Persyaratan Peserta Jamnas 2021


Jambore Nasional (Jamnas)  ke-11 akan dilaksanakan tanggal 12 – 21 Agustus 2021 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, diikuti pramuka penggalang se Indonesia dan pramuka luar negeri yang diundang.

Jambore merupakan perkemahan besar Penggalang yang dititik beratkan pada kegiatan persaudaraan. Untuk itu, kegiatan jambore bersifat rekreatif, riang gembira, penuh rasa persaudaraan dan berisi kegiatan-kegiatan menarik dan kreatif serta bakti masyarakat dan keagamanaan.

Sasaran jambore adalah menanamkan, memupuk, dan mengembangkan :
1) rasa cinta pada Tuhan Yang Maha Esa untuk memperteguh keyakinan beragama,
2) rasa persahabatan/persaudaraan dan jiwa sosial baik antara sesama Pramuka maupun antara Pramuka dan masyarakat,
3) rasa cinta pada alam, bangsa dan negara, serta mempertebal kepercayaan pada diri sendiri,
4) jiwa patriotisme untuk menggalang kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Jamnas 2021
Sesuai SE Kwarnas Nomor 0088-00-C tanggal 2 Maret 2020, peserta Jambore Nasional adalah para Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan dari negara-negara lain yang diundang.

Jambore Nasional XI Tahun 2021 disingkat Jamnas XI 2021 akan dilaksanakan tanggal 12 – 21 Agustus 2021 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur

Peserta
Utusan Kwarcab: 2 regu Putra dan 2 regu Putri, tiap regu terdiri 8 Pramuka Penggalang.

Syarat Peserta
a) Minimal Penggalang Terap (1 regu minimal 4 orang Pramuka Garuda)
b) Pinru dan Wapinru diutamakan Penggalang Garuda
c) Memiliki minimal 5 TKK wajib dan 5 TKK pilihan.
d) Usia belum 16 tahun saat pelaksanaan Jamnas.
e) Membawa kartu tanda anggota
f) Membawa kartu BPJS kesehatan yang masih berlaku
g) Membawa surat keterangan sehat dari dokter
h) Menyerahkan pasfoto berwarna berseragam Pramuka, ukuran 3×4 = 2 lembar.
i). Fee Peserta sebesar Rp. 1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah)/orang dengan fasilitas Kaos oblong lengan panjang, Topi, Tas/daypack, Slayer, ID Card, Tenda Regu, Tiska, Piagam, Natura, Kegiatan

Pembina Pendamping
Pembina Pendamping berjumlah 4 (empat) orang terdiri dari Pembina Pramuka Mahir Penggalang utusan Kwartir Cabang dengan komposisi 2 (dua) orang Putra dan 2 (dua) orang Putri.

1) Syarat
a) Berusia minimal 26 tahun maksimal 55 tahun
b) Memiliki Surat Hak Bina (SHB) yang masih berlaku
c) Membawa kartu Tanda Anggota
d) Membawa Kartu BPJS kesehatan yang masih berlaku
e) Membawa surat keterangan sehat dari dokter
f) Menyerahkan mandat dari kwarda
g) Menyerahkan pasfoto berwarna berseragam Pramuka ukuran 3×4, sebanyak 2 (dua) lembar.
h) Membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan.
2) Fee Pembina Pendamping sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)/orang untuk kelengkapan yang diperoleh sebagai berikut : Kaos oblong lengan panjang, Topi, Tas/daypack, Slayer, ID Card, Tenda Dome, Piagam, Natura, Kegiatan, badge kegiatan.

Peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK)
PBK merupakan Utusan Kwartir Daerah
Tiap Kwarda, 2 regu PBK Putra dan 2 (dua) regu PBK Putri ( tiap 6 orang) terdiri dari penyandang cacat yang berbeda (tunanetra (A), tunarunggu (B), tunagrahita (C), tunadaksa (D)).

Syarat (PBK)
a) Minimal Penggalang Rakit
b) Memiliki minimal 5 TKK wajib dan 5 TKK pilihan.
c) Membawa kartu tanda anggota
d) Membawa kartu BPJS kesehatan yang masih berlaku
e) Membawa surat keterangan sehat dari dokter
f) Menyerahkan pasfoto berwarna berseragam Pramuka, ukuran 3×4, sebanyak 2 (dua) lemb
g) Fee Peserta PBK Rp. 1.200.000/orang untuk fasilitas Kaos oblong lengan panjang, Topi, Tas/daypack, Slayer, ID Card, Tenda Regu, Tiska, Piagam, Natura, Kegiatan

Pembina Pendamping Pramuka Berkebutuhan Khusus
Pembina Pendamping berjumlah 4 (empat) orang terdiri dari Pembina Pramuka Mahir Penggalang utusan Kwartir Cabang dengan komposisi 2 (dua) orang Putra dan 2 (dua) orang Putri.
Syarat
a) Berusia minimal 26 tahun maksimal 55 tahun
b) Memiliki Surat Hak Bina (SHB) yang masih berlaku
c) Membawa kartu Tanda Anggota
d) Membawa Kartu BPJS kesehatan yang masih berlaku
e) Membawa surat keterangan sehat dari dokter
f) Menyerahkan mandat dari kwarda
g) Menyerahkan pasfoto berwarna berseragam Pramuka ukuran 3×4, sebanyak 2 (dua) lembar.
h) Membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan.
i) Fee Pembina Pendamping sebesar Rp. 1.500.000,- Fasilitas: Kaos oblong lengan panjang, Topi, Tas/daypack, Slayer, ID Card, Tenda Dome, Piagam, Natura, Kegiatan, Badge Kegiatan

Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab)
Andalan Cabang dan/unsur Kwarcab: 1 Putra dan 1 Putri.

Syarat Pinkoncab
a) Menyerahkan fotokopi Kartu BPJS Kesehatan yang masih berlaku
b) Menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Anggota
c) Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter
d) Menyerahkan mandat dari kwarda
e) Menyerahkan pasfoto berwarna berseragam Pramuka ukuran 3×4, sebanyak 2 (dua) lembar.
f) Membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan.

Biaya dan Fasilitas
Fee Pinkoncab sebesar Rp. 1.935.000/orang. Fasilitas: Kaos oblong lengan panjang, Topi, Tas/daypack, Slayer, ID Card, Tenda Dome, Piagam, Konsumsi, Kegiatan, Badge Kegiatan

Tim Kontingen Daerah
Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) berjumlah 5 orang harus terdiri dari 3 (tiga) orang putra dan 2 (dua) orang putri: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan 2 orang anggota.

Staff Kontingen berjumlah 6 (enam) orang terdiri dari 1 (satu) orang dokter kontingen, 2 (dua) orang petugas pameran dan 3 (tiga) orang kegiatan budaya.

Syarat Pinkonda dan Staff
a) Membawa Kartu Tanda Anggota
b) Membawa Kartu BPJS Kesehatan yang masih berlaku
c) Membawa surat keterangan sehat dari dokter
d) Menyerahkan mandat dari kwarda
e) Menyerahkan pasfoto berwarna berseragam Pramuka ukuran 3×4, sebanyak 2 (dua) lembar.
f) Membawa perlengkapan perkemahan
g) Membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan.

Biaya dan Fasilitas
Fee Pinkonda sebesar Rp. 1.935.000/orang Fasilitas: Kaos oblong lengan panjang, Topi, Tas/daypack, Slayer, ID Card, Akomodasi, Piagam, Konsumsi, Kegiatan, Badge Kegiatan

Selamat menyiapkan diri untuk bertemu di Jamnas 2021 menguatkan persaudaraan: Satu Pramuka untuk Satu Indonesia.

Dokumen untuk diunduh

#Jamnas2021 #JamnasXI2021 #Jamnas #JamboreNasional #GerakanPramuka #Kwarnas #KwarcabKediri #KwardaJatim

Gratis, Buku Husein Mutahar dalam Pengabdian dan Karyanya


Sejarah H MutaharH. Mutahar adalah penyelamat Bendera Pusaka, pendiri Paskibraka, pencipta lagu Syukur dan Himne Satya Darma Pramuka.

H. Mutahar tokoh Pandu Rakyat Indonesia dan berjasa dalam penyatuan pandu menjadi Gerakan Pramuka. Ia pernah menjabat Menteri dan Duta Besar. H. Mutahar dalah seorang Mayor TNI AD, komponis, menguasai 8 bahasa asing.

Buku berikut dilengkapi dengan lagu-lagu monomental karyanya, diterbitkan Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, November 2019.

Untuk mengunduh buku PDF silakan klik di sini.

Sejarah H. Mutahar


Husein Mutahar atau dikenal dengan H. Mutahar pencipta adalah lagu Syukur, Himne Satya Darma Pramuka, dan lagu nasional lainnya. Beliau lahir pada 5 Agustus 1916, di Semarang dan meninggal di Jakarta9 Juni 2004 (pada umur 87 tahun) di makamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta.

Ia memperdalam pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947. setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938).

Pada 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Jogjakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Jogjakarta (1947). Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973).[4] . Jabatan terakhirnya adalah sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).

Husein Mutahar memiliki kecakapan dalam berbahasa dan menguasai 8 bahasa selain Bahasa Indonesia yaitu bahasa Jawa, Melayu, Arab, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, dan Spanyol.

H. Mutahar adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya. Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari KemerdekaanRI.

Sebagai salah seorang ajudan Presiden, Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946. Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.

Pada tahun 1967, sebagai Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka. Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pegetahuan lebih luas tentang perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa, kemerdekaan, dan kepanduan atau Gerakan Pramuka dapat dibaca pada buku gratis berikut.

Buku Gratis

Buku gratis yang dimaksud ini adalah terbitan Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengisahkan biografi H. Mutahar  termasuk jasa pengabdian bagi bangsa dan karyanya yang monomental.

Buku dengan judul Husein Mutahar, Pengabdian dan Karyanya, diterbitkan pada November 2019, berisi perjalanan hidup H. Mutahar yang berjasa besar bagi perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, antara laian:  kisah sebagai Pandu Sejati, jejak langkah, penyelamat Bendera Pusaka (hlm. 8),  Bapak Pengerek Bendera Pusaka,  Husein Mutahar dan Sukarno, Husein Mutahar dan Suharto, pengabdian dari Kepanduan hingga Pramuka, dan kisah akhir Hayat Sang Maestro.

Dokumen untuk Diunduh:

Link 1 : Buku Husein Mutahar, Pengabdian dan Karyanya. 

Link 2 (alternatif) : Buku Husein Mutahar, Pengabdian dan Karyanya

Unduh Buku SKU dan Pedoman Pengujiannya


Ini Buku wajib bagi Pembina Pramuka. Pengujian yang tepat akan mencetak pramuka memiliki karakter sebagaimna tujuan Gerakan Pramuka. Oleh karena itu, pengujian SKU harus memperhatikan panduan agar pelaksanaan berlangsung sesuai petunjuk.

images (3)

 

Untuk mengunduh dokumen silakan klik tautan berikut:

Buku SKU Siaga dan Buku Panduan Penyelesaian SKU Siaga

Buku SKU Penggalang dan Buku Panduan Penyelesaian SKU Penggalang

Buku SKU Penegak dan Buku Panduan Penyelesaian SKU Penegak

Buku SKU Pandega dan Buku Panduan Penyelesaian SKU Pandega 

Semoga bermanfaat!

Buku SKU Pandega dan Panduan Pengujiannya


Berikut buku SKU Pandega dan panduan bagi pembina berupa Panduan Penyelesaian atau pedoman untuk menguji SKU Pandega secara lengkap.

Dokumen untuk diunduh (silakan klik gambar):

Buku SKU Pramuka Golongan Penegak

Buku SKU Pramuka Golongan Penegak

Panduan SKU Pandega

Buku SKU Penegak dan Panduan Pengujiannya


Berikut buku SKU Penegak dan panduan bagi pembina berupa Panduan Penyelesaian atau pedoman untuk menguji SKU Penegak secara lengkap: Penegak Bantara dan Laksana.

Dokumen untuk diunduh (silakan klik gambar):

Buku SKU Pramuka Golongan Penegak

Buku SKU Pramuka Golongan Penegak

Panduan SKU Penegak

 

 

Buku SKU Penggalang dan Panduan Pengujiannya


Berikut buku SKU Penggalang dan panduan bagi pembina berupa Panduan Penyelesaian atau pedoman untuk menguji SKU Siaga secara lengkap: Penggalang Ramu, Rakit, dan terap.

Dokumen untuk diunduh (silakan klik gambar):

SKU Penggalang      Panduan SKU Penggalang

Buku SKU Siaga dan Panduan Pengujiannya


Berikut buku SKU Siaga dan panduan bagi pembina berupa Panduan Penyelesaian atau pedoman untuk menguji SKU Siaga secara lengkap.

Dokumen untuk diunduh (silakan klik gambar):

SKU Siaga    Panduan SKU Siaga

 

Metode Belajar Interaktif dan Progresif


Pelaksanaan pendidikan kepramukaan, sesuai dengan petunjuk, menggunakan metode belajar yang dinamakan interaktif dan progresif.

Simak video ini untuk memahami metode belajar interaktif dan progresif.

Landasan Utama Pendidikan Kepramukaan


Setiap aktivitas kepramukaan, apa pun bentuknya, harus didasrkan pada landasan utama. Dengan menerapkan tiga landasan utama maka pendidikan kepramukaan tidak salah arah.

Video Cara Memakai Setangan Leher yang Benar


Panduan praktis, asyik disimak dan juga untuk media tutorial dalam pertemuan.

Pedoman Hari Sumpah Pemuda 2019


Berikut buku pedoman peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019. Buku berisi petunjuk kegiatan, tema Hari Sumpah Pemuda 2019, juga logo Hari Sumpah Pemuda 2019.

Unduh Pedoman Hari Sumpah Pemuda 2019

Sambutan Ka Kwarnas Hari Pramuka 2019


Berikut pidato sambutan Ketua Kartir Nasional Gerakan Pramuka pada Upacara Bendera memeringati Hari Pramuka Ke-58 Tahun 2019.

File dapat diunduh di sini

 

11 Salah Kaprah pada Pramuka


pramuka_pancasila_NKRI_kwarcab kediri-kwarda jatimBanyak yang gagal paham tentang pengertian Pramuka dan Gerakan Pramuka. Juga, Kursus Mahir Dasar, Mars Pramuka, Himne Pramuka. Berikut 11 salah kaprah yang berhasil saya himpun.

1. HUT Pramuka
Berdasar Keputusan Munas Gerakan Pramuka Nomor 11 Tahun 2013 tentang AD dan ART Gerakan Pramuka disebutkan pada Pasal 1 ayat (5) Hari Pramuka tanggal 14 Agustus.
Jadi, yang benar, adalah Hari Pramuka. Dalam Gerakan Pramuka tidak dikenal Hari Ulang Tahun Pramuka” juga tidak dikenal istilah “Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.”

2. Ketua Regu
Penyebutan Ketua Barung, ketua Regu, Ketua Sangga adalah salah kaprah. Dalam berbagai peraturan pada Gerakan Pramuka, penyebutan yang benar adalah Pemimpin Barung, Pemimpin Regu, Pemimpin Sangga. Kalu ada ketua memberi makna yang lain adalah anak buah tetapi dengan kedudukan Pemimpin, antara pemimpin dan lainnya memiliki derajat sama dalam hal belajar dan berlatih. Maka, Pemimpin Regu perlu bergantian.

3. Tingkatan Pramuka
Salah kaprah ini muncul biasanya untuk maksud menyebut Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega (peserta didik). Dalam GP, peserta didik S/G/T/D itu namanya golongan yang diadasarkan pada usia: Siaga 7-10 tahun, Penggalang 11-15 tahun, Penegak 16-20 tahun, Pandega 21-25 tahun. Maka, yang benar adalah Golongan Siaga, Golongan Penggalang, Golongan Penegak, Golongan Pandega.

4. Himne pramuka
Himne yang biasa kita nyanyikan dengan judul Satya Darma Pramuka ini adalah himne untuk organisasi (Gerakan Pramuka) bukan untuk pramuka (anggota GP).
AD dan ART GP 2013, Pasal 51 ayat (1) menyebutkan Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar.
Maka ada tiga istilah yang benar (a) Himne Gerakan Pramuka (b) Himne Satya Darma Pramuka, dan (c) Lagu Satya Darma Pramuka.

5. Mars Pramuka
Sama halnya dengan Himne Gerakan Pramuka, salah kaprah juga terjadi dengan menyebut Mars Pramuka.
Pada AD dan ART GP 2013, Pasal 51 ayat (2) menyebutkan Mars Gerakan Pramuka adalah lagu Jayalah Pramuka yang diciptakan oleh Munatsir Amin.
Maka ada tiga istilah yang benar (a) Mars Gerakan Pramuka (b) Mars Jayalah Pramuka atau (c) Lagu Jayalah Pramuka.

6. Hari Tunas
Salah kaprah ini terjadi untuk menyebut Hari Tunas Gerakan Pramuka yang jatuh tanggal 9 Maret. Makna tunas dengan tunas gerakan pramuka berbeda.
Tunas itu memiliki arti umbuhan muda yang baru timbul atau bakal cabang (ranting) yang baru mulai tumbuh. Sedangkan tunas gerakan pramuka, memuat nilai anak atau pemuda sebagai generasi bangsa yang dilahirkan oleh Gerakan Pramuka. Ia memiliki satya dan darma selaku warga negara dan warga masyarakat untuk berkarya bagi bagsa. Maka, istilah yang benar adalah Hari Tunas Gerakan Pramuka bukan Hari Tunas.

7. Kursus Mahir Dasar
Gerakan Pramuka mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota muda (peserta didik) maupun anggota dewasa dewasa.
Salah satu anggota dewasa adalah Pembina Pramuka yang bertugas melakukan proses pembinaan dan pendidikan kepramukaan bagi anggota muda. Untuk meningkatkan kualitas Pembina Pramuka, Gerakan Pramuka menyelenggarakan kursus bagi pembina pramuka. Ada dua tingkatan dalam kursus ini yaitu tingkat dasar dan tingkat lanjutan.
Maka istilah yang benar adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Setelah mengikuti KMD atau KML, peserta mendapatkan ijazah sebagai pengakuan formal kemahiran.

8. Anggota Pramuka dan Gerakan Pramuka
UU 12/2010 tentang Gerakan Pramuka, Pasal 1 menyebutkan ayat (1) Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan; ayat (2). Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
Nah, jadi jelas, yang memiliki anggota itu adalah organisasi. Organisasi bagi pramuka adalah Gerakan Pramuka maka istilah yang benar adalah Anggota Gerakan Pramuka.
Biasanya munculnya istilah itu seperti dalam kalimat berikut: Kita sebagai anggota pramuka … . Kalimat ini perlu diperbaiki menjadi (a) Kita sebagai Pramuka … atau (b) Kita sebagai anggota Gerakan Pramuka . . . .

9. Mengheningkan cipta mengenang arwah pahlalawan
Di dalam upacara bendera atau upacara selain upacara bendera sering ada kegiatan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara. Pembina Upacara ada yang memberi kalimat pengantar ada juga yang tanpa kalimat pengantar.
Nah kalimat pengantar yang sering kita dengar seperti berikut: Untuk mengenang arwah pahlawan yangtelah gugur mendahului kita, mengheningkan cipta…mulai.
Mengenag itu bermakna “membangkitkan kembali dalam ingatan; mengingat-ingat; membayangkan” sesuatu yang pernah terjadi. Dalam hal mengheningkan cipta pada upacara, mengheningkan cipta memiliki maksud “membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, peran serta, pengorbanan seseorang” bukan “membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, peran serta, pengorbanan arwah.”
Jadi, kalimat pengantar harus kita perbaiki menjadi “ Untuk mengenang jasa …” bukan untuk mengenang arwah…”

10. Persiapan pasukan
Istilah dalam Gerakan Pramuka semuanya memiliki maksud dan tujuan serta nilai sejarah perjuangan bangsa. Isitilah Pasukan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk menyebut kelompok besar pramuka penggalang yang terdiri dari empat regu. Pada saat upacara kepramukaan dengan peserta anggota muda GP (S, G,T,D) dan anggota dewasa GP maka penggunaan istilah “pasukan” tidaklah tepat karena selain ada pasukan, juga ada perindukan, Ambalan, Racana, dan barisan orang dewasa.
Jadi istilah yang tepat adalah “persiapan barisan”

11. Badan Eksekutif Pasukan Penggalang
Salah kaprah yang terakhir ini bahwa istilah Badan Eksekutif Pasukan Penggalang tidak dikenal dalam Gerakan Pramuka. Sepertinya, Badan ini dibentuk dengan tugas mirip seperti tugas Dewan Penggalang.
Dewan Penggalang merupakan wadah untuk pendidikan kepemimpinan dalam pasukan Pramuka Penggalang atau disebut secara singkat Dewan Penggalang, atau Dewan Galang. Anggota Dewan Galang adalah pemimpin regu, wakil pemimpin regu, pemimpin regu utama, pembina pramuka penggalang, dan pembantu pembina pramuka penggalang.

Salah kaprah yang luar biasa parah adalah jika dalam pasukan ada Badan Eksekutif Pasukan Penggalang dan ada Dewan Galang, bagaimana tugas pokok fungsi (tupoksi) keduanya?
Tapi, jika dalam pasukan penggalang itu hanya ada Badan Eksekutif Pasukan Penggalang dan tidak ada Dewan Galang maka salah kaprah ini mudah diatasi yakni dengan jalan mengubah nama menjadi Dewan Galang dan tupoksinya mengikuti petunjuk yang ada dalam Gerakan Pramuka.

Yang perlu kita perhatikan adalah Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup (UU 12/2010, Pasal 4).
Kesimpulannya, tidak perlu ada “Badan Eksekutif Pasukan Penggalang” karena tidak ada dasar petunjuk dalam Gerakan Pramuka.Bahkan untuk meningkatkan nilai kepemimpinan dan kesadaran akan rasa tanggung jawab, sudah petunjuk perlu adanya Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang.
Mari kita jalankan tugas pendidikan kepramukaan sesuai dengan petunjuk penyelenggaraan yang ada.

Salam semangat bakti : Mari biasakan yang benar bukan tidak membenarkan yang biasa. Pramuka Perekat NKRI

Salam Pramuka!

#kwarnasGerakanPramuka
#pusdiklanasGerakanPramuka
#kwardajatim
#kwarcabkediri

Jangan Bilang Bangga Menjadi Anggota Pramuka!


bangga pramukaJika Anda seorang pramuka,  jangan bilang bangga menjadi “anggota pramuka”. Tulisan singkat ini bukan tentang kecakapan dan keterampilan melainkan masalah bahasa.

Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka (UU 12/2010, Pasa 1 ayat 2). Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan (UU 12/2010, Pasa 1 ayat 1).

Berdasarkan pengertian pada pasal di atas,”pramuka” merupakan “pribadi” dan Gerakan Pramuka adalah “organisasi”. Maka, pramuka adalah anggota gerakan pramuka bukan pramuka sebagai anggota pramuka. Kalau saya seorang guru tentu lucu kalau berkata, “Saya anggota guru”. Seharusnya, saya (guru) adalah anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
Maka . . .ungkapan yang benar untuk maksud judul tulisan ini, jangan bilang “bangga menjadi anggota pramuka” tetapi “bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka”.

Salah
. . . anggota pramuka.

Benar
(a) … anggota Gerakan Pramuka
(b) Sebagai Pramuka, …
(c) Saya adalah Pramuka …
(d) Seorang pramuka itu …

Berbahasa itu ada tertib/norma yang harus dipatuhi. Bahasa merupakan budaya maka disiplin berbahasa itu menunjukkan budaya disiplin kita. Sebagai budaya, disiplin berbahasa akan mengalami nasib yang sama dengan disiplin kerja.

Seorang pramuka harus mengamalkan “disiplin” sebagaima Darma Pramuka. Bahasa (Indonesia) merupakan alat pemersatu (bangsa) maka menggunakan bahasa dengan baik dan benar menjadi kewajiban “patriot yang sopan dan kesatria” untuk menguatkan jiwa Pramuka Perekat NKRI.

%d blogger menyukai ini: