11 Salah Kaprah pada Pramuka


pramuka_pancasila_NKRI_kwarcab kediri-kwarda jatimBanyak yang gagal paham tentang pengertian Pramuka dan Gerakan Pramuka. Juga, Kursus Mahir Dasar, Mars Pramuka, Himne Pramuka. Berikut 11 salah kaprah yang berhasil saya himpun.

1. HUT Pramuka
Berdasar Keputusan Munas Gerakan Pramuka Nomor 11 Tahun 2013 tentang AD dan ART Gerakan Pramuka disebutkan pada Pasal 1 ayat (5) Hari Pramuka tanggal 14 Agustus.
Jadi, yang benar, adalah Hari Pramuka. Dalam Gerakan Pramuka tidak dikenal Hari Ulang Tahun Pramuka” juga tidak dikenal istilah “Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.”

2. Ketua Regu
Penyebutan Ketua Barung, ketua Regu, Ketua Sangga adalah salah kaprah. Dalam berbagai peraturan pada Gerakan Pramuka, penyebutan yang benar adalah Pemimpin Barung, Pemimpin Regu, Pemimpin Sangga. Kalu ada ketua memberi makna yang lain adalah anak buah tetapi dengan kedudukan Pemimpin, antara pemimpin dan lainnya memiliki derajat sama dalam hal belajar dan berlatih. Maka, Pemimpin Regu perlu bergantian.

3. Tingkatan Pramuka
Salah kaprah ini muncul biasanya untuk maksud menyebut Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega (peserta didik). Dalam GP, peserta didik S/G/T/D itu namanya golongan yang diadasarkan pada usia: Siaga 7-10 tahun, Penggalang 11-15 tahun, Penegak 16-20 tahun, Pandega 21-25 tahun. Maka, yang benar adalah Golongan Siaga, Golongan Penggalang, Golongan Penegak, Golongan Pandega.

4. Himne pramuka
Himne yang biasa kita nyanyikan dengan judul Satya Darma Pramuka ini adalah himne untuk organisasi (Gerakan Pramuka) bukan untuk pramuka (anggota GP).
AD dan ART GP 2013, Pasal 51 ayat (1) menyebutkan Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar.
Maka ada tiga istilah yang benar (a) Himne Gerakan Pramuka (b) Himne Satya Darma Pramuka, dan (c) Lagu Satya Darma Pramuka.

5. Mars Pramuka
Sama halnya dengan Himne Gerakan Pramuka, salah kaprah juga terjadi dengan menyebut Mars Pramuka.
Pada AD dan ART GP 2013, Pasal 51 ayat (2) menyebutkan Mars Gerakan Pramuka adalah lagu Jayalah Pramuka yang diciptakan oleh Munatsir Amin.
Maka ada tiga istilah yang benar (a) Mars Gerakan Pramuka (b) Mars Jayalah Pramuka atau (c) Lagu Jayalah Pramuka.

6. Hari Tunas
Salah kaprah ini terjadi untuk menyebut Hari Tunas Gerakan Pramuka yang jatuh tanggal 9 Maret. Makna tunas dengan tunas gerakan pramuka berbeda.
Tunas itu memiliki arti umbuhan muda yang baru timbul atau bakal cabang (ranting) yang baru mulai tumbuh. Sedangkan tunas gerakan pramuka, memuat nilai anak atau pemuda sebagai generasi bangsa yang dilahirkan oleh Gerakan Pramuka. Ia memiliki satya dan darma selaku warga negara dan warga masyarakat untuk berkarya bagi bagsa. Maka, istilah yang benar adalah Hari Tunas Gerakan Pramuka bukan Hari Tunas.

7. Kursus Mahir Dasar
Gerakan Pramuka mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota muda (peserta didik) maupun anggota dewasa dewasa.
Salah satu anggota dewasa adalah Pembina Pramuka yang bertugas melakukan proses pembinaan dan pendidikan kepramukaan bagi anggota muda. Untuk meningkatkan kualitas Pembina Pramuka, Gerakan Pramuka menyelenggarakan kursus bagi pembina pramuka. Ada dua tingkatan dalam kursus ini yaitu tingkat dasar dan tingkat lanjutan.
Maka istilah yang benar adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Setelah mengikuti KMD atau KML, peserta mendapatkan ijazah sebagai pengakuan formal kemahiran.

8. Anggota Pramuka dan Gerakan Pramuka
UU 12/2010 tentang Gerakan Pramuka, Pasal 1 menyebutkan ayat (1) Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan; ayat (2). Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
Nah, jadi jelas, yang memiliki anggota itu adalah organisasi. Organisasi bagi pramuka adalah Gerakan Pramuka maka istilah yang benar adalah Anggota Gerakan Pramuka.
Biasanya munculnya istilah itu seperti dalam kalimat berikut: Kita sebagai anggota pramuka … . Kalimat ini perlu diperbaiki menjadi (a) Kita sebagai Pramuka … atau (b) Kita sebagai anggota Gerakan Pramuka . . . .

9. Mengheningkan cipta mengenang arwah pahlalawan
Di dalam upacara bendera atau upacara selain upacara bendera sering ada kegiatan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara. Pembina Upacara ada yang memberi kalimat pengantar ada juga yang tanpa kalimat pengantar.
Nah kalimat pengantar yang sering kita dengar seperti berikut: Untuk mengenang arwah pahlawan yangtelah gugur mendahului kita, mengheningkan cipta…mulai.
Mengenag itu bermakna “membangkitkan kembali dalam ingatan; mengingat-ingat; membayangkan” sesuatu yang pernah terjadi. Dalam hal mengheningkan cipta pada upacara, mengheningkan cipta memiliki maksud “membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, peran serta, pengorbanan seseorang” bukan “membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, peran serta, pengorbanan arwah.”
Jadi, kalimat pengantar harus kita perbaiki menjadi “ Untuk mengenang jasa …” bukan untuk mengenang arwah…”

10. Persiapan pasukan
Istilah dalam Gerakan Pramuka semuanya memiliki maksud dan tujuan serta nilai sejarah perjuangan bangsa. Isitilah Pasukan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk menyebut kelompok besar pramuka penggalang yang terdiri dari empat regu. Pada saat upacara kepramukaan dengan peserta anggota muda GP (S, G,T,D) dan anggota dewasa GP maka penggunaan istilah “pasukan” tidaklah tepat karena selain ada pasukan, juga ada perindukan, Ambalan, Racana, dan barisan orang dewasa.
Jadi istilah yang tepat adalah “persiapan barisan”

11. Badan Eksekutif Pasukan Penggalang
Salah kaprah yang terakhir ini bahwa istilah Badan Eksekutif Pasukan Penggalang tidak dikenal dalam Gerakan Pramuka. Sepertinya, Badan ini dibentuk dengan tugas mirip seperti tugas Dewan Penggalang.
Dewan Penggalang merupakan wadah untuk pendidikan kepemimpinan dalam pasukan Pramuka Penggalang atau disebut secara singkat Dewan Penggalang, atau Dewan Galang. Anggota Dewan Galang adalah pemimpin regu, wakil pemimpin regu, pemimpin regu utama, pembina pramuka penggalang, dan pembantu pembina pramuka penggalang.

Salah kaprah yang luar biasa parah adalah jika dalam pasukan ada Badan Eksekutif Pasukan Penggalang dan ada Dewan Galang, bagaimana tugas pokok fungsi (tupoksi) keduanya?
Tapi, jika dalam pasukan penggalang itu hanya ada Badan Eksekutif Pasukan Penggalang dan tidak ada Dewan Galang maka salah kaprah ini mudah diatasi yakni dengan jalan mengubah nama menjadi Dewan Galang dan tupoksinya mengikuti petunjuk yang ada dalam Gerakan Pramuka.

Yang perlu kita perhatikan adalah Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup (UU 12/2010, Pasal 4).
Kesimpulannya, tidak perlu ada “Badan Eksekutif Pasukan Penggalang” karena tidak ada dasar petunjuk dalam Gerakan Pramuka.Bahkan untuk meningkatkan nilai kepemimpinan dan kesadaran akan rasa tanggung jawab, sudah petunjuk perlu adanya Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang.
Mari kita jalankan tugas pendidikan kepramukaan sesuai dengan petunjuk penyelenggaraan yang ada.

Salam semangat bakti : Mari biasakan yang benar bukan tidak membenarkan yang biasa. Pramuka Perekat NKRI

Salam Pramuka!

#kwarnasGerakanPramuka
#pusdiklanasGerakanPramuka
#kwardajatim
#kwarcabkediri

Mulai 2019 NISN Dihapus


kartu nisnMuhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan, mulai tahun ini tidak ada lagi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), tetapi diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Itu mudah tinggal diubah saja, kan datanya sudah ada di sekolah. Tinggal dicek, termasuk di daerah mana, tinggal di mana, keluarganya siapa. Saya kira secara teknis tidak ada kesulitan gitu hanya kita perlu menselaraskan datanya saja,” ujar Mendikbud usai bertemu dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh di Jakarta, dilansir Antara Selasa (22/1/2019).

Dengan dijadikannya NIK sebagai pengganti NISN, maka akan mempermudah pendataan anak-anak yang masuk dalam usia sekolah. Dalam hal ini peranan pendidikan nonformal menjadi strategis bukan lagi pelengkap tapi memiliki peran utama.

“Terutama untuk memberikan kesempatan pada peserta didik, yang dengan alasan tertentu tidak dapat masuk ke jalur formal. Sehingga nanti target kita dengan disatukannya data yang ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), maka wajib belajar dapat terwujud,” tambahnya.

Mendikbud menjelaskan, pihaknya didukung oleh Kemendagri terutama dalam mengatur sistem penerimaan siswa baru. Melalui kerja sama itu, jika sebelumnya orang tua yang mendaftarkan anaknya maka sekarang justru sekolah bersama aparat desa yang mendata anak untuk masuk ke sekolah.

Zudan Arif Fakhrulloh Dirjen Dukcapil Kemendagri mengatakan dengan NIK dapat mengetahui anak-anak yang putus sekolah. Sehingga Mendikbud bisa memerintahkan dinas pendidikan daerah untuk mengecek kondisi anak tersebut.

“Kalau ternyata tidak punya biaya untuk sekolah, kita bisa mengurusnya dan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” kata Zudan. (ant/wil)

Sumber: http: //kelanakota.suarasurabaya.net/news/2019/215696-Mendikbud:-Tidak-Ada-Lagi-Nomor-Induk-Siswa-Nasional

Daftar Siswa Peraih NUN Tertinggi Jatim 2017/2018


Peraih Nilai Ujian Nasional (NUN) Jawa Timur 2017/2018 adalah Fera Febiyanti – SMKN Mojoagung,
Alikhatul Khoiroh – SMAN 1 Lawang(Jurusan Bahasa), Naufal Achmad Tsany Daffa’- SMAN 5 Surabaya (Jurusan IPA), dan Muhammad Rafifnafia H – SMAN 1 Bojonegoto (Jurusan IPS)

Nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di Jatim, Rabu (2/5/2018), diumumkan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Saiful Rachman.
Dari paparan Dindik Jatim NUN siswa di Jatim tahun ini terjadi penurunan signifikan dibanding tahun lalu. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah 55.
Untuk jenjang SMK, siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 174.283 dari 220.958 siswa. Persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 78,88 persen, meningkat dari tahun lalu yang hanya 55,41 persen.

Berikut daftar 10 besar NUN selengkapnya.

10 besar NUN SMK tertinggi di Jatim
1. Fera Febiyanti – SMKN Mojoagung (380)
2. Yussi Stiefania – SMKN Mojoagung (377,5)
3. Eva Yunita Agustina – SMKN 1 Pogalan (377,5)
4. Sherlyana Juwita Ningrum – SMKN 1 Pogalan (376,5)
5. Rini Setyoningsih – SMKN 2 Kediri (375,0)
6. Moch Fitra Bagus Pratama – SMKN 1 Tuban (374,5)
7. Erika Septiani – SMKN 1 Ponorogo (374,5)
8. Kusnul Kotimah Putri Anggraini – SMKN 1 Surabaya (373,5)
9. Hikmatus Sa’adah- SMKN 4 Surabaya (373,5)
10.Erlin Kusmawati – SMKN 1 Magetan (373,0)

Daftar Siswa SMA dengan Jumlah NUN Tertinggi
Jurusa Bahasa:
1. Alikhatul Khoiroh – SMAN 1 Lawang (366)
2. Rrafi Ferliadi – SMAN 1 Puri Mojokerto (364,0)
3. Erlista Maulidhea Vara – SMAN Lawang (364,0)
4. Maula Zahra – SMAN 1 Kepanjen (362,5)
5. Abiyyu Muhammad Nusaly – SMAN 7 Malang (361,5)
6. Velly Purnama Sari – SMA Katolik Kolese Santo Yusup Malang ( 359,50)
7. Ikhzartul Laily Eka Sufilana -SMAN 21 Surabaya (354,4)
8. Alfina Nur Aini -SMAN 9 Malang (354,5)
9. Larasati Nimasayu Juanita – SMAN 1 Bangil Pasuruan (354,5)
10 Ragil Fachrul Annas Mtaqin – SMAN 1 Kepanjen (353,5)

Jurusan IPA:
1. Naufal Achmad Tsany Daffa’- SMAN 5 Surabaya (394,0)
2. Agnes Olyvia Mariyadi – SMAN 1 Blitar (384,5)
3. Cerelia Iftina Ugroho – SMAN 1 Bangkalan (382,0)
4. Fachri Haikl Apriansyah – SMAN 5 Surabaya (379,5)
5. Arifa Diana Agustin – SMAN 1 Bangkalan (382,5)
6. Joathan Maximilian SA – SMAN 5 Surabaya (378,5)
7. Andri Josua Barutu – SMAN 1 Bojonegoro (377,5)
8. Alfredo Ramasurya W – SMA Katolik ST Louis 1 (376,0)
9. Dhaffa Alif Triyasnanda – SMAN 5 Surabaya (375,5)
10.Nikken Kartika Dewi – SMAN 1 Bojonegoro (374,5)

Jurusan IPS:
1. Muhammad Rafifnafia H – SMAN 1 Bojonegoto (368,5)
2. Giovani Anggasta S – SMA Katolik ST Louis 1(369,0)
3. Ilene Witomo – SMA Katolik ST Louis 1 (367,5)
4. Ivanna Emmanuela S – SMA Katolik Kolese Santo Yusup Malang (365,5)
5. Fiona Theresia – SMA Katolik ST Louis 1 (364,5)
6. Vannesia Mauretta – SMAN 2 Surabaya (362,5)
7. Jason Louis Alfredo – SMA Katolik St Louis 1 (3621,5)
8. Natania Sabrina Yapari – SMA Kristen Gloria 2 (361,0)
9. Claudia Clarensia – SMA Katolik St Louis 1 (360,5)
10.Anggita Nur Lutfiya – SMAN 1 Bojonegoro (360,0)

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/…/berikut-10-besar-peraih-nu…. Diakses pada 03/05/2018 12:46:10

LKIR 2017


Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan LIPI bekerjasama dengan British Council Indonesia melalui Newton Fund merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA atau sederajat berusia 12-19 tahun. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan mereka dalam menganalisa permasalahan dalam mencari solusi yang tepat melalui penelitian ilmiah dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap peserta harus mengikuti semua persyaratan yang tercantum pada informasi di bawah ini sebelum membuat proposal penelitian.

Kategori

Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)

Merupakan kategori LKIR yang berkaitan dengan studi sosial dengan beberapa sub tema: Psikologi (Psikologi Sosial, Psikologi Kognitif, Psikologi Fisiologis), Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, Politik, dan lainnya.

Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH)

Merupakan kategori LKIR yang berkaitan dengan ilmu alam, berbagai kajian observasi, eksperimentasi, penyimpulan dengan ruang lingkup makhluk hidup, energi dan perubahannya, dan keilmuan tentang alam lainnya, dengan sub tema: Kimia, Biokimia, Biologi, Mikrobiologi, Ilmu Tumbuhan, Ilmu Tanaman, Ilmu Tanah, Ilmu Hewan, Obat dan Kesehatan, Ilmu Lingkungan, Manajemen Lingkungan, Ilmu Matematika, dan lainnya.

Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT)

Merupakan kategori LKIR yang berkaitan dengan merancang dan menghasilkan perangkat-perangkat, struktur-struktur dan proses-proses yang dapat digunakan serta dapat berupa inovasi produk dan pengembangan system, dengan subtema: Fisika, Energi dan Transportasi, Teknik Mekanika dan Elektronika, Ilmu Komputer, Informatika, Teknik Material & Bioteknologi, dan lainnya.

Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelautan (IPK)

Merupakan kategori LKIR yang berkaitan kajian, observasi, dan menghasilkan perangkat-perangkat di bidang ilmu kebumian dan kelautan, dengan subtema: Astronomi, Klimatologi, Cuaca, Geokimia, Minerologi, Paleontologi, Geofisika, Geologi, Kelautan/Oseanografi, dan lainnya.

Kriteria Peserta LKIR

  1. SiswaSMP dan SMA atau sederajat, dengan ketentuan maksimum peserta adalah siswa kelas XII pada saat Perenstasi Finalis.
  2. Peroranganatau kelompok maksimal 2 (dua) orang.
  3. Belum pernah menjadi pemenang LKIR dalam kurun waktudua tahun terakhir.
  4. Melampirkan surat keterangan/rekomendasi dari sekolah/instansi terkait keikutsertaan lomba dan daftar riwayat hidup yang berisi:
    1. Nama Lengkap
    2. Jenis Kelamin
    3. Tempat dan tanggal lahir
    4. Alamat domisili
    5. Sekolah/instansi
    6. Nomor telepon/HP Peserta/Ketua Kelompok
    7. Email pribadi peserta/Ketua kelompok
    8. Diketahui oleh orang tua atau wali dengan tanda tangan
  • Karya Ilmiah yang sedang atau pernah diikutsertakan dalam kompetisi ilmiah lainnya, tidak dapat diikutsertakan dalam LKIR.

Alur Pelaksanaan

1. Pendaftaran

Proses registrasi peserta dilakukan secara online pada website infokompetisi.lipi.go.id s.d. tanggal 14 April 2017. Panduan Pendaftaran LKIR akan dipaparkan pada halaman registrasi infokompetisi.lipi.go.id.Peserta diwajibkan untuk menggunakan email pribadi dan kontak pribadi (bukan kontak kantor/sekolah) untuk memudahkan komunikasi dengan panitia.

2. Seleksi Administrasi

Proses seleksi administrasi oleh pihak panitia akan dilakukan setelah penutupan registrasi. Panitia hanya akan melakukan seleksi terhadap calon peserta yang telah memenuhi syarat dan kriteria serta telah melengkapi seluruh persyaratan dokumen.

3. Seleksi Proposal Terbimbing oleh Dewan Juri

Dewan Juri akan menyeleksi proposal dan akan menentukan secara langsung mentor yang akan membimbing karya ilmiah peserta yang lolos seleksi. Proposal yang lolos akan dibimbing oleh mentor (Peneliti LIPI) untuk melaksanakan penelitian.

4. Pembimbingan (Mentoring) karya ilmiah

Proses pembimbingan proposal dilakukan mulai bulan Juni s.d September 2017.

5. Pengumuman Finalis

Karya ilmiah peserta yang telah selesai dibimbing akan diseleksi kembali oleh Dewan Juri untuk dipilih sebagai finalis LKIR ke-49 Tahun 2017. Pengumuman Finalis akan dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2017 melalui website Kompetisi LIPI, telepon dan surat resmi.

6. Pameran dan Presentasi Finalis

Finalis yang terpilih akan diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan karya ilmiahnya secara keseluruhan di hadapan Dewan Juri dan melakukan pameran di hadapan pengunjung. Pameran dan presentasi finalis akan diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober s.d tanggal 26 Oktober 2017.

SEKRETARIAT

Panitia Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Panitia National Young Inventors Award (NYIA)
Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI lt. 5 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 10 Jakarta Selatan 12710
Telp. (021) 522 5711, ext. 1274, 1276 Fax. (021) 525 1834, 5292 0839

Layanan Pengaduan via Whatsapp 0857 8228 7227

Sumber: http://infokompetisi.lipi.go.id/lomba-karya-ilmiah-remaja/

Jadwal, Kisi-kisi, dan POS US/M dan UN 2017


Berikut kisi kisi UN juga US/M 2016/2017 lengkap. Kisi-kisi untuk UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil), Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (Program Paket B dan Paket C)

US/M 2017

 

Kisi-Kisi UN 2017

Selengkapnya dapat dilihat di laman Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), di sini.

Prosedur Operasional Standar UN 2017

  • POS UN 2017 dapat diunduh di sini.
  • Surat Edaran BSNP Nomor: 0078/SDAR/BSNP/I/2017 mengenai Ralat Jadwal UNKP SMP/MTs & SMPLB (Susulan) pada POS UN Tahun Pelajaran 2016/2017 (unduh di sini)

Surat Edaran Kemdikbud 

  • Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN 2017 dapat diunduh di sini.
  • Surat Edaran Kabalitbang Kemdikbud tentang Pendaftaran Peserta UN 2017 dapat diunduh di sini

Jadwal UN

un-2017_jadwal-unbk-unkp-sm-mts-sma-smk-ma un-2017_jadwal-unpk-paketb-c

Rujukan

Bila tautan di atas bermasalah atau untuk cek sumber, silakan klik Badan Standar Nasional Pendidikan.

 

Daftar Materi OSN, O2SN, FLSN 2017


Berikut daftar materi/cabang/jenis  lomba OSN, O2SN, FLSN 2017 jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Olimpiade Sains Nasional (OSN)

  1. SD : IPA, Matematika
  2. SMP: IPA, Matematika, IPS
  3. SMA : IPA, Matematika, IPS, Informatika/Komputer

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)

  1. SD : Atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, karate
  2. SMP : Atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, karate
  3. SMA : Atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, karate
  4. SMK : Atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, karate
  5. SLB : Atletik, bulu tangkis, bocee, balap kursi roda, catur

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)

  1. SD : Menyanyi solo, menari, pidato, baca puisi
  2. SMP: Menyanyi solo, menari, baca puisi, gitar solo, music tradisional
  3. SMA : Menyanyi solo, menari, baca puisi, gitar solo, desain poster, film pendek
  4. SMK : Menyanyi solo, menari, baca puisi, gitar solo, animasi, film pendek
  5. SLB : Menyanyi solo, menari, pantomime, melukis, cipta baca puisi, MTQ.

Sumber: Surat edaran Dirjen Dikdasmen Kemdikbud No. 9311/D/TU/2016; tgl. 3 November 2016 tentang Olimpiade/Lomba/Festival Tahun 2017

Ujian Nasional 2016/2017 Ditiadakan?


Pelaksanaan UN / Unas SD/SMP/SMA/SMK tahun pelajaran 2016/2017 akan ditiadakan .

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy akan menghentikan sementara (moratorium) pelaksanaan ujian nasional. Jika mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo, kebijakan tersebut mulai berlaku pada tahun ajaran 2016-2017.

Muhadjir menuturkan, pertimbangan moratorium UN di antaranya karena kualitas sekolah yang belum merata. Menurut dia, hanya 30 persen sekolah yang kualitasnya di atas standar nasional. “Jadi UN itu kan untuk pemetaan (kualitas sekolah), bukan untuk kelulusan murid. Sekarang sudah diketahui hasilnya, 70 persen sekolah di bawah standar nasional,” katanya di Gedung A, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis 24 November 2016.

Selain itu pelaksanaan UN yang menyedot APBN hingga Rp 500 miliar per tahun, menurut dia, juga menjadi salah satu alasan moratorium. Muhadjir menjelaskan, biaya untuk pelaksanaan UN lebih baik digunakan untuk mengawasi dan membimbing 70 % sekolah yang masih di bawah standar serta merevitalisasi sekolah.

“Kami dongkrak bagaimana caranya agar melampaui standar nasional. Tentunya secara bertahap. dimulai dari yang paling bawah,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi dan daerah bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas sekolah di daerahnya masing-masing. Provinsi mengawasi SMA/SMK, sedangkan SD dan SMP menjadi wewenang kabupaten/kota. “Negara cukup mengawasi saja, membuat regulasi. Bagaimana supaya standar nasional tercapai. Kami tetap pakai standar nasional. itu betul-betul diterapkan pada masing-masing sekolah,” ucapnya.

Saat ini hasil pengkajian terkait moratorium Ujian Nasional  sudah diserahkan kepada presiden. Menurut dia, moratorium berlaku setelah ada kebijakan berupa instruksi presiden.

Jika mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo, kebijakan tersebut mulai berlaku pada tahun ajaran 2016-2017.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2016/11/24/ini-alasan-kemendikbud-akan-moratorium-ujian-nasional-385730

%d blogger menyukai ini: