Pengalaman Tes UKG


UKG (Uji Kompetensi guru) hari pertama (30 Juli 2012) bagi guru jenjang SMP mengalami gangguan sehingga beberapa daerah gagal pelaksanaan UKG.

Terlepas dari kegagalan di sebagian daerah, para sahabat yang berhasil menyelesaikan UKG kiranya perlu berbagi pengalaman kepada sahabat yang menunggu giliran.

Pengalaman tersebut akan sangat bermanfaat dan bermakna ibadah. Hal-hal yang bisa dibagikan antara lain: bagaimana bagi yang tidak mampu mengoperasikan komputer, pengalaman salah klik tombol, gangguan teknis yang mungkin terjadi.

Nah, melalui forum ini semoga banyak rekan guru yang bermurah hati utuk berbagi pengalaman dalam persudaraa.

Terima kasih bagi sahabat yang berkenan berpartisipasi, semoga dirahmati Allah dan selalu sehat!

 

 

 

Iklan

20 Tanggapan

  1. berharap cemas,ternyata melihat soalnya gak sukar tapi distructure jawaban relatif tipis,apalagi untuk illmu sosial dan BK yang berhubungan ndengan faktor prilaku.

    Suka

  2. Pengalaman saya pada waktu ujian, beda dengan teman dalam satu ruang bahkan di tempat lain, Saya bisa ujian tetapi tiap soal yang saya hadapi banyak yang tidak lengkap munculnya seperti gambar dan tabel , sementara waktu berjalan terus, akhirnya saya hanya pilih asal-asalan saja. Jadi apakah masih boleh ikut ujian seperti saya?karena nilai saya juga tidak sempat muncul di monitor. mohon ditanggapi, terima kasih.

    Kak Ichsan:
    Pengalaman yang menarik tapi merugikan.
    Saran saya, segera lapor ke Dinas dengan alasan utama hasil tidak diketahui. Lapornya Mbak Emmy “setengah protes” tentu dengan bahasa yang baik, intinya, maksud saya, “minta agar ikut didaftar sebagai peserta UKG gelombang II dengan alasan hasil tidak diketahui”.
    Kalau tidak ada laporan, kan Mbak Emmy sudah mengisi daftar hadir, khawatirnya nanti nilai dianggap “nol” kan rugi. Ok, Mbak Emmy semoga upaya membawa hasil sesuai harapan.

    Suka

  3. Guru Indonesia, Mari Ikuti Acer Guraru Award 2012!

    sahabat setia Tunas 63, bersama kita nominasikan blog ini http://award.guraru.org/nominasikan-blog/

    Suka

  4. Kalau saya punya pengalaman yg unik , menjelang UKG ada penyegaran kinerja awal tahun pelajaran 2012/2013 . Yang menyampaikan materi dari Kepala UPT , Pengawas SD dan juga dari Ketua PGRI cabang Kecamatan. Ketika materi selesai disampaikan dilanjutkan latihan membuka soal latihan UKG online di internet. Dasar pakai modem yg murahan lagi pula sinyalnya tidak mendukung akhirnya susah untuk konek, sehingga mereka pada penasaran, disertai was-was kalau nanti , saatnya UKG tidak bisa mengoperasikan komputer, maklum banyak guru2 jadul yg buta komputer apalagi laptop, internet. Kasihan memang kalau diharuskan melaksanakan UKG online….tapi apa daya kita2 ini guru ndeso, kita2 ini hanya melaksanakan tugas sudah ada yang mengatur, semoga yg berwenang tidak sewenang-wenang, amin..

    Suka

  5. Bingung ni….maunya apa ya…kasihan banget jadi guru selalu jadi bulan-bulanan. Menurut saya UKG itu baik tapi jangan mendadak dong, persiapannya mantap dulu baru laksanakan. Soal-soalnya harus yang baik jangan asal-asalan, membingungkan. UKG perlu dievaluasi tuh…..

    Suka

  6. Ini pengalaman istriku mengikuti UKG hari ini. Jauh hari sebelum pelaksanaan – sesuai pengumuman yang ditempel di Disdik Kulon Progo – ia harus mengikuti UKG kamis, 2 Agustus di SMPN 1 Pengasih. Beberapa waktu kemudian diinfokan bahwa tempat dipindah di SMK Muh 3 Wates. Hari Senin saat mengambil undangan, tertulis di undangan bahwa pelaksanaan Rabu, 1 Agustus gelombang 1 di SMKN 1 Pengasih. Pagi-pagi berangkat ke lokasi ternyata validasi data tidak berhasil kemudian diminta mengikutinya pada gel. 2 di SD4 Wates. Ngabring ke sana ternyata juga tidak tervalidasi kemudian dioper ke SMK Muh 3 pada gelombang 3. Alhamdulillah, dengan kondisi rada stres karena lari sana lari sini, istriku cuma dapat 62.
    Kesimpulan kami : UKG ini belum siap secara teknis sehingga tidak perlu banyak berharap hasilnya maksimal.

    Suka

  7. pengalaman sy uuuuenak2 ae….gak ada mslh tu…krn nyong mmng gak ikut UKG tp baru pulang dr PLPG mungkin serupa tp tak same

    Suka

  8. Yang saya sesalkan bukan karena sukarnya atau mudahnya soal tapi aturannya, guru ini manusia jangan dijadikan kelinci percobaan dan dijadikan korban dari proyeknya pejabat. kita harus bangkit melawan kesewenang-wenangan.

    Suka

  9. wek wek begitu aja koq repot

    Suka

  10. sebenarnya UKG tidak seseram namanya,,yang penting tenang.PD..ada petgas dari LPMP yang membimbing kita jika kita mengalami kesulitan.tapi sebelumnya kita harus menguasai tehnik2 dasar penggunaan komputer atau laptop..misalnya cara memakai mouse yang betul,nama2 dan penggunaan simbul2 yang ada di keyboard..bagi saya yang jadi masalah adalah kurangnya ketenangan dalam ruangan karena banyak peserta yang gojek dan ngomong sehingga mengurangi konsentrasi dalam membaca soal soal yang panjang..dimana perlu pemahaman kata2 tingkat tinggi terutama untuk soal pedagogik..sedangkan untuk soal2 profesional sering kita temuai saat kita mengajar seperti biasa…untuk temen2 yang belum UKG,,tenang jangan grogi…..yang penting kita sudah belajar.dan berusaha..untuk hasilnya ,,kita pasarah aja..karena manusia seusia kita,,kadang2 sudah mulai ada penurunan daya ingat..smangit kita pikir berat2 semakin kita stres….ok..selamat mengikuti UKG.

    Suka

    • saran anda sangat membantu sekali untuk yang belum tapi bagaimana yang gagal logging pada ujian tagl 30 juli 2012 gelombang 1

      Kak Ichsan:
      Bagi yang gagal UKG kemarin, rencananya mengikuti UKG ulang pada Oktober mendatang, info selengkapnya baca di sini

      Suka

      • Bagi teman2 yang sudah biasa buka internet..yang diperlukan sekali..adalah PEMAHAMAN KATA PER KATA DALAM SOAL..sebab dalam KBM sudah sering kita laksanakan..tapi kadang ,,kita bigung jika dijabarkan dalam kata2…kita harus baca soal berkali2.. baru mengerti maksud dari soal itu,,untuk itu…ketenangan dan konsentrasi memang sangat diperlukan..terutama untuk menjawab soal pedagogik….saya setuju dengan usulan perubahan istilah guru menjadi tenaga didik..supaya gaji kita sama dengan tenaga2 profesional yang lain..tidak seperti saat ini..baru dapat tunjangan beberapa tahun ..sudah banyak orang yang cemburu…apakah guru harus jadi Umar bakri terus???….sing nrimo ing pandum???..hehehe
        TETAP SEMANGAT TEMAN2..

        Suka

        • saya setuju…

          Suka

        • Ya ,sepakat bu.mestinya guru yang sudah 4 atau 5 tahun baru di upgrade dengan ukg.Tunjangannya sudah dibuat beli buku atau kuliah lanjut dan sudah sempat di baca.la yang baru belum kesentuh program apalagi blum sempat belibuku sudah UKG ya.jadinya gak maksimal.

          Suka

    • Setuju.
      Yang penting pemahaman terhadap soal ditambah ketenangan.
      Disinilah letak permasalahannya, seharusnya ada pengelompokan guru yang bisa komputer dengan yang belum terutama guru SD, agar kita bisa tenang mengerjakan soal tanpa harus terganggu dengan teman dikiri kanan yang tidak bisa mengoperasikan komputer.

      Suka

  11. GURU……Di kitab suci yang saya yakini, hanya Yesus yang disebut Guru. Artinya bahwa guru itu adalah sosok teladan, sangat kharismatik, rela berkorban, tidak tercela, pelayan, sumber ilmu pengetahuan. Jadi ini sangat sulit didapatkan, terutama di negara kita ini. Baiknya sebutan guru diganti saja menjadi Tenaga Pendidik. Kalau nama guru, jangan menuntuk tunjangan sertifikasi, bahkan gaji sekalipun. Tapi kalau tenaga pendidik apalagi katanya profesional, ya…. harus sama tarafnya dengan dokter, hakim, jaksa, pengacara, dll.

    Suka

  12. saya sudah ikut kemarin gelombang 3 bahasa inggris : bagi saya soal terlalu sulit , karena disamping sulit dibaca , reading text tulisan tidak begitu terbaca , dibesarkan tidak bisa, akhirnya keluarlah jurus terakhir aji 2 pengawuran , hasilnya tahu sendiri lah , satu kelas di bawah kkm semua , soal dalam bahasa inggris semua kalau pelajaran bahasa inggris.

    Suka

  13. Pengalaman saya mengikuti UKG biasa saja karena koneksi gagal.
    Semoga saatnya nanti semua lancar dan OK. Amien !

    Suka

  14. Reblogged this on mingguyono.

    Suka

  15. Wah, seru juga baca informasinya. Itu tingkat SMP……?
    Bagaimana kalau tingkat SD, mungkin lebih dramatis….!!!

    Solusinya :
    Setiap guru/pendidik (yang dapat uang sertifikasi) diwajibkan mempunyai laptop dan sekaligus pembinaan di lembaganya masing-masing dulu / mendatangkan ahlinya dalam pengoprasian komputer. Ini hanya usul saja, kang……..
    Smoga diterima…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: