Sambutan HUT Pramuka 2017


Berikut naskah sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka Ke-56.  Hari Pramuka Ke-56 tahun 2017 ini memilih tema Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang terbaik bagi Bangsa.

Dokumen untuk diunduh:

Sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka 2017

Keppres 24/2016 Hari Lahir Pancasila


Hari lahir Pancasila telah ditetapkan berdasarkan Keppres Nomor 24 tahun 2016 yaitu tanggal 1 Juni. (File Keppres dapat diunduh di bawah tulisan ini)

Dasar pertimbangan penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, sesuai keppres tersebut antara lain:

  • untuk pertama kalinya Pancasila sebagai dasar negara diperkenalkan oleh Ir. Soekarno, Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan  Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945;
  • sejak kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945, Pancasila mengalami perkembangan hingga menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan dan disepakati menjadi rumusan final
    pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
  • rumusan Pancasila sejak tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 hingga rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara;
  • tanggal 18 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Konstitusi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008, sehingga untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia perlu ditetapkan hari lahir Pancasila;

Keppres 24/2016 menetapkan tiga hal:

  1. Menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.
  2. Tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional
  3. Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni

Dokumen untuk diunduh: Keppres 24/2016 Hari Lahir Pancasila

12 April, Hari Lahir Bapak Pramuka Indonesia


Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha disatukan dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwana IX memiliki peran penting di dalamnya. Presiden RI saat itu, Sukarno, berulang kali berkonsutasi dengan Sri Sultan tentang penyatuan organisasi kepanduan, pendirian Gerakan Pramuka, dan pengembangannya.

Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Sukarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).

Sri Sultan bahkan menjabat sebagai Ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut, yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Sehingga selain menjadi Ketua Kwarnas yang pertama kali, Hamengkubuwana IX pun menjadi Ketua Kwarnas terlama kedua, yang menjabat selama 13 tahun (4 periode) setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 15 tahun (3 periode).

Keberhasilan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dalam membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan”, mendapat pujian bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Dia bahkan akhirnya mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada tahun 1973. Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Atas jasa tersebutlah, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

 (Sumber; foto dan ulasan dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_IX)

Tema Hardiknas 2015 dan Buku Pendoman


Berikut Buku Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera dalam Rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 yang siap diunduh. Semoga kita diberi kesehatan untuk merayakan 2 Mei sebagai hari bersejaran bagi dunia pendidikan nasional.

Untuk tema peringatan Hardiknas 2015 adalah “Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”

Unduhan

Buku Pedoman Upacara Hardiknas 2015

Sambutan Mendiknas pada Hardiknas 2 Mei 2015    di sini   atau   di sini

Buku Pedoman Hari Ibu 2014


Untuk download buku pedoman peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-86 tahun 2014 silakan klik tautan di bawah. Hari Ibu diperingatai setiap tanggal 22 Desember.

Berikut tautan yang terkait dengan peringatan Hari Ibu.

Unduh Buku Pedoman PHI Ke-86 Tahun 2014

Notasi Paduan Suara Mars Hari Ibu

Notasi Paduan Suara Himne Hari Ibu

Logo Hari Ibu 2014 dan Maknanya

%d blogger menyukai ini: