyusunan kisi-kisi :

8.1.1 Ulangan Harian

8.1.2 Ulangan Tengah Semester

8.1.3 Ulangan Akhir Semester

8.1….. ……….. dst

8.2 Penyusunan Soal

8.2.1 Ulangan Harian

8.2.2 Ulangan Tengah Semester

8.2.3 Ulangan Akhir Semester

8.2…. ……….. dst

8.3 Pelaksanaan penilaian

8.3.1 Ulangan Harian

8.3.2 Ulangan Tengah Semester

8.3.3 Ulangan Akhir Semester

8.3.4 Ulangan Kenaikan Kelas

8.3…. ……….. dst

8.4 Tindak lanjut hasil Penilaian

8.4.1 Analisis

8.4.2 Remedial

8.4.3 Pengayaan

8.5 Penilaian lainnya

8.5.1 Portofolio

8.5.2 Proyek

8.5.3 Penugasan

8.5.4 ……….. dst

8.6 Inovasi Model Penilaian

8.6.1 Workshop

8.6.2 IHT

8.6.3 Pelatihan

8.6.4 Study banding

8.6.5 ……….. dst

4 Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

4.1 Pembinaan Guru di Gugus :

4.1.1 Peningkatan Kualitas Guru Kelas, Mata Pelajaran

4.1.2 Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah

4.1…. ……….. dst

4.2 Pembinaan Tenaga Kependidikan :

4.2.1 Pembinaan Tenaga Ketatausahaan

4.2.2 Pembinaan Tenaga Perpustakaan

4.2….. ……….. dst

 

 
5 Pengembangan sarana dan prasarana sekolah

5.1 Pengadaan, Pemeliharaan dan Perawatan Alat Kantor/Inventaris Sekolah :

5.1.1 Mesin Tik

5.1.2 Stensil/ Mesin Pengganda

5.1…. ……….. dst

5.2 Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung :

5.2.1 Ruang kelas

5.2.2 Ruang laboratorium

5.2…. ……….. dst

5.3 Pengadaan dan Perawatan Meubelair :

5.3.1 Meja Kursi Murid

5.3.2 Meja Kursi guru

5.3…. ……….. dst

 

 

 

Tips Menyelesaikan Soal UN


Soal UN 2013 jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK dalam satu ruang terdiri 20 paket soal. Yang harus diperhatikan oleh peserta adalah lembar soal dan lembar jawaban merupakan satu paket. Untuk itu, perlu pemahaman teknis agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal.

Berikut tips sederhana yang perlu dipahamai mengenai soal dan LJK UN 2013.

Tahap Awal

  1. Berdoa. Merasa sudah menguasai materi ok. Tapi ketenangan hati sangat diperlukan, dan dari doa yang tulus inilah akan mendapatkan kesejukan hati sehingga dengan hidayah Allah akan mendapatkan kejernihan pikir.
  2. Belajar dan belajar … ! Berusaha adalah wujud harapan dari berdoa.
  3. Belajar dengan tepat. Materi belajar berpedoman pada kisi-kisi soal kemudian cari materi di buku. Soal-soal try out yang sudah sesuai kisi-kisi perlu dipeljari dengan cermat.

Siap Berangkat

  • Minta doa restu pada ayah dan ibu. 
  • Pastikan pensil, pulpen, kartu peserta sudah masuk tas.
  • Persiapkan waktu berangkat bisa lebih awal sehingga di jalan tidak tergesa-gesa.

Tahap Kerja Mengerjakan Soal UN

  • Berdoa lebih dahulu sebelum mulai bekerja.

Tahap 1. Mengecek kelengkapan soal

  • Memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.
  • Memastikan bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satu pun soal yang rusak atau tidak terbaca. Jika peserta menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru.  Andai peserta sudah mengerjakan hingga nomor 20 dan menemukan soal yang rusak pada nomor 21  maka artinya peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.  Jelas, peserta akan mengalami kerugian waktu. Dan, akibat yang fatal adalah nilai ujian.

Jika telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, tahap berikutnya:

Tahap 2. Mengisi Identitas pada Soal dan LJK

  • Menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman 1 (satu) naskah soal dan LJUN  sebelum dipisahkan.
  • Memisahkan LJUN dari naskah soal (setelah identitas ditulis pada nasakah soal dan LJK). Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN.  Karena, naskah soal memiliki barkode yang sama dengan LJK dalam satu paket untuk satu peserta. Sebagai contoh, naskah soal memiliki barkode A1 maka LJK juga memiliki barkode A1. Peserta yang lain, memiliki naskah soal dengan barkode A2 maka LJK juga dengan kode A2. Nah, kalau naskah soal dan LJK belum diberi identitas dan terlepas maka andai tertukar sangat berbahaya.

Tahap 3. Melengkapi Identitas pada LJK

  • Lengkapi isian pada LJUN secara benar.  Pastikan identitas yang diisikansudah benar sesuai dengan kartu peserta ujian.
  • menandatangani pernyataan “mengerjakan UN dengan jujur”.

Tahap 4. Mengisi Daftar Hadir

  • Peserta UN mengisidaftar hadir dengan menggunakan pulpen yang  disediakan oleh pengawas ruangan.

Tahap 5. Mengerjakan Soal

  • Baca soal dengan cermat untuk memahami kata kunci soal.
  • Soal yang dirasa sulit, bisa dilewati dulu. Jangan berhenti terlalu lama dalam satu soal karena mungkin pada soal berikutnya mudah dikerjakan sedangkan waktu tinggal sedikit karena berpikir lama pada soal sebelumnya.
  • Sebelum LJK diserahlan Pengawas, cek kembali identitas dan jawaban.
  • Jika sudah selesai mengerjakan dan waktu masih tersedia, jangan gunakan waktu dengan kegiatan yang melanggar tata tertib.  Manfatakan untuk mengecek identitas dan jawaban.

Semoga tips sederhana ini bermanfaat!  Selamat belajar bagi bagi adik-adik, semoga selalu sehat dan dirahmati Allah SWT.

%d blogger menyukai ini: