Daftar Sekolah Jatim Pelaksana Kurikulum 2013


Sebanyak 1.053 SD/SMP/SMA/SMK di Kab/Kota Jawa Timur dipilih sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Pada tahap awal (tahun pelajaran 2013/2014) ini, Kurikulum 2013 akan diterapkan pada kelas I dan IV untuk SD, kelas 7 untuk SMP, dan kelas 10 bagi SMA dan SMK. Khusus jenjang Dikdas (SD dan SMP) ditambah  mata pelajaran Agama.

Jumlah sekolah menurut jenjang sebagai sekolah sasaran pelaksana Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 adalah:

  • SD = 469
  • SMP = 222
  • SMA = 212
  • SMK = 150

Untuk melihat nama sekolah pelaksana Kurikulum 2013, silakan unduh dokumen dengan klik tautan berikut.

SD Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMP Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMA Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMK Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

Dokumen tersimpan pada situs tusfile, berikut ikon link download dokumen.

ikon download tusfile

Petunjuk Laporan BOS Online


Petunjuk sederhana penggunaan dana BOS online berikut untuk 13 komponen sebagaimana juknis penggunaan dan BOS.

Langkah-langkah pemasukan laporan penggunaan dana BOS

  1. Masuk ke web www.bos.kemdikbud.go.id
  2. Di layar ada kotak isian untuk memasukkan kode registrasi sekolah dan password (NPSN). Bacalah petunjuk pengisiannya. Jika tdk mengetahui kode regristrasi, tanyakan pada dinas pendidikan kab/kota setempat, ke petugas dapodik
  3. Setelah berhasil, tekanlah tombol “Ubah” kemudian masukkanlah data penggunaan dana BOS menurut 13 komponen
  4. Setelah selesai mengisi data tekan tombol “Simpan”. Data tsb akan terekam di sistem pelaporan.
  5. Untuk keluar dari menu pemasukan data tekanlah “Log out”

Bantuan

Jika terjadi masalah silahkan email ke: pelaporan.BOS@gmail.com dengan menyebutkan

  • nama sekolah,
  • nomor registrasi dan
  • npsn

Sumber: http://bos.kemdiknas.go.id/

Tim Khusus untuk Tuntaskan Honorer


Mendikbud akan membentuk tim khusus bersama PGRI untuk mengatasi masalah honorer. Rencana ini disampaikan Mendikbud Moh. Nuh pada acara audensi dengan PGRI tanggal 1 Mei 2013 di ruang rapat Gedung A lantai 2 Kemdikbud, Jakarta.

Menanggapi aspirasi seorang guru mengenai status guru honorer yang masih banyak di daerah-daerah, Mendikbud memutuskan untuk membentuk tim khusus yang akan bekerja sama mengatasi permasalahan status guru honorer. Tim tersebut terdiri dari perwakilan Kemdikbud, dan perwakilan dari PGRI. Perwakilan dari Kemdikbud akan dikoordinir Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan, Syawal Gultom, sedangkan perwakilan dari PGRI dikoordinir Ketua PGRI, Sulistiyo.

“Kalau perlu SK, akan di-SK-kan sehingga memiliki kekuatan hukum,” ujar Mendikbub. Dibentuknya tim khusus ini supaya permasalahan mengenai status guru honorer bisa cepat selesai. Mendikbud menambahkan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, juga memiliki semangat yang sama mengenai penyelesaian status guru honorer. (Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1296)

Rencana kebijakan ini jelas sebagai berita gembira bagi para pendidik honorer yang belum masuk K-2. Semangat pengabdian tenaga honorer layak untuk diapresiasi. Banyak tenaga honorer yang memiliki semangat keihklasan yang luar biasa, tentu juga ada yang bekerja tidak tulus.

Walaupun masih wacana, kita berharap, semoga rencana itu segera diwujudkan. Untuk ini, menurut saya, tenaga honorer dan PGRI perlu ada upaya positif :

  1. Tenaga honorer. Tenaga honorer perlu memiliki kualifikasi sesuai standar, yakni memiliki ijazah yang relevan dengan bidang tugas yang diampu. 
  2. PGRI. Sebagai organisasi para guru, perlu terus melakukan pendekatan kepada Mendikbud dan mendesak untuk sesegera mungkin mewujudkan pembentukn tim khusus secara legal, yakni ditetapkan dalam produk hukum (SK). Di sisi yang lain, PGRI juga harus meningkatkan para anggotanya sehingga memiliki kompetensi dan profesionalitas.

Semangat terus rekan honorer, maju terus PGRI!

Sasaran Belanja BOS 2013


Sesuai Permendikbud 76 Tahun 2012 tentang Juknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana BOS Tahun 2013, sasaran belanja harus sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Berikut jenis target anggaran per komponen SNP sebagaimana Form BOS K-7 Lampiran Junkis BOS 2013.

Jenis Kegiatan sesuai 8 Standar Nasional Pendidikan

 
1 Pengembangan Kompetensi Lulusan

1.1 Penyusunan Kompetensi Ketuntasan Minimal

1.2 Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas

1.3 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kecamatan

1.4 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kab/Kota

1….. ……….. dst

 

6 Pengembangan standar pengelolaan

6.1 Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah

6.1.1 Penyusunan Visi dan Misi

6.1.2 Penyusunan Profil Sekolah

6.1…. ……….. dst

6.2 Kegiatan Pengelolaan Perkantoran

6.2.1 Penyusunan Program Ketatausahaan

6.2.2 Pengadaan sarana Pendukung Perkantoran

6.2…. ……….. dst

6.3 Kegiatan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi

6.3.1 Penyusunan Program Supervisi, Monitoring dan Evaluasi

6.3.2 Supervisi Akademik

6.3…. ……….. dst

6.4 Kegiatan Hubungan Masyarakat

6.4.1 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen

6.4.2 Penyusunan Leaflet

6.4….. ……….. dst

 
2 Pengembangan standar isi

2.1 Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran

2.2 Penyusunan Program Tahunan

2.3 Penyusunan Program Semester

2.4 Penyusunan Silabus

2….. ……….. dst

 
3 Pengembangan standar proses

3.1 Kegiatan Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar :

3.1.1 Pengadaan Sarana Penunjang KBM (ATK KBM)

3.1.2 Pengadaan Alat Pembelajaran (seluruh mapel termasuk OR)

3.1….. ……….. dst.

3.2 Program Kesiswaan :

3.2.1 Penyusunan Program Kesiswaan

3.2.2 Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)

3.2…. ……….. dst

3.3 Program Ekstrakurikuler

3.3.1 Penyusunan Program Ekstrakurikuler

3.3.2 Pelaksanaan Ekstrakuriler Kepramukaan

3.3….. ……….. dst

 

7 Pengembangan standar pembiayaan

7.1 Kegiatan Rumah Tangga Sekolah, Daya dan Jasa

7.1.1 Konsumsi Guru / Pegawai

7.1.2 Konsumsi Tamu

7.1….. ……….. dst

 

 
8 Pengembangan dan implementasi sistem penilaian

8.1 Penyusunan kisi-kisi :

8.1.1 Ulangan Harian

8.1.2 Ulangan Tengah Semester

8.1.3 Ulangan Akhir Semester

8.1….. ……….. dst

8.2 Penyusunan Soal

8.2.1 Ulangan Harian

8.2.2 Ulangan Tengah Semester

8.2.3 Ulangan Akhir Semester

8.2…. ……….. dst

8.3 Pelaksanaan penilaian

8.3.1 Ulangan Harian

8.3.2 Ulangan Tengah Semester

8.3.3 Ulangan Akhir Semester

8.3.4 Ulangan Kenaikan Kelas

8.3…. ……….. dst

8.4 Tindak lanjut hasil Penilaian

8.4.1 Analisis

8.4.2 Remedial

8.4.3 Pengayaan

8.5 Penilaian lainnya

8.5.1 Portofolio

8.5.2 Proyek

8.5.3 Penugasan

8.5.4 ……….. dst

8.6 Inovasi Model Penilaian

8.6.1 Workshop

8.6.2 IHT

8.6.3 Pelatihan

8.6.4 Study banding

8.6.5 ……….. dst

4 Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

4.1 Pembinaan Guru di Gugus :

4.1.1 Peningkatan Kualitas Guru Kelas, Mata Pelajaran

4.1.2 Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah

4.1…. ……….. dst

4.2 Pembinaan Tenaga Kependidikan :

4.2.1 Pembinaan Tenaga Ketatausahaan

4.2.2 Pembinaan Tenaga Perpustakaan

4.2….. ……….. dst

 

 
5 Pengembangan sarana dan prasarana sekolah

5.1 Pengadaan, Pemeliharaan dan Perawatan Alat Kantor/Inventaris Sekolah :

5.1.1 Mesin Tik

5.1.2 Stensil/ Mesin Pengganda

5.1…. ……….. dst

5.2 Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung :

5.2.1 Ruang kelas

5.2.2 Ruang laboratorium

5.2…. ……….. dst

5.3 Pengadaan dan Perawatan Meubelair :

5.3.1 Meja Kursi Murid

5.3.2 Meja Kursi guru

5.3…. ……….. dst

 

 

 

Festival Mendongeng Nasional 2013


Logo Festival Mendongeng Nasional 2013

Festival Mendongeng  ini diselenggarakan Klub Perpustakaan Indonesia (KPI). Mendongeng (storytelling) adalah kebiasaan turun temurun yang dilakukan oleh leluhur sebagai pengantar tidur anak. Dongeng untuk anak selalu mengandung nilai-nilai keteladanan, kebaikan, dan kejujuran.

Ketentuan

1. Tema bebas, mengandung unsur yang bersifat nasionalis, heroik, religius, humanis, dan pluralis, ditujukan untuk anak usia 5 s.d. 9 tahun.
2. Peserta, guru atau pustakawan dari PAUD, TK/RA, SD/MI, dan yang setara, serta komunitas pencinta/pemerhati/penulis dongeng.
3. Naskah dongeng/cerita adalah hasil karya tulis peserta, boleh berbentuk saduran dari buku cerita tentang Indonesia, karya penulis Indonesia, berlatar belakang budaya Indonesia
4. Naskah diketik pada kertas folio maksimal 2 halaman
5. Pengiriman naskah paling lambat diterima panitia 26 April 2013

 

Seleksi Final

  • Berdasarkan seleksi dan penilaian naskah yang masuk, oleh dewan juri akan ditentukan 15 orang nomine sebagai finalis.
  • Peserta yang menjadi finalis akan dipanggil ke Jakarta tanggal 27-30 Mei 2013 untuk mengikuti final.
  • 100 orang pertama pengirim naskah untuk mengikuti Festival Mendongeng diundang menghadiri Seminar dan Workshop tentang Penulisan Cerita Anak dan Mendongengpada tanggal 28 Mei 2013 secara cuma-cuma.

Hadiah/Penghargaan

Hadiah berupa piala dan uang untuk pemenang I, II, III, dan Favorit. Penghargaan untuk finalis berupa piagam, uang, dan hadiah lain dari sponsor.

Untuk ketentuan dan persyaratan lebih lanjut bisa mengunduh (download) brosur Festival Mendongeng Nasional 2013 di sini.

Alamat penyelenggara

Klub Perpustakaan Indonesia
Jl. Bendi Utama No. 3 Tanah Kusir Kebayoran Lama
Jakarta Selatan
Telepon : 021-72794739 / 021-98173480

Email       : kpi@indo.net.id / kpi.pusat@yahoo.com

Sumber: http://www.kpi.or.id

Data Guru PAI Pelatihan Kurikulum 2013


Sebanyak 46.405 guru PAI disiapkan mengikuti diklat Kurikulum 2013. Guru PAI ini berasal dari SD, SMP, SMA dan SMK yang akan dilatih oleh Kementerian Agama. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Kurikulum PAI 2013 di sekolah yang akan diberlakukan pada tahun pelajaran 2013/2014.

Kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014 untuk Kelas 1 dan 4 tingkat SD, Kelas 7 tingkat SMP dan Kelas 10 tingkat SMA dan SMK.

Sesuai dengan rencana yang dibuat oleh Direktorat PAIS, tahun 2013 ini, Sosialisasi Kurikulum 2013 akan diikuti oleh 46.405 guru PAI pada sekolah, dengan rincian

Guru PAI SD = 22.135

Guru PAI SMP = 12.135

Guru PAI SMA dan SMK = 12.135

Jumlah tersebut baru sekitar 20-an persen dari jumlah guru PAIyang ada sebanyak 200.254 orang.

Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/kerangka/pais.htm

 

Tips Menyelesaikan Soal UN


Soal UN 2013 jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK dalam satu ruang terdiri 20 paket soal. Yang harus diperhatikan oleh peserta adalah lembar soal dan lembar jawaban merupakan satu paket. Untuk itu, perlu pemahaman teknis agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal.

Berikut tips sederhana yang perlu dipahamai mengenai soal dan LJK UN 2013.

Tahap Awal

  1. Berdoa. Merasa sudah menguasai materi ok. Tapi ketenangan hati sangat diperlukan, dan dari doa yang tulus inilah akan mendapatkan kesejukan hati sehingga dengan hidayah Allah akan mendapatkan kejernihan pikir.
  2. Belajar dan belajar … ! Berusaha adalah wujud harapan dari berdoa.
  3. Belajar dengan tepat. Materi belajar berpedoman pada kisi-kisi soal kemudian cari materi di buku. Soal-soal try out yang sudah sesuai kisi-kisi perlu dipeljari dengan cermat.

Siap Berangkat

  • Minta doa restu pada ayah dan ibu. 
  • Pastikan pensil, pulpen, kartu peserta sudah masuk tas.
  • Persiapkan waktu berangkat bisa lebih awal sehingga di jalan tidak tergesa-gesa.

Tahap Kerja Mengerjakan Soal UN

  • Berdoa lebih dahulu sebelum mulai bekerja.

Tahap 1. Mengecek kelengkapan soal

  • Memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.
  • Memastikan bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satu pun soal yang rusak atau tidak terbaca. Jika peserta menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru.  Andai peserta sudah mengerjakan hingga nomor 20 dan menemukan soal yang rusak pada nomor 21  maka artinya peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.  Jelas, peserta akan mengalami kerugian waktu. Dan, akibat yang fatal adalah nilai ujian.

Jika telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, tahap berikutnya:

Tahap 2. Mengisi Identitas pada Soal dan LJK

  • Menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman 1 (satu) naskah soal dan LJUN  sebelum dipisahkan.
  • Memisahkan LJUN dari naskah soal (setelah identitas ditulis pada nasakah soal dan LJK). Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN.  Karena, naskah soal memiliki barkode yang sama dengan LJK dalam satu paket untuk satu peserta. Sebagai contoh, naskah soal memiliki barkode A1 maka LJK juga memiliki barkode A1. Peserta yang lain, memiliki naskah soal dengan barkode A2 maka LJK juga dengan kode A2. Nah, kalau naskah soal dan LJK belum diberi identitas dan terlepas maka andai tertukar sangat berbahaya.

Tahap 3. Melengkapi Identitas pada LJK

  • Lengkapi isian pada LJUN secara benar.  Pastikan identitas yang diisikansudah benar sesuai dengan kartu peserta ujian.
  • menandatangani pernyataan “mengerjakan UN dengan jujur”.

Tahap 4. Mengisi Daftar Hadir

  • Peserta UN mengisidaftar hadir dengan menggunakan pulpen yang  disediakan oleh pengawas ruangan.

Tahap 5. Mengerjakan Soal

  • Baca soal dengan cermat untuk memahami kata kunci soal.
  • Soal yang dirasa sulit, bisa dilewati dulu. Jangan berhenti terlalu lama dalam satu soal karena mungkin pada soal berikutnya mudah dikerjakan sedangkan waktu tinggal sedikit karena berpikir lama pada soal sebelumnya.
  • Sebelum LJK diserahlan Pengawas, cek kembali identitas dan jawaban.
  • Jika sudah selesai mengerjakan dan waktu masih tersedia, jangan gunakan waktu dengan kegiatan yang melanggar tata tertib.  Manfatakan untuk mengecek identitas dan jawaban.

Semoga tips sederhana ini bermanfaat!  Selamat belajar bagi bagi adik-adik, semoga selalu sehat dan dirahmati Allah SWT.

%d blogger menyukai ini: