Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2010


Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Tahun 2010 merupakan event ke-42. Lomba ini diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) – AJB Bumiputera 1912. Peserta, bisa Usia 12-19 tahun terhitung pada tanggal 25 September 2010 Perorangan atau kelompok maksimal 3 orang. Bidang penelitian yang dilombakan terdiri IPS, IPA, dan Ilmu Teknik Rekayasa. Proposal penelitian dikirimkan secara elektronik melalui situs LKIR 2010 diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 15 Juli 2010. Peserta sangat dianjurkan untuk mengirim secara elektronik, dan hanya bila tidak memungkinkan bisa dikirim melalui pos tetapi harus dilengkapi dengan berkas elektronik lengkap.


PERSYARATAN LOMBA

PESERTA

  1. Usia 12-19 tahun terhitung pada tanggal 25 September 2010
  2. Perorangan atau kelompok maksimal 3 orang
  3. Belum pernah menjadi pemenang LKIR dalam kurun waktu dua tahun terakhir
    1. Melampirkan surat keterangan dari sekolah/instansi terkait, riwayat hidup diketahui oleh orangtua  atau wali, mencantumkan alamat dan nomor telepon yang  mudah dihubungi.

BIDANG  PENELITIAN

  1. Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial.
  2. Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
  3. Bidang Ilmu Teknik dan Rekayasa

PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN (maksimal 10 halaman)

  1. Judul bebas (dalam konteks obyek penelitian)
    1. Materi merupakan proposal penelitian yang akan dilaksanakan dengan metode ilmiah dan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, memakai template yang telah ditentukan meliputi :
  • Judul dan nama penulis dalam 1 halaman
  • Penulisan abstrak tidak lebih dari 300 kata
  • Substansi: pendahuluan, masalah yang akan diteliti, hal baru yang diajukan terkait masalah, metode yang akan dilakukan sebagai justifikasi atas hal baru yang diajukan, kesimpulan, referensi
  • Daftar riwayat hidup setiap penulis
  • Menandatangani perjanjian diatas meterai
  • Format judul dan abstrak dapat diunduh di bagian akhir tulisan ini.
  1. Diketik dengan jarak 1½ spasi, jenis huruf Arial, ukuran huruf 11, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
  2. Proposal penelitian dikirimkan secara elektronik melalui situs LKIR 2010 diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 15 Juli 2010. Peserta sangat dianjurkan untuk mengirim secara elektronik, dan hanya bila tidak memungkinkan bisa dikirim melalui pos tetapi harus dilengkapi dengan berkas elektronik lengkap.
  3. Pengumuman proposal penelitian yang disetujui akan dilakukan pembimbingan oleh LIPI diinformasikan pada tanggal 1 Agustus 2010 melalui situs di atas
  4. 6. Kegiatan pembimbingan penelitian proposal yang telah disetujui akan dilakukan dalam periode Agustus – Oktober 2010
  5. 7. Pengiriman hasil akhir penelitian yang telah melalui proses pembimbingan, harap dikirim melalui situs LKIR 2010 dan harus diterima Panitia paling lambat pada tanggal 30 Oktober 2010
  6. Finalis  akan diundang ke Jakarta untuk presentasi. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya  Peneliti Utama (berada di urutan pertama) untuk mewakili kelompoknya. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIR 2010 pada tanggal 7 November 2010
  7. Pemenang LKIR 2010 diumumkan pada malam penganugerahan
  8. Panitia berhak menyebarluaskan karya tulis dan alat peraga yang diperlombakan melalui berbagai media
  9. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIR 2010

HADIAH

Pemenang akan mendapatkan uang tunai dari AJB Bumiputera 1912 dan Piala serta Piagam Penghargaan dari LIPI

Pemenang I       : Rp 12.000.000,- (Dua belas juta rupiah)

Pemenang II      : Rp 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

Pemenang III     : Rp   8.000.000,- (Delapan juta rupiah)

RANGKAIAN KEGIATAN

  1. Penerimaan proposal penelitian              :  15 Juli 2010 (paling lambat)
  2. Pengumuman proposal yang dibimbing   :  1 Agustus 2010
  3. Proses pembimbingan penelitian                 :   Agustus- Oktober
  4. Penerimaan hasil akhir penelitian (Full Paper)   :  30 Oktober 2010
  5. Pengumuman Pemanggilan Finalis               :  7 November 2010
  6. Registrasi Finalis LKIR                                       :  21 November 2010
  7. Presentasi                                                                 :  22 November 2010
  8. Audiensi dan Field Trip                                      :  23 November 2010
  9. Malam Penganugerahan                                     :  23 November 2010

Proses pembimbingan proposal penelitian akan dilakukan oleh Pembimbing (Scientific Review Committee/SRC) yang ditentukan oleh LIPI.

Panitia Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-42 Tahun 2010
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 273, 274, 276
Fax. (021) 52920839, 5251834
Situs LKIR 2010 : http://kompetisi.lipi.go.id/lkir42

Lihat Lomba Karya Tulis/Penelitian yang lain  .   .   .

Dokumen untuk diunduh

Buku_Panduan Lengkap_LKIR_2010

Iklan

UN 2010: 154.079 Siswa SMA dan SMK Tak Lulus


Sebanyak 154.079 peserta unas SMA, MA, dan SMK 2010 dinyatakan tak lulus. Namun, mereka tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti unas ulang tanggal 10-14 Mei.

Angka kelulusan tahun ini hanya 89,88 persen. Persentase ini menurun dibanding tahun lalu yang tingkat kelulusan 93,4 persen.

Dari total 1.522.162 peserta unas tingkat SMA, lebih dari sepuluh persen yang tidak lulus. Menurut Kemendiknas Nuh, pengawasan ketat yang melibatkan tim pengawas independen dan pakta kejujuran ikut berpengaruh kepada tingkat kelulusan. ”Bukan berarti tahun lalu tidak diawasi secara ketat,” katanya.

Nuh mencontohkan, di Gorontalo tingkat kelulusan mencapai 90 persen tahun lalu. Tetapi, tahun ini hanya 53 persen. Selain Gorontalo, ada beberapa daerah yang tingkat kelulusannya menurun secara drastis. Yakni, NTT, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Timur.

Rencananya, kata dia, Kemendiknas memetakan masalah itu. ”Apa dan bagaimana meningkatkan kelulusan, setiap sekolah memiliki permasalahan yang berbeda,” terangnya.

Nuh menjelaskan, meski banyak seiswa yang tidak lulus, Kemendiknas memberikan kesempatan seluruh siswa yang tidak lulus untuk mengikuti unas ulang pada 10-14 Mei nanti. ”Mata pelajaran yang diuji dan waktunya sama dengan unas sebelumnya,” paparnya.

Dia mendorong siswa yang tidak lulus unas tidak berkecil hati. Bahkan, dia berharap agar semua sekolah yang siswanya gagal pada unas memberikan pelajaran tambahan untuk mata pelajaran yang akan diujikan. ”Masih ada waktu untuk membahas latihan soal unas di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Jika pada unas ulang nanti masih ada siswa yang tidak lulus, lanjut Nuh, masih ada kesempatan untuk mengikuti unas kesetaraan paket C pada 22 Juni mendatang. ”Intinya, akan tetap ada kesempatan buat mereka untuk terus belajar dan berusaha,” jelasnya.

Persentase siswa tidak lulus UN 2010 di beberapa provinsi sbb.:

  • Gorontalo: 46,22%
  • NTT: 52,08%
  • Kalimantan Tengah: 39,29%
  • Maluku Utara: 41,14%
  • Sulawesi Tenggara: 35,89%
  • Kalimantan Timur: 30,53%

Baca juga . . . .

Daftar Sekolah dan Siswa Peringkat Unas 2010 Jatim

Sumber : Koran Jawa Pos, edisi 24 April 2010

Juara Lomba Wisata Jatim 2009


Setelah satu bulan lebih lomba (foto) wisata Jawa Timur tahun 2009 ditutup, panitia telah berhasil menetapkan pemenangnya.

Berikut para juara lomba:

Grandprize (Juara Tingkat Prov. Jatim)

  • Nama : Dhana_87
  • Karya : Grand Canyon Kawasan Pantai Sidem (Kab. Tulungagung)
  • Hadiah : Notebook

Juara 1 :

  • Nama : Aziz Cigroux
  • Karya: Air Terjun Cuban Rondo (Kab. Malang)
  • Hadiah : Fexyberry & speedy prepaid

Juara 2 :

  • Nama : Yulianto Efendy
  • Karya : Lontong Balap (Kota Surabaya)
  • Hadiah : Fexyberry

Juara 3 :

  • Nama : Badrus
  • Karya: Pagi di Kawah Ijen (Kab. Banyuwangi)
  • Hadiah : Modem flexynet

Sumber:  http://lombawisatajatim.com/  diakses pada 18 Maret 2010

Asal Mula Nama Indonesia


Kata Indonesia pertama dilontarkan oleh George Samuel Earl, bangsa Inggris, untuk menamai gugusan pulau di Lautan Hindia. Namun, para ilmuwan Eropa menyebutnya dengan Melayunesia. J.R. Logan, bangsa Inggris, dalam majalah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (Volume IV, 1850:24) menyebut gagasan pulau di Lutan Hindia dengan Indonesian.

Kemudian, Adolf Bastian , bangsa Jerman, dalam bukunya Indonesian Order die Inseen des Malaysichien Archipel menggunakan kata Indonesia untuk menyebut nama kepulauan yang bertebaran di lautan Hindia tersebut. Kata Indonesia itu, kemudian dalam perjalanana sejarahnya menjadi nama sebuah negara dan banhgsa di Kepulauan Nusantara yang terletak di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: http://pusatbahasa.depdiknas.go.id/

Pengajaran Bhs. Indonesia untuk Penutur Asing


Sejak tahun 2000, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Republik Indonesia, telah menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing. Kegiatan ini diselenggarakan dalam kelas regular dan kelas khusus. Kelas regular dilaksanakan secara teratur setiap semester. Sementara itu, kelas khusus dilaksanakan selama dua minggu atau sesuai dengan kebutuhan pembelajar.

Latar Belakang

Kegiatan pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Pusat Bahasa sudah dirintis sejak tahun 1990-an. Kemudian, sejak tahun 1999 telah dibentuk tim khusus yang menangani kegiatan BIPA. Penyelenggaraan kegiatan pengajaran BIPA dilandasi oleh pertimbangan bahwa di dalam era global, posisi bahasa Indonesia di dalam percaturan dunia internasional semakin penting dan potensial. Potensi bahasa Indonesia itu didukung oleh posisi geografis Indonesia yang terletak dalam lintas laut yang sangat strategis, sumber daya alam yang potensial, dan keragaman budaya Indonesia yang unik. Dengan demikian, bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan bagi bangsa lain untuk meningkatkan pemahamannya terhadap bangsa dan budaya Indonesia. Kenyataan itu telah menyebabkan banyak orang asing yang tertarik dan berminat untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai sarana untuk mencapai berbagai tujuan, seperti politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, seni-budaya, dan wisata.

Pengajar

Pengajar BIPA di Pusat Bahasa adalah orang-orang yang telah berpengalaman mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Mereka adalah para penutur asli bahasa Indonesia yang berlatar belakang pendidikan bahasa dan telah memahami seluk-beluk bahasa. Mereka juga memahami aneka kesulitan yang dialami oleh para pembelajar dari berbagai negara yang berbeda-beda latar belakang sosial dan budayanya.

Kelas BIPA

Pengajaran BIPA di Pusat Bahasa dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu Tingkat Dasar/Pemula (BIPA I), Tingkat Madya (BIPA II), dan Tingkat Lanjut (BIPA III). Tiap tingkatan ditempuh selama satu semester dengan jumlah jam belajar 64 jam (per minggu 2 kali pertemuan 2 jam). Selain itu, diselenggarakan pula pengajaran BIPA untuk kelas khusus yang berlangsung selama dua minggu atau sesuai dengan kebutuhan pembelajar.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia dalam pengajaran BIPA di Pusat Bahasa, antara lain (1) ruang kelas, (2) buku, kaset, dan CD bahan ajar, (3) perpustakaan, (4) laboratorium bahasa.
Tempat Belajar

Tempat belajar di Pusat Bahasa, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta, Indonesia, dan dapat pula di Balai/Kantor Bahasa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Biaya

Biaya kuliah/kursus untuk kelas reguler US $640 per orang per semester. Setiap semester berlangsung selama 64 jam (16 minggu). Adapun untuk kuliah/kursus kelas khusus dikenai biaya khusus.
ALAMAT BIPA PUSAT BAHASA

PUSAT IFORMASI TIM BIPA

  • Pusat Bahasa, Depdiknas Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun, Jakarta, Indonesia
  • (+6221) 4896558, 4706288 Pesawat 150
  • Faksimile (+6221) 4750407
  • Laman: http://www.bipa-pb.net
  • Pos-el (e-mail): bipa_pb@yahoo.co.id

________________________________________________________________Sumber: http://pusatbahasa.depdiknas.go.id

Anugerah Cipta Karya Bidang Teknologi Pendidikan Kesetaraan Tahun 2010


Syarat dan ketentuan

Peserta adalah tutor, pamong belajar, NST atau penggiat Pendidikan Kesetaraan.

Cipta Karya merupakan produk orisinil atau diadaptasi dari karta orang lain (bukan adopsi).

Tuliskan Cipta Karya dengan sistematika penulisan karya ilmiah dalam Bahasa Indonesia.

  • Panjang tulisan 7 – 10 halaman kuarto A4, termasuk foto/gambar media pembelajaran yang diikutsertakan dalam lomba dan pendukungnya.
  • Hasil karya produk tidak perlu dilampirkan.
  • Jenis huruf Arial, ukuran 12, spasi 1,5.
  • Lampirkan referensi dan rekomendasi dari Dinas Pemda setempat.

Cantumkan data diri Anda secara lengkap bersama tulisan.
Kirim tulisan ke:
Direktur Pendidikan Kesetaraan
up. Subdit Pengembangan Teknologi
Gedung E, Lt. 7, Jl. Jenderal Sudirman Senayan – Jakarta 10270

paling lambat 28 Februari 2010 (cap pos) tulis kode ACKT 2010 dipojok kiri atas amplop.

Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 karya untuk bidang Akademik dan atau Keterampilan, semua
tulisan yang masuk akan menjadi hak milik Direktorat Pendidikan Kesetaraan.

Penilaian Juri berdasarkan pada orisinalitas dan kebemanfaatan. Nominasi akan diundang pada Grand Final. Hasil Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi
Subdit Pengembangan Teknologi
No. Telp. 021-57900348 atau
Teguh Imanto (Hp. 08161388416)
Pittor Parulian (Hp. 0818745967)
Yuyut Setyowati (Hp. 081316587099)

Sumber: http://www.depdiknas.go.id/

Homonim, Homograf, dan Homofon


Beberapa kata bahasa Indonesia ada yang mengalami homonim, homograf, dan homofon. Ketiga istilah ini memiliki perbedaan juga memiliki kesamaan. Berikut pengertian dan contohnya!

 

Homonim

Homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya dengan kata yang lain tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berbeda .

Contoh pasangan kata yang termasuk homonim:

a. bisa : dapat
bisa : racun
b. buku : ruas
buku : kitab
c. salak : nama buah
salak : bunyi gonggongan anjing
c. bulan : waktu 30 hari
bulan : nama satelit bumi
d. genting : gawat
genting : benda penutup atap rumah
e. malam : nama waktu lawannya siang
malam : nama zat bahan membatik

 

Homograf

Homograf adalah kata  yang sama ejaannya dengan kata yang lain tertapi beda lafal dan maknanya.

Contoh kata-kata yang termasuk homograf:

a. apel (lafal e seperti pada teh) : upacara
apel (lafal e seperti pada teman) : nama buah
b. seminar (lafal e seperti  pada teman) : bersinar-sinar
seminar (lafal e seperti pada sate) : pertemuan ilmiah
c. teras (kayu) lafal e seperti pada tebu) : inti kayu
teras (rumah) lafal e seperti pada sate : bagian depan rumah   (beranda)

Homofon

Kata yang sama lafalnya dengan kata lain tetapi beda ejaan dan maknanya.

Contoh kata-kata yang termasuk homofon:

a. sangsi : ragu-ragu
sanksi : hukuman
b. bank : tempat menanbung
 

c.

bang

hak

 

: panggilan untuk orang laki-laki

: hak (sepatu)

: hak (asasi)

%d blogger menyukai ini: