East Java Scouts Challenge 2K15


East Java Scouts Challenge 2015 adalah ajang Pramuka Penggalang Jawa Timur yang diselenggarakan Kwarda Gerakan Pramuka Jatim kerja sama dengan DBL. Ajang ini diikuti oleh lebih dari 200 ribu Pramuka Penggalang Ramu SD dan MI dari 38 Kab/Kota se Jatim.

Materi kegiatan berupa tantangan untuk menguji ketangkasan, keterampilan, kecerdasan. Untuk dapat menaklukkan berbagai tantangan, peserta harus bekerja sama dalam regu, satu regu terdiri 10 penggalang dengan satu Pembina pendamping.

Kegiatan di tingkat Kwarcab adalah merupakan seleksi untuk menentukan 3 regu putra dan 3 regu putri sebagai wakil Kwarcab pada kegiatan di tingkat Kwarda Jatim. Kegiatan tingkat Kwarda akan  dilaksanakan pada Agustus 2015 bersamaan dengan peringatan Hari Pramuka. Juara satu Putra dan juara satu Putri dan pembinanya akan mendapatkan penghargaan berkemah ke Amerika.

Kegiatan di Kwarcab akan dimulai pada Februari s.d. April 2015 selam dua hari dalam perkemahan. Selama dua hari dalam perkemahan, peserta akan mengikuti berbagai tantangan.

Kegiatan Hari Pertama

Pada hari pertama akan ada 30 medali untuk didapatkan dan diperebutkan, yaitu :

  • Winning Eleven Challenge (11 medali dari 11 tantangan)
  • Tapak Kemah (5 medali)
  • Balls Challenge (4 medali)
  • Golden Scouts Challenge (10 medali)

Pada hari pertama, regu yang berhasil mendapatkan 14 medali akan lolos ke babak Quiz bowl yang akan diadakan di hari kedua.

Winning Eleven Challenge

  • berjumlah 11 tantangan yang bisa diikuti oleh seluruh peserta dalam waktu yang sudah di tentukan,
  • tersedia 11 medali yang bisa didapatkan oleh seluruh peserta.
  • Tantangan ini membutuhkan manajemen waktu, skill, kecepatan serta kerjasama tim yang baik untuk menyelesaikan semua tantangan Winning Eleven.
  • Tantangan ini akan dibuka selama 120 menit sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sebelas  tantangan Winning Eleven adalah tantangan tentang

  1. Dasa Dharma,
  2. Lagu Indonesia Raya,
  3. Pancasila,
  4. PBB,
  5. PPGD (P3K),
  6. Arah Mata Angin,
  7. English Corner,
  8. Musik,
  9. Rambu Lalu Lintas,
  10. Physical Exercise,
  11. Poster On the Spot

Balls Challenge

Pada tantangan ini, peserta diajak bermain dengan menggunakan bola, dimana disini dibutuhkan konsentrasi, kreativitas, keterampilan serta kekompakan regu. Akan ada 4 (empat) tantangan pada Balls Challenge, setiap tantangan bernilai 1 (satu) medali, dimana setiap regu bisa mendapatkan 4 medali bila bisa menyelesaikan setiap tantangan. Tantangan ini akan dibuka selama 120 menit sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Tantangan Balls Challenge terdiri:

  1. Bola Piring,
  2. Bola Keseimbangan,
  3. Bola Paralon,
  4. Bola Lempar

Tent Challenge

Tantangan ini merupakan penilaian tata kemah dan akan lagsung diikuti oleh seluruh peserta regu putra dan regu putri dengan waktu yang sudah ditentukan. Ada 5 macam penilaian pada Tent Challenge, yaitu:

  1. Tata letak
  2. Area tapak kemah
  3. Hiasan Tapak Kemah
  4. Keamanan Tapak Kemah
  5. Makan dan perlengkapan

Golden Scouts Challenge

Tantangan ini memperebutkan 10 medali. Peserta akan bermain dengan pertanyaan benar atau salah dan pilihan ganda yang dibacakan oleh panitia, dimana peserta nantinya mengangkat papan jawaban yang disediakan oleh panitia. Peserta diikuti oleh 2 (dua) orang dari setiap regu, dimana tantangan ini akan diikuti oleh maksimal 84 (delapan puluh empat) regu, waktu tantangan ini 120 menit.

Juara 1 : 3 Medali, Juara 2 : 2 Medali, Juara 3 : 1 Medali, dan bagi yang kalah akan diberikan empat pertanyaan rebutan yang masing-masing pertanyaan bernilai 1 medali untuk setiap regu yang berbeda

 

Kegiatan Hari Kedua

Pada hari kedua, ada dua macam tantangan yaitu WildCard Challenge dan Quiz Bowl

WildCard Challenge

WildCard Challenge adalah tantangan untuk regu yang pada hari pertama mengumpulkan kurang dari 14 medali, dimana tantangan ini para peserta akan memainkan 2 permainan. 1 (satu) regu putra dan 1 (satu) putri terbaik ditantangan ini akan mendapatkan Wild Card untuk lolos ke babak Quiz Bowl

Quiz Bowl

Pada hari kedua regu yang mengumpulkan minimal 14 medali dan pemenang Wild Card Challenge 1 regu putra dan 1 regu putri akan lolos ke babak Quiz Bowl. Quiz Bowl adalah cerdas cermat dan tantangan fisik dengan tema pertanyaan seputar pramuka, pop culture, lifestyle, entertainment, dan mata pelajaran SD kelas 4 dan 5.

Quiz bowl menggunakan sistem gugur dan akan menghasilkan regu terbaik, satu putra dan satu putri. Regu terbaik ini beserta pembinanya akan mendapat penghargaan berkemah di Amerika.

Kepada para pembina dan adik-adik penggalang ramu, selamat berlatih semoga sukses.

Pengertian dan Anggota Karang Taruna


Berdasarkan pedoman Pemberdayaan Karang Taruna (Peraturan  Menteri  Sosial  Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan  Karang  Taruna), pengertian dan  ketentuan usia anggota Karang Taruna dijelaskan sebagai berikut.

Pengertian Karang Taruna

Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana  pengembangan  setiap  anggota  masyarakat  yang  tumbuh  dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat  terutama  generasi muda di wilayah desa  atau  kelurahan atau  nama  lain  yang  sejenis  terutama  bergerak  di  bidang  penyelenggaraan kesejahteraan sosial. (Pasal 1)

Keanggotaan Karang Taruna

  • Keorganisasian  Karang  Taruna  berada  di  desa  atau  kelurahan  atau  nama lain  yang  sejenis  yang  diselenggarakan  secara  otonom  oleh  warga  Karang Taruna setempat. (Pasal 10, Ayat 1)
  • Keanggotaan  Karang  Taruna  menganut  sistem  stelsel  pasif  yang  berarti seluruh  anggota  masyarakat  yang  berusia  13  (tiga  belas)  tahun  sampai dengan 45 (empat puluh lima) tahun dalam lingkungan desa atau kelurahan atau nama lain yang sejenis merupakan warga Karang Taruna. (Pasal 12, Ayat 1)
  • Warga Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai hak dan  kewajiban  yang  sama  tanpa  membedakan  asal  keturunan,  golongan, suku  dan  budaya,  jenis  kelamin,  kedudukan  sosial,  pendirian  politik,  dan agama. (Pasal 12, Ayat 2)

Dokumen untuk diunduh

Permensos 23/2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna

 

 

Daftar Kab/Kota Akuntabilitas Kinerja Baik 2014


Untuk menciptakan  tata kelola pemerintahan yang baik harus berorientasi hasil. Orientasi input yang berfokus pada besaran penyerapan anggaran seperti selama ini harus ditinggalkan.  Kini eranya fokus pada kemaslahatan masyarakat, yaitu upaya untuk menghasilkan output atau outcome yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja  pemerintah kabupaten/kota yang menyampaikan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) dilakukan oleh Kementerian PANRB bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat Provinsi. Hasilya, tahun 2013 hanya dua yang meraih nilai B, tahun ini bertambah menjadi 11 kabupaten /kota yang mendapat B.

Evaluasi ini, dimaksudkan sebagai bentuk reformasi birokrasi untuk mewujudkan aparatur negara yang bersih dan bebas dari KKN, kompeten dan akuntabel serta mampu melayani masyakat.

Evaluasi akuntabilitas kinerja kabupaten kota tahun 2014 dilaksanakan terhadap 462 kabupaten kota dari tahun lalu 424. Nilai rata-rata akuntabilitas kinerja juga mengalami peningkatan, dari tahun lalu 43,82 menjadi  44,90.

Ada 6 kelompok nilai, yakni

  • AA (85 – 100),
  • A (75 – 85),
  • B (65 – 75),
  • CC (50-65),
  • C (30 – 50), dan
  • D ( 0 – 30).

Sebelas kab/kota yang mendapat nila B tahun 2014 ini adalah

  1. Kabupaten Bintan (Kepri),
  2. Kabupaten Karimun (Kepri),
  3. Kota Tanjung Pinang (Kepri),
  4. Kabupaten Muara Enim (Sumsel),
  5. Kota Sukabumi (Jabar),
  6. Kabupaten Bantul (DIY),
  7. Kabupaten Kulon Progo (DIY),
  8. Kota Yogyakarta (DIY),
  9. Kabupaten Sleman (DIY),
  10. Kota Manado (Sulut), dan
  11. Kabupaten Badung (Bali).

Sumber: www.menpan.go.id

Buku SKU Pramuka dan Panduan Ujian


Berikut buku SKU Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega yang siap diunduh dengan mudah. Selain SKU, terdapat buku Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU). Penerbitan buku ini, berdasarkan SK Ketua Kwarnas Nomor 199 Tahun 2011. Adanya buku panduan ini, sangat membantu para Pembina sebagai dasar untuk menguji SKU.

Dokumen unduhan

SKU siaga    Unduh

SKU Siaga Panduan Penyelesaian   Unduh

SKU Penggalang   Unduh

SKU Penggalang Panduan Penyelesaian   Unduh

SKU Penegak   Unduh

SKU Penegak Panduan Penyelesaian   Unduh

SKU Pandega   Unduh

SKU Pandega  Panduan Penyelesaian   Unduh

 

Model Pelaksanaan Ekskul Wajib Kepramukaan


Dalam Kurikulum 2013, pendidikan  kepramukaan  ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan melalui  di lingkungan  sekolah  (intramural)  dan  di  luar sekolah  (ekstramural)  sebagai upaya  memperkuat proses pembentukan  karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur  sesuai dengan nilai dan moral Pancasila. Pendidikan Kepramukaan  dinilai sangat penting.  Melalui pendidikan  kepramukaanakan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan  ekstrakurikuler  pendidikan kepramukaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Model Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan

Model pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dijelaskan  dalam Pasal 3 Permendikbud 63/2014 yaitu dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model : Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

1. Model Blok

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
  3. Untuk kelas I, kelas VII, dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  4. Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
  5. Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
  6. Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina  Pramuka  dan/atau Pembina  Pramuka  serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).

2. Model Aktualisasi

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  3. Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.

3. Model Reguler.

  1. Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka di dalam Gugus Depan.
  2. Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.

 

Prosedur Pelaksanaan

1. Model Blok

  1. Peserta Didik dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok didampingi oleh seorang Pembina Pramuka dan atau Pembantu Pembina.
  2. Pembina Pramuka melaksanakan Kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan.
  3. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran yang bukan Pembina Pramuka membantu pelaksanaan kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan

2. Model Aktualisasi

  1. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran mengidentifikasi muatan-muatan pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di dalam kegiatan Kepramukaan.
  2. Guru menyerahkan hasil identifikasi muatan-muatan pembelajaran kepada Pembina Pramuka untuk dapat diaktualisasikan dalam kegiatan Kepramukaan.
  3. Setelah pelaksanaan kegiatan Kepramukaan, Pembina Pramuka menyampaikan hasil kegiatan kepada Guru kelas/Guru Mata Pelajaran

3. Model Reguler

Pada Permendikbud 63/2014, prosedur pelaksanaan model aktualisasi tidak dijelaskan. Hal ini mungkin karena pola pelaksanaan diserahkan kepada Gugusdepan. ( tunas63 )

Ketentuan Pelaksanaan Ekskul Kepramukaan


Pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Sebagai kegiatan bagian dari implementasi Kuriulum 2013, pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Berdasarkan Permendikbud tersebut, Pendidikan Kepramukaan sebagai  Kegiatan Ekstrakurikuler wajib dilaksanakan pada pendidikan dasar dan menengah dan harus diikuti oleh seluruh peserta didik;

 

Model Pelaksanaan

Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

(a)  Model Blok  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  merupakan  kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan yang  dilaksanakan  setahun sekali  dan diberikan penilaian umum.

(b)  Model Aktualisasi  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  merupakan kegiatan  wajib  dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari didalam kelas yang  dilaksanakan  dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.

(c)  Model Reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan sukarela  berbasis minat  peserta didik  yang dilaksanakan  di  Gugusdepan.

 

Pola, Metode, dan Teknik Pelaksanaan

(a)  Pola Kegiatan  Pendidikan  Kepramukaan  diwujudkan dalam bentuk upacara  (pembukaan dan penutupan) dan  keterampilan  Kepramukaan

(b)  Keterampilan  Kepramukaan  dilaksanakan sebagai  perwujudan komitmen Kepramukaan  dalam bentuk pembiasan dan penguatan sikap dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

(c)  Metode dan teknik dituangkan dalam  bentuk  belajar interaktif dan progresif  disesuaikan dengan kemampuan fisik dan mental peserta didik.

 

Penanggung jawab dan Pelaksana

(1)  Pengelolaan  Pendidikan Kepramukaan  sebagai kegiatan  ekstrakurikuler wajib pada satuan  pendidikan dasar dan menengah  merupakan tanggung jawab kepala sekolah dengan pelaksana pembina pramuka.

(2)  Pembina Pramuka adalah  Guru kelas/Guru  mata  pelajaran  yang telah memperoleh  sertifikat  paling rendah  kursus mahir dasar (KMd)  atau Pembina Pramuka yang bukan  guru kelas/guru mata pelajaran.

(3)  Guru  kelas/guru  mata  pelajaran  yang  melaksanakan  tugas tambahan sebagai Pembina Pramuka dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru  dengan beban kerja paling banyak 2 jam pelajaran  perminggu. (tunas63).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.121 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: