NKRI Harga Mati


pancasila saktiJangan lupa, Minggu tanggal 30 September untuk mengibarkan bendera nasional Sang Merah Putih setengah tiang sebagai tanda bangsa Indonesia “berkabung nasional” bahwa 30 September 1965 telah terjadi pengkhianatan terhadap Pancasila, pembantaian para jenderal, dan makar yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dan, Senin tanggal 1 Oktober kita kibarkan bendera nasional Sang Merah Putih satu tiang penuh sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang atas kuasa-Nya, Pancasila kukuh sebagai dasar negara Indonesia, pedoman hidup bangsa Indonesia.

pramuka_pancasila_NKRIGenerasi bangsa yang berjiwa patriot tak akan melupakan sejarah untuk selalu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

#1OktoberIkutiUpacaraBendera
#1Oktober #PancasilaDasarNegara
#NKRIHargaMati #PramukaPerekatNKRI #PancasilaSakti

Daftar Lengkap Pahlawan Nasional


Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, sampai dengan awal 2010 ini, putra terbaik bangsa yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sebanyak 147 dengan rincian:

  • Jumlah Pahlawan Nasional laki-laki         : 135 orang
  • Jumlah Pahlawan Nasional perempuan  : 12 orang

Di antara 147 Pahlawan Nasional itu, yang berasal dari kalangan TNI/POLRI sebanyak 34 orang.

Berikut beberapa nama Pahlawan Nasional:

Nama Pahlawan Nasional SK Presiden
Ki Hadjar Dewantoro (1889 – 1959) 305 Tahun 1959
K.H. Ahmad Dahlan (1868 – 1934) 657 Tahun 1961
Tan Malaka (1884-1949) 53 Tahun 1963
Tjuk Njak Dhien (1850 – 1908) 106 Tahun 1964
Tjut Meutia (1870) 107 Tahun 1964
Raden Adjeng Kartini  (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
K.H. Abdul Wahid Hasjim (1914 – 1953) 206 Tahun 1964
K.H. Hasjim Asjarie (1875 – 1947) 294 Tahun 1964
Jend. TNI. Anm. Achmad Yani (1922 – 1965) 111 /KOTI/1965
Raden Adjeng Kartini (1879 – 1904) 108 Tahun 1964
Raden Dewi Sartika (1884-1947) 252Tahun 1966
Sultan Ageng Titajasa (1631-1683) 45/TK/1970
Sultan Hasanuddin (1631-1670) 087/TK/1973
DR. H. Moh. Hatta (1902-1980) 081/TK/1986
Pangeran Sambernyowo (KGPAAMangkunegoro I ) 1725-1795 048/TK/1988
Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912-1988) 053/TK/1990

Daftar lengkap 147 Pahlawan Nasional dapat diunduh dengan klik tautan berikut:

Unduh Daftar Nama Pahlawan Nasional

 

Pidato Bung Karno Berkaitan 1 Oktober 1965


Tanggal 1 Oktober bagi bangsa Indonesia merupakan hari bersejarah yang teramat historis berkaitan dengan peristiwa G 30 s/PKI yang ingin mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara dengan dasar komunis. Oleh karena kegagalan upaya itu maka Pancasila tetap kukuh sebagai dasar negara.

Keberhasilan para tokoh mempertahankan Pancasila itulah yang pada akhirnya dijadikan bagian dari tonggak sejarah perjuangan bangsa dengan ditetapkannya tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Untuk memahami rekam sejarah berkaitan dengan peristiwa itu, berikut pidato Soekarno yang saya akses dari situs Kepustakaan Presiden RI http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/.

AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO JANG DIUTJAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 DJAM 01.30.

Saudara-Saudara sekalian.

Mengulangi perintah saja sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Pemimpin Besar Revolusi jang telah diumumkan pada tanggal 1 Oktober ’65, dan untuk menghilangkan semua keragu-raguan dalam kalangan rakjat, maka dengan ini saja sekali lagi menyatakan bahwa saja berada dalam keadaan sehat wal’afiat dan tetap memegang tampuk pimpinan Negara dan tampuk pimpinan Pemerintahan dan Revolusi Indonesia.

Pada hari ini tanggal 2 Oktober ’65 saja telah memanggil semua Panglima Angkatan Bersendjata bersama wakil Perdana Menteri kedua Dr. Leimena dan para pejabat penting lainnya dengan maksud untuk segera menyelesaikan persoalan apa yang disebut peristiwa 30 September.

Untuk dapat menyelesaikan persoalan ini saja telah perintahkan supaja segera ditjiptakan satu suasana yang tenang dan tertib, dan untuk itu perlu dihindarkan segala kemungkinan bentrokan dengan sendjata.

Dalam tingkatan perdjoangan Bangsa lndonesia sekarang ini, saja perintahkan kepada seluruh rakyat untuk tetap mempertinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Dwikora.

Kepada seluruh Rakjat lndonesia saja serukan untuk tinggal tetap tenang dan kepada semua menteri dan petugas- petugas negara lainnja untuk tetap mendjalankan tugasnya masing-masing seperti sediakala.

Pimpinan Angkatan Darat pada dewasa ini berada langsung dalam tangan saja dan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dalam Angkatan Darat sementara saja tundjuk Maj. Djen. Pranoto Reksosamodra, Ass keIII Men/ PANGAD. Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban jang bersangkutan dengan peristiwa 30 September tersebut telah saja tundjuk Maj.Djen. Suharto, Panglima Kostrad sesuai dengan kebidjaksanaan jang telah saja gariskan.

Saudara-saudara sekalian.

Marilah kita tetap membina semangat persatuan dan kesatuan Bangsa; marilah kita tetap menggelorakan semangat anti nekolim.

Tuhan bersama dengan kita semua.

Sumber dari buku : Memoar Mayor Jendral Raden Pranoto Reksosamodra. BAGIAN KE EMPATBELAS Halaman 239 sampai dengan 240, ip Penerbit Syarikat Indonesia. ISBN 979-96819-3-6.

Sumber: http://www.progind.net/modules/wfsection/article.php?articleid=151

Koleksi: Perpustakaan Nasional RI, 2006

Riwayat Bung Karno Beserta Keluarga


Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Dokumen yang siap diunduh ini memuat riwayat Soekarno (Presiden I RI) beserta 15 keluarga sebagai berikut:

  1. Soekarno
  2. R. Soekeni Sosrodihardjo (Ayah)
  3. Ida Ayu Nyoman Rai  (Ibu)
  4. Raden Soekarmini (Kakak)
  5. Fatmawati (Istri)
  6. Hartini Soekarno  (Istri)
  7. Inggit Garnasih (Istri)
  8. Ratna Sari Dewi Soekarno (Istri)
  9. Siti Oetari (Istri)
  10. Sukmawati Sukarnoputri (Anak)
  11. Diah Pramana Rachmawati Soekarno (Anak)
  12. Mohammad Guruh Irianto (Anak)
  13. Karina Kartika Sari Dewi Soekarno (Anak)
  14. Megawati Sukarno Putri (Anak)
  15. Lettu (Penerbang) Surindro (Suami Ke-1 Megawati)
  16. Taufiq Kiemas (Suami Ke-2 Megawati)

Dokumen

Download Teks Pidato Bung Karno tanggal 17-8-1945

Sejuta Jasa Gus Dur untuk Indonesia dan Dunia


Kematian Gus Dur telah menghentakkan dunia, para pemimpin di dunia turut memberikan simpatinya dan mengapresiasikan apa yang telah dilakukan oleh Gus Dur. Berikut kutipan dari pernyataan tokoh dunia yang dilansir oleh harian Seputar Indonesia, Sabtu (2/1).

Tun Najib Razak, PM Malaysia. “Pengaruh kuat Gus Dur dalam menentukan Indonesia tidak dapat dianggap remeh. Gus Dur merupakan negerawan dan ilmuwan. Dia berjuang untuk membawa perubahan dan reformasi yang didasari nilai-nilai Islam.”

Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia. “Gus Dur merupakan seorang patriot yang berjuang untuk Indonesia dan Islam. Meskipun ada kalanya ketika saya tidak sepakat dengan mantan presiden, saya masih menghargai pandangannya.”

Barack Obama, Presiden AS. “Gus Dur tokoh penting dalam transisi demokrasi di Indonesia. Dia akan selalu dikenang atas komitmennya terhadap prinsip demokrasi, politik inklusif, dan toleransi beragama.”

Kevin Rudd, PM Australia. “Gus Dur adalah tokoh utama dalam sejumlah agenda reformasi penting yang dilaksanakan Indonesia menuju sebuah demokrasi yang modern.”

Hu Jintao, presiden China.” Gus Dur telah memberikan kontribusi penting dalam pembangunan hubungan diplomatik antara Indonesia dan China.”

Lee Hsien Loong, PM Singapura.” Gus Dur akan selalu diingat sebagai tokoh Islam moderat dan pemberla kaum minoritas.” (mad)

Mantan Ketua MPR RI Prof Dr Amien Rais: “Sudah sepantasnya dan selayaknya kalau Gus Dur mendapatkan gelar pahlawan nasional. Siapa pun atau pihak mana pun tidak perlu lagi mempersoalkannya.”

Tulisan di atas  saya akses dari website nu online.
Melalui tulisan ini saya mengajak segenap pembaca untuk ikut urun komentar atau tanggapan mengenai jasa Gus Dur. Harapan ini bukan bermaksud mengkultus pribadi Gus Dur, Gus Dur manusia biasa yang juga memiliki kekurangan sebagaimana manusia umumnya.
Bahwa Gus Dur memiliki kelebihan-kelebihan telah diakui masyarakat Indonesia dan dunia.
Nah, Anda pasti punya kesan tersendiri akan kelebihan Gus Dur, atau punya referensi yang dapat dikutip, atau pernah mendengar ungkapan dari seseorang santri, teman, tukang becak, guru, buruh, atau pejabat.
Silakan tulis melalui kolom komentar. Bagi Anda, mungkin yang Anda tulis tidak istimewa tapi, bisa jadi, bagi orang lain/sahabat/keluarga/siapa saja memiliki nilai yang istimewa.

Prangko Seri Cut Nyak Dhien


Pos Indonesia dalam rangka mengenang 100 tahun meninggalnya seorang pahlawan, pejuang wanita yang gagah berani berasal dari Aceh pada tahun 1908. Pejuang wanita ini meninggal dalam pengasingannya, sebuah akhir di tanah sepi di Sumedang, Jawa Barat. Jauh dari tanah kelahirannya, jauh dari keluarganya, renta, tua, rabun dan menderita encok, sendiri dan jauh dari orang-orang yang mencintai dan dicintai dirinya. Ya, hari-hari akhir pejuang wanita ini memang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi.

Pada saat kematiannya, 08 November 1908, warga setempat tidak mengetahui siapa sebenarnya wanita tua itu. Identitas sengaja dirahasiakan oleh pemerintah kolonial Belanda. Mereka memanggilnya dengan nama ibu Perbu yang berarti Ratu.

Tak ada yang menyangka bila perempuan tua yang mereka panggil ibu Perbu adalah The Queen of  Aceh Battle dari Perang Aceh (1873-1904) bernama Tjoet Nyak Dhien. Siapa sesungguhnya ibu Perbu baru terungkap pada tahun 1960. Informasi berasal dari surat resmi di Hindia Belanda tulisan kolonial Verslag yang menyatakan bahwa Tjoet Nyak Dhien diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat.

Terlahir dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Lampadang tahun 1848. Dari seorang ayah yang bernama Teeku Nanta Setia yang merupakan keturunan perantau Minang yang datang dari Sumatera Barat ke Aceh di sekitar abad 18.

Tumbuh sebagai seorang gadis yang cerdas dan menikah pada usianya yang ke 12 dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga.

Perang Aceh
Agresi Belanda pada tahun 1873 telah menggerakkan seluruh rakyat Aceh, termasuk Teuku Ibrahim untuk berjuang mengusir kaum kolonial. Dalam suatu pertempuran di Lembah Beurandeun Gle’Taron pada 1878, Teuku Ibrahim dengan beberapa pengikutnya gugur. Kematian orang yang dicintainya itu bukan memadamkan semangat berjuang untuk mengusir kaum kolonial tetapi semangat juang itu tetap berkobar di dalam dadanya, semakin mendorong Tjoet Nyak Dhien turun langsung di medan perang.

Setelah beberapa lama menjanda, ia menikah kembali dengan Teuku Umar. Pasangan suami istri ini kemudian melanjutkan perang melawan penguasa Belanda. Pada tahun 1899 Teuku Umar gugur pda pertempuran di daerah Suak Ujung Kalak Meulaboh.

Meskipun tubuh telah renta serta penyakit encok menggerogoti dan melemahkan dirinya, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang.

Prangko Cut Nyak Dhien
Perang Aceh adalah cerita tentang keberanian, pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah air. Bagi Tjoet Nyak Dhien, perang Aceh bukan hanya milik Teuku Umar, Teuku Cek Ibrahim Lamnga atau monopoli para lelaki Aceh saja. Perang Aceh adalah milik semesta rakyat Aceh.

Sebagai penghormatan terhadap semangat juang yang tinggi yang ditunjukan oleh seorang perempuan bernama Tjoek Nyak Dhien, Pos Indonesia menerbitkan prangko seri beliau pada 5 November 2008.

Artikel Harkitnas 2009: Sejarah Singkat Boedi Oetomo


Sejarah Singkat Boedi Oetomo

Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah. Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya. Baca lebih lanjut

Pahlawan dari Aceh


Nanggroe Aceh Darussalam dikenal sebagai Serambi Mekah karena antara lain masyarakatnya sangat agamis. Pahlawan dari Aceh telah menunjukkan nilai kejuangan untuk kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mengenal, memahami, dan meneladani semangat pengorbanannya. Baca lebih lanjut

Pengertian Gelar Pahlawan Nasional dan Prosedur Usul


Gelar Pahlawan Nasional bagi Bung Tomo baru dikukuhkan Presiden tanggal 7 November 2008, bersama DR. Mohammad Natsir dan Abdul Halim. Salah satu kreteria untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional adalah “telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik / perjuangan dalam bidang lain mencapai / merebut / mempertahankan / mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.” Baca lebih lanjut

Pesan Perjuangan: Kata Mutiara Pahlawan Nasional


Menyimak pesan dari para Pahlawan Nasional, terlihat jelas patriotisme yakni berjuang semata-mata demi bangsa dan tanah air. Sungguh suatu teladan luhur yang kini langka ditemukan. Inilah pesan 8 Pahlawan Nasional, antara lain Nyi Ageng Serang, Jenderal Sudirman, Moh. Yamin, Supriadi, Abdul Muis, dll. untuk anak negeri.

1. Pesan Nyi Ageng Serang

Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.
 
Disampaikan pada
saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah.

2. Pesan Jenderal Sudirman

Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.

Disampaikan pada
jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya.

3. Pesan Prof. Dr. R. Soeharso

Right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, Negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru itu pula kita wajib memperbaikinya.

Pernyataan Prof. Dr. R. Soeharso
sebagai seorang nasionalis dan patriot.
4. Pesan Prof. Moh. Yamin, S.H.
Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.
 
Disampaikan pada
Kongres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris.
5. Pesan Supriadi
Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi.
 
Disampaikan pada
saat Supriadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang
6. Pesan Teuku Nyak Arif
Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama.
 
Disampaikan pada
Pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera
7. Pesan Abdul Muis
Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa jika memang mau berjuang.
 
Disampaikan saat
menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan wakil Serikat Islam.
8. Pesan Pangeran Sambernyowo/KGPAA Mangkunegoro I
Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki), Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan), Mulat sario hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggung jawab) , Inilah Prinsip Tri Darma Yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I
Sumber: Pedoman Peringatan Hari Pahlawan 2008
 
Pengetahuan bermanfaat
PARTITUR LAGU :
Lagu Not Balok | Lagu Not Angka | Partitur Paduan Suara | Notasi Lagu Daerah | Lagu Wajib/Perjuangan | Lagu Kenangan | Lagu-lagu MP3 | Lagu-lagu Anak
PENDIDIKAN :
Silabus/RPP/SKL/Model Penilaian | GuruPortofolio/Sertifikasi/ | Wajib-belajar/ | Unas-2009/ | NUPTK. | Sejarah/ |
Aneka Logo beserta maknanya
Visi-Misi dan Tujuan Pendidikan Nasional
N I S N
Foto Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II
Visi Misi dan Tugas Kabinet Indonesia Bersatu II
Sepak Bola Liga Pendidikan Indonesia
%d blogger menyukai ini: