12 April, Hari Lahir Bapak Pramuka Indonesia


Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha disatukan dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwana IX memiliki peran penting di dalamnya. Presiden RI saat itu, Sukarno, berulang kali berkonsutasi dengan Sri Sultan tentang penyatuan organisasi kepanduan, pendirian Gerakan Pramuka, dan pengembangannya.

Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Sukarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwana IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).

Sri Sultan bahkan menjabat sebagai Ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut, yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Sehingga selain menjadi Ketua Kwarnas yang pertama kali, Hamengkubuwana IX pun menjadi Ketua Kwarnas terlama kedua, yang menjabat selama 13 tahun (4 periode) setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 15 tahun (3 periode).

Keberhasilan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dalam membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan”, mendapat pujian bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Dia bahkan akhirnya mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada tahun 1973. Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Atas jasa tersebutlah, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

 (Sumber; foto dan ulasan dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_IX)

Data Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Eropa Barat


Hubungan luar negeri Indonesia dengan negara-negara lain telah dimulai sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Berbagai forum, baik bilateral, regional maupun multilateral telah dirancang oleh Indonesia bersama-sama dengan negara-negara sahabat. Dalam menjalin hubungan tersebut Indonesia senantiasa mempromosikan bentuk kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, penolakan penggunaan kekerasan serta konsultasi dan mengutamakan konsensus dalam proses pengambilan keputusan.

Kerja sama bilateral dengan Eropa Barat sudah menjangkau lebih dari 20 negara. Klik nama negara berikut untuk melihat profil negara dan bidang kerja sama.

Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/kerjasama-bilateral.aspx

Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Negara Afrika


Lebih dari 40 negara di Afrika telah menjalin kerja sama bilateral dengan Indonesia. Bidang kerja sama meliputi antara lain ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik.

Klik nama negara berikut untuk melihat profil negara beserta bidang kerja sama.

Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/kerjasama-bilateral.aspx

Lomba KIR 2016


Logo-LKIRLIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) kembali menggelar kompetisi nasional tahun 2016 bagi remaja yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja. LKIR merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA atau sederajat berusia 12-19 tahun. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan mereka dalam menganalisa permasalahan dalam mencari solusi yang tepat melalui penelitian ilmiah dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap peserta harus mengikuti semua persyaratan yang tercantum pada informasi di bawah ini sebelum membuat proposal penelitian.

Kriteria Peserta

  1. Siswa SMP dan SMA atau sederajat, dengan ketentuan maksimum peserta adalah siswa kelas XII pada tanggal 22 Agustus 2015.
  2. Perorangan atau kelompok maksimal 2 (dua) orang.
  3. Belum pernah menjadi pemenang LKIR dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  4. Melampirkan surat keterangan/rekomendasi dari sekolah/instansi terkait dan daftar riwayat hidup. Diketahui oleh orangtua atau wali dengan tanda tangan. Template Daftar Riwayat dapat fiunduh di halaman download
  5. Karya Ilmiah yang sedang atau pernah diikutsertakan dalam kompetisi ilmiah lainnya, tidak dapat diikutsertakan dalam LKIR.

Alur Pelaksanaan

1. Pendaftaran

Proses registrasi peserta dilakukan secara online pada website kompetisi.lipi.go.id dari tanggal 2 Januari 2016 s.d tanggal 21 Maret 2016. Panduan Pendaftaran LKIR akan dipaparkan pada website kompetisi.lipi.go.id. Peserta disarankan untuk menggunakan email pribadi dan kontak pribadi (bukan kontak kantor/sekolah) untuk memudahkan komunikasi dengan panitia.

2. Verifikasi Administrasi

Proses verifikasi administrasi oleh pihak panitia akan dilakukan pada tanggal 21 Maret 2016 s.d tanggal 28 Maret 2016. Panitia hanya akan melakukan verifikasi terhadap calon peserta yang telah memenuhi syarat dan kriteria serta telah melengkapi seluruh persyaratan dokumen. Verifikasi dilaksanakan secara serentak setelah batas registrasi ditutup.

3. Seleksi Proposal Terbimbing oleh Dewan Juri

Dewan Juri akan menyeleksi proposal dan akan menentukan secara langsung mentor yang akan membimbing karya ilmiah peserta yang lolos seleksi. Proposal yang lolos untuk dibimbing akan diumumkan secara online di website kompetisi.lipi.go.id Pada tanggal 11 April 2016.

4. Pembimbingan (Mentoring) karya ilmiah

Proses pembimbingan proposal dilakukan mulai tanggal 18 April 2016 s.d tanggal 1 Agustus 2016. Ketentuan Mentoring dapat diunduh pada halaman download

5. Pengumuman Finalis

Karya ilmiah peserta yang telah selesai dibimbing akan diseleksi kembali oleh Dewan Juri untuk dipilih sebagai finalis LKIR ke-48 Tahun 2016. Pengumuman Finalis akan dilakukan pada tanggal 12 Agustus 2016 melalui website Kompetisi LIPI, telepon dan surat resmi.

6. Pameran dan Presentasi Finalis

Finalis yang terpilih akan diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan karya ilmiahnya secara keseluruhan di hadapan Dewan Juri dan melakukan pameran di hadapan pengunjung. Pameran dan presentasi finalis akan diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2016 s.d tanggal 26 Agustus 2016.

Cara Pendaftaran

  • Klik di sini
  • ikuti petunjuk yang ada

Sumber: http://www.lipi.go.id/kompetisi/kompetisi.cgi?depan&1452043801&9&2016

Pengertian dan Tujuan Program Indonesia Pintar


Berikut dokumen Permendikbud 012/2015 tentang PIP yang siap diunduh, juga pengertian dan tujuan Program Indonesia Pintar.

Pengertian

Arti Program Indonesia Pintar (PIP) sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1 Permendikbud Nomor 012 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar adalah bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Tujuan

Tujuan PIP sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Permendikbud Nomor 012 Tahun 2015, adalah
a. meningkatkan akses bagi anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 (dua belas) Tahun;
b. mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi; dan
c. menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)/satuan pendidikan nonformal lainnya dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Dokumen untuk Diunduh

Musran dan Komposisi Pengurus Kwarran


Berikut ketentuan penyelenggaraan organisasi Kwartir Ranting Gerakan Pramuka tentang  ketentuan pokok musran, pengurus kwarran, andalan ranting, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  berdasarkan SK Kwarnas Nomor 224 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan (PP)  Organisasi dan Tatakerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. Tautan download PP Penyelenggaraan Kwarran di bagian akhir tulisan ini.

Organisasi Kwarran

  1. Kepengurusan bersifat  kolektif,  dan  terdiri  atas  para  Andalan  Ranting untuk masa bakti  3 (tiga) tahun.
  2. Kwarran terdiri  atas  anggota  dewasa  putra  dan  putri  yang  disebut  Andalan  Ranting yang disusun sebagai berikut: Seorang Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Beberapa anggota.
  3. Kwarran tidak  membentuk  Bidang  sebagai  pengelompokan  fungsi  tapi  langsung dilaksanakan oleh Andalan Ranting Urusan.
  4. Badan Pemeriksa  Keuangan  Kwartir  Ranting  dibentuk  berdasarkan  keputusan Musyawarah  Ranting,  personilnya  terdiri  atas  unsur  Majelis  Pembimbing  Ranting, unsur kwartir ranting, dan unsur gugusdepan.
  5. Jika dipandang  perlu  untuk  menangani  sesuatu  hal  yang  memerlukan  keahlian khusus, Ketua Kwarran dapat mengangkat Pembantu Andalan Ranting.
  6. Dalam melaksanakan  tugas  dan  kegiatan,  pengurus  kwarran  dibantu  oleh  badan kelengkapan, yang terdiri atas (1) Dewan Kehormatan Ranting (2)  Koordinator Gugusdepan, (3)  Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Ranting, (4)  Pimpinan  Satuan  Karya  Pramuka  Tingkat  Ranting  termasuk  Pamong  Satuan Karya Pramuka, (5)  Badan Usaha Kwarran, (6)  Satuan kegiatan.
  7. Dalam operasional sehari-hari, kwarran didukung oleh staf kwarran.

Musyawarah Ranting

  1. Musyawarah Ranting  (Musran)  diselenggarakan  3  (tiga)  tahun  sekali  pada  akhir masa bakti kwarran.
  2. Jika menghadapi  hal-hal  mendesak,  maka  di  antara  dua  Musran  dapat  diadakan Musran Luar Biasa.
  3. Peserta Musran adalah (1) Utusan  ranting  terdiri  atas  6  (enam)  orang  yang  diberi  kuasa  oleh  kwarran, diantaranya  adalah  Ketua  Dewan  Kerja  Ranting  dan  seorang  yang  diberi  kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. (2)  Utusan gugusdepan terdiri atas 4 (empat) orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan, diantaranya adalah seorang Pramuka Penegak/Pramuka Pandega di gugusdepan  yang  bersangkutan  dan  seorang  yang  diberi  kuasa  oleh  Majelis Pembimbing Gugusdepan.
  4. Pimpinan Musran  adalah  suatu  presidium  yang  dipilih  diantara  peserta  Musran

Andalan Ranting Urusan

  1. Andalan Ranting  Urusan  mempunyai tugas dan tanggung  jawab  dalam  suatu urusan tertentu yang ditetapkan oleh Ketua Kwarran.
  2. Andalan Ranting Urusan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut (1) Merencanakan  dan  menyusun  program  kegiatan  dalam  urusannya  masingmasing, (2)  Mengawasi dan memberi bimbingan dalam pelaksanaan program kegiatan sesuai dengan urusan masing-masing, (3)  Bertanggungjawab kepada Ketua Kwarran.
  3. Kwarran membentuk Andalan Ranting Urusan (Anru), terdiri atas (1) Anru Pembinaan Siaga Putra, (2) Anru Pembinaan Siaga Putri, (3) Anru Pembinaan Penggalang Putra, (4)  Anru Pembinaan Penggalang Putri, (5)  Anru Pembinaan Penegak dan Pandega Putra (6)          Anru Pembinaan Penegak dan Pandega Putri, (7) Anru Satuan Karya Pramuka, (8)  Anru Pembinaan Anggota Dewasa Putra,  (9)  Anru Pembinaan Anggota Dewasa Putri,  (10)  Anru Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, (11)  Anru Keuangan, Usaha, dan Sarana Prasarana.
  4. Penetapan Andalan Ranting Urusan disesuaikan dengan kebutuhan kwarran.

Badan Pemeriksa Keuangan

  1. Badan Pemeriksa  Keuangan  Kwartir  Ranting  (BPK  Kwarran)  dibentuk  berdasarkan keputusan Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka.
  2. BPK Kwarran  mempunyai  tugas  memeriksa  pengelolaan  keuangan  baik  yang  dikelola langsung oleh kwarran maupun unit usaha kwarran.
  3. Kepengurusan BPK  Kwarran,  minimal  3  (tiga)  orang  terdiri  atas  unsur  Majelis Pembimbing  Ranting,  unsur  kwarran,  dan  unsur  gugusdepan,  ditambah  seorang  staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan.
  4. BPK Kwarran dapat mengangkat seorang ahli keuangan sebagai konsultan.
  5. BPK Kwarran dalam tugasnya memeriksa pengelolaan keuangan mempunyai fungsi: (a). Pemantau pengelolaan keuangan; (b).  Pemeriksa dan pengevaluasi keuangan; (c).  Pembina pengelolaan keuangan kwarran dan badan-badan usaha kwarran. (d).  BPK Kwarran dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting.

KOMPOSISI PENGURUS KWARTIR RANTING GERAKAN PRAMUKA (Berdasarkan SK Kwarnas Nomor 224 Tahun 2007)

  • KETUA
  • WAKIL KETUA I
  • WAKIL KETUA II
  • SEKRETARIS I
  • SEKRETARIS II
  • BENDAHARA I
  • BENDAHARA II

ANDALAN RANTING

  1. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga Putra.
  2. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga Putri.
  3. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penggalang Putra.
  4. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penggalang Putri.
  5. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penegak dan Pandega Putra.
  6. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penegak dan Pandega Putri.
  7. Andalan Ranting Urusan Satuan Karya Pramuka.
  8. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Putra.
  9. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Putri.
  10. Andalan Ranting Urusan Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat.
  11. Andalan Ranting Urusan Keuangan, Usaha, dan Sarana Prasarana.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

  1. ………………………. Unsur Mabiran
  2. ………………………. Unsur Kwarran
  3. ………………………. Unsur Gudep

Ketentuan lain tentang badan kelengkapan kwartir ranting berikut tugas pokok dan fungsinya dapat dilihat pada SK Kwarnas Nomor 224 Tahun 2007.

Unduh  SK Kwarnas Nomor 224 Tahun 2007, klik di sini.

Semoga bermanfaat, Salam Pramuka!

Jamnas 2016


Pengertian sederhana jambore adalah kegiatan pertemuan besar Pramuka Penggalang. Jambore Pramuka Penggalang merupakan kegiatan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian.

Jambore nasional (Jamnas) dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun. Dan, untuk tahun 2016, jamnas akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan (buper) Cibubur, Jakarta Timur.  Sekitar 20.000 Penggalang dari utusan Kwarcab se Indonesia dan peserta luar negeri akan berkemah selama satu minggu.

Dalam buku Pedoman Pelaksanaan Jamnas 2016, jambore tahun ini diselenggarakan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan anak bangsa yang ber “bhinneka” sebagai manusia ber “imtaq”, ber “iptek”, dan berjiwa Pancasila.

Tujuan Jamnas 2016

Membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu trisatya dan Dasadarma.

Waktu dan Tempat Jamnas 2016

  • Jamnas 2016 dilaksanakan tanggal 14 s.d. 21 Agustus 2016
  • Jamnas 2016 dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Tema dan Motto Jamnas 2016

Tema Jamnas 2016 adalah “Mandiri, Berprestasi, dan berkarakter.” Sedangkan mottonya adalah “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan.”

Ketentuan Peserta Jamnas 2016

Peserta Jamnas adalah merupakan utusan Kwartir Cabang, tiap Kwarcab berhak mengirimkan 2 regu putra dan 2 regu putri yang setiap regu terdiri 8 penggalang. Adapun persyaratan peserta sebagai berikut.

  1. Minimal Penggalang rakit.
  2. Memiliki minimal lima TKK wajib dan lima TKK pilihan.
  3. Usia kurang dari 16 tahun.
  4. Sehat jasmani dan rohani.
  5. Syarat administrasi antara lain: membawa KTA, kartu asuransi, surat keterangan sehat, pas foto
  6. Membawa perlengkapan antara lain: berkemah, pakaian, masak, kegiatan, alat tulis, radio FM, tenda dome, sepeda kayuh, perlengkapan kesenian daerah, makanan daerah.
  7. Membayar biaya camfee untuk ID Card, kaos, topi, scraf, piagam, Tiska, pin, tas punggung, asuransi, dan wisata.

Bagi adik-adik penggalang segera mempersiapkan diri dan lapor kepada Kakak Pembina. Kemudian Kakak Pembina akan koordinasi dengan Kwarran dan Kwarcab. Karena terbatasnya peserta maka tentu aka nada proses seleksi.

Sumber: Buku Pedoman pelaksanaan Jamnas 2016. ( Unduh buku pedoman, pilih di sini atau langsung di sini)

%d blogger menyukai ini: