Sejarah Penghargaan Nobel


Alfred Nobel, berkebangsaan Swedia, adalah orang yang berjasa atas lahirnya penghargaan nobel. Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan sebuah yayasan yang berdiri pada 1895, saat Alfred Nobel menuliskan wasiatnya untuk menyelenggarakan Penghargaan Nobel. Alfred Nobel meninggal pada 10 Desember 1896.

Berikut data sekilas tentang Penghargaan Nobel.

1. Penyelenggara, yayasan yang berdiri pada 1895 berdasarkan wasiat Alfred Nobel.

2. Pehargaan awal, tahun 1901

3. Bidang Penghargaan, terdiri atas ekonomi, fisika, kimia, kesehatan, sastra, dan perdamaian dunia.
4. Proses penentuan penerima penghargaan:
Penentuan nominasi kandidat oleh lembaga, yakni sebuah Komite. Komite ini melakukan penelitian dalam waktu tertentu.

5. Lembaga Pelaksana

a. Royal Swedish Academy of Sciences
Menyeleksi bidang fisika, kimia, dan ekonomi.
Memiliki 350 anggota berkebangsaan Swedia dan 164 warga asing. Para anggota harus memilikii prestasi ekslusif peneliti.
Badan Pekerja dalam Komite Nobel memiliki masa jabatan 3 tahun.
b. Institut Karolinska
Menyeleksi bidang kesehatan atau psikologi.
Memiliki 50 anggota yang terdiri atas profesor kesehatan di institute ini.
Badan Pekerja dalam Komite Nobel memiliki masa jabatan 3 tahun.
c. Akademi Swedia
Menyeleksi bidang sastra.
Memiliki 18 anggota dari para penulis ahli bahasa, penerima beasiswa satra, sejarawan, dan ahli hukum terkemuka.
Badan Pekerja dalam Komite Nobel memiliki masa jabatan seumur hidup.
d. Komite Norwegia
Menyeleksi bidang perdamaian dunia.
Memiliki 5 anggota yang diangkat oleh Parlemen Norwegia. Para anggota didampingi oleh penasihat berkeahlian khusus.

6. Bentuk Penghargaan

Medali dan uang. Tahun 2008 ini hadiah uang sebesar 10 juta Kronor atau USD 1,4 juta (13,5 miliar) untuk setiap bidang prestasi. Bila pemenang ditentukan lebih dari satu orang maka jumlah hadiah uang dibagi rata kepada semua pemenang bersama dalam satu bidang.

Khusus penghargaan bidang ekonomi dimulai 1968 yang merupakan kreasi dari Bank Sentral Swedia.

(Sumber: diolah dari Jawa Pos, edisi 7 Oktober 2008)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.129 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: