Daftar Nasional Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013


Sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 6.325 yang terdiri dari:

  • SD = 2.598
  • SMP = 1.436
  • SMA = 1.270
  • SMK = 1.021

Pada tahun 2013 ini, siswa yang mengikuti Kurikulum 2013 adalah siswa kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, kelas X SMA/SMK dan mata pelajaran Agama.

Untuk melihat daftar nama-nama sekolah baik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK silakan ikuti petunjuk berikut:

1. Masuk situs Kurikulum Kemdikbud di sini

  • Akan tampil daftar nama provinsi dan angka jumlah SD, SMP, SMA, SMK.
  • Cari nama provinsi

2. Klik angka jumlah sesuai jenjang sekolah yang dipilih. (Jika akan melihat daftar nama jenjang SMA, klik angka jumlah SMA).

  • Akan tampil daftar nama-nama sekolah.

Selamat mencoba!

 

 

Iklan

Daftar Sekolah Jatim Pelaksana Kurikulum 2013


Sebanyak 1.053 SD/SMP/SMA/SMK di Kab/Kota Jawa Timur dipilih sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Pada tahap awal (tahun pelajaran 2013/2014) ini, Kurikulum 2013 akan diterapkan pada kelas I dan IV untuk SD, kelas 7 untuk SMP, dan kelas 10 bagi SMA dan SMK. Khusus jenjang Dikdas (SD dan SMP) ditambah  mata pelajaran Agama.

Jumlah sekolah menurut jenjang sebagai sekolah sasaran pelaksana Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 adalah:

  • SD = 469
  • SMP = 222
  • SMA = 212
  • SMK = 150

Untuk melihat nama sekolah pelaksana Kurikulum 2013, silakan unduh dokumen dengan klik tautan berikut.

SD Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMP Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMA Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMK Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

Dokumen tersimpan pada situs tusfile, berikut ikon link download dokumen.

ikon download tusfile

Petunjuk Laporan BOS Online


Petunjuk sederhana penggunaan dana BOS online berikut untuk 13 komponen sebagaimana juknis penggunaan dan BOS.

Langkah-langkah pemasukan laporan penggunaan dana BOS

  1. Masuk ke web www.bos.kemdikbud.go.id
  2. Di layar ada kotak isian untuk memasukkan kode registrasi sekolah dan password (NPSN). Bacalah petunjuk pengisiannya. Jika tdk mengetahui kode regristrasi, tanyakan pada dinas pendidikan kab/kota setempat, ke petugas dapodik
  3. Setelah berhasil, tekanlah tombol “Ubah” kemudian masukkanlah data penggunaan dana BOS menurut 13 komponen
  4. Setelah selesai mengisi data tekan tombol “Simpan”. Data tsb akan terekam di sistem pelaporan.
  5. Untuk keluar dari menu pemasukan data tekanlah “Log out”

Bantuan

Jika terjadi masalah silahkan email ke: pelaporan.BOS@gmail.com dengan menyebutkan

  • nama sekolah,
  • nomor registrasi dan
  • npsn

Sumber: http://bos.kemdiknas.go.id/

Tim Khusus untuk Tuntaskan Honorer


Mendikbud akan membentuk tim khusus bersama PGRI untuk mengatasi masalah honorer. Rencana ini disampaikan Mendikbud Moh. Nuh pada acara audensi dengan PGRI tanggal 1 Mei 2013 di ruang rapat Gedung A lantai 2 Kemdikbud, Jakarta.

Menanggapi aspirasi seorang guru mengenai status guru honorer yang masih banyak di daerah-daerah, Mendikbud memutuskan untuk membentuk tim khusus yang akan bekerja sama mengatasi permasalahan status guru honorer. Tim tersebut terdiri dari perwakilan Kemdikbud, dan perwakilan dari PGRI. Perwakilan dari Kemdikbud akan dikoordinir Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan, Syawal Gultom, sedangkan perwakilan dari PGRI dikoordinir Ketua PGRI, Sulistiyo.

“Kalau perlu SK, akan di-SK-kan sehingga memiliki kekuatan hukum,” ujar Mendikbub. Dibentuknya tim khusus ini supaya permasalahan mengenai status guru honorer bisa cepat selesai. Mendikbud menambahkan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, juga memiliki semangat yang sama mengenai penyelesaian status guru honorer. (Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1296)

Rencana kebijakan ini jelas sebagai berita gembira bagi para pendidik honorer yang belum masuk K-2. Semangat pengabdian tenaga honorer layak untuk diapresiasi. Banyak tenaga honorer yang memiliki semangat keihklasan yang luar biasa, tentu juga ada yang bekerja tidak tulus.

Walaupun masih wacana, kita berharap, semoga rencana itu segera diwujudkan. Untuk ini, menurut saya, tenaga honorer dan PGRI perlu ada upaya positif :

  1. Tenaga honorer. Tenaga honorer perlu memiliki kualifikasi sesuai standar, yakni memiliki ijazah yang relevan dengan bidang tugas yang diampu. 
  2. PGRI. Sebagai organisasi para guru, perlu terus melakukan pendekatan kepada Mendikbud dan mendesak untuk sesegera mungkin mewujudkan pembentukn tim khusus secara legal, yakni ditetapkan dalam produk hukum (SK). Di sisi yang lain, PGRI juga harus meningkatkan para anggotanya sehingga memiliki kompetensi dan profesionalitas.

Semangat terus rekan honorer, maju terus PGRI!

Sasaran Belanja BOS 2013


Sesuai Permendikbud 76 Tahun 2012 tentang Juknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana BOS Tahun 2013, sasaran belanja harus sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Berikut jenis target anggaran per komponen SNP sebagaimana Form BOS K-7 Lampiran Junkis BOS 2013.

Jenis Kegiatan sesuai 8 Standar Nasional Pendidikan

 
1 Pengembangan Kompetensi Lulusan

1.1 Penyusunan Kompetensi Ketuntasan Minimal

1.2 Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas

1.3 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kecamatan

1.4 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kab/Kota

1….. ……….. dst

 

6 Pengembangan standar pengelolaan

6.1 Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah

6.1.1 Penyusunan Visi dan Misi

6.1.2 Penyusunan Profil Sekolah

6.1…. ……….. dst

6.2 Kegiatan Pengelolaan Perkantoran

6.2.1 Penyusunan Program Ketatausahaan

6.2.2 Pengadaan sarana Pendukung Perkantoran

6.2…. ……….. dst

6.3 Kegiatan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi

6.3.1 Penyusunan Program Supervisi, Monitoring dan Evaluasi

6.3.2 Supervisi Akademik

6.3…. ……….. dst

6.4 Kegiatan Hubungan Masyarakat

6.4.1 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen

6.4.2 Penyusunan Leaflet

6.4….. ……….. dst

 
2 Pengembangan standar isi

2.1 Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran

2.2 Penyusunan Program Tahunan

2.3 Penyusunan Program Semester

2.4 Penyusunan Silabus

2….. ……….. dst

 
3 Pengembangan standar proses

3.1 Kegiatan Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar :

3.1.1 Pengadaan Sarana Penunjang KBM (ATK KBM)

3.1.2 Pengadaan Alat Pembelajaran (seluruh mapel termasuk OR)

3.1….. ……….. dst.

3.2 Program Kesiswaan :

3.2.1 Penyusunan Program Kesiswaan

3.2.2 Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)

3.2…. ……….. dst

3.3 Program Ekstrakurikuler

3.3.1 Penyusunan Program Ekstrakurikuler

3.3.2 Pelaksanaan Ekstrakuriler Kepramukaan

3.3….. ……….. dst

 

7 Pengembangan standar pembiayaan

7.1 Kegiatan Rumah Tangga Sekolah, Daya dan Jasa

7.1.1 Konsumsi Guru / Pegawai

7.1.2 Konsumsi Tamu

7.1….. ……….. dst

 

 
8 Pengembangan dan implementasi sistem penilaian

8.1 Penyusunan kisi-kisi :

8.1.1 Ulangan Harian

8.1.2 Ulangan Tengah Semester

8.1.3 Ulangan Akhir Semester

8.1….. ……….. dst

8.2 Penyusunan Soal

8.2.1 Ulangan Harian

8.2.2 Ulangan Tengah Semester

8.2.3 Ulangan Akhir Semester

8.2…. ……….. dst

8.3 Pelaksanaan penilaian

8.3.1 Ulangan Harian

8.3.2 Ulangan Tengah Semester

8.3.3 Ulangan Akhir Semester

8.3.4 Ulangan Kenaikan Kelas

8.3…. ……….. dst

8.4 Tindak lanjut hasil Penilaian

8.4.1 Analisis

8.4.2 Remedial

8.4.3 Pengayaan

8.5 Penilaian lainnya

8.5.1 Portofolio

8.5.2 Proyek

8.5.3 Penugasan

8.5.4 ……….. dst

8.6 Inovasi Model Penilaian

8.6.1 Workshop

8.6.2 IHT

8.6.3 Pelatihan

8.6.4 Study banding

8.6.5 ……….. dst

4 Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

4.1 Pembinaan Guru di Gugus :

4.1.1 Peningkatan Kualitas Guru Kelas, Mata Pelajaran

4.1.2 Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah

4.1…. ……….. dst

4.2 Pembinaan Tenaga Kependidikan :

4.2.1 Pembinaan Tenaga Ketatausahaan

4.2.2 Pembinaan Tenaga Perpustakaan

4.2….. ……….. dst

 

 
5 Pengembangan sarana dan prasarana sekolah

5.1 Pengadaan, Pemeliharaan dan Perawatan Alat Kantor/Inventaris Sekolah :

5.1.1 Mesin Tik

5.1.2 Stensil/ Mesin Pengganda

5.1…. ……….. dst

5.2 Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung :

5.2.1 Ruang kelas

5.2.2 Ruang laboratorium

5.2…. ……….. dst

5.3 Pengadaan dan Perawatan Meubelair :

5.3.1 Meja Kursi Murid

5.3.2 Meja Kursi guru

5.3…. ……….. dst

 

 

 

Festival Mendongeng Nasional 2013


Logo Festival Mendongeng Nasional 2013

Festival Mendongeng  ini diselenggarakan Klub Perpustakaan Indonesia (KPI). Mendongeng (storytelling) adalah kebiasaan turun temurun yang dilakukan oleh leluhur sebagai pengantar tidur anak. Dongeng untuk anak selalu mengandung nilai-nilai keteladanan, kebaikan, dan kejujuran.

Ketentuan

1. Tema bebas, mengandung unsur yang bersifat nasionalis, heroik, religius, humanis, dan pluralis, ditujukan untuk anak usia 5 s.d. 9 tahun.
2. Peserta, guru atau pustakawan dari PAUD, TK/RA, SD/MI, dan yang setara, serta komunitas pencinta/pemerhati/penulis dongeng.
3. Naskah dongeng/cerita adalah hasil karya tulis peserta, boleh berbentuk saduran dari buku cerita tentang Indonesia, karya penulis Indonesia, berlatar belakang budaya Indonesia
4. Naskah diketik pada kertas folio maksimal 2 halaman
5. Pengiriman naskah paling lambat diterima panitia 26 April 2013

 

Seleksi Final

  • Berdasarkan seleksi dan penilaian naskah yang masuk, oleh dewan juri akan ditentukan 15 orang nomine sebagai finalis.
  • Peserta yang menjadi finalis akan dipanggil ke Jakarta tanggal 27-30 Mei 2013 untuk mengikuti final.
  • 100 orang pertama pengirim naskah untuk mengikuti Festival Mendongeng diundang menghadiri Seminar dan Workshop tentang Penulisan Cerita Anak dan Mendongengpada tanggal 28 Mei 2013 secara cuma-cuma.

Hadiah/Penghargaan

Hadiah berupa piala dan uang untuk pemenang I, II, III, dan Favorit. Penghargaan untuk finalis berupa piagam, uang, dan hadiah lain dari sponsor.

Untuk ketentuan dan persyaratan lebih lanjut bisa mengunduh (download) brosur Festival Mendongeng Nasional 2013 di sini.

Alamat penyelenggara

Klub Perpustakaan Indonesia
Jl. Bendi Utama No. 3 Tanah Kusir Kebayoran Lama
Jakarta Selatan
Telepon : 021-72794739 / 021-98173480

Email       : kpi@indo.net.id / kpi.pusat@yahoo.com

Sumber: http://www.kpi.or.id

Data Guru PAI Pelatihan Kurikulum 2013


Sebanyak 46.405 guru PAI disiapkan mengikuti diklat Kurikulum 2013. Guru PAI ini berasal dari SD, SMP, SMA dan SMK yang akan dilatih oleh Kementerian Agama. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Kurikulum PAI 2013 di sekolah yang akan diberlakukan pada tahun pelajaran 2013/2014.

Kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014 untuk Kelas 1 dan 4 tingkat SD, Kelas 7 tingkat SMP dan Kelas 10 tingkat SMA dan SMK.

Sesuai dengan rencana yang dibuat oleh Direktorat PAIS, tahun 2013 ini, Sosialisasi Kurikulum 2013 akan diikuti oleh 46.405 guru PAI pada sekolah, dengan rincian

Guru PAI SD = 22.135

Guru PAI SMP = 12.135

Guru PAI SMA dan SMK = 12.135

Jumlah tersebut baru sekitar 20-an persen dari jumlah guru PAIyang ada sebanyak 200.254 orang.

Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/kerangka/pais.htm

 

%d blogger menyukai ini: