Surat Mendikbud kepada Kepala Sekolah tentang K13


Download surat menteri tentang pemberhentian Kurikulum 2013 klik di sini. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah menerbitkan surat  edaran ke sekolah yang akan menjalankan kurikulum 2013. Melalui surat ini Mendikbud menegaskan hanya 6.326 sekolah yang akan menerapkan Kurikulum 2013. Surat nomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014, hal Pelaksanaan Kurikulum 2013, ditujukan kepada Kepala sekolah di seluruh Indonesia.

Ada tiga keputusan utama Mendikbud yang dijelaskan pada surat edaran tersebut:

1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru melaksanakan K13 mulai tahun pelajaran 2014/2015. Sekolah yang baru melaksanakan K13 satu semester ini supaya kembali melaksanakan KTS 2006 pada semester genap 2014/2015.

2. Tetap melaksanakan K13 bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan K13 tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah yang telah melaksnakan K13 selama tiga semester ini sebanayk 6.326 sekolah.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Dan, pemerintah akan melakukan perbaikan mendasar  terhadap K13 sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.

Surat Mendikbud dapat diunduh melalui tautan pada awal tulisan di atas atau klik  di sini.

 

 

Model Pelaksanaan Ekskul Wajib Kepramukaan


Dalam Kurikulum 2013, pendidikan  kepramukaan  ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan melalui  di lingkungan  sekolah  (intramural)  dan  di  luar sekolah  (ekstramural)  sebagai upaya  memperkuat proses pembentukan  karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur  sesuai dengan nilai dan moral Pancasila. Pendidikan Kepramukaan  dinilai sangat penting.  Melalui pendidikan  kepramukaanakan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan  ekstrakurikuler  pendidikan kepramukaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Model Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan

Model pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dijelaskan  dalam Pasal 3 Permendikbud 63/2014 yaitu dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model : Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

1. Model Blok

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
  3. Untuk kelas I, kelas VII, dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  4. Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
  5. Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
  6. Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina  Pramuka  dan/atau Pembina  Pramuka  serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).

2. Model Aktualisasi

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  3. Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.

3. Model Reguler.

  1. Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka di dalam Gugus Depan.
  2. Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.

 

Prosedur Pelaksanaan

1. Model Blok

  1. Peserta Didik dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok didampingi oleh seorang Pembina Pramuka dan atau Pembantu Pembina.
  2. Pembina Pramuka melaksanakan Kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan.
  3. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran yang bukan Pembina Pramuka membantu pelaksanaan kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan

2. Model Aktualisasi

  1. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran mengidentifikasi muatan-muatan pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di dalam kegiatan Kepramukaan.
  2. Guru menyerahkan hasil identifikasi muatan-muatan pembelajaran kepada Pembina Pramuka untuk dapat diaktualisasikan dalam kegiatan Kepramukaan.
  3. Setelah pelaksanaan kegiatan Kepramukaan, Pembina Pramuka menyampaikan hasil kegiatan kepada Guru kelas/Guru Mata Pelajaran

3. Model Reguler

Pada Permendikbud 63/2014, prosedur pelaksanaan model aktualisasi tidak dijelaskan. Hal ini mungkin karena pola pelaksanaan diserahkan kepada Gugusdepan. ( tunas63 )

Ketentuan Pelaksanaan Ekskul Kepramukaan


Pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Sebagai kegiatan bagian dari implementasi Kuriulum 2013, pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Berdasarkan Permendikbud tersebut, Pendidikan Kepramukaan sebagai  Kegiatan Ekstrakurikuler wajib dilaksanakan pada pendidikan dasar dan menengah dan harus diikuti oleh seluruh peserta didik;

 

Model Pelaksanaan

Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

(a)  Model Blok  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  merupakan  kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan yang  dilaksanakan  setahun sekali  dan diberikan penilaian umum.

(b)  Model Aktualisasi  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  merupakan kegiatan  wajib  dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari didalam kelas yang  dilaksanakan  dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.

(c)  Model Reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan sukarela  berbasis minat  peserta didik  yang dilaksanakan  di  Gugusdepan.

 

Pola, Metode, dan Teknik Pelaksanaan

(a)  Pola Kegiatan  Pendidikan  Kepramukaan  diwujudkan dalam bentuk upacara  (pembukaan dan penutupan) dan  keterampilan  Kepramukaan

(b)  Keterampilan  Kepramukaan  dilaksanakan sebagai  perwujudan komitmen Kepramukaan  dalam bentuk pembiasan dan penguatan sikap dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

(c)  Metode dan teknik dituangkan dalam  bentuk  belajar interaktif dan progresif  disesuaikan dengan kemampuan fisik dan mental peserta didik.

 

Penanggung jawab dan Pelaksana

(1)  Pengelolaan  Pendidikan Kepramukaan  sebagai kegiatan  ekstrakurikuler wajib pada satuan  pendidikan dasar dan menengah  merupakan tanggung jawab kepala sekolah dengan pelaksana pembina pramuka.

(2)  Pembina Pramuka adalah  Guru kelas/Guru  mata  pelajaran  yang telah memperoleh  sertifikat  paling rendah  kursus mahir dasar (KMd)  atau Pembina Pramuka yang bukan  guru kelas/guru mata pelajaran.

(3)  Guru  kelas/guru  mata  pelajaran  yang  melaksanakan  tugas tambahan sebagai Pembina Pramuka dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru  dengan beban kerja paling banyak 2 jam pelajaran  perminggu. (tunas63).

Unduh Buku K13 SD/SMP/SMA/SMK


Berikut buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013 yang siap diunduh dengan mudah. Bagi SD ada buku agama dan buku tematik. Bagi SMP/SMA/SMK, selain buku agama juga ada buku mapel.

Buku Agama SD/SMP/SMA/SMK terdiri 6 agama: 

  1. Islam,
  2. Hindu,
  3. Budha,
  4. Konguchu,
  5. Kristen,
  6. Katolik.

Untuk mapel SMP terdiri dari 9 mapel yaitu:

  1. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. IPA,
  4. IPS,
  5. Matematika,
  6. PJOK,
  7. PPKN,
  8. Prakarya,
  9. Seni budaya

Sedangkan mapel SMA/SMK terdiri 8 mapel:

  1. B. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. Matematika,
  4. PJOK,
  5. PPKN,
  6. Prakarya dan Kewirausahaan,
  7. Sejarah Indonesia,
  8. Seni budaya.

Berikut tautan unduh buku K13:

  1. Buku SD  | Buku Agama SD | Buku Tematik SD
  2. Buku SMP | Buku Agama SMP | Buku Mapel SMP
  3. Buku SMA/SMK | Buku Agama SMA/SMK | Buku Mapel SMA/SMK

 

Jadwal US/UN 2014 SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK


Berikut jadwal lengkap Ujian Sekolah (SD/MI) dan Ujian Nasional (SMP/MTs/SMA/MA/SMK) 2013/2014, baik ujian utama maupun ujian susulan sebagaimana POS US/M dan UN.

JADWAL UN 2014_SMA-MA_tunas63

JADWAL UN 2014_SMK_tunas63

JADWAL UN 2014_SMP-MTs_tunas63

JADWAL UN 2014_SD-MI_tunas63

Ralat Jadwal US/M Susulan

Daftar Nasional Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013


Sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 6.325 yang terdiri dari:

  • SD = 2.598
  • SMP = 1.436
  • SMA = 1.270
  • SMK = 1.021

Pada tahun 2013 ini, siswa yang mengikuti Kurikulum 2013 adalah siswa kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, kelas X SMA/SMK dan mata pelajaran Agama.

Untuk melihat daftar nama-nama sekolah baik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK silakan ikuti petunjuk berikut:

1. Masuk situs Kurikulum Kemdikbud di sini

  • Akan tampil daftar nama provinsi dan angka jumlah SD, SMP, SMA, SMK.
  • Cari nama provinsi

2. Klik angka jumlah sesuai jenjang sekolah yang dipilih. (Jika akan melihat daftar nama jenjang SMA, klik angka jumlah SMA).

  • Akan tampil daftar nama-nama sekolah.

Selamat mencoba!

 

 

Daftar Sekolah Jatim Pelaksana Kurikulum 2013


Sebanyak 1.053 SD/SMP/SMA/SMK di Kab/Kota Jawa Timur dipilih sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Pada tahap awal (tahun pelajaran 2013/2014) ini, Kurikulum 2013 akan diterapkan pada kelas I dan IV untuk SD, kelas 7 untuk SMP, dan kelas 10 bagi SMA dan SMK. Khusus jenjang Dikdas (SD dan SMP) ditambah  mata pelajaran Agama.

Jumlah sekolah menurut jenjang sebagai sekolah sasaran pelaksana Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 adalah:

  • SD = 469
  • SMP = 222
  • SMA = 212
  • SMK = 150

Untuk melihat nama sekolah pelaksana Kurikulum 2013, silakan unduh dokumen dengan klik tautan berikut.

SD Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMP Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMA Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

SMK Jatim Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2013/2014

Dokumen tersimpan pada situs tusfile, berikut ikon link download dokumen.

ikon download tusfile

Data Guru PAI Pelatihan Kurikulum 2013


Sebanyak 46.405 guru PAI disiapkan mengikuti diklat Kurikulum 2013. Guru PAI ini berasal dari SD, SMP, SMA dan SMK yang akan dilatih oleh Kementerian Agama. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Kurikulum PAI 2013 di sekolah yang akan diberlakukan pada tahun pelajaran 2013/2014.

Kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014 untuk Kelas 1 dan 4 tingkat SD, Kelas 7 tingkat SMP dan Kelas 10 tingkat SMA dan SMK.

Sesuai dengan rencana yang dibuat oleh Direktorat PAIS, tahun 2013 ini, Sosialisasi Kurikulum 2013 akan diikuti oleh 46.405 guru PAI pada sekolah, dengan rincian

Guru PAI SD = 22.135

Guru PAI SMP = 12.135

Guru PAI SMA dan SMK = 12.135

Jumlah tersebut baru sekitar 20-an persen dari jumlah guru PAIyang ada sebanyak 200.254 orang.

Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/kerangka/pais.htm

 

Data Pelaksanaan Kurikulum Baru Tahun 2013


Kurikulum baru akan diterapkan pada sekolah tertentu dan kelas tertentu sesuai dengan mekanisme pemilihan sekolah. Sekolah yang memenuhi syarat, akan melaksankan Kurikulum 2013 yang menggunakan model tematik. Untuk pelaksanaan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan berbagai sarana pendukung.

 Jumlah Sekolah dan Siswa Pelaksana Kurikulum 2013

  • SD = 44.609 sekolah
  • SMP = 36.434 sekolah dengan jumlah siswa kelas VII sebanyak 3.250.717.
  • SMA = 11.535 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1. 420.933.
  • SMK = 9.875 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1.131.549.

Jenjang Sekolah Dasar

Berikut data berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 Tahap I (2013/2014) pada jenjang SD yang menggunakan basis data pada data pokok pendidikan.

Kiteria pemilihan sekolah

1. Level  akreditasi = akreditasi A dan B

2. ketenagaan dan sumber daya manusia di sekolah tersebut harus lengkap. Di SD, ada enam guru kelas, satu kepala sekolah, guru agama, dan guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes).

3.  Kriteria sarana dan prasarana = sarana dan prasarananya memadai

4. Sekolah pelaksana kurikulum 2013 = 44.609 (30 persen dari 148.695 SD)

5. Kriteria sekolah pelaksana:

  • SD negeri 90 dan swasta 10 persen
  • Level akreditasi = akreditasi A dan B
  • Kelas = kelas 1 dan 4

6. Buku tematik = tersedia 28.779.198 eksemplar, dengan rincian perhitungan:

  • 8 buku tematik siswa untuk kelas 1,
  • 9 buku tematik siswa untuk kelas 4,
  • buku agama kelas 1 dan kelas 4 masing-masing memiliki enam variasi,
  • buku penjaskes kelas 1 dan kelas 4,
  • buku cadangan sebanyak lima persen, dan
  • buku guru.

Contoh penghitungan buku jatah sekolah:

  • Jika sebuah sekolah memiliki 40 siswa kelas 1, maka buku yang disiapkan untuk kelas 1 sekolah tersebut adalah 40 siswa dikali 8 buku tematik, ada 320 buku tema. Ditambah 40 buku agama, 40 buku penjaskes, dan 8 buku guru.
  • Begitu pula dengan kelas 4, jika ada 40 siswa maka buku yang disiapkan adalah 40 siswa dikali 9 buku tematik, yaitu 360 buku. Ditambah 40 buku agama, 40 buku penjaskes, dan sembilan buku guru. Dari total jumlah buku untuk kelas 1 dan kelas 4 sekolah tersebut, ditambah lagi lima persen buku cadangan untuk ditaruh di perpustakaan.

Pelaksanaan pada tahap 2 (tahun 2014), menjangkau kelas 2 dan 5. Dengan begini maka pada tahun pelajaran 2014/2015, kurikulum sudah diterapkan untuk kelas 1, 2, 4, dan 5.

Pelaksanaan pada tahap 3 (tahun 2015), menjangkau kelas 3 dan 6. Sehingga, untuk tahun pelajaran 2015/2016, seluruh kelas di SD sudak melaksanakan Kurikulum 2013.

Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita

Uji Publik Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 ini menyangkut jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Untuk menjaring pendapat masyarakat, kemdikbud membuka uji publik tentang Kurikulum 2013.  Masukan, kritik, dan saran dibuka hingga tanggal 24 Desember 2012.

Gambaran sekilas mengenai perubahan kurikulum, diungkapkan Mendikbud dalam wawancara yang dimuat pada http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/. Berikut kutipan singkatnya dengan perbaikan seperlunya.

Arah Kurikulum 2013 adalah peningkatan kompetensi yang seimbang antara sikap (attitude), ketrampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Tiga ini harus dimiliki. Yang dirisaukan orang bahwa anak-anak kita hanya memiliki kognitif saja, ini yang kita jawab. Kompetensi nantinya bukan urusan kognitif saja namun ada sikap, dan ketrampilan. Kompetensi ini didukung 4 pilar yaitu : produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Meskipun inovatif ini gabungan sifat produktif dan kreatif, namun kita taruh berdiri sendiri saja. Kalau seseorang produktif dan kreatif, tidak serta merta menjadi inovatif, tapi inovatif ini hanya bisa dibentuk kalau ada dua hal tersebut. Kalau ada beras ada ikan belum tentu otomatis bisa dimakan,tapi kalau tidak ada beras tidak ada ikan otomatis tidak ada yang bisa dimakan. Syaratnya ada beras, ada ikan.

Tentang afektif ini, kita ini rindu dengan kekuatan-kekuatan moralitas, sentuhan seni. Tentu saja dibingkai dengan ke-Indonesia-an.

Tentang kurikulum itu sendiri kan terdiri dari kompetensi lulusan, isi, proses, dan penilaian. Kira-kira dari 4 itu mana yang perlu ditambahkan. Dari masukan yang banyak tersebut, oleh tim pakar akan di-review. Tentu saja tidak semua masukan kita terima, kalau semua masukan kita terima itu berarti nggak mikir.

Bagaimana jika guru belum siap? Kita siapkan! Dalam manajemen Pareto, itu kan ada prioritas, mencari mana lebih prioritas. Makanya kita prioritaskan mana yang penting terlebih dahulu. Implementasinya, kita siapkan skenario pentahapan. Tahapnya bisa kelas 1 SD, 4 SD, kelas 7, kelas 10 terlebih dahulu. Kalau itu kita lakukan, guru yang harus dilatih tidak sejumlah total guru, yang 3 juta. Misal guru SD saja 1,6 juta, yang kita latih sepertiga dari 1,6 juta itu, dikurangi guru agama, guru Pendidikan Jasmani, jadi cuma sekitar 300 ribu, itu masuk akal. Kita setiap tahun mengadakan sertifikasi sekitar 300 ribu.

Konsekuensi adanya kurikulum baru ini bukunya berubah. Apa tidak boleh mengadakan buku? Ya tentu harus! Asalnya yang penting: 1. Jangan dibebankan kepasa siswa atau orang tua siswa; 2. Di dalam pelaksanaannya pengadaan buku harus bisa dipertanggungjawabkan, transparan saja. Buku masternya kita siapkan, jadi bisa diuji isinya benar atau salah. Kemudian kita tender-kan, terbuka. Dan siapapun bisa mengawasi.

Dananya bisa dari dana alokasi khusus (DAK), yang memang tiap tahun ada DAK pengadaan buku. Dan juga dari anggaran kita sendiri. Estimasinya kita belum tahu. Berapapun anggarannya, mau 100 milyar 100 trilyun, asal bisa dipertanggungjawabkan tidak masalah.

Bahan/Draf Kurikulum 2013 dapat diunduh di sini

Bila ingin berpartisipasi dalam uji publik kurikulum 2013, masuk web di  Uji Publik Kurikulum 2013, atau kirim melalui email ke ujipublik.kurikulum@kemdikbud.go.id

Anda juga bisa menulis komentar pada postingan ini dan nantinya saya rangkum untuk selanjutnya saya kirim ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud sebagai penyelenggara uji publik.

Karakteristik Kurikulum Baru 2013


Mulai tahun pelajaran 2013/2014, kurikulum SD/SMP/SMA/SMK mengalami perubahan-perubahan antara lain mengenai proses pembelajaran, jumlah mata pelajaran, dan jumlah jam pelajaran.

Beberapa hal yang baru pada kurikulum mendatang antara lain:

1. Kurikulum berbasis sains

2. Kurikulum 2013 untuk SD, bersifat tematik integratif. Mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran (IPA dan IPS  diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran).

  • IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika
  • IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan PPKN.

3. Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

4. Proses pembelajaran menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis tes dan portofolio saling melengkapi.

5. Jumlah mata pelajaran ada 7:

  1. pendidikan agama,
  2. pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan,
  3. Bahasa Indonesia,
  4. matematika,
  5. seni budaya dan prakarya,
  6. pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan,
  7. Pramuka

6. Alokasi waktu per jam pelajaran

  • SD = 35 menit
  • SMP = 40 menit
  • SMA = 45 menit

7. Banyak jam pelajaran per minggu

  • SD: Kelas I = 30 jam, kelas II= 32 jam, kelas III=34 jam, kelas IV, V,VI=36 jam
  • SMP = 38 jam
  • SMA = 39 jam

Sumber: diolah dari http://www.antaranews.com/berita/343272/kurikulum-pendidikan-berubah-2013 dan Jawa Pos edisi 16 November 2012.

%d blogger menyukai ini: