Jadwal Ujian SD/MI 2015/2016


Ujian akhir jenjang SD/MI dan Program Paket A/Ula tahun pelajaran 2015/2016 dinamakan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M). US/M akan dilaksanakan tanggal 16, 17, 18 Mei 2016, dan ujian susulan tanggal 23, 24, 25 Mei 2016.

Mata pelajaran yang diujikan pada US/M ada tiga mata pelajaran:

  • Bahasa Indonesia : 50 soal (120 menit)
  • IPA : 40 soal (120 menit)
  • Matematika : 40 soal (120 menit)

Jadwal US/M dan Paket A/Ula Utama dan Susulan

jadwal US-M SD-MI  th 2015-2016

jadwal US-M Paket A th 2015-2016

POS dan Kisi-kisi

Bila berminat melihat Peraturan POS dan Kisi-kisi US/M 2015/2016 silakan klik di sini

Kisi-kisi dan Pos US/M 2015/2016


Ujian Sekolah/Madrasah bagi SD/MI tahun pelajaran 2015/2016 akan berlangsung pada bulan Mei 2016 sebagaimana Peraturan  Kepala  Badan  Penelitian Dan  Pengembangan  Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor : 045/H/Hk/2015 Tentang Prosedur  Operasional Standar  Ujian  Sekolah/Madrasah Pada  Sekolah  Dasar/Madrasah Ibtidaiyah,  Sekolah  Dasar  Luar Biasa, Dan Penyelenggara Program Paket  A/Ula  Tahun  Pelajaran 2015/2016.

Berikut POS US/M dan Kisi-kisi yang siap diunduh.

 

Pakem Joget Bumbung Bali, Etika atau Porno?


joged-bumbung-klasik

Penampilan Joged Bumbung Suara Mekar Banjar Antap Panjer, Denpasar, di panggung terbuka Ksirarnawa Art Center Denpasar, Selasa (16/6/2015). Tarian joged dengan pakem klasik ini mampu menghibur ratusan penonton.

Penampilan Joged Bumbung Suara Mekar Banjar Antap Panjer, Denpasar, di panggung terbuka Ksirarnawa Art Center Denpasar, Selasa (16/6). Tarian joged dengan pakem klasik ini mampu menghibur ratusan penonton.Di Pulau Dewata siapa yang tidak mengenal joged bumbung? Joged ini merupakan joged fenomenal yang sangat dikenal oleh masyarakat Bali. Mengandung tiga unsur yaitu etika, logika dan estetika. Joged yang berasal dari Desa Kalopaksa, Seririt, Buleleng ini cukup fenomenal karena mengalami pergeseran makna tarian yang terkandung di dalamnya. Dari tarian sederhana menjadi tarian yang erotis dan sempat mendapat julukan sebagai joged porno.

Sejarah terciptanya joged bumbung di Buleleng diawali dengan pementasan tarian oleh sekelompok petani di Desa Lokapaksa. Diiringi seperangkat gamelan dari bambu yang dikenal dengan sebutan ting klik mereka mengisi waktu luang di tengah keletihan mengolah lahan sawah dengan menampilkan sebuah tarian sederhana. Meski digarap dengan sederhana, nyatanya tarian tersebut mampu menghibur para petani kala itu.

Beranjak dari Desa Kalopaksa kesenian ini kemudian berkembang ke beberapa desa lain di Kabupaten Buleleng dan kabupaten-kabupaten lain di provinsi Bali hingga membentuk sekaa-sekaa (kelompok) joged. Pesatnya perkembangan sekaa joged bumbung di beberapa daerah di Buleleng mengakibatkan munculnya persaingan yang sangat kompetitif antar sekaa. Hal ini memaksa mereka untuk berinovasi menciptakan kreasi baru dari joged bumbung sendiri agar sekaa mereka tetap eksis dan diminati oleh masyarakat.

Kebebasan menciptakan inovaasi baru joged bumbung ini mengakibatkan perkembangannya menjadi tidak terkontrol dan keluar dari pakemnya. Joged bumbung yang dulu memiliki makna sebagai tarian pergaulan dan merakyat, tetapi saat ini sudah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan secara kasat mata terlihat sangat buruk. Munculah joged bumbung sebagai sesuatu yang fenomenal. Tidak lagi dipandang sebagai tarian yang sederhana, tetapi sudah berubah menjadi joged porno nan erotis.

Kemunculan joged bumbung versi kreasi baru yang dipandang sebagai sesuatu yang erotis dan porno menimbulkan keprihatinan pemerintah provinsi dan daerah. Secara bersama-sama keduanya kemudian melakukan pembinaan menyasar sekaa joged bumbung di seluruh Bali, termasuk di Buleleng. Pembinaan ini menyadarkan para seniman untuk tetap mempertahankan pakem asli kesenian joged bumbung. Pakem asli ini bagaimana tariannya tetap mengikuti etika dan sesuai norma kesopanan di masyarakat. Selain pembinaan menyangkut pakem asli, tim pembina ini juga menyarankan kepada desa pakraman untuk berpartisipasi menyarankan masyarakatnya untuk mementaskan joged bumbung sesuai pakem asli dan masih menjunjung tinggi nilai kesopanan yang berkembang di masyarakat. Bahkan tim pembina ini berencana agar desa pakraman memasukkan larangan mementaskan kesenian joged porno dalam pararem awig-awig di desa pakraman bersangkutan.

Artiekl terkait: Joget Bumbung ditetapkan UNESCO masuk warisan budaya dunia 

Sumber: Diakses pada 08/12/2015 dari http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/2015/05/28/joged-bumbung-dari-sederhana-menjadi-fenomenal/

UNESCO: 9 Tari Bali Jadi Warisan Budaya Dunia


Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Windhoek, Namibia, Selasa (2/12/2015) menetapkan tiga genre (jenis) tari tradisi di Bali yang terdiri dari sembilan tarian, sebagai warisan budaya takbenda dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda (UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

  • Rejang, Sanghyang Dadari, dan Baris Upacara yang digolongkan sebagai tarian sakral;
  • Topeng Sidhakarya, Sendratari Gambuh, dan Sendratari Wayang Wong yang digolongkan sebagai tarian semi-sakral;
  • Legong Kraton, Joged Bumbung, dan Barong Ket “Kuntisraya”, yang digolongkan sebagai tarian hiburan.

Tiga genre tari tradisi di Bali tersebut menjadi elemen budaya Indonesia ketujuh yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia. Enam elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012).

Berikut penjelasan lebih detil mengenai kesembilan tari tersebut.

1. Rejang adalah tari upacara keagamaan yang diadakan di Pura Merajan atau sangga. Berdasarkan koreografinya, tarian ini tidak begitu terkait pada pedum karang seperti tarian lainnya. Tarian ini bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi dan kondisi, khususnya pada upacara Pangider Buana, para penari mengitari sajen berputar putar mengikuti pradaksina.

2. Sanghyang Dedari merupakan salah satu jenis tari sanghyang.Tari sakral sanghyang adalah sebuah tari kerauhan yang ditarikan dalam kondisi kesurupan. Tari ini memiliki tujuan mistis, tidak ditampilkan di depan umum, ditarikan untuk melindungi desa dari wabah penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Tarian ini merupakan tari tinggalan kebudayaan pra-Hindhu yang ditarikan oleh dua gadis yang masih suci. Tarian ini tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan iringan beberapa orang menyanyikan lagu persembahan kepada Dewa.

3. Baris Upacara adalah merupakan tari-tarian yang pada umumnya tidak memiliki lakon (lelampan) atau ceritera. Umumnya Tari Baris Upacara dipergunakan atau ditarikan untuk Dewa Yadnya. Tari Baris Upacara sebagai penunjang upacara Dewa Yadnya ini banyak jenisnya. Biasanya pada upacara ini, Tari Baris Upacara merupakan symbol widyadara, apsara sebagai pengawal Ida Betara Sesuhunan turun ke dunia pada saat piodalan (odalan) di pura bersangkutan dan berfungsi pula sebagai pemendak (penyambut) kedatangan para dewa.

4. Topeng Sidhakarya biasanya ditarikan di akhir, menyimbolkan bahwa tari sakral telah selesai, Dalam sebuah hajatan ritual keagamaan tradisi Hindu (Bali), merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan runtutan upacara sebagai pelengkap guna mendapatkan keyakinan dalam pencapaian ke arah kesempurnaan suksesnya sebuah yadnya.

5. Dramatari Gambuh
Pada umumnya fungsi gambuh adalah sebagai Tari Bebali (seremonial), yaitu sebagai pengiring upacara di pura-pura. Dramatari Gambuh sebagai tari lakon klasik tertua dalam khazanah tari Bali adalah merupakan bentuk total teater yang memiliki unsur seni, drama, music, dialog dan tembang. Dramatari gambuh masih memakai nama-nama tokoh penarinya diambil dari nama-nama kaum bangsawan kerajaan di Jawa Timur pada abad ke 12-14. Nama-nama itu diantaranya Demang Sampi Gontak, Tumenggung Macan Angelur, Rangga Toh Jiwa, Arya Kebo Angun-angun, Punta Tan Mundur, dan lain-lainya. Dramatari Gambuh adalah tari dasar hampir seluruh tari-tarian yang ada di Bali. Dramatari Gambuh sangat erat hubungannya dengan pelaksanaan upacara-upacara besar terutama tingkatan upacara “mapeselang”. Tarian Gambuh ditarikan pada waktu Ida Bhatara turun ke “paselang”.
6. Dramatari Wayang Wong adalah (seni pertunjukan) yang pelaku-pelakunya masnusia atau orang. Merupakan perwujudan dari tari lakon Bali, perpaduan antara tari, drama dan musik. Wayang Wong di Bali adalah merupakan salah satu cabang seni pertunjukan yang bersifat klasik dan merupakan satu kesatuan daripada tari, tabuh, tembang, dan drama dengan menggunakan tapel serta memakai cerita/lakon yang diambil dari lakon (wiracarita) Ramayana.

7. Legong Kraton adalah tari klasik yang melakonkan ceritera-ceritera jaman dulu seperti ceritera prabu Lasem. Tari ini biasanya ditarikan oleh tiga orang gadis dimana yang seorang berperan sebagai Condong dan kedua orang lainnya berperan Legong.

8. Joged Bumbung merupakan salah satu jenis tari Joged yang diiringi dengan gamelan bumbung bambu dan penarinya perempuan, pengibing laki-laki. Joged adalah semacam tari pergaulan muda mudi yang diiringi dengan gamelan yang terbuat dari bumbung bambu. Penari joged pada awalnya menari sendiri yang disebut ngelembar. Setelah itu penari mencari pasangannya seorang laki-laki yaitu salah seorang lelaki yang menonton yang dihampiri si penari, dan laki-laki itu kemudian diajaknya menari bersama-sama atau diajaknya ngibing. Begitulah seterusnya si penari berganti-ganti pasangan yang dipilihnya. Tari Joged ini ada persamaannya dengan tari gandrung.

9. Barong Ket
Barong merupakan perwujudan atau prabhawa Sanghyang Tri Murti. Warna topeng atau punggelan berbagai jenis barong yang berwarna bang (merah) adalah simbol Dewa Brahma, yang berwarna ireng (hitam) merupakan wujud Dewa Wisnu, sedangkan yang berwarna petak(putih) merupakan perwujudan Dewa Iswara. Sanghyang Tri Murti yang disimbolkan dengan berbagai jenis barong yang dilawangkan dari satu pintu ke pintu yang lain selama 35 hari diyakini dapat melindungi umat manusia khususnya umat Hindu dari kekuatan merusak yang disebabkan oleh Sanghyang Kala Tiga Wisesa sehingga selamat. Perwajahan Barong pada umumnya merupakan wajah manusia dengan berbagai warna berbeda sebagai simbol tertentu, sedangkan barong ket lebih menyerupai hewan.

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4909

Kamus Hak Cipta


Istilah dan pengertian pada tulisan ini adalah berdasarkan peraturan atau UU 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta sehingga makna yang ada dapat menjadi referensi atau rujukan secara hukum atau ilmiah.

Istilah bidang hak cipta antara lain hak cipta, pencipta, ciptaan, lisensi, royalti, penggandaan, potret, program komputer, fiksasi , fonogram, penyiaran, dan pembajakan.

 

  1. Hak Cipta  adalah  hak eksklusif  pencipta  yang  timbul secara  otomatis  berdasarkan  prinsip  deklaratif  setelah suatu  ciptaan  diwujudkan  dalam  bentuk  nyata tanpa mengurangi  pembatasan  sesuai  dengan  ketentuan peraturan  perundang-undangan.
  1. Pencipta adalah seorang  atau  beberapa  orang  yang secara  sendiri-sendiri  atau  bersama-sama  menghasilkan suatu  ciptaan  yang  bersifat  khas  dan  pribadi.
  1. Ciptaan adalah  setiap  hasil  karya cipta  di bidang  ilmu pengetahuan,  seni, dan sastra  yang  dihasilkan  atas inspirasi,  kemampuan,  pikiran,  imajinasi,  kecekatan, keterampilan,  alau  keahlian  yang diekspresikan  dalam bentuk  nyata.
  1. Pemegang Hak  Cipta adalah  Pencipta sebagai  pemilik Hak  Cipta,  pihak  yang  menerima  hak tersebut  secara  sah dari Pencipta,  atau pihak  lain  yang  menerima  lebih  lanjut hak dari  pihak  yang  menerima  hak  tersebut  secara  sah.
  1. Hak Terkait adalah  hak  yang  berkaitan  dengan Hak  Cipta yang merupakan  hak eksklusif  bagi  pelaku  pertunjukan,  produser  fonogram,  atau lembaga  Penyiaran.
  1. Pelaku Pertunjukan  adalah  seorang  atau beberapa orang yang  secara  sendiri-sendiri  atau  bersama-sama menampilkan  dan memprrrtunjukkan  suatu  Ciptaan1.  Hak  Cipta  adalah  hak eksklusif  pencipta  yang timbul secara  otomatis  berdasarkan  prinsip  deklaratif  setelah suatu  ciptaan  diwujudkan  dalam  bentuk  nyata tanpa mengurangi  pembatasan  sesuai  dengan  ketentuan peraturan  perundang-undan  gan.
  1. Produser Fonogram adalah orang  atau  badan  hukum yang  pertama  kali  merekam  dan memiliki tanggung jawab  untuk  melaksanakan  perekaman  suara atau perekaman  bunyi,  baik  perekaman  pertunjukan  maupun perekaman  suara  atau bunyi  lain.
  1. Lembaga Penyiaran adalah  penyelenggara  Penyiaran, baik  lembaga  Penyiaran  publik,  lembaga  Penyiaran  swasta,  lembaga  Penyiaran  komunitas  maupun  lembaga Penyiaran berlangganan  yang dalam melaksanakan tugas,  fungsi,  dan tanggung jawabnya  sesuai  dengan ketentuan  peraturan  perundang-undangan.
  1. Program Komputer adalah seperangkat  instruksi  yang diekspresikan  dalam  bentuk  bahasa,  kode,  skema,  atau dalam  bentuk  apapun  yang  ditujukan agarkomputer  bekerja  melakukan  fungsi  tertentu  atau untuk  mencapai hasil  tertentu.
  1. Potret adalah karya fotografi  dengan  objek  manusia.
  1. Pengumuman adalah pembacaan,  penyiaran,  pameran, suatu  ciptaan  dengan  menggunakan  alat apapun baik elektronik  atau  non elektronik  atau  melakukan  dengan cara  apapun  sehingga  suatu ciptaan  dapat  dibaca, didengar,  atau dilihat orang  lain.
  1. Penggandaan adalah proses,  perbuatan,  atau cara menggandakan  satu  salinan  Ciptaan  dan/atau  fonogram  atau  lebih  dengan  cara  dan  dalam  bentuk  apapun,  secara permanen  atau  sementara.
  1. Fiksasi adalah perekaman  suara  yang  dapat  didengar, perekaman  gambar  atau keduanya,  yang dapat  dilihat, didengar,  digandakan,  atau dikomunikasikan  melalui  perangkat  apapun.
  1. Fonogram adalah Fiksasi  suara  pertunjukan  atau  suara lainnya,  atau  representasi  suara,  yang  tidak  termasuk  bentuk  Fiksasi  yang  tergabung  dalam  sinematografi  atau Ciptaan  audiovisual  lainnya.
  1. Penyiaran adalah pentransmisian suatu  Ciptaan  atau  produk Hak  Terkait  tanpa  kabel  sehingga  dapat  diterima oleh semua  orang di  lokasi  yang  jauh  dari  tempat transmisi  berasal.
  1. Komunikasi kepada  pubiik  yang  selanjutnya  disebut  Komunikasi  adalah  pentransmisian  suatu  Ciptaan, pertunjukan,  atau  Fonogram melalui kabel  atau media Iainnya  selain  Penyiaran  sehingga  dapat  diterima  oleh publik,  termasuk  penyediaan suatu  Ciptaan,  pertunjukan,  atau  Fonogram  agar dapat  diakses  publik dari  tempat  dan waktu  yang  dipilihnya.
  1. Pendistribusian adalah penjualan,  pengedaran,  dan/atau penyebaran  Ciptaan  dan/atau  produk  Hak Terkait.
  1. Kuasa adalah konsultan  kekayaan  intelektual,  atau orang  yang mendapat  kuasa  dari Pencipta,  Pemegang  Hak Cipta,  atau pemilik  Hak  Terkait,
  1. Permohonan adaiah permohonan pencatatan  Ciptaan oleh  pemohon kepada  Menteri.
  1. Lisensi adalah izin  tertulis  yang  diberikan oleh  Pemegang Hak Cipta atau Pemilik  Hak  Terkait  kepada  pihak  lain  untuk melaksanakan  hak  ekonomi  atas Ciptaannya atau produk  Hak  Terkait  dengan  syarat  tertentu.
  1. Royalti adalah imbalan  atas  pemanfaatan  Hak  Ekonomi suatu Ciptaan  atau Produk  Hak Terkait  yang  diterima oleh pencipta  atau  pemilik  hak  terkait.
  1. Lembaga Manajemen Kolektif  adalah  institusi  yang  berbentuk badan hukum  nirlaba  yang  diberi  kuasa  oleh  Pencipta,  Pemegang  Hak Cipta,  dan/atau  pemilik  Hak Terkait  guna  mengelola  hak  ekonominya  dalam  bentuk menghimpun  dan  mendistribusikan  royalti.
  1. Pembajakan adalah Penggandaan  Ciptaan  dan/atau  produk Hak  Terkait  secara  tidak  sah  dan  pendistribusian  barang  hasil  penggandaan  dimaksud  secara  luas  untuk  memperoleh keuntungan  ekonomi.
  1. Penggunaan Secara Komersial adalah  pemanfaatan Ciptaan dan/atau  produk  Hak Terkait  dengan  tujuan untuk memperoleh  keuntungan  ekonomi  dari  berbagai sumber  atau  berbayar.
  1. Ganti rugi adalah pembayaran  sejumlah  uang  yang  dibebankan  kepada  pelaku  pelanggaran  hak  ekonomi  Pencipta,  Pemegang  Hak Cipta  dan/atau  pemilik  Hak Terkait  berdasarkan  putusan  pengadilan  perkara  perdata  atau pidana  yang  berkekuatan  hukum  tetap  atas kerugian  yang  diderita  Pencipta, Pemegang  Hak  Cipta dan/atau  pemilik  Hak  Terkait.

Dokumen untuk diunduh

UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Visi Misi Kemdikbud 2019


Visi, Misi, dan Tujuan Strategis Kemdikbud 2014-2019 dibawah kepemimpinan Mendikbud Anies Baswedan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla adalah sebagai berikut.

Visi

“Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong”

Misi

  1. Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang Kuat
  2. Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan
  3. Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu
  4. Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa
  5. Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas
  6. Birokrasi dan Pelibatan Publik
Tujuan Strategis
  1. Penguatan Peran Siswa, Guru, Tenaga Kependidikan, Orang tua, dan Aparatur Institusi Pendidikan dalam Ekosistem Pendidikan
  2. Pemberdayaan Pelaku Budaya dalam Melestarikan Kebudayaan
  3. Peningkatan Akses PAUD, Dikdas, Dikmen, Dikmas, dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
  4. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pembelajaran yang Berorientasi pada Pembentukan Karakter
  5. Peningkatan Jati Diri Bangsa melalui Pelestarian dan Diplomasi Kebudayaan serta Pemakaian Bahasa sebagai Pengantar Pendidikan
  6. Peningkatan Sistem Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel dengan Melibatkan Publik

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/4774

Ketentuan Model Seragam Pramuka untuk Upacara


Ketentuan seragam Pramuka untuk upacara diatur dalam SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka . Perbedaan mendasar seragam untuk upacara dengan seragam harian adalah pada modelnya yakni untuk seragam upacara dipakai di luar celana.

Sasaran

Pakaian  Seragam  Upacara  merupakan  salah  satu  jenis  pakaian seragam pramuka untuk anggota dewasa Gerakan Pramuka khusus bagi para andalan dan anggota mabi pada tingkat Kwartir Nasional, kwartir daerah, dan kwartir cabang Gerakan Pramuka.

Penggunaan

  • Upacara peringatan hari besar Nasional,
  • Hari Pramuka,
  • pelantikan  pengurus  kwartir/mabi,
  • menghadiri  upacara dimana  TNI  menggunakan  seragam  PDU  4,  dan
  • acara  resmi kepramukaan di luar negeri, serta
  • kegiatan-kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.

 

Ketentuan Pakaian Seragam Upacara untuk anggota dewasa putra

Tutup Kepala: dibuat dari bahan warna hitam polos, berbentuk peci nasional.

Baju: 1)  dibuat dari bahan warna coklat muda. 2)  lengan pendek. 3)  model safari. 4)  memakai lidah bahu selebar 3 cm. 5)  kerah model kerah dasi. 6)  dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang, serta saku dalam pada bagian muka bawah kanan dan kiri dengan tutup saku lurus. 7)  pada  baju,  lidah  bahu,  dan  tutup  saku  diberi  kancing logam warna kuning emas berlogo tunas kelapa. 8)  belakang baju diberi satu belahan pada bagian tengah di bawah ban pinggang. 9)  panjang sampai garis pinggul, dikenakan di luar celana. 10)  memakai tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Celana: 1)  dibuat dari bahan warna coklat tua. 2)  berbentuk celana panjang. 3)  memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm. 4)  memakai saku dalam di samping kanan dan kiri. 5)  memakai saku dalam di bagian belakang kanan dan kiri diberi tutup. 6)  memakai ritsleting di bagian depan. 7)  memakai ikat pinggang berwarna hitam.

Ketentuan Pakaian Seragam Upacara untuk anggota dewasa putri.

Tutup Kepala: 1)  dibuat dari bahan warna coklat tua. 2)  berbentuk peci. 3)  tinggi bagian depan 7 cm, pada bagian belakang dibuat melengkung, dengan bukaan di bagian belakang selebar 8 cm (diberi elastik hitam supaya stabil). 4)  bagian samping kiri diberi lipatan lengkung untuk tempat  tanda topi, dengan panjang dasar 10 cm. 5)  panjang topi 25-27 cm (disesuaikan dengan ukuran kepala masing-masing).

Baju: 1)  dibuat dari bahan warna coklat muda. 2)  lengan panjang. 3)  model prinses di bagian depan dan belakang. 4)  memakai lidah bahu selebar 3 cm. 5)  kerah model kerah dasi. 6)  dua saku dalam di bagian depan bawah kanan dan kiri, mulai  dari  garis  potongan  prinses  ke  jahitan  samping, dengan tinggi saku 12-14 cm dan diberi tutup saku lurus. 7)  pada  baju,  lidah  bahu,  dan  tutup  saku  diberi  kancing logam warna kuning emas berlogo tunas kelapa. 8)  tanpa ban pinggang. 9)  panjang sampai garis pinggul, dikenakan di luar rok.10)  memakai tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rok: 1)  dibuat dari bahan warna coklat tua. 2)  bagian bawah melebar (model “A“) 3)  dengan lipatan tertutup (splitplooi) di bagian belakang. 4)  panjang rok 10 cm di bawah lutut. 5)  memakai saku dalam di samping kanan dan kiri.

Sepatu: 1)  model tertutup. 2)  warna hitam. 3)  bertumit rendah/sedang.

A13 (B9) Seragam Upacara Dewasa Putra A12 Seragam Muslim Upacara Aggt Dewasa Pi A11 Seragam Upacara Aggt Dewasa Pi

%d blogger menyukai ini: