Presidien Jokowi Bintang APEC 2014


Pidato Presiden Joko Widodo di KTT APEC 2014 mendapatkan aplaus, jadi rebutan foto selfie, mendapatkan tempat terhormat sesi foto pemimpin APEC, dan mencatat rekor baru di forum APEC dengan mengalahkan Presiden AS Obama dan SBY.

Nama Joko Widodo mendunia. Fenomena dari seorang pengusaha mebel, wali kota, gubernur hingga menjadi presiden sudah cukup membuat mata dunia terbuka. Kini, Presiden Republik Indonesia itu kembali menjadi buah bibir internasional usai melakoni debut ke luar negeri, dalam ajang Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit, di Beijing, 10-11 November.

Di ajang APEC ini, Jokowi sudah mencatakan rekor baru. Torehannya sudah mengalahkan apa yang dicatatkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dan juga Presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono. Apa rekornya?

Video presentasi Jokowi yang berjudul: Joko Widodo, President of Indonesia, at the APEC CEO Summit, menjadi yang paling populer alias paling banyak dikunjungi. Video berdurasi 13.31 menit itu diunggah oleh apecsec, sebuah saluran resmi APEC di Youtube.

Sejak diunggah Minggu (10/11) hingga Rabu (12/11) pagi ini, video Jokowi ini sudah menembus angka 265.695 penonton. Ini merupakan angka fantastis, dibanding 139 video yang selama lima tahun belakangan ini resmi diunggah apecsec.

Di urutan kedua, muncul video berjudul, APEC: Imagine the Possibilities. Video yang diunggah 2 tahun yang lalu ini hanya disaksikan 15.113 penonton.

Sedangkan di urutan ketiga, video Obama yang berjudul Barack Obama, President of the United States, at the APEC CEO Summit, ditonton sebanyak 3.979 kali.

Sementara pidato SBY di forum APEC yang berjudul: Indonesia President Susilo Bambang Yudhoyono remarks at APEC CEO Summit 2011, ditonton sebanyak 2.263 kali. (Lihat Video Populer apecsec Di Sini). Sumber: www.jpnn.com

Pidato Bung Karno Berkaitan 1 Oktober 1965


Tanggal 1 Oktober bagi bangsa Indonesia merupakan hari bersejarah yang teramat historis berkaitan dengan peristiwa G 30 s/PKI yang ingin mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara dengan dasar komunis. Oleh karena kegagalan upaya itu maka Pancasila tetap kukuh sebagai dasar negara.

Keberhasilan para tokoh mempertahankan Pancasila itulah yang pada akhirnya dijadikan bagian dari tonggak sejarah perjuangan bangsa dengan ditetapkannya tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Untuk memahami rekam sejarah berkaitan dengan peristiwa itu, berikut pidato Soekarno yang saya akses dari situs Kepustakaan Presiden RI http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/.

AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO JANG DIUTJAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 DJAM 01.30.

Saudara-Saudara sekalian.

Mengulangi perintah saja sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Pemimpin Besar Revolusi jang telah diumumkan pada tanggal 1 Oktober ’65, dan untuk menghilangkan semua keragu-raguan dalam kalangan rakjat, maka dengan ini saja sekali lagi menyatakan bahwa saja berada dalam keadaan sehat wal’afiat dan tetap memegang tampuk pimpinan Negara dan tampuk pimpinan Pemerintahan dan Revolusi Indonesia.

Pada hari ini tanggal 2 Oktober ’65 saja telah memanggil semua Panglima Angkatan Bersendjata bersama wakil Perdana Menteri kedua Dr. Leimena dan para pejabat penting lainnya dengan maksud untuk segera menyelesaikan persoalan apa yang disebut peristiwa 30 September.

Untuk dapat menyelesaikan persoalan ini saja telah perintahkan supaja segera ditjiptakan satu suasana yang tenang dan tertib, dan untuk itu perlu dihindarkan segala kemungkinan bentrokan dengan sendjata.

Dalam tingkatan perdjoangan Bangsa lndonesia sekarang ini, saja perintahkan kepada seluruh rakyat untuk tetap mempertinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Dwikora.

Kepada seluruh Rakjat lndonesia saja serukan untuk tinggal tetap tenang dan kepada semua menteri dan petugas- petugas negara lainnja untuk tetap mendjalankan tugasnya masing-masing seperti sediakala.

Pimpinan Angkatan Darat pada dewasa ini berada langsung dalam tangan saja dan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dalam Angkatan Darat sementara saja tundjuk Maj. Djen. Pranoto Reksosamodra, Ass keIII Men/ PANGAD. Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban jang bersangkutan dengan peristiwa 30 September tersebut telah saja tundjuk Maj.Djen. Suharto, Panglima Kostrad sesuai dengan kebidjaksanaan jang telah saja gariskan.

Saudara-saudara sekalian.

Marilah kita tetap membina semangat persatuan dan kesatuan Bangsa; marilah kita tetap menggelorakan semangat anti nekolim.

Tuhan bersama dengan kita semua.

Sumber dari buku : Memoar Mayor Jendral Raden Pranoto Reksosamodra. BAGIAN KE EMPATBELAS Halaman 239 sampai dengan 240, ip Penerbit Syarikat Indonesia. ISBN 979-96819-3-6.

Sumber: http://www.progind.net/modules/wfsection/article.php?articleid=151

Koleksi: Perpustakaan Nasional RI, 2006

Profil Jaksa Agung Hendarman Supandji


Jaksa Agung Hendarman Supandji kelahiran Klaten Jawa Tengah, 6 Januari 1947 adalah jaksa karir yang mengawali karirnya di Kejaksaan RI sejak tahun 1979. Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, serta Notariat Universitas Indonesia ini mengawali karirnya dengan menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri Pusat. Selang tiga tahun kemudian, Hendarman Supandji dilantik menjadi Staf Pusat Operasi Intelijen Kejaksaan Agung. Ini adalah tugas pertama yang mendekatkannya dengan dunia intelijen dan ia diperbantukan di Badan Koordinasi Instruksi Presiden untuk masalah narkotika dan di Botasupal Bakin hingga tahun 1985. Setelah itu, Hendarman Supandji menjabat sebagai Kepala Seksi Penanggulangan Tindak Pidana Umum Intelijen Kejaksaan Agung pada periode 1985-1990.

Tak sampai setahun, Hendarman Supandji lalu ditugaskan sebagai Atase Kejaksaan di KBRI Bangkok pada periode 1990-1995. Setelah lima tahun di negeri candu itu, Hendarman Supandji  pulang untuk menjabat sebagai Kepala Pusdiklat Kejaksaan Agung pada 1995-1996. Setelah sempat menjadi  Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi Sumeatera Selatan  pada 1996-1997, Hendarman Supandji lantas menjadi Staf Khusus Jaksa Agung pada tahun 1998. Pada tahun yang sama, ia juga diangkat untuk menduduki Kepala Biro Keuangan Kejaksaan Agung hingga tahun 2002.

Karirnya bersinar saat ia dipilih menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) pada masa kepemimpinan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Suami dari Dr. Sri Kusumo Amdani, DSA, MSc. ini, mengaku, sempat kaget dan was-was. Pasalnya, selama di kejaksaan ia lebih banyak berkecimpung di bagian intelijen dan pembinaan yang lebih cenderung berada di wilayah sumber daya manusia kejaksaan. Sementara, di bidang pidana khusus, ia harus memeriksa orang luar, bagian yang sejak  awal ingin djauhinya. Jika bukan mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh yang meminta, besar kemungkinan akan ditampiknya jabatan tersebut. Namun, mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh  tetap bersikukuh untuk mengangkat Hendarman Supandji menjadi JAM Pidsus. “Karena itu perintah pimpinan, saya mensyukuri saja apa yang menjadi kehendak pimpinan. Mungkin pimpinan lebih tahu, saya mungkin cocok di tempat itu,” ujarnya, dalam suatu wawancara dengan sebuah harian nasional.

Pilihan Abdul Rahman Saleh tepat. Hendarman Supandji segera memperlihatkan kualitasnya sebagai seorang JAM Pidsus. “Ikan kakap” seperti Neloe, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri I Wayan Pugeg, dan Corporate Banking Director M. Sholeh Tasripan, harus meringkuk di ruang tahanan Kejaksaan Agung. Prestasi itu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercayakan Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) ke tangan Hendarman Supandji. Presiden lalu membentuk lembaga ini untuk mengintensifkan upaya  pemberantasan korupsi untuk selanjutnya  langsung dilaporkan kepadanya, dengan tembusan kepada Jaksa Agung, Polri dan BPKP. Saat pelantikan, Presiden langsung memerintahkan Timtas Tipikor untuk langsung mengambil langkah hukum kepada 16 BUMN, empat departemen, tiga pihak swasta dan 12 koruptor yang melarikan diri ke luar negeri.

Atas permintaan ini, Hendarman Supandji langsung mengungkapkan rencananya kepada Presiden tentang “pembersihan” dari dalam lingkungan istana, seperti di lingkungan Sekretariat Kabinet dan Sekretariat Negara. Untuk memastikan kesungguhan Presiden dalam memberantas korupsi, Jaksa Agung Hendarman Supandji sempat bertanya kepada Presiden,“Seandainya dalam menjalankan tugas saya menemukan keterlibatan teman Bapak Presiden, sahabat Bapak, atau pembantu Bapak, apa yang akan Bapak Presiden lakukan?” tanya Hendarman Supandji tanpa basa-basi. “Silakan jalan terus. Saya tidak akan pernah intervensi,” jawab Presiden singkat. Kalimat itulah yang terus dipegang  oleh Hendarman Supandji dalam menjalankan tugasnya.
________________________________________________________________________________________

CURRICULUM VITAE

Nama                                : HENDARMAN SUPANDJI, SH.
Tempat, Tanggal Lahir  : Klaten, 6 Januari 1947

Pendidikan
•    Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, 1972
•    Pendidikan dan Pembentukan Jaksa (PPJ)
•    Notariat Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Karier

  • Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, 1979 -1981
  • Staf Pusat Operasi Intelijen Kejaksaan Agung, 1982-1983
  • Diperbantukan pada Badan Koordinasi Instruksi Presiden untuk masalah narkotika
  • Diperbantukan di Botasupal Bakin, 1984-1985.
  • Kepala Seksi Penanggulangan Tindak Pidana Umum intelijen Kejaksaan Agung, 1985-1990
  • Atase Kejaksaan di KBRI Bangkok, 1990-1995
  • Kepala Pusdiklat Kejaksaan Agung, 1995-1996
  • Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, 1996-1997
  • Staf khusus Jaksa Agung, 1998
  • Kepala Biro Keuangan Kejaksaan Agung, 1998-2002
  • Kepala Kejaksaan Tinggi DI. Yogyakarta
  • Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan
  • Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus 25 April, 2005 – 2007
  • Ketua Timtas Tipikor 2005 – 2007
  • Jaksa Agung Republik Indonesia Mei 2007 s/d sekarang.

Sumber: http://www.kejaksaan.go.id/

Alhamdulillah, Maradona Tidak Jadi Bugil


Diego Armando Maradona, pelatih tim Argentina berjanji akan lari dalam keadaan bugil bila tim Argentina berhasil sebagai Juara Piala Dunia 2010. Namun, langkah tim Tango itu dihentikan oleh tim Panser dengan sekor telak 4-0.

Nah, Maradona jadi pusing. Langkah Argentina hanya sampai pada perempat final. Atau, pusing karena tidak jadi “lari bugil’? Ada-ada saja! Janji untuk motivasi dan pesta keberhasilan sah-sah saja, tapi kalau keberhasilan dibalas dengan “lari bugil”, apa kata dunia?

Riwayat Bung Karno Beserta Keluarga


Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Dokumen yang siap diunduh ini memuat riwayat Soekarno (Presiden I RI) beserta 15 keluarga sebagai berikut:

  1. Soekarno
  2. R. Soekeni Sosrodihardjo (Ayah)
  3. Ida Ayu Nyoman Rai  (Ibu)
  4. Raden Soekarmini (Kakak)
  5. Fatmawati (Istri)
  6. Hartini Soekarno  (Istri)
  7. Inggit Garnasih (Istri)
  8. Ratna Sari Dewi Soekarno (Istri)
  9. Siti Oetari (Istri)
  10. Sukmawati Sukarnoputri (Anak)
  11. Diah Pramana Rachmawati Soekarno (Anak)
  12. Mohammad Guruh Irianto (Anak)
  13. Karina Kartika Sari Dewi Soekarno (Anak)
  14. Megawati Sukarno Putri (Anak)
  15. Lettu (Penerbang) Surindro (Suami Ke-1 Megawati)
  16. Taufiq Kiemas (Suami Ke-2 Megawati)

Dokumen

Download Teks Pidato Bung Karno tanggal 17-8-1945

Kumpulan Artikel tentang Kebesaran Gus Dur


Perjuangan dan pengabdian Gus Dur bagi bangsa dan kemanusian masih menjadi topik penting bagi para tokoh.  Tokoh dunia dan nasional, tokoh NU/orang dekat beliau, bahkan tokoh yang pernah berbeda pendapat, Amin Rais (Muhammadiyah)  mengakui akan “kebesaran” Gus Dur.

Untuk menambah referensi dan memahami pengabdian hidup Gus Dur, berikut kumpulan artikel dan berita yang mengurai kegigihan perjuangan beliau sang Guru Bangsa, Bapak Pluralisme, Pahlawan Nasional, Tokoh Ulama, Pendiri PKB, . . .

Dokumen yang siap diunduh berisi artikel dengan judul sebagi berikut:

  • Mengenang Gus Dur
  • Gus Dur dan Islam
  • Yahya C. Staquf: (Bukan) Wasiat Gus Dur
  • Memulihkan Nama Gus Dur-Bung Karno
  • Bandul Pendulum Gus Dur Oleh Arif Afandi
  • Gus Dur Pahlawan untuk Semua Oleh: Ma’mun Murod
  • Pelajaran dari Gus Dur Oleh: Ahmad Tohari
  • Inayah: Gus Dur Ayah Terbaik
  • Esok, DPR Bahas Gelar Pahlawan Gus Dur
  • Sekjen OKI: Gus Dur Pendukung Kuat OKI
  • Dukungan Gus Dur Sebagai Pahlawan Terus Mengalir
  • PBB Beri Penghormatan untuk Gus Dur

Dokumen dilengkapi dengan sumber dan tanggal penulisan/terbit. Untuk membaca dokumen, silakan unduh file dengan klik teks berikut:

Download Kumpulan Artikel tentang Kebesaran Gus Dur

Detik-detik Menjelang Gus Dur Wafat


Ada kisah yang memberi petunjuk sebagai tanda-tanda bahwa Gus Dur akan dipanggil Allah SWT. Setidaknya, tercatat dalam enam hari Gus Dur meninggalkan kisah-kisah manusiawi sebagai hamba Allah SWT. 

24 Desember 2009 Gus Dur minta diantar berziarah ke Rembang, Jateng, dan Jombang, Jatim
08.00 Bertemu Gus Mus di Rembang
11.00 Meninggalkan Rembang menuju Jombang
  Di Jombang berziarah ke makam KH Wahab Chasbullah di Ponpes Tambak Beras, Jombang. Di sini Gus Drop lalu dibawa ke RSUD Swadana Jombang.

Semula Gus Dur dirujuk ke RSUD dr. Sutomo. Namun, ketika sampai sekitar Trowulan, Mojokerto, dia mendadak minta diantar baik lagi ke Jombang untuk berziarah ke makam ayahnya, Wahid Hasyim. Di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang.

25 Desember 2009 Batal di rawat di Surabaya, Gus Dur siterbangkan ke Jakarta. Kadar gulanya turun drastis, masuk RSCM untuk cuci darah.
26 Desember 2009 Gus Dur mengeluhkan gigi geraham kiri sakit.
27 Desember 2009 Gus Dur meninggalkan RSCM empat jam sejak pukul 10.30 untuk mengecek kantor PB NU.
28 Desember 2009 Gus Dur menjalani operasi pencabutan gigi geraham kiri bawah. Operasi berlangsung 35 menit dengan bius total. Hingga malam kondisi Gus Dur stabil dan sadar. Pernapasan dan sirkulasi darah pun dalam keadaan baik.
29 Desember 2009 Dalam pantauan tim dokter, Gus Dur bisa berkomunikasi seperti biasa.
30 Desember 2009  
11.00-11.30 Gus Dur minta dinacakan majalah yang memuat berita tentang PM Israel yang terancam hukuman mati. Putri bungsu, Inayah Wulandari, menyuapkan puding cokelat (masuk tiga suapan)
11.30-12.00 Melai mengeluh kesakitan di bagian paha ke bawah.
12.00-12.30 Dokter dipanggil dan melakukan analisis intensif.
13.30-15.00 Dipindahkan dari kamar 116 lantai 1 gedung A ke Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) lantai 5. Keluarga diminta menunggu di luar.
15.00-17.00 Minta diambilkan audio book yang tertinggal di lantai 1, ingin menyelesaikan seri buku yang belum tuntas dibacanya.
17.00 Dokter Yusuf Misbach menyampaikan kepada keluarga bahwa kondisi Gus Dur benar-benar butuh penanganan khusus.
18.30-18.35 SBY bersama rombongan datang menjenguk ke RSCM, langsung menemui isteri Gus Dur, Sinta Nuriyah.
18.35-18.45 SBY melakukan pertemuan dengan tim dokter yang menangani Gus Dur.
18.45

Kamis, 31 Desember 2009.

SBY masuk ruang. Oleh tim dokter, Gus Dur sudah dinyatakan wafat.

Pk. 13.30 di makamkan di komplek pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur.

Sumber: Jawa Pos, edisi31 Desember 2009

%d blogger menyukai ini: