Jadwal UAMBN dan SKL MTs/MA 2015


Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. 32 Tahun 2015, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) 2014/2015 untuk MA akan dimulai tgl. 9 Maret 2015 dan jenjang M Ts akan dimulai 23 Maret 2015.

Jadwal UAMBN

jadwal uambn MTs-MA 2015

Dokumen Unduhan

Download SKL/Kisi-kisi/POS UAMBN 2015 MTs/MA, klik di sini

Surat Mendikbud kepada Kepala Sekolah tentang K13


Download surat menteri tentang pemberhentian Kurikulum 2013 klik di sini. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah menerbitkan surat  edaran ke sekolah yang akan menjalankan kurikulum 2013. Melalui surat ini Mendikbud menegaskan hanya 6.326 sekolah yang akan menerapkan Kurikulum 2013. Surat nomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014, hal Pelaksanaan Kurikulum 2013, ditujukan kepada Kepala sekolah di seluruh Indonesia.

Ada tiga keputusan utama Mendikbud yang dijelaskan pada surat edaran tersebut:

1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru melaksanakan K13 mulai tahun pelajaran 2014/2015. Sekolah yang baru melaksanakan K13 satu semester ini supaya kembali melaksanakan KTS 2006 pada semester genap 2014/2015.

2. Tetap melaksanakan K13 bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan K13 tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah yang telah melaksnakan K13 selama tiga semester ini sebanayk 6.326 sekolah.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Dan, pemerintah akan melakukan perbaikan mendasar  terhadap K13 sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.

Surat Mendikbud dapat diunduh melalui tautan pada awal tulisan di atas atau klik  di sini.

 

 

Pedoman Pembelajaran TIK (Komputer) di SD


Ilmu pengetahuan dan  teknologi berkembang dengan pesat. Saat ini  teknologi  telah  digunakan  pada  hampir  di  setiap  sendi kehidupan. Pelaksanaan program  suatu  lembaga  juga  tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi. Pendidikan dituntut untuk menyesuaikan  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi.

Keberadaan komputer di sekolah sudah menjadi suatu kebutuhan, namun  yang  lebih  penting  adalah  pemanfaatan  teknologi informasi tersebut.

Manfaat  komputer  di  sekolah  selain  untuk  mendukung administrasi sekolah juga untuk mendukung proses pembelajaran.

Komputer  dapat  berfungsi  sebagai  multi-media  dalam pembelajaran.  Perangkat  komputer  itu  sendiri  harus  dikenalkan kepada  siswa  dan  bahkan  bisa  dijadikan  sebagai  salah  satu mata pelajaran.

Pendidikan  merupakan  salah  satu  prioritas pembangunan  bangsa.  Dunia  pendidikan  dituntut untuk  mempersiapkan  sumber  daya  manusia  yang kompeten  agar  mampu  bersaing  dalam  pasar  kerja global.  Upaya  dalam  mempersiapkan  dan meningkatkan  sumber  daya  manusia  yang  tangguh, berkualitas,  dan  mampu  bersaing  dengan  bangsa-bangsa  lain  perlu  dilakukan  pembinaan  dan peningkatan mutu pendidikan secara optimal.

Dalam  rangka  peningkatan  mutu  pendidikan  maka wawasan  tentang  perkembangan  ilmu  pengetahuan dan  teknologi  yang  begitu  pesat  perlu  dibekalkan kepada  guru  dan  siswa. Dewasa  ini  hampir  di  setiap sendi kehidupan  terdapat  teknologi komputer. Dengan demikian  setiap  guru  hendaknya  mengerti  komputer sebagai  bagian  dari  perkembangan  teknologi  yang akan  menjadi  bagian  dari  kehidupan.  Untuk  itu pengenalan  perangkat  komputer  di  sekolah merupakan  bagian  dari  pemutakhiran  wawasan  dan pengetahuan siswa.

Dunia  komputer  yang  terus  berkembang  menuntut setiap  orang  harus  menyesuaikan  jika  tidak  mau ketinggalan jaman. Informasi berkembang begitu cepatdan  tersedia  dengan  mudah  dan  murah.  Internet merupakan  salah  satu  perkembangan  teknologi komunikasi modern yang mau  tidak mau harus diikuti karena melalui internet diperoleh informasi yang begitu banyak,  lengkap,  cepat,  dan murah.  Internet menjadi kebutuhan  baru  baik  bagi  individu  yang  mengikuti perkembangan teknologi maupun bagi instansi.

Pembelajaran  komputer  di  sekolah  dasar merupakan hal  baru  yang  belum  semua  sekolah  melaksanakan terkait dengan ketiadaan sarana dan prasarana. Selain itu  pengetahuan  tentang  komputer  merupakan  hal yang  relatif  baru.  Namun  karena  pendidikan  harus mengikuti  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan teknologi,  maka  pembelajaran  komputer  secara perlahan  tapi  pasti  akan  menjadi  suatu  kebutuhan sekolah.

Dalam  rangka  membantu  guru  dalam  melaksanakan pembelajaran komputer perlu disusun suatu pedoman yang dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan.

Untuk  itu,  buku berikut  sangat berguna membantu  guru  dalam  melaksanakan  pembelajaran  teknologi informasi dan komunikasi dengan fokus pada komputer di SD.

Buku ini berjudul Pedoman Pembelajaran Tekonologi Informasi dan Komunikasi (Komputer) di SD diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan TK dan SD Depdiknas.

 

Berikut daftar isi buku yang dapat memberi gambaran isi buku yang sangat bermanfaat:

BAB I PENDAHULUAN (A. Latar Belakang,  B. Tujuan,  C. Dasar Hukum)

BAB II STANDAR KOMPETENSI PEMBELAJARAN TIK SD (A. Standar Kompetensi Lulusan, B. Kompetensi Dasar TIK,  C. Materi Pembelajaran Komputer Sekolah Dasar)

BAB III METODOLOGI PEMBELAJARAN TIK/KOMPUTER (A. Proses Pembelajaran Komputer, B. Pembelajaran Komputer Melalui Buku, C. Pembelajaran Langsung dengan Komputer, D. Media dan Alat Peraga Pembelajaran Komputer)

BAB IV ADMINISTRASI PEMBELAJARAN TIK/KOMPUTER A. Silabus Pembelajaran Komputer, B. Program Semester, .C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

BAB V EVALUASI PEMBELAJARAN KOMPUTER DI SD (A. Penilaian Proses, B. Penilaian Hasil, C. Program Pengayaan dan Remedial, D. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil)

BAB VI  PENUTUP :LAMPIRAN

  1. Contoh Silabus TIK (Komputer) Kelas I-VI SD
  2. Contoh Program Tahunan Pembelajaran Komputer Kelas I-VI SD
  3. Contoh Design Flash Card
  4. Contoh Kamus Suplemen Mata Pelajaran TIK
  5. Irregular Verbs
  6. Verb ‘Tenses’ in English
  7. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi TIK SD/MI

 

Dokumen untuk diunduh:

Pedoman Pembelajaran TIK (Komputer) di SD

Pedoman RPP dan Proses Pembelajaran


Berdasarkan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan mengenai kegiatan yang harus dilakukan seorang guru mulai dari sebelum, sedang, dan sesudah melaksanakan pembelajaran. Paparan di bawah ini merupakan kutipan sebagian isi Permendiknas Nomor 41/2007.

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompe­tensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembela­jaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

Silabus

Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, ma­teri pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pen­capaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lu­lusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Ting­kat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus di­susun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang ber­tanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan divas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pen­didikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang me­nangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke­giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun  RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

 

Komponen RPP

1.  Identitas mata pelajaran

Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata pela­jaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3.  Kompetensi dasar

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik•dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran.

4.  Indikator pencapaian kompetensi

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

5. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi.

7.         Alokasi waktu

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan un­tuk pencapaian KD dan beban belajar.

8. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I.

9.  Kegiatan pembelajaran

a.  Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b.  Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c.  Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpul­an, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.

10. Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom­petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom­petensi.

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

1.    Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2.    Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, krea­tivitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3.    Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembang­kan kegemaran membaca, pemahaman beragam ba­caan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4.    Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, ke­giatan pernlielajaran, indikator pencapaian kompeten­si, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengako­modasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6.  Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegra­si, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

 

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, ::ayiatan inti dan kegiatan penutup.

1.  Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a.    menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses   pembelajaran;

b.    mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait­kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;

c.  menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;

d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai  silabus.

2.   Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1)   melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

2)   menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

3)   memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

4)   melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan

5)   memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalarn kegiatan elaborasi, guru:

1)   membiasakan peserta didik membaca dan me­nulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2)   memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3)   memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4)   memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;

5)   memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6)   rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7)   memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok;

8)   memfasilitasi peserta didik melakukan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan;

9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

1)  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,  isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

2)   memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,

3)   memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4)   memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a)   berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;

b)   membantu menyelesaikan masalah;

c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi;

d)   memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;

e)   memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

 

3.    Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

a.   bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

b.   melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsis­ten dan terprogram;

c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

d.   merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas balk tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

e.   menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

 

Dokumen untuk diunduh:

Permendiknas-41_2007_Standar Proses Dikdasmen

 

Silabus dan RPP SKI M Ts


Dokumen SKI MTs berikut ini tersedia untuk kelas 7, 8, dan 9 dalam 2 semester (gasal dan genap).

Semoga bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

SKI-MTs-7_silabusRPP.pdf

SKI-MTs-9_silabusRPP.pdf

SKI-MTs-8_silabusRPP.pdf

 

Modul PLPG Sertifikasi Guru


Pendidikan dan Latihan Profesi Guru  (PLPG) bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi,    profesionalisme,  dan  menentukan  kelulusan  guru  peserta
sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor kelulusan pada penilaian
portofolio.

Materi PLPG disusun dengan memperhatikan empat kompetensi guru, yaitu:
(1)  pedagogik,  (2)  profesional,  (3)  kepribadian,  dan  (4)  sosial.  Standardisasi kompetensi  dirinci  dalam materi  PLPG  ditentukan  oleh  LPTK  penyelenggara sertifikasi  dengan mengacu  pada  rambu-rambu  yang  ditetapkan  oleh Dirjen Dikti/Ketua  Konsorsium  Sertifikasi  Guru  dan  hasil  need  assesment.

Penyelenggaraan  PLPG  diakhiri  dengan  ujian  yang mencakup  ujian  tulis  dan ujian kinerja. Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan  pedagogik,  ujian  kinerja  untuk  mengungkap  kompetensi  profesional, pedagogik,  kepribadian, dan  sosial.  Keempat  kompetensi  ini  juga bisa dinilai selama  proses  pelatihan  berlangsung.  Kompetensi  kepribadian  dan kompetensi  sosial  juga dinilai melalui penilaian  teman  sejawat. Ujian  kinerja dalam  PLPG  dilakukan  dalam  bentuk  praktik  pembelajaran  bagi  guru  atau praktik  bimbingan  dan  konseling  bagi  guru  BK,  atau  mengajar  &  praktik supervisi  bagi  guru  yang  diangkat  dalam  jabatan  pengawas.  Ujian  kinerja untuk  setiap peserta minimal dilaksanakan  selama 1  JP.

Peserta  dinyatakan  Lulus  PLPG 2010 apabila  SAK (Skor Akhir Kelulusan)  ≥  70,00  dengan  SUT (Skor Ujian Tulis)  tidak  boleh kurang dari 60,00 dan SUP (Skor Uji Praktik Pembelajaran)  tidak boleh kurang dari 70,00.

Untuk bekal persiapan, ada baiknya peserta PLPG memahami modul/materi PLPG.  Berikut modul yang siap diunduh bila diperlukan:

 

Modul-PLPG_TIK.pdf

Modul-PLPG_Sejarah.pdf

Modul-PLPG_PTKKTI.pdf

Modul-PLPG_Penjaskes.pdf

Modul-PLPG_PKn.pdf

Modul-PLPG_Penelitian-Tindakan-Kelas.pdf

Modul-PLPG_Model-Pembelajaran-SD.pdf

Modul-PLPG_Paud.pdf

Modul-PLPG_Model-Pembelajaran-Sains-SMA.pdf

Modul-PLPG_Kimia.pdf

Modul-PLPG_Matematika.pdf

Modul-PLPG_Model-Pembelajaran-Bahasa.pdf

Modul-PLPG_Bimbingan-Konseling.pdf

Modul-PLPG_Ilmu-Pengetahuan-Alam.pdf

Modul-PLPG_Biologi.pdf

Modul-PLPG_Ilmu-Pengetahuan-Sosial.pdf

Modul-PLPG_Bahasa-Inggris.pdf

Modul-PLPG_Bahasa-Indonesia.pdf

 

Kisi-kisi Uji Tulis PLPG

Bila memerlukan kisi-kisi uji tulis PLPG, dapat dilihat/dipilih untuk diunduh sesuai materi, klik di sini.

Karakteristik Anak Autis


Autisme adalah suatu kondisi yang mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Hal ini mengakibatkan anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitif, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Powers (1989) karakteristik anak autistik adalah adanya enam (6) gejala/gangguan, yaitu dalam bidang:

1. Interaksi sosial:

a. Tidak tertarik untuk bermain bersama teman atau lebih suka menyendiri

b. Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan

c. Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta minum

2. Komunikasi (bicara, bahasa dan komunikasi):

a. Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.

b. Senang meniru atau membeo (echolalia); Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya

c. Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi sirna

d. Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya

e. Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain; Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi

f. Sebagian dari anak ini tidak berbicara (non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa

3. Pola bermain:

a. Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya

b. Senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, gasing

c. Tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar; tidak kreatif, tidak imajinatif

d. Dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana.

4. Gangguan sensoris:

a. Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga

b. Sering menggunakan indera pencium dan perasanya, seperti senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda

c. Dapat sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk

d. Tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut.

5. Perkembangan terlambat atau tidak normal:

a. Perkembangan tidak sesuai seperti pada anak normal, khususnya dalam ketrampilan sosial, komunikasi dan kognisi.

b. Dapat mempunyai perkembangan yang normal pada awalnya, kemudian menurun atau bahkan sirna, misalnya pernah dapat bicara kemudian hilang.

6. Penampakan gejala:

a. Gejala diatas dapat mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil. Biasanya sebelum usia 3 tahun gejala sudah ada

b. Pada beberapa anak sekitar umur 5 – 6 tahun gejala tampak agak berkurang.

Gejala lain yang juga sering tampak pada anak autistik adalah dalam bidang perilaku antara lain memperlihatkan perilaku stimulasi diri seperti bergoyang-goyang, mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar mendekatkan mata ke pesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang, tidak suka pada perubahan, dan dapat pula duduk bengong dengan tatapan mata yang kosong. Gejala dalam bidang emosi yaitu sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alasan, mengamuk tidak terkendali (temper tantrum) jika dilarang atau diberikan keinginannya; bahkan kadang suka menyerang dan merusak. Kadang-kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri dan tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain. Tidak semua gejala di atas ada pada anak autistik. Gejala dapat beraneka ragam sehingga tampak bahwa tidak ada anak autistik yang benar-benar sama dalam semua tingkah lakunya. Sedangkan perbandingan laki laki : perempuan adalah sekitar 4 : 1 dan terdapat pada semua lapisan masyarakat, etnik/ras, religi, tingkat sosio-ekonomi serta geografi (Holmes, 1998).

Untuk menambah wawasan atau pengetahuan bagi guru sekolah umum dalam menyusun bahan ajar bagi peserta didik autistik, Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas menyusun model bahan ajar. Tahapan penyusunan model bahan ajar untuk peserta didik autistik di SD umum (SD yang menyelenggarakan pendidikan inklusif untuk peserta didik autistik) sebagai berikut :

1. Pembuatan profil peserta didik autistik

  • Identitas /data peserta didik: 1) Riwayat keluarga 2) Riwayat kesehatan 3) Riwayat pendidikan
  • Gambaran kemampuan peserta didik: 1) Kemampuaan mengikuti tugas 2) Kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif 3) Kemampuan motorik kasar dan halus 4) Kemampuan sosialisasi (interaksi sosial) 5) Kemampuan bina diri 6) Kondisi emosi dan perilaku
  • Karakteristik peserta didik autistic: 1) Kekuatan (strengths) 2) Kelemahan (weaknesses) 3) Perilaku (positif dan negatif) 4) Kebutuhan 5) Langkah-langkah bantuan 6) Catatan penting lainnya.

2. Penyusunan silabus, SK-KD, dan Indikator (PPI)

3. Penyusunan jaringan tema (tematik)

4. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Individual (RPPI)

5. Penyusunan bahan ajar untuk peserta didik autistik yang bersangkutan (Sesuai PPI).

Adapun komponen kelengkapan model bahan ajar untuk anak Autis di SD ini adalah:

  1. Profil Anak
  2. Jaringan tema
  3. Silabus
  4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Individual (RPPI)
  5. Model bahan ajar

    Unduh buku panduan terbitan Pusat Kurikulum Kemendiknas

    Model-Bahan-Ajar-Anak-Autis-di-SD.pdf


%d blogger menyukai ini: