Juknis KPN 2018


lebakharjo-KPN-desa pramuka

Kantor Kepala Desa Lebakharjo berwajah Desa Pramuka

#KakJokowiHadiriKPN2018

Karang Pamitran Nasional (KPN) 2018 akan dilaksanakan di Desa Lebakharjo Kec. Ampelgading Kab. Malang Jawa Timur pada 13 s.d. 19 Agustus 2018.

Berikut juknis KPN yang memuat informasi mulai dari registrasi atau kedatangan peserta, transportasi, tempat inap, jenis kegiatan, dll.

Download:  Juknis KPN 2018 Untuk Juklak KPN 2018 dapat diunduh di sini. Lihat juga Tema, Logo, dan Semboyan KPN 2018

Iklan

Tanda Mahir Pembina Pramuka dan Pelatih


THB-THLKwarnas Gerakan Pramuka telah menerbitkan SK Nomor 047 Tahun 2018 tentang Pedoman Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka. Keputusan ini, mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan yaitu 10 April 2018.

Maksud dan Tujuan
Pedoman Anggota Dewasa (Angsa) dibuat dengan maksud memberikan arah bagi Kwartir, Gugusdepan, Satuan serta pribadi anggota dewasa agar lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.
Sedangkan tujuan Pedoman Angsa adalah (1) Memberikan pedoman bagi Kwartir dan Satuan dalam mengelola dan mengembangkan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. (2) Menjelaskan siklus kesinambungan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka (3) Menjadi buku pegangan yang terintegrasi dan komprehensif bagi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.

Hal baru yang selama ini belum diatur adalah penggunaan tanda khusus bagi pembina pramuka dan pelatih pembina pramuka, yaitu:

A. Pembina
1. Surat Hak Bina (SHB) dan Tanda Hak Bina (THB). SHB dan THB diterbitkan oleh Kwarcab dan berlaku selama 3 (tiga) tahun.
2. Tanda Kualifikasi Pembina. Tanda kualifikasi pembina satuan berbentuk badge dengan ukuran 5 x 3 cm dengan dasar warna sesuai kemahirannya dan bertuliskan PEMBINA. Tanda Kecakapan pembina dipasang di lengan kiri bawah pada seragam pramuka.
Makna Badge.
Warna Ungu menunjukkan warna Anggota Dewasa
Warna Hijau menunjukkan warna Golongan Siaga
Warna Merah menunjukkan warna Golongan Penggalang
Warna Kunin menunjukkan warna Golongan Penegak
Warna Coklat menunjukkan warna Golongan Pandega
Lambang Pelatihan Anggota Dewasa
Tulisan Pembina menyatakan kualifikasi pembina satuan
3. Pita mahir dan selendang mahir tetap dipakai sebagaimana ketentuan selama ini.

B. Pelatih Pembina Pramuka
1. Surat Hak Latih (SHL) dan Tanda Hak Latih (THL). SHL dan THL diterbitkan oleh Kwarcab dan berlaku selama 3 (tiga) tahun.
2. Tanda Kualifikasi Pelatih Pembina Pramuka. Tanda kualifikasi Pelatih berbentuk Badge dengan ukuran 5 x 3 cm dengan dasar warna ungu tua dan tulisan PELATIH warna perak untuk Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar dan warna emas untuk Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan.

THBTHL

SK Kwarnas 047/2018 dapat diunduh melalui tautan berikut
https://drive.google.com/…/1wgZlEqdbKPg3OKUJ4tiCquXIs…/view…

Devi Novita Sari Pramuka Penegak Kediri ke Korea Selatan


Devi Novita Sari bersama Kak Ichsan Pengurus Kwarcab Kediri (kiri) dan Kak AR Purmadi Waka Kwarda Jatim

DEVI NOVITA SARI pramuka penegak dari Pangkalan Gugus Depan SMAN 2 Pare Kab. Kediri mendapatkan kesempatan studi banding ke Korea Selatan.

Kesempatan berkunjung ke Korea Selatan diperoleh Devi Novita Sari sebagai hadiah atas prestasi yang diraih  dalam Festival Wirakarya Kampung Kelir tahun 2017 yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Devi Novita Sari bersama Kak Ichsan

Festival yang diselenggarakan atas kerja sama Kwarda Jatim dan Jawa Pos ini diikuti 11.000 penegak di Jatim yang terbagi dalam 11 zona. Dari 11 zona ini, terpilih 22 putra dan 22 putri terbaik untuk mengikuti putaran final tingkat Kwarda Jatim.

Pada putaran final, panitia menentukan 8 putra dan 8 putri terbaik yang berhak mendapatkan hadiah studi banding ke Korea Selatan tanggal 12 – 18 Oktober 2017.

Devi bersama 15 temannya dilepas oleh Kwarda Jatim dalam suatu upacara tanggal 11 Oktober kemudian tanggal 12 Oktober terbang ke Korea Selatan melalui bandara Juanda Surabaya.

Sambutan HUT Pramuka 2017


Berikut naskah sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka Ke-56.  Hari Pramuka Ke-56 tahun 2017 ini memilih tema Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang terbaik bagi Bangsa.

Dokumen untuk diunduh:

Sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka 2017

12 April, Hari Lahir Bapak Pramuka Indonesia


Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha disatukan dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwana IX memiliki peran penting di dalamnya. Presiden RI saat itu, Sukarno, berulang kali berkonsutasi dengan Sri Sultan tentang penyatuan organisasi kepanduan, pendirian Gerakan Pramuka, dan pengembangannya.

Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Sukarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).

Sri Sultan bahkan menjabat sebagai Ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut, yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Sehingga selain menjadi Ketua Kwarnas yang pertama kali, Hamengkubuwana IX pun menjadi Ketua Kwarnas terlama kedua, yang menjabat selama 13 tahun (4 periode) setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 15 tahun (3 periode).

Keberhasilan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dalam membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan”, mendapat pujian bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Dia bahkan akhirnya mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada tahun 1973. Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Atas jasa tersebutlah, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

 (Sumber; foto dan ulasan dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_IX)

Peraturan Setangan Leher Pramuka


hasduk_lampiran-skHasduk pramuka dipakai dengan dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm)  sehingga  warna  merah  putih  tampak  dengan  jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.

Sesuai SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka, sasaran petunjuk adalah (a).  Terwujudnya  pemakaian  Pakaian  Seragam  Pramuka  secara benar; (b).  Terciptanya ketertiban dan keindahan; (c).  Terciptanya rasa bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka.

Dijelaskan dalam Bab III, pakaian seragam Pramuka terdiri dari (a).  Tutup Kepala, (b).  Baju Pramuka, (c).  Rok/ Celana, (d).  Setangan Leher, (e).  Ikat Pinggang, (f).  Kaos Kaki, (g).  Sepatu, dan (h).  Tanda Pengenal.

Mengenai ketentuan setangan leher, secara umum untuk putra dan putri adalah sama. Perbedaan yang ada adalah pada ukuran panjang disesuaikan dengan golongan.

Peraturan tentang Setangan Leher Pramuka sesuai SK Kwarnas 174/2012

  1. dibuat dari bahan warna merah dan putih.
  2. berbentuk segitiga sama kaki: (a)  sisi  panjang  ……  cm  dengan  sudut  bawah 90º (panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang), (b)  bahan  dasar  warna  putih  dengan  lis  warna  merah selebar 5 cm.
  3. setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm)  sehingga  warna  merah  putih  tampak  dengan  jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
  4. dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
  5. dikenakan di bawah kerah baju.

Ketentuan Ukuran Panjang Setangan Leher

  • Siaga : 90  cm
  • Penggalang : 100-120  cm
  • Penegak/Pandega : 120-130  cm
  • Pembina Pramuka : 120-130  cm
  • Andalan dan Mabi : 120-130  cm

Ukuran panjang ini masih dilengkapi dengan petunjuk yang fleksibel yakni panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang.

hasduk-salah seragam-sesuai-pp

%d blogger menyukai ini: