11 Salah Kaprah pada Pramuka


pramuka_pancasila_NKRI_kwarcab kediri-kwarda jatimBanyak yang gagal paham tentang pengertian Pramuka dan Gerakan Pramuka. Juga, Kursus Mahir Dasar, Mars Pramuka, Himne Pramuka. Berikut 11 salah kaprah yang berhasil saya himpun.

1. HUT Pramuka
Berdasar Keputusan Munas Gerakan Pramuka Nomor 11 Tahun 2013 tentang AD dan ART Gerakan Pramuka disebutkan pada Pasal 1 ayat (5) Hari Pramuka tanggal 14 Agustus.
Jadi, yang benar, adalah Hari Pramuka. Dalam Gerakan Pramuka tidak dikenal Hari Ulang Tahun Pramuka” juga tidak dikenal istilah “Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.”

2. Ketua Regu
Penyebutan Ketua Barung, ketua Regu, Ketua Sangga adalah salah kaprah. Dalam berbagai peraturan pada Gerakan Pramuka, penyebutan yang benar adalah Pemimpin Barung, Pemimpin Regu, Pemimpin Sangga. Kalu ada ketua memberi makna yang lain adalah anak buah tetapi dengan kedudukan Pemimpin, antara pemimpin dan lainnya memiliki derajat sama dalam hal belajar dan berlatih. Maka, Pemimpin Regu perlu bergantian.

3. Tingkatan Pramuka
Salah kaprah ini muncul biasanya untuk maksud menyebut Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega (peserta didik). Dalam GP, peserta didik S/G/T/D itu namanya golongan yang diadasarkan pada usia: Siaga 7-10 tahun, Penggalang 11-15 tahun, Penegak 16-20 tahun, Pandega 21-25 tahun. Maka, yang benar adalah Golongan Siaga, Golongan Penggalang, Golongan Penegak, Golongan Pandega.

4. Himne pramuka
Himne yang biasa kita nyanyikan dengan judul Satya Darma Pramuka ini adalah himne untuk organisasi (Gerakan Pramuka) bukan untuk pramuka (anggota GP).
AD dan ART GP 2013, Pasal 51 ayat (1) menyebutkan Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar.
Maka ada tiga istilah yang benar (a) Himne Gerakan Pramuka (b) Himne Satya Darma Pramuka, dan (c) Lagu Satya Darma Pramuka.

5. Mars Pramuka
Sama halnya dengan Himne Gerakan Pramuka, salah kaprah juga terjadi dengan menyebut Mars Pramuka.
Pada AD dan ART GP 2013, Pasal 51 ayat (2) menyebutkan Mars Gerakan Pramuka adalah lagu Jayalah Pramuka yang diciptakan oleh Munatsir Amin.
Maka ada tiga istilah yang benar (a) Mars Gerakan Pramuka (b) Mars Jayalah Pramuka atau (c) Lagu Jayalah Pramuka.

6. Hari Tunas
Salah kaprah ini terjadi untuk menyebut Hari Tunas Gerakan Pramuka yang jatuh tanggal 9 Maret. Makna tunas dengan tunas gerakan pramuka berbeda.
Tunas itu memiliki arti umbuhan muda yang baru timbul atau bakal cabang (ranting) yang baru mulai tumbuh. Sedangkan tunas gerakan pramuka, memuat nilai anak atau pemuda sebagai generasi bangsa yang dilahirkan oleh Gerakan Pramuka. Ia memiliki satya dan darma selaku warga negara dan warga masyarakat untuk berkarya bagi bagsa. Maka, istilah yang benar adalah Hari Tunas Gerakan Pramuka bukan Hari Tunas.

7. Kursus Mahir Dasar
Gerakan Pramuka mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota muda (peserta didik) maupun anggota dewasa dewasa.
Salah satu anggota dewasa adalah Pembina Pramuka yang bertugas melakukan proses pembinaan dan pendidikan kepramukaan bagi anggota muda. Untuk meningkatkan kualitas Pembina Pramuka, Gerakan Pramuka menyelenggarakan kursus bagi pembina pramuka. Ada dua tingkatan dalam kursus ini yaitu tingkat dasar dan tingkat lanjutan.
Maka istilah yang benar adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Setelah mengikuti KMD atau KML, peserta mendapatkan ijazah sebagai pengakuan formal kemahiran.

8. Anggota Pramuka dan Gerakan Pramuka
UU 12/2010 tentang Gerakan Pramuka, Pasal 1 menyebutkan ayat (1) Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan; ayat (2). Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
Nah, jadi jelas, yang memiliki anggota itu adalah organisasi. Organisasi bagi pramuka adalah Gerakan Pramuka maka istilah yang benar adalah Anggota Gerakan Pramuka.
Biasanya munculnya istilah itu seperti dalam kalimat berikut: Kita sebagai anggota pramuka … . Kalimat ini perlu diperbaiki menjadi (a) Kita sebagai Pramuka … atau (b) Kita sebagai anggota Gerakan Pramuka . . . .

9. Mengheningkan cipta mengenang arwah pahlalawan
Di dalam upacara bendera atau upacara selain upacara bendera sering ada kegiatan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara. Pembina Upacara ada yang memberi kalimat pengantar ada juga yang tanpa kalimat pengantar.
Nah kalimat pengantar yang sering kita dengar seperti berikut: Untuk mengenang arwah pahlawan yangtelah gugur mendahului kita, mengheningkan cipta…mulai.
Mengenag itu bermakna “membangkitkan kembali dalam ingatan; mengingat-ingat; membayangkan” sesuatu yang pernah terjadi. Dalam hal mengheningkan cipta pada upacara, mengheningkan cipta memiliki maksud “membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, peran serta, pengorbanan seseorang” bukan “membangkitkan kembali ingatan tentang perjuangan, peran serta, pengorbanan arwah.”
Jadi, kalimat pengantar harus kita perbaiki menjadi “ Untuk mengenang jasa …” bukan untuk mengenang arwah…”

10. Persiapan pasukan
Istilah dalam Gerakan Pramuka semuanya memiliki maksud dan tujuan serta nilai sejarah perjuangan bangsa. Isitilah Pasukan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk menyebut kelompok besar pramuka penggalang yang terdiri dari empat regu. Pada saat upacara kepramukaan dengan peserta anggota muda GP (S, G,T,D) dan anggota dewasa GP maka penggunaan istilah “pasukan” tidaklah tepat karena selain ada pasukan, juga ada perindukan, Ambalan, Racana, dan barisan orang dewasa.
Jadi istilah yang tepat adalah “persiapan barisan”

11. Badan Eksekutif Pasukan Penggalang
Salah kaprah yang terakhir ini bahwa istilah Badan Eksekutif Pasukan Penggalang tidak dikenal dalam Gerakan Pramuka. Sepertinya, Badan ini dibentuk dengan tugas mirip seperti tugas Dewan Penggalang.
Dewan Penggalang merupakan wadah untuk pendidikan kepemimpinan dalam pasukan Pramuka Penggalang atau disebut secara singkat Dewan Penggalang, atau Dewan Galang. Anggota Dewan Galang adalah pemimpin regu, wakil pemimpin regu, pemimpin regu utama, pembina pramuka penggalang, dan pembantu pembina pramuka penggalang.

Salah kaprah yang luar biasa parah adalah jika dalam pasukan ada Badan Eksekutif Pasukan Penggalang dan ada Dewan Galang, bagaimana tugas pokok fungsi (tupoksi) keduanya?
Tapi, jika dalam pasukan penggalang itu hanya ada Badan Eksekutif Pasukan Penggalang dan tidak ada Dewan Galang maka salah kaprah ini mudah diatasi yakni dengan jalan mengubah nama menjadi Dewan Galang dan tupoksinya mengikuti petunjuk yang ada dalam Gerakan Pramuka.

Yang perlu kita perhatikan adalah Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup (UU 12/2010, Pasal 4).
Kesimpulannya, tidak perlu ada “Badan Eksekutif Pasukan Penggalang” karena tidak ada dasar petunjuk dalam Gerakan Pramuka.Bahkan untuk meningkatkan nilai kepemimpinan dan kesadaran akan rasa tanggung jawab, sudah petunjuk perlu adanya Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang.
Mari kita jalankan tugas pendidikan kepramukaan sesuai dengan petunjuk penyelenggaraan yang ada.

Salam semangat bakti : Mari biasakan yang benar bukan tidak membenarkan yang biasa. Pramuka Perekat NKRI

Salam Pramuka!

#kwarnasGerakanPramuka
#pusdiklanasGerakanPramuka
#kwardajatim
#kwarcabkediri

Daftar Siswa Peraih NUN Tertinggi Jatim 2017/2018


Peraih Nilai Ujian Nasional (NUN) Jawa Timur 2017/2018 adalah Fera Febiyanti – SMKN Mojoagung,
Alikhatul Khoiroh – SMAN 1 Lawang(Jurusan Bahasa), Naufal Achmad Tsany Daffa’- SMAN 5 Surabaya (Jurusan IPA), dan Muhammad Rafifnafia H – SMAN 1 Bojonegoto (Jurusan IPS)

Nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di Jatim, Rabu (2/5/2018), diumumkan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Saiful Rachman.
Dari paparan Dindik Jatim NUN siswa di Jatim tahun ini terjadi penurunan signifikan dibanding tahun lalu. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah 55.
Untuk jenjang SMK, siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 174.283 dari 220.958 siswa. Persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 78,88 persen, meningkat dari tahun lalu yang hanya 55,41 persen.

Berikut daftar 10 besar NUN selengkapnya.

10 besar NUN SMK tertinggi di Jatim
1. Fera Febiyanti – SMKN Mojoagung (380)
2. Yussi Stiefania – SMKN Mojoagung (377,5)
3. Eva Yunita Agustina – SMKN 1 Pogalan (377,5)
4. Sherlyana Juwita Ningrum – SMKN 1 Pogalan (376,5)
5. Rini Setyoningsih – SMKN 2 Kediri (375,0)
6. Moch Fitra Bagus Pratama – SMKN 1 Tuban (374,5)
7. Erika Septiani – SMKN 1 Ponorogo (374,5)
8. Kusnul Kotimah Putri Anggraini – SMKN 1 Surabaya (373,5)
9. Hikmatus Sa’adah- SMKN 4 Surabaya (373,5)
10.Erlin Kusmawati – SMKN 1 Magetan (373,0)

Daftar Siswa SMA dengan Jumlah NUN Tertinggi
Jurusa Bahasa:
1. Alikhatul Khoiroh – SMAN 1 Lawang (366)
2. Rrafi Ferliadi – SMAN 1 Puri Mojokerto (364,0)
3. Erlista Maulidhea Vara – SMAN Lawang (364,0)
4. Maula Zahra – SMAN 1 Kepanjen (362,5)
5. Abiyyu Muhammad Nusaly – SMAN 7 Malang (361,5)
6. Velly Purnama Sari – SMA Katolik Kolese Santo Yusup Malang ( 359,50)
7. Ikhzartul Laily Eka Sufilana -SMAN 21 Surabaya (354,4)
8. Alfina Nur Aini -SMAN 9 Malang (354,5)
9. Larasati Nimasayu Juanita – SMAN 1 Bangil Pasuruan (354,5)
10 Ragil Fachrul Annas Mtaqin – SMAN 1 Kepanjen (353,5)

Jurusan IPA:
1. Naufal Achmad Tsany Daffa’- SMAN 5 Surabaya (394,0)
2. Agnes Olyvia Mariyadi – SMAN 1 Blitar (384,5)
3. Cerelia Iftina Ugroho – SMAN 1 Bangkalan (382,0)
4. Fachri Haikl Apriansyah – SMAN 5 Surabaya (379,5)
5. Arifa Diana Agustin – SMAN 1 Bangkalan (382,5)
6. Joathan Maximilian SA – SMAN 5 Surabaya (378,5)
7. Andri Josua Barutu – SMAN 1 Bojonegoro (377,5)
8. Alfredo Ramasurya W – SMA Katolik ST Louis 1 (376,0)
9. Dhaffa Alif Triyasnanda – SMAN 5 Surabaya (375,5)
10.Nikken Kartika Dewi – SMAN 1 Bojonegoro (374,5)

Jurusan IPS:
1. Muhammad Rafifnafia H – SMAN 1 Bojonegoto (368,5)
2. Giovani Anggasta S – SMA Katolik ST Louis 1(369,0)
3. Ilene Witomo – SMA Katolik ST Louis 1 (367,5)
4. Ivanna Emmanuela S – SMA Katolik Kolese Santo Yusup Malang (365,5)
5. Fiona Theresia – SMA Katolik ST Louis 1 (364,5)
6. Vannesia Mauretta – SMAN 2 Surabaya (362,5)
7. Jason Louis Alfredo – SMA Katolik St Louis 1 (3621,5)
8. Natania Sabrina Yapari – SMA Kristen Gloria 2 (361,0)
9. Claudia Clarensia – SMA Katolik St Louis 1 (360,5)
10.Anggita Nur Lutfiya – SMAN 1 Bojonegoro (360,0)

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/…/berikut-10-besar-peraih-nu…. Diakses pada 03/05/2018 12:46:10

Tanda Mahir Pembina Pramuka dan Pelatih


THB-THLKwarnas Gerakan Pramuka telah menerbitkan SK Nomor 047 Tahun 2018 tentang Pedoman Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka. Keputusan ini, mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan yaitu 10 April 2018.

Maksud dan Tujuan
Pedoman Anggota Dewasa (Angsa) dibuat dengan maksud memberikan arah bagi Kwartir, Gugusdepan, Satuan serta pribadi anggota dewasa agar lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.
Sedangkan tujuan Pedoman Angsa adalah (1) Memberikan pedoman bagi Kwartir dan Satuan dalam mengelola dan mengembangkan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. (2) Menjelaskan siklus kesinambungan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka (3) Menjadi buku pegangan yang terintegrasi dan komprehensif bagi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.

Hal baru yang selama ini belum diatur adalah penggunaan tanda khusus bagi pembina pramuka dan pelatih pembina pramuka, yaitu:

A. Pembina
1. Surat Hak Bina (SHB) dan Tanda Hak Bina (THB). SHB dan THB diterbitkan oleh Kwarcab dan berlaku selama 3 (tiga) tahun.
2. Tanda Kualifikasi Pembina. Tanda kualifikasi pembina satuan berbentuk badge dengan ukuran 5 x 3 cm dengan dasar warna sesuai kemahirannya dan bertuliskan PEMBINA. Tanda Kecakapan pembina dipasang di lengan kiri bawah pada seragam pramuka.
Makna Badge.
Warna Ungu menunjukkan warna Anggota Dewasa
Warna Hijau menunjukkan warna Golongan Siaga
Warna Merah menunjukkan warna Golongan Penggalang
Warna Kunin menunjukkan warna Golongan Penegak
Warna Coklat menunjukkan warna Golongan Pandega
Lambang Pelatihan Anggota Dewasa
Tulisan Pembina menyatakan kualifikasi pembina satuan
3. Pita mahir dan selendang mahir tetap dipakai sebagaimana ketentuan selama ini.

B. Pelatih Pembina Pramuka
1. Surat Hak Latih (SHL) dan Tanda Hak Latih (THL). SHL dan THL diterbitkan oleh Kwarcab dan berlaku selama 3 (tiga) tahun.
2. Tanda Kualifikasi Pelatih Pembina Pramuka. Tanda kualifikasi Pelatih berbentuk Badge dengan ukuran 5 x 3 cm dengan dasar warna ungu tua dan tulisan PELATIH warna perak untuk Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar dan warna emas untuk Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan.

THBTHL

SK Kwarnas 047/2018 dapat diunduh melalui tautan berikut
https://drive.google.com/…/1wgZlEqdbKPg3OKUJ4tiCquXIs…/view…

Lagu LT V 2017: Pramuka Perekat NKRI


logo LT 5Berikut Video, MP3, dan lirik/syair lagu Pramuka Perekat NKRI, lagu resmi Lomba Tingkat Lima atau LT-V Gerakan Pramuka Tahun 2017.

Lagu ini diciptakan oleh Kak Fahmi Idrus Al-Jufri dan Kak Dita Amanda Putri (mahasiswa di Politeknik Negeri Bandung) serta Kak Hariqo Wibawa Satria (Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Kominfo).

Berikut lirik lagu Pramuka Perekat NKRI

Berjuang mengatasi
Iri dan ego pribadi
Bersama menapaki
Titik puncak tertinggi

Kami bukanlah AKU
Kami adalah Regu
Di sini menempa diri
Menjadi perekat negeri

Pramuka masa depan Indonesia
Pramuka itu perekat Indonesia

Reff:
Lomba tingkat lima
Satukan persaudaraan
Dengan semangat kemandirian
Tuk prestasi tertinggi

Mari kita…
Sukseskan LT-V
Lagu M P3 Pramuka Perekat NKRI

Video dan lirik Pramuka Perekat NKRI

 

Sambutan HUT Pramuka 2017


Berikut naskah sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka Ke-56.  Hari Pramuka Ke-56 tahun 2017 ini memilih tema Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang terbaik bagi Bangsa.

Dokumen untuk diunduh:

Sambutan Ketua Kwarnas pada Hari Pramuka 2017

TPP Semester 1 2017 =308.762 Tidak Cair


Daftar guru penerima TPP pereode Januari-Juni 2017 yang belum cair dapat dilihat pada web info GTK. Keterangan yang ada pada web info GTK, SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) untuk semester I 2017 bagi 308.762 guru yang belum terbit itu dikarenakan beberapa hal, antara lain masalah JJM (jumlah jam mengajar), JJL (jumlah jam linier), data kepegawaian, data mutasi, data rombel.

Untuk melihat daftar nama guru yang datanya pada dapodik bermasalah atau cek data pribadi dapat dilihat melalui tautan berikut  http://223.27.144.195:8085/

Perbaikan data dimaksud harus dilakukan oleh operator sekolah. Dan, data yang sudah diperbaiki, tidak langsung valid, tapi butuh beberapa hari, bahkan mungkin beberapa minggu.

info gtk_TPP 2017 belum cair

%d blogger menyukai ini: