Devi Novita Sari Pramuka Penegak Kediri ke Korea Selatan


Devi Novita Sari bersama Kak Ichsan Pengurus Kwarcab Kediri (kiri) dan Kak AR Purmadi Waka Kwarda Jatim

DEVI NOVITA SARI pramuka penegak dari Pangkalan Gugus Depan SMAN 2 Pare Kab. Kediri mendapatkan kesempatan studi banding ke Korea Selatan.

Kesempatan berkunjung ke Korea Selatan diperoleh Devi Novita Sari sebagai hadiah atas prestasi yang diraih  dalam Festival Wirakarya Kampung Kelir tahun 2017 yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Devi Novita Sari bersama Kak Ichsan

Festival yang diselenggarakan atas kerja sama Kwarda Jatim dan Jawa Pos ini diikuti 11.000 penegak di Jatim yang terbagi dalam 11 zona. Dari 11 zona ini, terpilih 22 putra dan 22 putri terbaik untuk mengikuti putaran final tingkat Kwarda Jatim.

Pada putaran final, panitia menentukan 8 putra dan 8 putri terbaik yang berhak mendapatkan hadiah studi banding ke Korea Selatan tanggal 12 – 18 Oktober 2017.

Devi bersama 15 temannya dilepas oleh Kwarda Jatim dalam suatu upacara tanggal 11 Oktober kemudian tanggal 12 Oktober terbang ke Korea Selatan melalui bandara Juanda Surabaya.

Iklan

Sambutan HUT Pramuka 2017


Berikut naskah sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka Ke-56.  Hari Pramuka Ke-56 tahun 2017 ini memilih tema Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang terbaik bagi Bangsa.

Dokumen untuk diunduh:

Sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka 2017

12 April, Hari Lahir Bapak Pramuka Indonesia


Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha disatukan dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwana IX memiliki peran penting di dalamnya. Presiden RI saat itu, Sukarno, berulang kali berkonsutasi dengan Sri Sultan tentang penyatuan organisasi kepanduan, pendirian Gerakan Pramuka, dan pengembangannya.

Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Sukarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).

Sri Sultan bahkan menjabat sebagai Ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut, yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Sehingga selain menjadi Ketua Kwarnas yang pertama kali, Hamengkubuwana IX pun menjadi Ketua Kwarnas terlama kedua, yang menjabat selama 13 tahun (4 periode) setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 15 tahun (3 periode).

Keberhasilan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dalam membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan”, mendapat pujian bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Dia bahkan akhirnya mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada tahun 1973. Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Atas jasa tersebutlah, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

 (Sumber; foto dan ulasan dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_IX)

Peraturan Setangan Leher Pramuka


hasduk_lampiran-skHasduk pramuka dipakai dengan dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm)  sehingga  warna  merah  putih  tampak  dengan  jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.

Sesuai SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka, sasaran petunjuk adalah (a).  Terwujudnya  pemakaian  Pakaian  Seragam  Pramuka  secara benar; (b).  Terciptanya ketertiban dan keindahan; (c).  Terciptanya rasa bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka.

Dijelaskan dalam Bab III, pakaian seragam Pramuka terdiri dari (a).  Tutup Kepala, (b).  Baju Pramuka, (c).  Rok/ Celana, (d).  Setangan Leher, (e).  Ikat Pinggang, (f).  Kaos Kaki, (g).  Sepatu, dan (h).  Tanda Pengenal.

Mengenai ketentuan setangan leher, secara umum untuk putra dan putri adalah sama. Perbedaan yang ada adalah pada ukuran panjang disesuaikan dengan golongan.

Peraturan tentang Setangan Leher Pramuka sesuai SK Kwarnas 174/2012

  1. dibuat dari bahan warna merah dan putih.
  2. berbentuk segitiga sama kaki: (a)  sisi  panjang  ……  cm  dengan  sudut  bawah 90º (panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang), (b)  bahan  dasar  warna  putih  dengan  lis  warna  merah selebar 5 cm.
  3. setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm)  sehingga  warna  merah  putih  tampak  dengan  jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
  4. dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
  5. dikenakan di bawah kerah baju.

Ketentuan Ukuran Panjang Setangan Leher

  • Siaga : 90  cm
  • Penggalang : 100-120  cm
  • Penegak/Pandega : 120-130  cm
  • Pembina Pramuka : 120-130  cm
  • Andalan dan Mabi : 120-130  cm

Ukuran panjang ini masih dilengkapi dengan petunjuk yang fleksibel yakni panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang.

hasduk-salah seragam-sesuai-pp

Daftar 30 Regu Jatim Lolos National Championship ISC 2015-2016


tunas63_isc_pramukaAjang Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 Province Championship Jawa Timur yang digelar di bumi perkemahan (Buper) Sunan Kalijaga, Gresik, telah menghasilkan regu terbaik, masing-masing 15 regu putra dan 15 regu putri. Tiga puluh regu ini akan mewakili Jatim di tingkat nasional yang akan digelar di Buper Taman Wisata Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, 24 – 27 Oktober 2016.

Regu putra wakil Jatim dalam National Championship ISC 2015-2016

  1. SDN Rogojampi, Banyuwangi
  2. SD Al-Ya’lu, Kota Malang
  3. SDN 1 Jenangan, Ponorogo
  4. SD Insan Cendekia, Pacitan
  5. SD Albadar Kedungwaru, Tulungagung
  6. MI Al-In’am, Sumenep
  7. SDN Kademangan 01, Blitar
  8. SDN Mojo 6, Surabaya
  9. MI Tarbiyatul Atfal Tegaldlimo, Banyuwangi
  10. MIN Rejotangan, Tulungagung
  11. SDN Tompokersan 3, Lumajang
  12. SDN Tengger Lor, Kediri
  13. SDN Simo, Tuban
  14. SDN Ngadiluwih 1, Kediri
  15. SDN Tompokersan 1, Lumajang

Regu putri wakil Jatim dalam National Championship ISC 2015-2016

  1. SD Al-Ya’lu, Kota Malang
  2. SD Tompokersan, Lumajang
  3. SDN Glagah 2, Probolinggo
  4. SDN Bakung, Bojonegoro
  5. SD Al-Kautsar, Kota Pasuruan
  6. SDB Jetis 03, Lamongan
  7. SDN 1 Jepun, Tulungagung
  8. SDN Laden 1, Pamekasan,
  9. SDN 4 Panganjuran, Banyuwangi
  10. SDN 1 Pasinan Lemahputih, Gresik
  11. SDN Sanan 01, Nganjuk
  12. SDN Arjosari, Pacitan
  13. SDN Bandar Lor 03, Kota Kediri
  14. SD Citrodiwangsan 02, Lumajang
  15. SDN Jati 01. Kota Probolinggo

 

Jamnas 2016 dengan 8 Rekor Dunia


Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka ke X tahun 2016 yang berlangsung 14-21 Agustus 2016 di Bumi Perkemahan Wiladatika (buperta) Cibubur Jakarta dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Lebih dari 25.000 pramuka penggalang seluruh Indonesia bergiat dengan berbagai kegiatan yang menarik dalam tema Jamnas X 2016: keren, gembira, asyik. Peran peserta di arena Jamnas luar biasa dan sehingga penyelenggaraan Jamnas 2016 ini melahirkan sejarah sepanjang penyelenggaraan Jamnas dengan rekor dunia.

Setidaknya ada 8 rekor dunia berhasil dipecahkan dalam Jamnas X Tahun 2016, yang dikeluarkan oleh Record Holders Republic (RHR).

Adapun 8 rekor dunia yang berhasil dipecahkan pada Jambore Nasional Pramuka tahun 2016 ini yakni:

1. The Most ATAS Scouts Gathering. Rekor ini diberikan karena sebanyak 1.500 ATAS Scouts (Association of Top Achiever Scouts) menghadiri gathering yang diselenggarakan dalam Jamnas Tahun 2016.

2. The Most Garuda Scout Inauguration. Rekor ini diberikan karena sebanyak 1.500 Pramuka Garuda Indonesia berkumpul dalam Jamnas 2016.

3. The Most Traditional Food Cooked by Scouts. Rekor diberikan karena sebanyak 2.200 makanan tradisional Indonesia disajikan dalam Jamnas Tahun 2016, yang dibuat oleh 514 kontingen dari berbagai area di Indonesia.

4. The Most Alumnus. Rekor ini diberikan pada pertemuan alumni Pramuka terbesar, yaitu sebanyak 1.000 anggota senior Pramuka dari tahun 1973 sampai tahun 2015.

5. The Most Archway. Rekor ini diberikan karena dalam Jamnas 2016 dibangun 1.100 gapura tradisional, minimal berukuran 2 meter x 1 meter selama 6 jam yang dilakukan 17.200 Pramuka Penggalang.

6. The Most Tradisional Fashion Ceremony. Rekor ini diberikan karena sebanyak 17.200 Pramuka Penggalang mengunakan 1028 macam pakaian tradisional Indonesia dari seluruh daerah.

7. The Most Scouts on Carnival. Rekor ini diberikan karena sebanyak 17.200 Pramuka Penggalang mengikuti karnaval menggunakan baju-baju daerah.

8. The Cleanest Scout Camp and Separate Garbage Orderly in Event National Jamboree X 2016. Rekor ini diberikan karena Jamnas berhasil menjadi kemah terbersih serta menyediakan tempat sampah yang terpisah.

Sumber: http://www.jamborenasional.com/

Ketentuan Model Seragam Pramuka untuk Upacara


Ketentuan seragam Pramuka untuk upacara diatur dalam SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka . Perbedaan mendasar seragam untuk upacara dengan seragam harian adalah pada modelnya yakni untuk seragam upacara dipakai di luar celana, dan pemakainya terbatas.

Sasaran

Pakaian  Seragam  Upacara  merupakan  salah  satu  jenis  pakaian seragam pramuka untuk anggota dewasa Gerakan Pramuka khusus bagi para andalan dan anggota mabi pada tingkat Kwartir Nasional, kwartir daerah, dan kwartir cabang Gerakan Pramuka.

Penggunaan

  • Upacara peringatan hari besar Nasional,
  • Hari Pramuka,
  • pelantikan  pengurus  kwartir/mabi,
  • menghadiri  upacara dimana  TNI  menggunakan  seragam  PDU  4,  dan
  • acara  resmi kepramukaan di luar negeri, serta
  • kegiatan-kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.

 

Ketentuan Pakaian Seragam Upacara untuk anggota dewasa putra

Tutup Kepala: dibuat dari bahan warna hitam polos, berbentuk peci nasional.

Baju: 1)  dibuat dari bahan warna coklat muda. 2)  lengan pendek. 3)  model safari. 4)  memakai lidah bahu selebar 3 cm. 5)  kerah model kerah dasi. 6)  dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang, serta saku dalam pada bagian muka bawah kanan dan kiri dengan tutup saku lurus. 7)  pada  baju,  lidah  bahu,  dan  tutup  saku  diberi  kancing logam warna kuning emas berlogo tunas kelapa. 8)  belakang baju diberi satu belahan pada bagian tengah di bawah ban pinggang. 9)  panjang sampai garis pinggul, dikenakan di luar celana. 10)  memakai tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Celana: 1)  dibuat dari bahan warna coklat tua. 2)  berbentuk celana panjang. 3)  memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm. 4)  memakai saku dalam di samping kanan dan kiri. 5)  memakai saku dalam di bagian belakang kanan dan kiri diberi tutup. 6)  memakai ritsleting di bagian depan. 7)  memakai ikat pinggang berwarna hitam.

Ketentuan Pakaian Seragam Upacara untuk anggota dewasa putri.

Tutup Kepala: 1)  dibuat dari bahan warna coklat tua. 2)  berbentuk peci. 3)  tinggi bagian depan 7 cm, pada bagian belakang dibuat melengkung, dengan bukaan di bagian belakang selebar 8 cm (diberi elastik hitam supaya stabil). 4)  bagian samping kiri diberi lipatan lengkung untuk tempat  tanda topi, dengan panjang dasar 10 cm. 5)  panjang topi 25-27 cm (disesuaikan dengan ukuran kepala masing-masing).

Baju: 1)  dibuat dari bahan warna coklat muda. 2)  lengan panjang. 3)  model prinses di bagian depan dan belakang. 4)  memakai lidah bahu selebar 3 cm. 5)  kerah model kerah dasi. 6)  dua saku dalam di bagian depan bawah kanan dan kiri, mulai  dari  garis  potongan  prinses  ke  jahitan  samping, dengan tinggi saku 12-14 cm dan diberi tutup saku lurus. 7)  pada  baju,  lidah  bahu,  dan  tutup  saku  diberi  kancing logam warna kuning emas berlogo tunas kelapa. 8)  tanpa ban pinggang. 9)  panjang sampai garis pinggul, dikenakan di luar rok.10)  memakai tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rok: 1)  dibuat dari bahan warna coklat tua. 2)  bagian bawah melebar (model “A“) 3)  dengan lipatan tertutup (splitplooi) di bagian belakang. 4)  panjang rok 10 cm di bawah lutut. 5)  memakai saku dalam di samping kanan dan kiri.

Sepatu: 1)  model tertutup. 2)  warna hitam. 3)  bertumit rendah/sedang.

A13 (B9) Seragam Upacara Dewasa Putra A12 Seragam Muslim Upacara Aggt Dewasa Pi A11 Seragam Upacara Aggt Dewasa Pi

%d blogger menyukai ini: