Pedoman Ujian Sekolah/Madrasah 2010


Kelulusan siswa, selain ditentukan oleh nilai yang dicapai pada UASBN atau UN, juga didasarkan pada nilai yang dicapai pada Ujian Sekolah.

Menurut Permendiknas Nomor 04 Tahun 2010 tentang Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2009/2010,  Ujian  Sekolah/Madrasah  adalah  kegiatan  penilaian  dalam  bentuk  ujian  tulis dan/atau  praktik  untuk mengetahui  pencapaian  standar  kompetensi  lulusan  pada  semua mata  pelajaran  yang  tidak  diujikan  dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional (UN).

Ujian Sekolah/Madrasah mencakup ujian tulis dan/atau ujian praktik untuk menilai hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran:
a.  kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada UASBN atau UN;
b.  kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; serta  kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Ujian Sekolah/Madrasah mencakup  pula ujian  praktik  untuk  menilai  hasil  belajar  pada  beberapa  mata  pelajaran  yang diujikan pada UASBN atau UN.

Maksud/Tujuan Ujian Sekolah

Hasil ujian sekolah/madrasah digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
a.  penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan;
b.  perbaikan proses pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Bahan Ujian

(1) Bahan  Ujian  Sekolah/Madrasah  disusun  oleh  satuan  pendidikan  berdasarkan kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan.
(2) Soal Ujian Sekolah/Madrasah disusun:
a.  berdasarkan kisi-kisi;
b.  mengikuti  kaidah-kaidah  penulisan  soal  sesuai  dengan  kompetensi yang  dituntut dan materi yang sudah diajarkan;
c.  menggunakan Bahasa Indonesia yang benar;
d.  mempertimbangkan waktu mengerjakan soal.

Tanggung Jawab Sekolah/Madrasah

Sekolah/Madrasah bertanggung jawab:
a.  menyusun  Prosedur Operasi Standar (POS);
b.  menyelenggarakan ujian sesuai dengan POS
c.  menyusun daftar nilai hasil Ujian Sekolah/Madrasah;
d.  menetapkan kelulusan peserta Ujian Sekolah/Madrasah;
e.  melaporkan  pelaksanaan  Ujian  Sekolah/Madrasah  kepada  pejabat  yang
menugaskannya.

Kelulusan Ujian

(1) Kriteria  kelulusan  ujian  sekolah/madrasah  ditentukan  oleh  masing-masing sekolah/madrasah melalui rapat dewan guru yang memuat batas nilai minimal setiap mata pelajaran dan rata-rata nilai seluruh mata pelajaran yang diujikan.

(2) Peserta  didik  dinyatakan  lulus  dari  satuan  pendidikan  dasar  dan menengah setelah:
a.  menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b.  memperoleh  nilai  minimal  baik  pada  penilaian  akhir  untuk  seluruh  mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok  mata pelajaran  kewarganegaraan  dan  kepribadian,  kelompok  mata  pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; Penilaian  akhir  ini  dilakukan  dengan mempertimbangkan:  (1)  nilai pada Ujian Sekolah/Madrasah; (2)  penilaian  pendidik  atas  aspek  afektif  dan  psikomotor  yang  didasarkan  pada pengamatan pendidik terhadap sikap dan perilaku peserta didik.

c.  lulus  ujian  sekolah/madrasah  untuk  kelompok  mata  pelajaran  ilmu
pengetahuan  dan teknologi; dan

d.  lulus ujian nasional.

Dokumen untuk diunduh:

Taut Posting

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih, saya sangat terbantu atas informasi dari bapak!
    Lalu, Apakah kisi-kisi uasbn untuk sd/mi juga ada perubahan?
    Dan, bila bapak punya prediksi soal uasbn, tolong dikirimkan pada email saya!
    Selanjutnya, Trim’s!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: