Rekomendasi Kongres Sepakbola Nasional 2010


Jebloknya prestasi sepakbola Indonesia menjadi keprihatinan masyarakat bola nasional. Kongres berbeda dengan munas. Di dalam munas, keputusan mengikat kepada organisasi, termasuk pergantian “kabinet PSSI.” Oleh karena itu, gema suara yang berkeinginan melengserkan Nurdin Halid dari kursi Ketua Umum PSSI tidak ada artinya.

Apa hasil Kongres Sepakbola Nasional? Inilah kutipan rekomendasi yang dihasilkan:

Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang diselengarakan di Malang pada tanggal 30 – 31 Maret 2010 oleh Persatuan Wartawan  Indonesia (PWI) Pusat bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PSSI dengan fasilitator Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)  sepakbola nasional, termasuk anggota Komisi X DPR RI, yang bertujuan untuk mengangkat harkat martabat dan prestasi sepakbola nasional, setelah mendengar dan  memperhatikan:

1.    Amanat Presiden Republik Indonesia (RI) Soesilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat pers, khususnya kepada PWI Pusat, mengenai merosotnya prestasi sepakbola nasional dan karena itu perlunya diadakan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN);

2.    Sambutan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dalam Upacara Pembukaan Kongres Sepakbola Nasional 2010;

3.    Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng;

4.    Sambutan Gubernur Jawa Timur Sukarwo;

Serta setelah mempelajari:

a.    Paparan  Ketua Umum PSSI Nurdin Halid;

b.    Paparan Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo;

c.    Paparan  Ketua Umum PWI Pusat Margiono;

d.    Laporan-laporan Komisi A (Bidang Organisasi), Komisi B (Bidang Pembinaan dan Prestasi) dan Komisi C (Bidang Umum dan Dana)

e.    Pendapat dan saran yang berkembang dalam sidang pleno;

f.    Suasana kebatinan yang muncul dan berkembang selama berlangsungnya Kongres Sepak Bola Nasional

Kongres Sepak Bola Nasional merekomendasikan sebagai berikut:
1.    PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran dan kritik serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan oleh masyarakat.
2.    Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepakbola.
3.    PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh stakeholder, terutama KONI dan Pemerintah.
4.    Dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan IPTEK, dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog,  pemandu bakat dan pakar olahraga dan perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah Sepak bola, PPLP, dan PPLM Sepak bola.
5.    Metode pembinaan atlet pelajar/muda agar juga memperhatikan pendidikan formalnya.
6.    Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sasaran untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan).
7.    Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam  SEA Games 2011.

MALANG, 31 MARET 2010

Ketua Umum Kongres Sepak Bola Nasional

AGUM GUMELAR

Sumber:  http://www.kemenpora.go.id

Satu Tanggapan

  1. Sebenarnya apa sih masalahnya, sehingga dari berbagai even olah raga yang diikuti, baik tingkat regional apalagi internasional. Masa dekade sekarang ini, Indonesia sulit mendapat prestasi ? Pernahkah ada penelitian tentang ini? Di manakah para pengamat yang banyak komentar itu? Apa solusinya? Tolong berikan data yang valid sebab-sebab semakin menurunnya prestasi olahraga di indonesia tercinta ini! Jangan hanya minta anggaran dan anggaran saja, tapi tidak produktif! Masak dari sekian ratus juta jumlah penduduk indonesia, tidak ada satu atau dua, atau tiga atau berapa pengganti Susi Susanti, Pengganti Taufiq, Pengganti dan Pengganti lainnya? Dari dulu itu-itu saja yang tampil, bagaimana sih pengkaderannya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: