Syarat Nilai Lulus UN 2012


Ketentuan nilai minimal lulus UN 2011/2012 telah diatur berdasarkan Prosedur Operasi Standar Unjian Nasional dalam peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

Syarat Kelulusan  SD/MI/SDLB

Kriteria dan mekanisme kelulusan SD/MI/SDLB tahun 2011/2012 diatur berdasarkan Peraturan BNSP Nomor: 0012/P/BSNP/XII/2011 tentang POS SD/MI/SDLB 2011/2012.

Kelulusan dari Satuan Pendidikan (Bab VI)

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan melalui rapat dewan

guru setelah:

a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata

pelajaran:

1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

3) kelompok mata pelajaran estetika, dan

4) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;

c. lulus US/M untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan

d. lulus UN.

Kelulusan Ujian Nasional (Bab VII)

  1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M pada SD, MI, dan SDLB apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.
  2. Nilai S/M diperoleh dari rata-rata gabungan nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 7, 8, 9, 10, dan 11 dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
  3. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.
  4. NA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari nilai rata-rata gabungan nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan nilai UN dengan formula 60% nilai UN dan 40% nilai S/M.
  5. Kriteria kelulusan UN ditetapkan melalui rapat dewan guru berdasarkan:
  • nilai minimal setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan;
  • nilai rata-rata ketiga mata pelajaran yang diujinasionalkan.

Syarat Kelulusan  SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK

Kriteria dan mekanisme kelulusan SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK tahun 2011/2012 diatur berdasarkan Peraturan BNSP Nomor: 0011/P/BSNP/XII/2011 tentang POS UN SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK 2011/2012

Kelulusan dari Satuan Pendidikan (Bab VI)

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
  3. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  4. lulus Ujian Nasional

Kelulusan Ujian Nasional (bab VII)

  1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.
  2. Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada nomor 1 diperoleh dari:

a. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

b. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dan SMALB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

c. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 5 untuk SMK dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

  1. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.
  2. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah:

a. gabungan antara nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan nilai Ujian Teori Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan 30% untuk nilai Ujian Teori Keahlian Kejuruan;

b. kriteria Kelulusan Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah minimum 6,0 ;

  1. NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 3 diperoleh dari gabungan Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dengan Nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% untuk Nilai UN.
  2. Pembulatan nilai gabungan nilai S/M dan nilai rapor dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila desimal ketiga ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
  3. Pembulatan nilai akhir dinyatakan dalam bentuk satu desimal, apabila desimal kedua ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
  4. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 5 mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).
  5. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria kelulusan sebagaimana dimaksud pada VI.

POS UN SD/MI/SDLB dan SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK dapat diunduh dengan klik tautan berikut:

Peraturan Lengkap tentang UN 2011/2012

Daftar SK Inpassing Guru Bukan PNS 2011


Sk Inpassing Guru Bukan PNS pereode Januari 2011 telah terbit. Sebanyak 998 guru jenjang Pendidikan Dasar segera menerima SK inpassing tersebut. SK yang terbit ini adalah SK bagi guru SD dan SMP dari 14 Provinsi.

Dengan terbitnya SK Inpassing maka besar tunjangan proefesi pendidik (TPP) akan disesuaikan dengan yang tercantum dalam SK. Bila belum memiliki SK Inpassing maka besar TPP adalah sesuai standar: Rp1.500,000,00.

Ke-14 provinasi tersebut adalah:

  1. Bali
  2. Banten
  3. DKI Jakarta
  4. Jawa Barat
  5. Jawa Tengah
  6. Jawa Timur
  7. Kalimantan Selatan
  8. Kalimantan Timur
  9. Lampung
  10. N T T
  11. Sulawesi Selatan
  12. Sulawesi Utara
  13. Sumatera Barat
  14. Sumatera Utara

Bila berminat mengunduh filrnya, silakan klik tautan berikut:

Daftar SK Inpassing Januari 2011

Pedoman Pembelajaran TIK (Komputer) di SD


Ilmu pengetahuan dan  teknologi berkembang dengan pesat. Saat ini  teknologi  telah  digunakan  pada  hampir  di  setiap  sendi kehidupan. Pelaksanaan program  suatu  lembaga  juga  tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi. Pendidikan dituntut untuk menyesuaikan  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi.

Keberadaan komputer di sekolah sudah menjadi suatu kebutuhan, namun  yang  lebih  penting  adalah  pemanfaatan  teknologi informasi tersebut.

Manfaat  komputer  di  sekolah  selain  untuk  mendukung administrasi sekolah juga untuk mendukung proses pembelajaran.

Komputer  dapat  berfungsi  sebagai  multi-media  dalam pembelajaran.  Perangkat  komputer  itu  sendiri  harus  dikenalkan kepada  siswa  dan  bahkan  bisa  dijadikan  sebagai  salah  satu mata pelajaran.

Pendidikan  merupakan  salah  satu  prioritas pembangunan  bangsa.  Dunia  pendidikan  dituntut untuk  mempersiapkan  sumber  daya  manusia  yang kompeten  agar  mampu  bersaing  dalam  pasar  kerja global.  Upaya  dalam  mempersiapkan  dan meningkatkan  sumber  daya  manusia  yang  tangguh, berkualitas,  dan  mampu  bersaing  dengan  bangsa-bangsa  lain  perlu  dilakukan  pembinaan  dan peningkatan mutu pendidikan secara optimal.

Dalam  rangka  peningkatan  mutu  pendidikan  maka wawasan  tentang  perkembangan  ilmu  pengetahuan dan  teknologi  yang  begitu  pesat  perlu  dibekalkan kepada  guru  dan  siswa. Dewasa  ini  hampir  di  setiap sendi kehidupan  terdapat  teknologi komputer. Dengan demikian  setiap  guru  hendaknya  mengerti  komputer sebagai  bagian  dari  perkembangan  teknologi  yang akan  menjadi  bagian  dari  kehidupan.  Untuk  itu pengenalan  perangkat  komputer  di  sekolah merupakan  bagian  dari  pemutakhiran  wawasan  dan pengetahuan siswa.

Dunia  komputer  yang  terus  berkembang  menuntut setiap  orang  harus  menyesuaikan  jika  tidak  mau ketinggalan jaman. Informasi berkembang begitu cepatdan  tersedia  dengan  mudah  dan  murah.  Internet merupakan  salah  satu  perkembangan  teknologi komunikasi modern yang mau  tidak mau harus diikuti karena melalui internet diperoleh informasi yang begitu banyak,  lengkap,  cepat,  dan murah.  Internet menjadi kebutuhan  baru  baik  bagi  individu  yang  mengikuti perkembangan teknologi maupun bagi instansi.

Pembelajaran  komputer  di  sekolah  dasar merupakan hal  baru  yang  belum  semua  sekolah  melaksanakan terkait dengan ketiadaan sarana dan prasarana. Selain itu  pengetahuan  tentang  komputer  merupakan  hal yang  relatif  baru.  Namun  karena  pendidikan  harus mengikuti  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan teknologi,  maka  pembelajaran  komputer  secara perlahan  tapi  pasti  akan  menjadi  suatu  kebutuhan sekolah.

Dalam  rangka  membantu  guru  dalam  melaksanakan pembelajaran komputer perlu disusun suatu pedoman yang dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan.

Untuk  itu,  buku berikut  sangat berguna membantu  guru  dalam  melaksanakan  pembelajaran  teknologi informasi dan komunikasi dengan fokus pada komputer di SD.

Buku ini berjudul Pedoman Pembelajaran Tekonologi Informasi dan Komunikasi (Komputer) di SD diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan TK dan SD Depdiknas.

 

Berikut daftar isi buku yang dapat memberi gambaran isi buku yang sangat bermanfaat:

BAB I PENDAHULUAN (A. Latar Belakang,  B. Tujuan,  C. Dasar Hukum)

BAB II STANDAR KOMPETENSI PEMBELAJARAN TIK SD (A. Standar Kompetensi Lulusan, B. Kompetensi Dasar TIK,  C. Materi Pembelajaran Komputer Sekolah Dasar)

BAB III METODOLOGI PEMBELAJARAN TIK/KOMPUTER (A. Proses Pembelajaran Komputer, B. Pembelajaran Komputer Melalui Buku, C. Pembelajaran Langsung dengan Komputer, D. Media dan Alat Peraga Pembelajaran Komputer)

BAB IV ADMINISTRASI PEMBELAJARAN TIK/KOMPUTER A. Silabus Pembelajaran Komputer, B. Program Semester, .C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

BAB V EVALUASI PEMBELAJARAN KOMPUTER DI SD (A. Penilaian Proses, B. Penilaian Hasil, C. Program Pengayaan dan Remedial, D. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil)

BAB VI  PENUTUP :LAMPIRAN

  1. Contoh Silabus TIK (Komputer) Kelas I-VI SD
  2. Contoh Program Tahunan Pembelajaran Komputer Kelas I-VI SD
  3. Contoh Design Flash Card
  4. Contoh Kamus Suplemen Mata Pelajaran TIK
  5. Irregular Verbs
  6. Verb ‘Tenses’ in English
  7. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi TIK SD/MI

 

Dokumen untuk diunduh:

Pedoman Pembelajaran TIK (Komputer) di SD

Pedoman RPP dan Proses Pembelajaran


Berdasarkan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan mengenai kegiatan yang harus dilakukan seorang guru mulai dari sebelum, sedang, dan sesudah melaksanakan pembelajaran. Paparan di bawah ini merupakan kutipan sebagian isi Permendiknas Nomor 41/2007.

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompe­tensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembela­jaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

Silabus

Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, ma­teri pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pen­capaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lu­lusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Ting­kat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus di­susun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang ber­tanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan divas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pen­didikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang me­nangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke­giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun  RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

 

Komponen RPP

1.  Identitas mata pelajaran

Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata pela­jaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3.  Kompetensi dasar

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik•dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran.

4.  Indikator pencapaian kompetensi

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

5. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi.

7.         Alokasi waktu

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan un­tuk pencapaian KD dan beban belajar.

8. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I.

9.  Kegiatan pembelajaran

a.  Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b.  Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c.  Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpul­an, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.

10. Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom­petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom­petensi.

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

1.    Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2.    Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, krea­tivitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3.    Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembang­kan kegemaran membaca, pemahaman beragam ba­caan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4.    Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, ke­giatan pernlielajaran, indikator pencapaian kompeten­si, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengako­modasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6.  Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegra­si, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

 

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, ::ayiatan inti dan kegiatan penutup.

1.  Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a.    menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses   pembelajaran;

b.    mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait­kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;

c.  menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;

d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai  silabus.

2.   Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1)   melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

2)   menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

3)   memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

4)   melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan

5)   memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalarn kegiatan elaborasi, guru:

1)   membiasakan peserta didik membaca dan me­nulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2)   memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3)   memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4)   memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;

5)   memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6)   rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7)   memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok;

8)   memfasilitasi peserta didik melakukan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan;

9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

1)  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,  isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

2)   memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,

3)   memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4)   memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a)   berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;

b)   membantu menyelesaikan masalah;

c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi;

d)   memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;

e)   memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

 

3.    Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

a.   bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

b.   melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsis­ten dan terprogram;

c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

d.   merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas balk tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

e.   menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

 

Dokumen untuk diunduh:

Permendiknas-41_2007_Standar Proses Dikdasmen

 

PERANGKAT UJIAN KOMPETENSI KEAHLIAN SMK 2010/2011


Berikut daftar Perangkat Ujian Kompetensi Keahlian SMK 2010/2011 atau Soal Ujian Praktik Kejuruan.

Berikut contoh soal:

UJIAN NASIONAL

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SOAL UJIAN PRAKTIK KEJURUAN

Satuan Pendidikan        :   Sekolah Menengah Kejuruan

Kompetensi Keahlian     :  Teknik Survei dan Pemetaan

Kode                              :  1014

Alokasi Waktu                 :  24 jam

Bentuk Soal                   :  Penugasan Perorangan

I.     PETUNJUK

1.     Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang terdiri dari 2 halaman.

2.     Bacalah isi dokumen soal.

3.     Pahami semua petunjuk dan perintah.

4.     Bacalah petunjuk sebelum bekerja

5.     Apabila ada yang kurang jelas tanyakan kepada penguji

ii.   Keselamatan Kerja

1.     Gunakan alat sesuai dengan fungsinya

2.     Konsentrasi dalam bekerja dan jangan bersenda  gurau

3.     Lakukan pengukuran yang perduli lingkungan dengan tidak mengotori dan merusak lingkungan ketika melaksanakan pengukuran

4.     Kembalikan alat dalam keadaan bersih pada tempatnya

III.  DAFTAR PERALATAN, KOMPONEN, DAN BAHAN

 

No

Nama

Alat/Komponen/Bahan

 

Spesifikasi

 

Jumlah

Ketr

1

2

3

4

5
 

1.

2.

3.

4.

 

Alat Tes /Alat tangan 

Pita ukur

Kompas

Komputer

Printer

 

30 m

standar

Pentium 3

Standar untuk kertas F4

 

1 buah

1 buah

1 buah

1 buah

 

1.

2.

3.

4.

Komponen 

Alat keselamatan kerja

Data board

Yalon

Palu

 

Helm,baju prakt

F4

2 m

1 kg

 

1 set

1 buah

3 buah

1 buah

 

1.

2.

 

Bahan 

Kertas putih

Patok

 

 

F4

kayu reng 2x3x20 cm³

 

 

10 lembar

sesuai dengan jumlah titik

 

 

IV.    SOAL/TUGAS

1.     Buatlah Rencana Anggaran Beaya pengukuran luas areal yang sudah ditentukan dengan menggunakan komputer.

2.     Lakukanlah pengukuran areal yang sudah ditentukan dengan menggunakan pita ukur

3.     Orientasikan areal pengukuran terhadap utara dengan menggunakan kompas.

4.     Dari data hasil pengukuran gambarlah areal pengukuran dengan menggunakan komputer dan sajikan dalam kertas berukuran F4.

5.     Hitunglah luas areal pengukuran dengan menggunakan komputer

6.    Buatlah laporan lengkap RAB dan hasil pengukuran

Berikut daftar soal UKK 2010/2011. Dokumen tersimpan di 4share.

1014-Teknik Survei dan Pemetaan.7z

1023-Teknik Gambar Bangunan.7z

1032-Teknik Konstruksi Bangunan.7z

1049-Teknik Konstruksi Batu dan Beton.7z

1058-Teknik Konstruksi Baja.7z

1067-Teknik Pekerjaan Finishing.7z

1076-Teknik Konstruksi Kayu.7z

1085-Teknik Furnitur.7z

1094-Teknik Plumbing dan Sanitasi.7z

1103-Teknik Instalasi Tenaga Listrik.7z

1112-Teknik Distribusi Tenaga Listrik.7z

1138-Teknik Listrik Industri.7z

1147-Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik.7z

1156-Teknik Transmisi Tenaga Listrik.7z

1165-Teknik Pembangkit Tenaga Listrik.7z

1174 Teknik Audio Video.7z

1183-Teknik Elektronika Industri (4 tahun).7z

1192-Teknik Elektronika Industri.7z

1209-Teknik Elektronika Komunikasi.7z

1218-Teknik Pendingin dan Tata Udara.7z

1227-Teknik Pengelasan.7z

1236 Teknik Fabrikasi Logam.7z

1245-Teknik Pengecoran.7z

1254-Teknik Pemesinan.7z

1263-Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri.7z

1272-Teknik Gambar Mesin.7z

1289-Teknik Otomotif Kendaraan Ringan – Teknik Mekanik Otomotif.7z

1298-Teknik Otomotif Alat Berat.7z

1307-Teknik Perbaikan Bodi Otomotif.7z

1316-Teknik Otomotif Sepeda Motor.7z

1325-Pemesinan Pesawat Udara.7z

1334-Konstruksi Rangka Pesawat Udara.7z

1343-Konstruksi Badan Pesawat Udara.7z

1352-Airframe dan Powerplant.7z

1369-Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara.7z

1378-Kelistrikan Pesawat Udara.7z

1387-Elektronika Pesawat Udara.7z

1396-Teknik Konstruksi Kapal Baja.7z

1405-Teknik Pengelasan Kapal.7z

1414-Teknik Instalasi Pemesinan Kapal.7z

1423-Kelistrikan Kapal.7z

1432-Teknik Gambar Rancang Bangun Kapal.7z

1449-Teknik Konstruksi Kapal Kayu dan Fiberglass.7z

1458-Interior Kapal.7z

1485-Teknik Pemintalan Serat Buatan.7z

1494-Teknik Pembuatan Benang.7z

1503-Teknik Pembuatan Kain.7z

1512-Teknik Penyempurnaan Tekstil.7z

1529-Teknik Produksi Pakaian Jadi.7z

1538-Persiapan Grafika.7z

1547-Produksi Grafika.7z

1556-Geologi Pertambangan (3 tahun).7z

1565-Geologi Pertambangan (4 tahun).7z

1574-Teknik Kontrol Proses.7z

1583-Teknik Kontrol Mekanik.7z

1592-Teknik Instrumentasi Logam.7z

1609-Kimia Industri (3 tahun).7z

1618-Kimia Industri (4 tahun).7z

1627-Kimia Analisis (3 tahun).7z

1636-Kimia Analisis (4 tahun).7z

1645-Nautika Kapal Niaga.7z

1654-Teknika Kapal Niaga.7z

1663-Nautika Kapal Penangkap Ikan.7z

1672-Teknika Kapal Penangkap Ikan.7z

1707-Teknik Mekatronika.7z

1716-Teknik Pemboran Minyak.7z

1725 Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia.7z

1734 Teknik Produksi Perminyakan.7z

1743 Teknik Otomasi Industri.7z

1752-Teknik Ototronika.7z

2027-Teknik Jaringan Akses.7z

2036-Teknik Suitsing.7z

2045-Teknik Transmisi Telekomunikasi.7z

2054-Teknik Transmisi (4 tahun).7z

2063-Teknik Komputer dan Jaringan.7z

2072-Rekayasa Perangkat Lunak.7z

2089-Multimedia.7z

2098-Teknik Produksi dan Penyiaran Program Radio.7z

2107-Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian.7z

2116-Animasi.7z

3014-Keperawatan.7z

3023-Keperawatan Gigi.7z

3032-Analis Kesehatan.7z

3049-Farmasi.7z

3058-Perawatan Sosial.7z

3067-Farmasi Industri.7z

4018-Seni Murni.7z

4036-Seni Patung.7z

4054-Seni Lukis.7z

4063-Desain dan Produksi Kria Tekstil.7z

4072-Desain dan Produksi Kria Kulit.7z

4089-Desain dan Produksi Kria Keramik.7z

4098-Desain dan Produksi Kria Logam.7z

4107-Desain dan Produksi Kria Kayu.7z

4125-Seni Musik Non Klasik.7z

4134-Seni Tari Jawatimuran.7z

4143-Seni Tari Makassar.7z

4152-Seni Tari Minang.7z

4169-Seni Pedalangan Yogyakarta.7z

4178-Seni Pedalangan Surakarta.7z

4187-Seni Pedalangan Jawatimuran.7z

4196-Seni Pedalangan Bali.7z

4205-Seni Tari Sunda.7z

4214-Seni Tari Bali.7z

4223 Seni Tari Surakarta.7z

4232-Seni Tari Yogyakarta.7z

4249-Seni Tari Banyumas.7z

4258-Seni Karawitan Jatim.7z

4267-Seni Karawitan Makassar.7z

4276-Seni Karawitan Minang.7z

4285-Seni Karawitan Sunda.7z

4294-Seni Karawitan Surakarta.7z

4303-Seni Karawitan Yogyakarta.7z

4312-Seni Karawitan Bali.7z

4329-Seni Karawitan Banyumasan.7z

4347-Desain Komunikasi Visual.7z

4365-Seni Musik Klasik.7z

4392-Seni Teater.7z

4409-Usaha Perjalanan Wisata.7z

4418-Akomodasi Perhotelan.7z

4427-Jasa Boga.7z

4436-Patiseri.7z

4445-Kecantikan Kulit.7z

4454-Kecantikan Rambut.7z

4463-Busana Butik.7z

4472-Desain Produksi Interior dan Landscaping.7z

5023-Budidaya Ikan Air Tawar.7z

5032-Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Pangan.7z

5049-Teknik Pengolahan Hasil Perikanan.7z

5058-Mekanisasi Pertanian.7z

5067-Agribisnis Rumput Laut.7z

5085-Pembibitan Tanaman.7z

5094-Budidaya Ternak Ruminansia.7z

5103-Budidaya Ternak Unggas.7z

5112-Budidaya Ikan Air Payau.7z

5129-Kehutanan.7z

5138-Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Non Pangan.7z

5156-Pengawasan Mutu.7z

5165-Budidaya Tanaman Sayuran.7z

5174-Budidaya Tanaman Buah Semusim.7z

5183-Agribisnis Tanaman Perkebunan.7z

5218-Budidaya Tanaman Pangan.7z

5227-Teknik Budidaya dan Pengolahan Perikanan.7z

5236-Budidaya Ikan Air Laut.7z

5245-Penyuluhan Pertanian.7z

5254-Perawat Kesehatan Ternak.7z

5263-Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura.7z

5272-Agribisnis Pembibitan Tanaman dan Kultur Jaringan.7z

5289-Agribisnis Perikanan.7z

5298-Agribisnis Aneka Ternak.7z

6027-Perbankan.7z

6036-Perbankan Syariah.7z

6045-Administrasi Perkantoran.7z

6054-Pemasaran.7z

PPG Prajabatan


Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan adalah program pendidikan yang diperuntukkan mennyiapkan guru profesional. Bagaimana syarat menjadi mahasiswa program PPG ini?

Mengacu pada UU No. 20/2003 Pasal 3,  tujuan umum program PPG adalah
menghasilkan  calon  guru  yang  memiliki  kemampuan  mewujudkan  tujuan
pendidikan  nasional,  yaitu  mengembangkan  potensi  peserta  didik  agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia,  sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara  yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan khusus program PPG seperti yang tercantum dalam Permendiknas No
8 Tahun 2009 Pasal 2 adalah untuk menghasilkan  calon guru  yang memiliki
kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran;
menindaklanjuti  hasil  penilaian,  melakukan  pembimbingan,  dan  pelatihan
peserta  didik  serta  melakukan  penelitian,  dan  mampu  mengembangkan
profesionalitas secara berkelanjutan.

 

Masukan Program  PPG

Masukan  program  PPG  terdiri  atas  dua  macam,  yaitu  lulusan  S-1 Kependidikan  dan  lulusan  S-1/D-IV  Non  Kependidikan.  Secara  terperinci kualifikasi akademik calon peserta didik program PPG:

  1. S-1  Kependidikan  yang  sesuai  dengan  program  pendidikan  profesi  yang akan ditempuh;
  2. S-1  Kependidikan  yang  serumpun  dengan  program  pendidikan  profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  3. S-1/D-IV  Non  Kependidikan  yang  sesuai  dengan  program  pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  4. S-1 Psikologi untuk program PPG pada PAUD atau SD, dengan menempuh matrikulasi;
  5. S-1/D-IV  Non  Kependidikan  serumpun  dengan  program  pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;

Contoh  program  studi  serumpun  adalah  program  studi  sejarah,  ekonomi, geografi sosial, sosiologi, dan antropologi merupakan rumpun program studi ilmu  pengetahuan  sosial;  dan  program  studi  biologi,  fisika  dan  kimia merupakan rumpun program studi ilmu pengetahuan alam.

 

Sistem Rekrutmen dan Seleksi Mahasiswa

Rekrutmen calon mahasiswa merupakan kunci utama keberhasilan program PPG.  Rekrutmen  mahasiswa  harus  memenuhi  beberapa  prinsip  sebagai

berikut.

  1. Penerimaan  calon  disesuaikan  dengan  permintaan  nyata  di lapangan dengan menggunakan prinsip supply and demand sehingga tidak ada  lulusan  yang  tidak  mendapat  tempat  bekerja  sebagai  pendidik  di sekolah.  Hal  ini  dapat  mendorong  calon  yang  baik  memasuki  program PPG.
  2. Mengutamakan  kualitas  calon  mahasiswa  dengan  menentukan  batas kelulusan minimal menggunakan acuan patokan.  Ini berarti bahwa calon mahasiswa hanya akan diterima jika memenuhi persyaratan lulus minimal dan  bukan  berdasarkan  alasan  lain.  Hanya  calon  terbaik  yang  dapat diterima.
  3. Untuk  memenuhi  prinsip  butir  1  dan  2  di  atas  maka  penerimaan mahasiswa baru perlu dilakukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan di daerah  sebagai  stakeholders.  Kerjasama  ini  perlu  dilakukan menyangkut jumlah calon, kualifikasi dan keahlian sesuai dengan mata pelajaran yang dibina dan benar-benar diperlukan.
  4. Agar mendapatkan calon yang berkualitas tinggi maka proses penerimaan harus dilakukan secara fair, terbuka dan bertanggung jawab.
  5. Rekrutmen peserta dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
  • a.  Seleksi  administrasi:  (1)  Ijazah  S-1/D-IV  dari  program  studi  yang terakreditasi, yang sesuai atau serumpun dengan mata pelajaran yang akan  diajarkan  (2)  Transkrip  nilai  dengan  indeks  prestasi    kumulatif minimal  2,75,  (3)  Surat  keterangan  kesehatan,  (4)  Surat  keterangan kelakuan baik, dan (5) Surat keterangan bebas napza.
  • b.  Tes  penguasaan  bidang  studi  yang  sesuai  dengan  program  PPG  yang akan diikuti.
  • c.  Tes Potensi Akademik.
  • d.  Tes penguasaan  kemampuan berbahasa  Inggris  (English  for academic purpose).
  • e.  Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja disesuaikan  dengan  mata  pelajaran  yang  akan  diajarkan  serta kemampuan lain sesuai dengan karakteristik program PPG.
  • f.  Asesmen  kepribadian  melalui  wawancara/inventory  atau  instrumen asesmen lainnya.
  • 6.  Peserta yang dinyatakan lulus dan diterima dalam program PPG diberikan Nomor  Pokok  Mahasiswa  (NPM)  oleh  LPTK.  Daftar  peserta  yang dinyatakan  lulus  beserta  NPM  selanjutnya  dilaporkan  kepada  Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. Keberhasilan  rekrutmen  ini amat  tergantung  kepada kerjasama antara  LPTK penyelenggara program  PPG dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Dinas  Pendidikan/Pemda  serta  stakeholders  lainnya  yang  relevan  untuk memegang teguh prinsip akuntabilitas pengadaan tenaga kependidikan/guru.

 

Matrikulasi

Lulusan  S1  Kependidikan  dan  S1/D  IV  Non  Kependidikan  yang  tidak  sesuai dengan program PPG yang akan diikuti, harus mengikuti program matrikulasi.

Matrikulasi  adalah  sejumlah  matakuliah  yang  wajib  diikuti  oleh  peserta program  PPG  yang  sudah  dinyatakan  lulus  seleksi  untuk  memenuhi kompetensi  akademik  bidang  studi  dan/atau  kompetensi  akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG.

Ketentuan program matrikulasi adalah sebagai berikut.

  1. S-1  Kependidikan  yang  sesuai  dengan  program  pendidikan  profesi  tidak perlu mengikuti matrikulasi;
  2. S-1  Kependidikan  yang  serumpun  dengan  program  pendidikan  profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi;
  3. S-1/D  IV  Non  Kependidikan  yang  sesuai  dengan  program  pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi;
  4. S-1/D IV Non Kependidikan serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi;
  5. S-1  Psikologi  untuk  program  PPG  pada  PAUD  atau  SD,  harus mengikutii matrikulasi.
  6. Calon peserta PPG yang tidak  lulus program matrikulasi dinyatakan tidak dapat melanjutkan program PPG prajabatan.
  7. Kurikulum  program  matrikulasi  disusun  oleh  lembaga  penyelenggara program  PPG.

 

Beban Belajar

Beban  belajar  mahasiswa  program  PPG  untuk  menjadi  guru  pada  satuan pendidikan ditentukan sebagai berikut:

  1. TK/RA/TKLB  atau  bentuk  lain  yang  sederajat  lulusan  S-1/D-IV Kependidikan  untuk  TK/RA/TKLB  atau  bentuk  lain  yang  sederajat  adalah 18 (delapan belas) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester.
  2. SD/MI/SDLB  atau  bentuk  lain  yang  sederajat  lulusan  S-1/D-IV) kependidikan untuk  SD/MI/SDLB  atau bentuk  lain  yang  sederajat  adalah 18 (delapan belas) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester.
  3. TK/RA/TKLB  atau  bentuk  lain  yang  sederajat  lulusan  S-1/D-IV Kependidikan  selain  untuk  TK/RA/TKLB  atau  bentuk  lain  yang  sederajat adalah  36  (tiga  puluh  enam)  sampai  dengan  40  (empat  puluh)  satuan kredit semester.
  4. SD/MI/SDLB atau bentuk  lain  lulusan S-1/D-IV Kependidikan selain untuk SD/MI/SDLB atau bentuk  lain yang sederajat adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.
  5. TK/RA/TKLB atau bentuk  lain yang sederajat dan pada satuan pendidikan SD/MI/SDLB atau bentuk  lain  lulusan  S-1 Psikologi adalah 36  (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.
  6. SMP/MTs/SMPLB atau bentuk  lain yang sederajat dan satuan pendidikan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK atau bentuk  lain  yang  sederajat,  lulusanS-1/ D-IV Kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan adalah 36  (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.

Tulisan terkait:

Daftar PT Penyelenggara PPG Prodi PGSD dan PAUD

Daftar PT Penyelenggara PPG setiap Provinsi

 

Unduh Dokumen

Permendiknas ttg PPG dan Panduan PPG klik di sini

Kisi-kisi UASBN SD/SDLB/MI 2011


Kisi-kisi UASBN SD/MI telah terbit berdasarkan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2011 tanggal 17 Januari 2011.

Permendiknas ini menjelaskan bagaimana UASBN dilaksanakan juga bagaimana sekolah menyelenggarakan Ujian Sekolah.

Lampiran Permendiknas 2/2011 berupa kisi-kisi UASBN yang meliputi tiga bidang studi: Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Untuk pedoman teknis penyelenggaraan UN SD/MI, berikut ini juga tersedia POS UN SD/MI sebagaimana Keputusan Ka BSNP   0001/P/BSNP/II/2011 tertanggal 22 Februari 2011. POS ini mengatur kewajiban Panitia, tata tertib, pengaturan ruang ujian, dan teknis lainnya.

Dokumen untuk diunduh:

Permendiknas-2-2011_UN-dan-US_SD-MI_2011

POS-UN-SD-MI_22-Feb-11

Kisi-kisi-MM_UASBN-2011

Kisi-kisi-BI_UASBN-2011

Kisi-kisi-IPA_UASNN-2011

Lihat juga soal latihan: Prediksi Soal UN/Ujian Sekolah SD/MI 2011

Pedoman Sertifikasi 2011


Berdasar buku panduan sertifikasi guru 2011, pola sertifikasi 2011 ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya. Perbedaan ini adalah pada pola PLPG, di mana peserta dapat “memilih” mengikuti PLPG jika memenuhi ketentuan.

Penyelenggaraan sertifikasi  guru dalam  jabatan tahun  2011  dibagidalam 3 (tiga) pola sebagai berikut.

1. Penilaian Portofolio (PF)

Sertifikasi  guru pola  PF diperuntukkan  bagi  guru dan  guru  yang diangkat  dalam  jabatan  pengawas  satuan  pendidikan yang: (1)memiliki    prestasi  dan  kesiapan  diri  untuk  mengikuti  proses sertifikasi  melalui  pola PF, (2)  tidak  memenuhi  persyaratan persyaratan  dalam  proses pemberian  sertifikat  pendidik  secaralangsung (PSPL).

Penilaian portofolio dilakukan melalui penilaian terhadap kumpulan berkas  yang mencerminkan  kompetensi  guru. Komponen penilaian portofolio mencakup:  (1)  kualifikasi  akademik,  (2)  pendidikan  dan pelatihan,  (3)  pengalaman  mengajar,  (4)  perencanaan  dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6)  prestasi  akademik,  (7)  karya  pengembangan  profesi,  (8) keikutsertaan  dalam  forum  ilmiah,  (9)  pengalaman  organisasi  di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

2. Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL)

Sertifikasi  guru pola  PSPL diperuntukkan  bagi  guru dan  guru  yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki:

a. kualifikasi  akademik  magister  (S-2)  atau  doktor  (S-3) dari perguruan  tinggi  terakreditasi  dalam  bidang  kependidikan  atau bidang  studi  yang  relevan dengan mata  pelajaran  atau  rumpun mata  pelajaran  yang  diampunya,  atau  guru  kelas  dan  guru bimbingan  dan  konseling  atau  konselor,  dengan  golongan sekurang-kurangnya  IV/b  atau  yang  memenuhi  angka  kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b;

b. golongan  serendah-rendahnya  IV/c  atau  yang memenuhi  angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)

PLPG    diperuntukkan  bagi  guru  dan  guru  yang  diangkat  dalam jabatan  pengawas  satuan  pendidikan  yang:  (1) memilih  langsung mengikuti PLPG (2) tidak memenuhi persyaratan PSPL dan memilih PLPG, dan (3) tidak lulus penilaian portofolio, PLPG  harus  dapat  memberikan  jaminan  terpenuhinya  standar kompetensi  guru. Beban  belajar  PLPG  sebanyak  90  jam pembelajaran.  Model  Pembelajaran  Aktif,  Inovatif,  Kreatif,  dan Menyenangkan    (PAIKEM)  disertai  workshop Subject  Specific Pedagogic (SSP) untuk mengembangkan dan mengemas perangkat pembelajaran.

Persyaratan Peserta

1. Persyaratan Umum

a. Guru yang masih  aktif  mengajar  di  sekolah  di  bawah  binaan Kementerian Pendidikan Nasional kecuali guru pendidika agama. Sertifikasi  guru  bagi  guru pendidikan agama  dan semua guru yang mengajar di madrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama  dengan  kuota  dan  aturan  penetapan  peserta  dari Kementerian Agama  (Surat  Edaran  Bersama  Direktur  Jenderal PMPTK  dan Sekretaris  Jenderal  Departemen  Agama  Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/ 2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007).

b. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:

  • 1) bagi pengawas  satuan  pendidikan  selain dari guru yang diangkat  sebelum  berlakunya  Peraturan  Pemerintah  Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau
  • 2) bagi pengawas  selain  dari  guru yang  diangkat  setelah berlakunya  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun  2008 tentang  Guru harus  pernah memiliki  pengalaman  formal sebagai guru.

c. Guru bukan PNS pada  sekolah  swasta  yang memiliki  SK sebagai guru  tetap dari penyelenggara pendidikan (guru  tetap yayasan), sedangkan  guru bukan PNS pada  sekolah negeri harus memiliki SK  dari Bupati/Walikota  atau dinas pendidikan  provinsi/kabupaten/kota.

d. Pada tanggal 1 Januari 2012 belum memasuki usia 60 tahun.

e. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

Urutan Prioritas Penetapan Peserta

Guru yang  dapat  langsung  masuk  mengisi  kuota  sertifikasi  guru adalah sebagai berikut.

a. Semua  guru  yang  diangkat  dalam jabatan  pengawas  yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik.

b. Semua  guru  yang  mengajar  di  daerah  perbatasan,  terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan,

c. Guru dan kepala sekolah berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi atau  peringkat 1,  2,  dan  3  tingkat  nasional,  atau  guru  yang mendapat  penghargaan  internasional  yang  belum  mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun 2007 s.d 2010.

d. Guru yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikat secara langsung,

e. Guru  SD  dan  SMP  yang  telah  terdaftar  dan  mengajar  pada sekolah yang menjadi target studi sertifikasi guru, Guru lainnya yang tidak masuk ketentuan di atas ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru berdasarkan kriteria urutan prioritas sebagai berikut: (1)  masa  kerja  sebagai  guru, (2)  usia, (3)  pangkat  dan golongan, (4) beban kerja, (5) tugas tambahan, (6) prestasi kerja.

Dokumen untuk diunduh

Info sekilas di atas merupakan kutipan isi Buku 1 Pedoman Sertifikasi 2011. Untuk itu, bila ingin memahami pola sertifikasi 2011, berikut buku pedoman lengkap Sertifikasi 2011 yang dapat diunduh.

POS UASBN/UN 2011


Mata pelajaran yang diujikan pada UN 2011 yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dan ditambah dengan mata pelajaran sesuai dengan program/jenjang. Jumlah soal tidak sama untuk semua maple UN, namun untuk jatah waktu sama 120 menit.

Mata Pelajaran UN

Mapel yang sama untuk semua program/jenjang adalah  Bhs. Indonesia (50 soal), MM (40 soal), Bhs. Inggris (35 PG, dan 15  soal  listening comprehension  atau 15  soal  reading untuk penyandang tunarungu)

Mapel UN Sesuai Program

  1. SMA/MA Program IPA (Fisika, Kimia, Biologi- masing-masing  40 Soal)
  2. SMA/MA Program IPS (Ekonomi 40 soal,  Sosiologi  50 soal, Geografi  50 soal)
  3. SMA/MA Program Bahasa (Sastra Indonesia  40 soal,  Sejarah Budaya/ Antropologi 50 soal, Bahasa Asing 50 soal: Arab/Jepang/Jerman /Prancis/Mandarin)
  4. MA Program Keagamaan (Tafsir, Hadis,Fikih, masing-masing 50 soal)
  5. SMK  (Kompetensi Keahlian: (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan,1 paket, 18 – 24 jam, Ujian teori dan praktik kejuruan dilaksanakan sebelum pelaksanaan UN
  6. SMP, MTs, dan SMPLB  (Ilmu  Pengetahuan  Alam  40 soal)

POS UASBN/UN 2011

Pedoman Operasional Standar (POS) untuk UASBN dan UN ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan . Peraturan BSNP Nomor 0148/SK-POS/BSNP/I/2011 tanggal 3 Januari 2011 yang mengatur POS UN memuat hal-hal yang berakitan dengan penyelenggaraan ujian nasional. Jadi, POS UN adalah merupakan acuan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional.

Penyelenggara Ujian

Pada POS UN dijelaskan Penyelenggara  UN  adalah  Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  (BSNP)  bekerjasama dengan  Pemerintah,  Perguruan  Tinggi  Negeri,  dan  Pemerintah  Daerah,  yang  dalam pelaksanaannya  terdiri  atas  Penyelenggara  UN  Tingkat  Pusat,  Penyelenggara  UN Tingkat Provinsi, Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota, dan Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah.

POS UN memuat ketentuan tentang penyelenggaran UN, antara lain:

  • Tugas kewajiban penyelenggara ujian (tingkat pusat, provinsi, kab/kota, dan tingkat sekolah/madrasah.)
  • Syarat peserta UN
  • Penyusunan kisi-kisi UN
  • Pelaksanaan UN (jadwal UN, ruang ujian, kewajiban penyelenggara, tata tertib pengawas, tat tertib peserta
  • Pemeriksaan hasil ujian (pengumpulan dan pengolahan)
  • Kelulusan tingkat sekolah
  • Kelulusan UN

POS Pencetakan Bahan Ujian SD/MI/SMP/MTs/SMPLB/SMA/SMALB/MA/SMK ditetapkan berdasarkan Peraturan BSNP 0149/SK/BSNP/I/2011 tanggal 3 Januari  2011. POS Pencetakan mengatur tentang bahan ujian mulai dari penyiapan samapai dengan distribusi pada saat pelaksanaan ujian. Juga, kegiatan setelah ujian, termasuk sanksi bagi yang melanggar.

POS Pencetakan bahan ujian memuat antara lain kewajiban Penyelenggara Ujian Nasional,  Spesifikasi dan Persyaratan  Perusahaan Percetakan, Spesifikasi Kertas (Kertas Naskah Ujian dan LJK), Pengamplopan, Pendistribusian, Pengamanan.

Dokumen untuk diunduh

(Karena ada gangguan, maka tautan saya tampilkan lengkap. Bila diklik tampilan berupa iklan, silakan kopi link berikut kemudian paste kan pada browser)

1. POS UN 2011 SMP/SMA/SMALB/SMK

http://www.ziddu.com/download/13364051/pos-un2011-smp-sma-smk_balitbang-depdiknas.pdf.html

2. POS Pencetakan UN/UASBN 2011

http://www.ziddu.com/download/13364050/Per-BNSP_pos-percetakan-UN2011.pdf.html

3. Permendiknas 46/2010 ttg Pelaksanaan UN 2011

http://www.ziddu.com/download/13363393/permendiknas-46-2010_Pelaks-UN2011.pdf.html

4. Lampiran Permendiknas 46/2011 ttg Kisi-kisi UN 2011

http://www.ziddu.com/download/13363343/Permendiknas-46-20101kisi-kisi-UN2011-smp-sma.pdf.html

5. Permendiknas 45/2010: Kriteria Kelulusan UN 2011

http://www.ziddu.com/download/13363342/permendiknas-45-201_Kriteria-Lulus-UN2011.pdf.html

Pedoman/Panduan/Juknis BOS 2011


Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. Namun demikian dana BOS dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personalia dan biaya investasi.

Latar Belakang BOS

  • UU No 20 tentang Sisdiknas: Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
  • Wajib Belajar 9 Tahun telah tuntas dengan APK untuk SMP/sederajat sebesar 98,11%
  • PP No 48 tentang Pendanaan Pendidikan secara jelas menjelaskan jenis pendanaan pendidikan dan tanggung-jawab masing-masing tingkatan

Tujuan BOS

Program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu.

Secara Khusus

  • Menggratiskan seluruh siswa miskin di tingkat pendidikan dasar dari beban biaya operasi sekolah, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta
  • Menggratiskan seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI)
  • Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta

Sasaran BOS

  • Sasaran program BOS adalah semua sekolah setingkat SD dan SMP (termasuk SMPT), baik negeri maupun swasta di seluruh propinsi di Indonesia.
  • Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini.

Biaya Satuan BOS

  • SD/SDLB di kota : Rp 400.000,-/siswa/tahun.
  • SD/SDLB di kab : Rp 397.000,-/siswa/tahun.
  • SMP/SMPLB/SMPT di kota: Rp 575.000,-/siswa/tahun.
  • SMP/SMPLB/SMPT di kab : Rp 570.000,-/siswa/tahun.

Biaya satuan ini sudah termasuk untuk BOS Buku

Jenis Biaya Pendidikan

Menurut PP No 48 Tahun 2008:

  • Biaya Satuan Pendidikan: biaya penyelenggaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
  • Biaya Penyelenggaraan dan/atau Pengelolaan Pendidikan:biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.
  • Biaya Pribadi Peserta Didik:biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

Biaya Satuan Pendidikan

Terdiri dari:

  • biaya investasi adalah biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sdm, dan modal kerja tetap.
  • biaya operasi, terdiri dari biaya personalia dan biaya nonpersonalia.
  • bantuan biaya pendidikan yaitu dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya
  • beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi.

Biaya Personalia dan Nonpersonalia

  • biaya personalia terdiri dari gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta tunjangan-tunjangan yang melekat pada gaji.
  • biaya nonpersonalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll.

Sekolah Penerima BOS

  • Semua sekolah SD/SDLB/SMP negeri wajib menerima dana BOS. Bila sekolah tersebut menolak BOS maka sekolah dilarang memungut biaya dari peserta didik, orang tua atau wali peserta didik.
  • Semua sekolah swasta yang telah memiliki ijin operasional yang tidak dikembangkan menjadi bertaraf internasional atau berbasis keunggulan lokal wajib menerima dana BOS.
  • Bagi sekolah yang menolak BOS harus melalui persetujuan dengan orang tua siswa dan komite sekolah dan tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah tersebut.
  • Seluruh sekolah yang menerima BOS harus mengikuti pedoman BOS yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
  • Sekolah negeri kategori RSBI dan SBI diperbolehkan memungut dana dari orang tua siswa yang mampu dengan persetujuan Komite Sekolah.
  • Sekolah Negeri yang sebagian kelasnya sudah menerapkan sistem sekolah bertaraf RSBI atau SBI tetap di perbolehkan memungut dana dari orang tua siswa yang mampu dengan persetujuan Komite Sekolah, serta menggratiskan siswa miskin.

BOS dan Wajar 9 Tahun Yang Bermutu

  • BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun.
  • Melalui BOS tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah.
  • Anak lulusan sekolah setingkat SD, harus diupayakan kelangsungan pendidikannya ke sekolah setingkat SMP. Tidak boleh ada tamatan SD/setara tidak dapat melanjutkan ke SMP/setara dengan alasan mahalnya biaya masuk sekolah.
  • Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpotensi tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara. Demikian juga bila teridentifikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah.
  • Kepala sekolah mencari dan mengajak siswa SD/setara yang akan lulus dan berpotensi tidak melanjutkan sekolah untuk ditampung di SMP/setara. Demikian juga bila teridentifikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah.
  • BOS tidak menghalangi peserta didik, orang tua, atau walinya memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah

Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

  • Sekolah mengelola dana secara professional, transparan dan dipertanggung jawabkan.
  • BOS harus menjadi sarana penting peningkatan pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan akses, mutu dan manajemen sekolah.
  • Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan.
  • Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dimana dana BOS merupakan bagian itegral didalam RKAS tersebut.
  • Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus di setujui dalam rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan kab/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). Seluruh peserta rapat ikut menandatangani berita acara persetujuan. Secara rinci diatur dalam Peraturan Mendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan dasar dan Menengah.
  • BOS tidak menghalangi peserta didik, orang tua, atau walinya memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah

Tanggung Jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah

  • Pemerintah dan Pemerintah Daerahbertanggung jawab terhadap  pendanaan biaya investasi dan biaya operasi satuan pendidikan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah/pemerintah daerah sampai terpenuhinya  Standar Nasional Pendidikan.
  • Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah/pemerintah daerah menjadi bertaraf internasional, selain dari pemerintah atau pemerintah daerah, pendanaan tambahan dapat juga bersumber dari masyarakat, bantuan pihak asing yang tidak mengikat, dan/atau sumber lain yang sah.
  • Pemerintah dan pemerintah daerah dapat membantu pendanaan biaya non personalia sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Tanggung Jawab Peserta Didik, Orang Tuan dan/atau Wali Peserta Didik

  • Biaya pribadi peserta didik, mislnya uang saku/uang jajan, buku tulis dan alat-alat tulis, dan lain sebagainya.
  • Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang di perlukan untuk pengembangan menjadi sekolah bertaraf internasional.

 

Dokumen untuk diunduh:

Permendiknas 37/2010-Jukmis Penggunaan BOS 2011

Permendiknas 37/2010-Jukmis Penggunaan BOS 2011 (lampiran)

SE Dirjen Mandikdasmen: Alokasi Dana BOS 2011

SE Mendagri-Mendiknas: Pengelolaan Dana BOS 2011 APBD

SE Mendagri-Mendiknas: Optimalisasi Pemda-Pengelolaan Dana BOS

Permenkeu 247/2010: Alokasi BOS SDS-SDN Kab/Kota

Juknis Laporan Keuangan BOS

Jadwal UN 2010/2011


Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010/2011 telah ditetapkan oleh Mendiknas, baik ujian utama, ujian susuluan, juga pengumuman kelulusan.

UN untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK akan dilaksanakan bulan April 2011. Dengan penetapan jadwal ini maka persiapan para siswa praktis tinggal tiga bulan.

Berikut jadwal UN 2010/2011:

(SMA/MA/SMK)

  • UN Utama : 18-21 April 2011
  • UN Susulan SMA/MA/SMK :  25-28 April 2011
  • Pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011

(SMP/MTs):

  • UN Utama: 25-28 April 2011
  • UN Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011
  • Pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011.

Klik simpan, belajar, UN lulus, alhamdulillah

Klik simpan, belajar, UN lulus, alhamdulilla . . .

 

Formula Kelulusan

Formula UN merupakan hasil kesepakatan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat. Formula kelulusan pada 2011 ini dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional, dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas 1,2, dan 3.

Baca selanjutnya standar lulus UN 2010/2011 . . .

Baca juga POS UN dan Kisi-kisi UN

Daftar PT Penyelenggara PPG PGSD dan PAUD


Melalui Kepmendiknas 126/P/2010 tanggal 25 Oktober 2010, telah ditetapkan PT penyelenggaran PPG (Pendidikan Profesi Guru) atau sertifikasi jalur pendidikan prajabatan di setiap provinsi.

Berikut daftar LPTK beserta kuota 2010, 2011, dan 2012 untuk program studi PGSD dan PAUD.

Untuk melihat daftar PT penyelenggara PPG per provinsi, klik di sini.

 

No Provinsi

Perguruan Tinggi

Kuota PGSD

Kuota PAUD

2010

2011

2012

2010

2011

 

2012

 

1 DKI UNJ 60 60 60 60 60 60
    Unmuh Prof Hamka 60 60 60 - - -
2 Jabar UPI 60 60 60 60 60 60
    Univ. Pakuan Bogor 60 60 60 - - -
    Univ. Pasundan 60 60 60 - - -
3 Jateng Unes 60 60 60 60 60 60
    UNY 60 60 60 60 60 60
    UNS 60 60 60 - - -
    UKS Salatiga 60 60 60 - - -
    Unmuh Purwokerto 60 60 60 60 60 60
    Unmuh Surakarta 60 60 60 60 60 60
4 DIY Univ. PGRI Yogya 60 60 60 - - -
    Univ. Sanata Dharma 60 60 60 - - -
    Univ. Sarjana Wiyata Taman Siswa 60 60 60 - - -
5 Jatim Univ. Jember 60 60 60 - - -
    UM 60 60 60 - - -
    Unesa 60 60 60 60 60 60
    IKIP PGRI Madiun 60 60 60 - - -
    Unmuh Malang 60 60 60 - - -
    Unipa Surabaya 60 60 60 - - -
6 Sumut UNM 60 60 60 60 60 60
7 Sumbar UNP 60 60 60 60 60 60
8 Sumsel Univ. Sriwijaya 60 60 60 - - -
9 Riau Univ. Riau 60 60 60 - - -
10 Jambi Univ. Jambi 60 60 60 - - -
11 Lampung Univ. Lampung 60 60 60 - - -
12 Bengkulu Univ. Bengkulu 60 60 60 60 60 60
13 Sulut Univ. Negeri Manado 60 60 60 - - -
14 Sultra Univ. Halueleo 60 60 60 - - -
15 Sulsel Univ. Negeri Makasar 60 60 60 60 60 60
    Unmuh Makasar 60 60 60 - - -
16 Gorontalo Univ. Gorontalo 60 60 60 - - -
17 Sulteng Univ. Tadulako 60 60 60 60 60 60
18 Kasel Univ. Lambung Mangkurat 60 60 60 - - -
19 Kaltim Univ. Mulawarman 60 60 60 - - -
20 Kalteng Univ. Palangkaraya 60 60 60 60 60 60
21 Kalbar Univ. Tanjungpura 60 60 60 - - -
22 Bali Univ. Pend. Ganesa 60 60 60 - - -
23 NTB Univ. Mataram 60 60 60 60 60 60
    STKIP Hamzanwadi Selong 60 60 60 - - -
24 NTT Univ. Nusa Cendana 60 60 60 - - -
25 Ambon Univ. Pattimura 60 60 60 - - -
26 Papua Univ. Cendrawasih 60 60 60 - - -
27 NAD Univ. Syah Kuala 60 60 60 - - -
    Univ. Al-Muslim Bireuen 60 60 60 - - -

 

Daftar PT Penyelenggara PPG


Mendiknas telah menetapkan perguruan tinggi (PT) sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG). Mahasiswa lulusan PPG akan langsung menerima sertifikat professional. PPG merupakan salah satu jalur sertifikasi guru dalam jabatan selain melalui portofolio.

Berdasarkan Kepmendiknas 126/P/2010 tanggal 25 Oktober 2010, di setiap provinsi telah ditetapkan perguruan tinggi yang berhak menyelenggarakan PPG dengan program studi yang juga telah ditetapkan. Melalui PPG ini, telah ditentukan kuota untuk 2011 dan 2012 yang akan dipersipkan sebagai calon guru professional setiap tahun sebanyak 13.020 dari berbagai program studi.

Program studi yang tersedia dalam PPG antara lain PGSD, PAUD, Biologi, Fisika, Kimia, MM, Bhs. Indonesia, Bhs dan sastra Indonesia, Bhs. Inggris, Ekonomi Koperasi,  Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Bangunan, Administrasi Perkantoran, Tata Niaga,  PPKn, Akuntansi, BK, Penjaskesrek, dan Seni Tari.

Dokumen file yang siap diunduh berikut ini berupa data PT berdasar provinsi yang ditetapkan dengan Kepmendiknas 126/P/2010 sebagai penyelenggara PPG dan disertai keterangan kuota 2010, 2011, 2012 setiap prodi.

PT yang ditunjuk di setiap provinsi, jumlahnya tidak sama. Di provinsi Jawa Timur, misalnya ada 8 PT:

  • Universitas Negeri Surabaya (23 prodi, termasuk PGSD dan PAUD)
  • Universitas Negeri Malang (18 prodi, termasuk PGSD)
  • Universitas Negeri Jember (5 prodi, termasuk PGSD)
  • IKIP PGRI Madiun (1 prodi, PGSD)
  • Unmuh Malang ( 2 prodi, PGSD dan MM)
  • Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri (1 prodi, biologi).
  • Unipa (2 prodi, Bhs Indonesia dan PGSD)
  • Unisma (2 prodi, Bhs dan Sastra Indonesia dan MM)

Dokumen untuk diunduh

Daftar PT yang memiliki program PPG tiap provinsi

1 Ambon 11 Kalbar 21 Riau
2 Bali 12 Kalsel 22 Sulsel
3 Bengkulu 13 Kalteng 23 Sulteng
4 DIY 14 Kaltim 24 Sultra
5 DKI 15 Lampung 25 Sulut
6 Gorontalo 16 Malut 26 Sumbar
7 Jabar 17 NAD 27 Sumsel
8 Jambi 18 NTB 28 Sumut
9 Jateng 19 NTT
10 Jatim 20 Papua

Dokumen lain yang siap diunduh

Panduan_PPG-praJabatan.pdf

Permendiknas_8_2009_ProgrPPG-Prajabatan_…

Permendiknas_09_2010_Prog-PPGdalamJabata…

 

Tulisan terkait:

Daftar PT yang memiliki Prodi PGSD dan PAUD

 

Mekanisme Baru BOS 2011


Jika pada tahun 2010, penyaluran dana BOS mengikuti skema APBN yang disalurkan dari propinsi langsung ke sekolah, mulai tahun 2011 berubah menjadi mekanisme transfer ke daerah (kabupaten/kota) dalam bentuk dana penyesuaian untuk BOS sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011

Total dana yang dialokasikan untuk BOS sebesar Rp 16,266 trillun dengan perincian Rp 10,825 trillun untuk jenjang sekolah dasar dan Rp 5,441 trillun untuk jenjang sekolah menengah,” katanya.

Adapun besaran dananya masing-masing Rp 400.000 per siswa per tahun untuk jenjang sekolah dasar di kota dan sebesar Rp 397.000 per siswa per tahun untuk di kabupaten. Sedang untuk jenjang sekolah menengah pertama sebesar Rp 575.000 per siswa per tahun di kota dan Rp 570.000 per siswa per tahun di kabupaten.

Mekanisme baru tidak mempengaruhi prinsip dasar pengelolaan dana BOS di sekolah. Dana BOS tidak terlambat disalurkan ke sekolah setiap triwulannya. Penyaluran dana BOS dalam bentuk uang tunai, tidak dalam bentuk barang, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Dana BOS tidak digunakan untuk kepentingan di luar biaya operasional sekolah. Dan, petunjuk pelaksanaan/penggunaan tetap berpedoman pada panduan Kemdiknas.

Pengalihan penyaluran bukan berarti sebagai pengganti kewajiban daerah untuk penyediaan BOSDA; Penyaluran dana BOS ke sekolah tidak perlu menunggu pengesahan APBD. Di samping menyediakan BOSDA daerah harus menyediakan dana untuk manajemen tim BOS, termasuk monitoring dan evaluasi. Juga, kewenangan mengelola dana BOS tetap berada di sekolah (prinsip manajemen berbasis sekolah).

Untuk menjamin akuntabilitas pelaksanaan BOS di tingkat sekolah, telah disusun buku panduan pengelolaan BOS. Selain didistribusikan, isi buku disosialisasikan ke seluruh sekolah. Pelatihan perencanaan dan pengelolaan dana BOS di tingkat sekolah pun diadakan.

Peningkatan pengawasan oleh komite sekolah dan oleh Inspektorat Daerah, Itjen, BPKP, BPK dan masyarakat. Penguatan pemantauan dan evaluasi oleh Kemdiknas dan Dinas Pendidikan. Sedangkan penguatan unit pelayanan dan pengaduan masyarakat untuk BOS 2011 melalui layanan bebas pulsa 177. Lalu, diterapkan sanksi bagi yang melakukan penyimpangan.

Sumber http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.012 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: