Tema Hardiknas 2015 dan Buku Pendoman


Berikut Buku Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera dalam Rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 yang siap diunduh. Semoga kita diberi kesehatan untuk merayakan 2 Mei sebagai hari bersejaran bagi dunia pendidikan nasional.

Untuk tema peringatan Hardiknas 2015 adalah “Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”

Unduhan

Buku Pedoman Upacara Hardiknas 2015

Sambutan Mendiknas pada Hardiknas 2 Mei 2015    di sini   atau   di sini

Bukti Fisik dan Angka Kredit Diklat Fungsional Guru


Diklat  fungsional  bagi  guru  adalah  kegiatan  guru  dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk meningkatkan  keprofesian  guru  yang  bersangkutan  dalam kurun waktu tertentu. Macam kegiatan dapat berupa kursus, pelatihan,  penataran,  maupun  berbagai  bentuk  diklat  yang lain.

Guru  dapat  mengikuti  kegiatan  diklat  fungsional,  atas dasar  penugasan  baik  oleh  kepala  sekolah/madrasah  atau institusi yang lain, maupun atas kehendak   sendiri dari guru yang bersangkutan.

Untuk keperluan pemberian angka kredit,  bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.

  1. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atauinstansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah   (misalnya   dari   institusi   lain   atau kehendak sendiri), harus  disertai dengan surat persetujuan mengikuti diklat fungsional dari kepala sekolah/madrasah.
  2. Fotokopi sertifikat  diklat  yang  disahkan  oleh  kepala sekolah/madrasah.
  3. Laporan hasil  pelatihan  yang  dibuat  oleh  guru  yang bersangkutan, diketik dan dijilid serta disajikan dengan kerangka isi sebagai berikut.

Sistematika Laporan Diklat

Bagian Awal

Memuat  judul  diklat  yang  diikuti,  keterangan  tentang kapan waktu pelaksanaan diklat, di mana kegiatan diklat diselenggarakan,  tujuan   dari   penyelenggaraan   diklat, lama   waktu   pelaksanaan   diklat, surat penugasan, penyelenggara/pelaksana diklat,  surat  persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana diklat.

Bagian Isi

  1. Uraian rinci dari tujuan diklat/pengembangan diri yang dilakukan.
  2. Penjelasan isi materi  yang  disajikan dalam diklat/pengembangan diri serta uraian kesesuaian dengan              peningkatan  keprofesian guru yang bersangkutan.
  3. Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru  peserta   diklat/pengembangan   diri berdasarkan hasil dari mengikuti diklat tersebut.
  4. Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu KBM dan siswanya.
  5. Penutup

Bagian Akhir

Lampiran, berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan sebagaimana format berikut:

form laporan diklat

Angka Kredit Diklat

Angka kredit kegiatan Diklat tidak ditentukan berdasarkan tingkat skala penyelenggaraan nasional, provinsi, kabupaten tetapi berdasarkan jumlah jam diklat sebagaimana tabel berikut.

angka kredit diklat

Sumber: Buku 4 Pedoman PKB dan Angka kreditnya. Unduh Buku 4, klik di sini

Buku Kurikulum 2013 MI/MTs/MA


Berikut buku K-13 yang siap diunduh. Buku-buku PAI dan Bahasa Arab yang siap di-download berikut untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah adalah buku Guru juga buku Siswa.

Madrasah Aliyah

 

Madrasah Tsnawiyah

 

 

Madrasah Ibtidaiyah

Kelas I

 

Kelas IV

 

Jika tautan-tautan di atas bermasalah, silakan coba pilih buku dimaksud pada sumber http://pendis.kemenag.go.id/

 

Unduh Buku K13 SD/SMP/SMA/SMK


Berikut buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013 yang siap diunduh dengan mudah. Bagi SD ada buku agama dan buku tematik. Bagi SMP/SMA/SMK, selain buku agama juga ada buku mapel.

Buku Agama SD/SMP/SMA/SMK terdiri 6 agama: 

  1. Islam,
  2. Hindu,
  3. Budha,
  4. Konguchu,
  5. Kristen,
  6. Katolik.

Untuk mapel SMP terdiri dari 9 mapel yaitu:

  1. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. IPA,
  4. IPS,
  5. Matematika,
  6. PJOK,
  7. PPKN,
  8. Prakarya,
  9. Seni budaya

Sedangkan mapel SMA/SMK terdiri 8 mapel:

  1. B. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. Matematika,
  4. PJOK,
  5. PPKN,
  6. Prakarya dan Kewirausahaan,
  7. Sejarah Indonesia,
  8. Seni budaya.

Berikut tautan unduh buku K13:

  1. Buku SD  | Buku Agama SD | Buku Tematik SD
  2. Buku SMP | Buku Agama SMP | Buku Mapel SMP
  3. Buku SMA/SMK | Buku Agama SMA/SMK | Buku Mapel SMA/SMK

 

Materi PLPG 2012: Pengembangan Profesi Guru


Sertifikasi guru  merupakan amanat  Undang-undang Nomor  14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru mengharuskan  bahwa guru profesional memiliki kualifikasi akademik  sekurang-kurangnya S1 atau Diploma IV  dan bersertifikat pendidik. Salah satu  pola  sertifikasi guru  dalam jabatan  adalah  Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) yang diselenggarakan  oleh perguruan tinggi  yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Salah satu mata ajar dalam PLPG tahun 2012 adalah  Kebijakan Pengembangan Profesi Guru. Bahan ajar ini  ditulis dan dikembangkan  bersama oleh Tim Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dengan editor Prof. Dr. Sudarwan Danim dari rambu-rambu struktur kurikulum PLPG tahun 2012.

Kehadiran bahan ajar ini diharapkan menjadi  sumber belajar dan  penguat bagi peserta PLPG untuk memenuhi standar kompetensi lulusan yang telah disepakati oleh pengembang sesuai dengan regulasi yang ada.

Substansi  bahan ajar ini berkaitan dengan  kebijakan pembinaan dan pengembangan profesi guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  khususnya tentang

  • peningkatan kompetensi,
  • penilaian kinerja,
  • pengembangan karir,
  • perlindungan dan penghargaan, serta
  • etika profesi guru.

Substansi sajian ini diharapkan dapat menginspirasi peserta PLPG untuk memahami secara lebih mendalam dan mengaplikasikan secara baik hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud.

Bila berminat memiliki/mengundug buku materi ini, silakan klik poster buku di atas.

Pemenuhan Jam Kerja Guru dan Pengawas


Berdasarkan Permendiknas 39/2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan disebutkan bahwa Beban kerja guru paling sedikit ditetapkan 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau pemerintah daerah.

Guru yang tidak dapat memenuhi beban kerja minimal diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan formal yang bukan satuan administrasi pangkalnya, baik negeri maupun swasta sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidik.

Bagi guru yang akan memenuhi kekurangan jam tatap muka wajib melaksanakan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satuan administrasi pangkalnya

Pengaturan lebih lanjut tentang Perhitungan Beban Kerja Guru diatur berdasar buku Pedoman Perhitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK.

Dalam perkembangannya, Permendiknas 39/2009 direvisi dengan Permendiknas 30/2011 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan yang pada intinya dalam jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan kantor wilayah kementerian agama dan kantor kementerian agama kabupaten/kota harus selesai melakukan perencanaan kebutuhan dan redistribusi guru, baik di tingkat satuan pendidikan maupun di tingkat kabupaten/kota.

Dokumen untuk Diunduh

Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru

Permendiknas 39/2009

Permendiknas 30/2011

Pedoman Pembelajaran Tematik PAI SD


Klik poster ini untuk mengunduh Buku Pedoman

Model pembelajaran tematik adalah model pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan mengintegrasikan berbagai materi ajar dengan karakteristik dan aspek materi yang berkaitan di dalam satu kegiatan pembelajaran yang tersusun secara sistematis. Model pembelajaran ini disusun untuk menjawab permasalahan pendidikan yang semakin hari sarat muatan. Terlebih lagi peserta didik pada rentan usia yang masih melihat segala sesuatu salam satu keutuhan secara holistik. Hal ini tidak terkecuali pada sekolah dasar, terutama kelas I, II, dan III.

 

 

Pengertian

Pembelajaran tematik PAI adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa aspek/topik sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik, Sedangkan pengertian tema di sini adalah pokok-pokok pikiran atau gagasan yang menjadi pokok pembelajaran.

 

Tujuan

Tujuan penyusunan pedoman pembelajaran tematik PAI adalah:

  1. Agar peserta didik mudah memusatkan perhatian pada suatu tematertentu karena materi disajikan dalam kontek tema yang jelas.
  2. Agar peserta didik mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar aspek dalam satu tema
  3. Agar pemaham peserta didik terhadap aspek PAI lebih mendalam dan berkesan.
  4. Agar kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik karena mengaitkan berbagai aspek/topik dengan pengalaman pribadi dalam situasi nyata yang diikat dalam tema tertentu.
  5. Agar guru PAI dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk pendalaman.

 

Manfaat

Manfaat pembelajaran tematik PAI adalah:

  1. Dengan mengembangkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi aspek akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dikurangi bahkan dihilangkan.
  2. Peserta didik mampu melihat hubungan yang bermakna antara aspek/pokok bahasan.
  3. Pembelajaran menjadi utuh sehingga peserta didik akan mendapat pengertianmengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.
  4. Dengan adanya pemaduan antara aspek/pokok bahasan maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.
  5. Bersifat fleksibel.
  6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik.
  7. Menggunkan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.

 

Rambu-rambu

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai rambu-rambu adalah:

  1.  Dilaksanakan dengan memadukan antar aspek dalam mata pelajaran PAI, bukan PAI dengan mata pelajaran yang lain.
  2. Tidak semua aspek dapat dipadukan.
  3. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
  4. Kompetensi dasar yang tidak bisa dipadukan dapat diajarkan secara tersendiri.
  5. Kegiatan inti ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan mempraktikkan serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia.
  6. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.

Dalam buku pedoman ini juga dilengkapi:

  • Petunjuk tahap persiapan pembelajaran tematik PAI
  • Pelaksanaan pembelajaran pembelajaran tematik PAI
  • Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi Dasar PAI
  • Silabus PAI
  • Jaringan Tematik PAI

 

Bila berminat memiliki buku pedoman ini dapat mengunduh dengan klik poster buku di atas.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.127 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: