Presiden SBY: Doakan Gus Dur, Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari


Presiden SBY mengajak seluruh rakyat Indonesia mendoakan Gus Dur dengan membacakan surat al Fatihah sebagai penghormatan atas jasa-jasanya kepada rakyat dan bangsa Indonesia.

“Saya mengajak rakyat Indonesia membaca surat Al Fatihah,” jelas SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/12).

Bersama dengan sejumlah pejabat tinggi seperti Menko Perekenomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri SBY memimpin pembacaan doa tersebut dengan khidmat.

Kibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari

Selain itu, sebagai bentuk duka cita, Presiden memerintahkan masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari yang dimulai Kamis (31/12/2009) sampai Rabu (6/1/2010). “Ini sebagai rasa duka dan berkabung kita yang sangat mendalam,” ujar SBY.

Secara pribadi, SBY mengaku sangat menghormati Gus Dur sebagai mantan presiden ke-4 RI dan ia juga berharap agar masyarakat memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum Gus Dur. (mkf)

Sumber: nu online

Gus Dur Meninggal Dunia


Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur telah meninggal dunia pada Rabu, 30 Desemer 2009, pukul 18.45 WIB.

Kepala tim dokter yang menangani Gus Dur dr Yusuf Misbah, mengatakan kondisi Gus Dur sebenarnya sempat membaik namun pada Rabu siang tadi, pukul 11 kembali memburuk karena penyakit komplikasi antara diabetes, ginjal, stroke dan jantung.

Pada pukul 18.15 kondisi gus dur dinyatakan kritis dan pada pukul 18.45 dinyatakan meninggal dunia. Mala mini juga, jenazah Gus Dur akan dibawa ke kediamannya di Ciganjur.

Adik Gus Dur, Gus Solah menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan jenazah Mantan Ketua Umum PBNU ini akan dimakamkan dimana karena masih menunggu rapat keluarga, Namun, ada kemungkinan akan dimakamkan di Jombang, tanah kelahirannya. “Kami menunggu keputusan keluarga untuk dimakamkan di mana,” tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, RSCM telah dipenuhi para aktifis, wartawan dan simpatisan Gus Dur. Para pengurus PBNU juga telah tampak hadir melayat. Tampak Lily Wahid, menteri PDT Helmy Faisal, Mudji Sutrisno, dan lainnya. (mkf)

Sumber: http://www.nur.or.id

Garuda (Garba Rujukan Digital)


Garba Rujukan Digital (Garuda), sebuah portal rujukan ilmiah nasional secara resmi diluncurkan di Hotel Millenium, Jakarta, pada Selasa (15/12). 

Apa yang dimaksud dengan Garuda?
Garuda (Garba Rujukan Digital) adalah portal penemuan referensi ilmiah Indonesia yang merupakan titik akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti Indonesia. Garuda yang mencakup antara lain e-journal domestik, laporan penelitian, tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, dan disertasi), patent, prosiding, Standar Nasional Indonesia (SNI), Pidato pengukuhan guru besar para akademisi dan peneliti  dikembangkan oleh Direktorat P2M-Dikti Depdiknas bekerjasama dengan PDII-LIPI serta berbagai perguruan tinggi dalam hal penyediaan konten.

Garuda bertekad ingin menjadi acuan pertama dan utama untuk akses informasi ilmiah nasional. Diharapkan terjadi kolaborasi penelitian, terwujudnya penelitian bertaraf internasional dan segala plagiarisme, duplikasi penelitian bisa dihilangkan.

Portal bisa diakses di http://garuda.dikti.go.id

Daftar Penerima Upakarti 2009


Penghargaan Upakarti adalah pengahargaan dari pemerintah yang diberikan kepada usahawan dan perusahaan yang berjasa di bidang industri. Penghargaan Upakarti ini telah diberikan sejak tahun 1985 mencakup lima kategori, yakni Jasa Pengabdian, Jasa Pelestarian, Jasa Kepeloporan, Jasa Kepedulian, dan IKM Modern,” kata MS Hidayat.

Untuk tahun 2009, Penghargaan Upakarti diberikan dengan lima kategori untuk 15 orang ditambah 10 perusahaan, penghargaan Rintisan Teknologi Informasi 4 perusahaan, Penghargaan Indonesia Good Desaign Selection (IGDS) 18 perusahaan, dan Penghargaan Kreasi Prima Mutu 6 perusahaan. “Secara kumulatif penghargaan Upakarti sejak 1985 hingga 2009 telah diberikan kepada 1004 penerima, terdiri dari 420 jasa pengabdian, 15 jasa pelestarian, 483 jasa kepeloporan, 68 jasa kepedulian, dan 18 IKM.

Berikut daftar lengkap penerima Penghargaan Upakarti 2009:

I. PENGHARGAAN UPAKARTI
A. Upakarti Jasa Pengabdian
1. D. Syahrial, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Banda Aceh, bidang usaha Aneka Kerajinan
2. Evi Meiroza Herman, Pekanbaru, Provinsi Riau, bidang usaha Industri Tenun
3. Fauziah Mawardi Yahya, Ogan Ilir, PRovinsi Sumatera Selatan, bidang usaha Industri tenun
4. Caccilia Valeriana Uduk, Belu, Nusa Tenggara Timur, bidang usaha Industri Gerabah dan Makanan

B. Upakarti Jasa Pelestarian
1. Katura, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, bidang usaha Industri Batik
2. Koperasi Jaa Menenun mandiri, intang, Provinsi Kalimantan Barat, bidang usaha Industri Tenun
3. Achmad Irawan, Batu, Provinsi Jawa Timur, bidang usaha Industri Batik
4. Farida Ekawati Pattisahusiwa, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, bidang usaha Industri Batik dan Makanan

C. Upakarti Jasa Kepeloporan
1. Putra Dunia Baru, Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, bidang usaha Anyaman
2. PT House of Rattan, Cirebon, Jaw Barat, bidang usaha Industri Rotan
3. Mega – Rasa, Pekanbaru, Provinsi Riau, bidang usaha Industri Makanan
4. CV Matan, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, bidang usaha Industri Anyaman
5. UD Jatayu, Badung, provinsi Bali, bidang usaha Kerajinan Ukiran Kayu

D. Upakarti Jasa Kepedulian
1. Ongku P. Hasibuan, Bupati Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara
2. Triyono Budi Sasongko, Bupati Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah
3. Mohammad Idham Samawi, Bupati Bantul, Provinsi D. I. Yogyakarta
4. Muhammad Safii, Bupati Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan
5. Adi Rudianto Asapa, Bupati Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan
6. Rusdy Mastura, Walikota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
7. Eddy Santana Putra, Walikota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan

E. Upakarti Industri Kecil Menengah Modern
1. PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri
2. PD Adi Anugrah Food Industry
3. PT Laksana Tekhnik Makmur
4. US Naga Mas
5. CV Muda Kreatif

II. PENGHARGAAM RINTISAN TEKNOLOGI INDUSTRI
1. PT Hartono Istana Teknologi
2. PT Global Deorub Industry
3. PT Katama Suryabumi
4. PT LEN Industry

III. PENGHARGAAN DESAIN TERBAIK
A. Grand Award Desain Terbaik Indonesia 2009
1. PT Formcase Industries

B. Special Craftmanship Desain Terbaik
1. Kaya Tenun

C. Gold Award Deain Terbaik Indonesia Kategori Desain Produk Indutri Massal
1. PT Insera Sena Polygon, produk Zenith Urban Comuting Belt Drive
2. PT Terang Dunia Interbusa, produk Lagoon Susp 26″ Sepeda Cruiser
3. Suriyana, produk Necklace Daun Perpaduan Ukiran,
4. Kate – Mas Handicraf, produk Ladies Bag Recycle Paper
5. Kaya Tenun, produk Kain Sutera Yarn Dye Motif Seno Kawung
6. Wonderful, produk Selendang
7. PT Hartono Istana Teknologi, produk Halo Halo Portable Voice Amplifier
8. PT Panasonic Manufacturing Indonesia, produk Lemari Es NR – A 191 M/D
10. PT Mitra Timur Lestari, produk Portition Sofa
11. Kain Wedana, produk Kipas lukis

D. Gold Award Desain Terbaik Indonesia Kategori Desain Produk Inovasi Riset Desain Industri
1. Herwibowo, produk Srikandi (E-3211 Bag)
2. Ilham Fahmi Arifin, produk Root Chair
3. Toni Fatoni, produk Peanut Guest Room Furniture
4. Helmi Siswanto, produk Helmi 01 Dining Set
5. PT. Datascript, produk Flexmo Alto

IV. PENGHARGAAN KREASI PRIMA MUTU
1. UD Kamasan, Provinsi Bali, Kerajinan Uang Kepeg
2. PT Aneka Banu Sakti, Provinsi Jawa Timur, produk Komponen Kendaraan Bermotor
3. CV Sispra Jaya Logam, Provinsi Riau, produk Komponen Mesin
4. Replika Produk Fiberglass, Provinsi D. I. Yogyakarta, produk kerajinan fiberglass
5. CV Surya Lestari, Provinsi Sulawesi Selatan, produk Sirup Markisa
6. PT. Arto Metal Internasional, Provinsi Jawa Timur, produk Komponen Logam dan Kompor.

Sumber: http://www.presidensby.info

Dicari 50 Orang Penemu Luar Biasa 2010


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Depdiknas) pada 2010 akan ‘mencari’ sebanyak 50 penemu yang mempunyai temuan – temuan yang berimplikasi luar biasa. Mereka dapat berasal dari pribadi atau lembaga. Kepada 50 terbaik akan diberi hadiah sebanyak Rp 250 juta.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Dikti Depdiknas Fasli Jalal saat membuka Seminar Hasil Pelaksanaan Penelitian bagi Peneliti dan Perekayasa Sesuai Prioritas Nasional Tahun 2009 di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

“Itu refleksi dari cara kita menghargai orang-orang yang berprestasi luar biasa dan ternyata banyak juga orang Indonesia yang berprestasi luar biasa. Kita saja yang belum  mencari dan memberi penghargaan pada mereka,” kata Fasli.

Fasli menyampaikan, selama 2009 Depdiknas bekerjasama dengan berbagai departemen telah memberikan hadiah kepada 21 penemu yang layak disebut dengan label inventor. Sementara pada 2010, Fasli mengatakan, selama setahun penuh akan digunakan untuk tahap pengumuman. “Baru tahun 2011 kita berikan (hadiah) di awal – awal di bulan ketiga,” ujarnya.

Acara seminar yang berlangsung mulai 15 – 16 Desember 2009 ini mempresentasikan hasil penelitian dari 171 peneliti yang merupakan pemenang dari seleksi hibah penelitian. Fasli menyebutkan, mereka berasal dari berbagai badan penelitian dan pengembangan departemen dan badan – badan di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) seperti LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, dan Bakosurtanal. Dari 7.900 tim yang terdaftar dan  5.004 tim yang mengajukan penelitian, terpilih sepuluh tim terbaik yang mewakili 25 lembaga.

“Jadi misalnya di Balitbang Departemen Pertanian dari 1.300 peneliti yang terlibat dipilih hanya 10 tim yang mewakili mereka di sini. Kemudian dari LIPI dari 1.111 peneliti terpilih hanya 10 tim yang menyajikan penelitiannya di sini,” kata Fasli.

Fasli menyebutkan, para peneliti tersebut menerima dana penelitian sebanyak Rp 50 juta per orang. Para peneliti tersebut juga dapat bergabung dana tim. “Kalau mereka digabung lima orang maka besar (dana) penelitian Rp 250 juta. Total yang sudah kita berikan Rp 290 miliar,” ujarnya.

Fasli menyebutkan, rujukan penelitian diantaranya adalah ketahanan pangan, transportasi, dan energi alternatif. Disamping itu, penelitian humaniora, antropologi, good governance, dan transmigrasi.

Pada kesempatan yang sama diluncurkan portal Garuda (Garba Rujukan Digital) beralamat di laman www.garuda.dikti.go.id Portal ini adalah portal penemuan referensi ilmiah Indonesia yang merupakan titik akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti Indonesia.

Garuda yang mencakup antara lain e-journal domestik, tugas akhir mahasiswa, dan laporan penelitian dikembangkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti Depdiknas bekerjasama dengan PDII-LIPI, serta berbagai perguruan tinggi dalam hal penyediaan konten. “Hampir 130.000 macam item yang ada di Garuda,” sebut Fasli.

Fasli menyampaikan, portal ini dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antar peneliti, mengurangi duplikasi penelitian, dan menghindari plagiat. Selanjutnya, kata dia, sesudah sinergi antar peneliti, juga sinergi antara badan – badan milik pemerintah dengan dunia usaha. “Tidak kalah penting adalah bagaimana kita memberi semangat mendorong dan menghargai hasil – hasil (penelitian) ini, sehingga para peneliti kita dukung untuk meneruskan penelitian – penelitian,” ujarnya.***

Sumber: http://www.depdiknas.go.id

UU 16/2001 tentang Yayasan


Pendirian Yayasan di Indonesia sampai saat ini hanya berdasar atas kebiasaan dalam masyarakat dan yurisprudensi Mahkamah Agung, karena belum ada undang-undang yangmengaturnya. Fakta menunjukkan kecenderungan masyarakat mendirikan Yayasan denganmaksud untuk berlindung di balik status badan hukum Yayasan, yang tidak hanya digunakansebagai wadah mengembangkan kegiatan sosial, keagamaan, kemanusiaan, melainkan jugaadakalanya bertujuan untuk memperkaya diri para Pendiri, Pengurus, dan Pengawas. Sejalandengan kecenderungan tersebut timbul pula berbagai masalah, baik masalah yang berkaitandengan kegiatan Yayasan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar, sengketa antara Pengurus dengan Pendiri atau pihak lain, maupun adanyadugaan bahwa Yayasan digunakan untuk menampung kekayaan yang berasal dari para pendiriatau pihak lain yang diperoleh dengan cara melawan hukum. Masalah tersebut belum dapat diselesaikan secara hukum karena belum ada hukum positif mengenai Yayasan sebagai landasan yuridis penyelesaiannya.

Undang-undang ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai Yayasan, menjamin kepastian dan ketertiban hukum serta mengembalikan fungsi Yayasan sebagai pranata hukum dalam rangka mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Undang-undang ini menegaskan bahwa Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam Undang-undang ini. Pendirian Yayasan dilakukan dengan akta notaris dan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atau pejabat yang ditunjuk. Ketentuan tersebut dimaksudkan agar penataan administrasi pengesahan suatu Yayasan sebagai badan hukum dapat dilakukan dengan baik guna mencegah berdirinya Yayasan tanpa melalui prosedur yang ditentukan dalam Undang-undang ini.

Paparan di atas adalah kutipan sebagian dari bagian penjelasan UU nomor 16/2001 tentang Yayasan.

Pengertian Yayasan menurut UU ini adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.

UU ini memperjelas bagaimaimana prosedur pendirian, badan hukum, organ yayasan yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Juga, kewajiban Pengurus atas Laporan Tahunan, pemeriksaan atas dugaan perbuatan Yayasan melawan hukum atau bertentangan dengan AD , sampai dengan ketentuan pembubaran.

Dokumen unduhan:

UU Nomor 16/2001 tentang Yayasan

UU Nomor 16/2001 tentang Yayasan (Lamp Penjelasan)

Kepres Nomor 8 Th 2001 ttg_Badan_Amil_Zakat_Nasional

UU_No_41_th_2004_ttg_Wakaf

Tujuan, Tugas, dan Fungsi Karang Taruna


Sesuai Pedoman Dasar Karang Taruna, pengertian Karang Taruna adalah Organisasi  Sosial  wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas  dasar  kesadaran  dan  tanggung  jawab  sosial  dari, oleh, dan  untuk  masyarakat  terutama  generasi  muda  di  wilayah desa/kelurahan  atau  komunitas  adat  sederajat  dan  terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Pembinaan Karang Taruna diatur dalam Permensos 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Berikut kutipan isi pedoman:

Tujuan

Tujuan Karang Taruna adalah :

a.  Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan  kesadaran dan  tanggung  jawab  sosial  setiap  generasi  muda  warga Karang  Taruna  dalam  mencegah,  menagkal, menanggulangi  dan  mengantisipasi  berbagai  masalah sosial.

b.  Terbentuknya  jiwa  dan  semangat  kejuangan  generasi muda  warga  Karang  Taruna  yang  Trampil  dan berkepribadian serta berpengetahuan.

c.  Tumbuhnya  potensi  dan  kemampuan  generasi  muda dalam  rangka mengembangkan  keberdayaan  warga Karang Taruna.

d.  Termotivasinya  setiap  generasi  muda  warga  Karang Taruna  untuk  mampu  menjalin  toleransi  dan  menjadi perekat  persatuan  dalam  keberagaman  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

e.  Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna  dalam  rangka  mewujudkan  taraf  kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

f.  Terwujudnya  Kesejahteraan  Sosial  yang  semakin meningkat  bagi  generasi  muda  di  desa/kelurahan  atau komunitas  adat  sederajat  yang  memungkinkan

pelaksanaan  fungsi  sosialnya  sebagai  manusia pembangunan  yang  mampu  mengatasi  masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.

g.  Terwujudnya pembangunan  kesejahteraan  sosial generasi muda  di  desa/kelurahan  atau  komunitas  adat  sederajat yang  dilaksanakan  secara  komprehensif,  terpadu  dan

terarah  serta  berkesinambungan  oleh  Karang  Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.

Tugas

Setiap  Karang  Taruna  mempunyai  tugas  pokok  secara bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan social  terutama  yang  dihadapi  generasi  muda,  baik  yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Fungsi

Setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi :

a.  Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.

b.  Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.

c.  Penyelenggara  pemberdayaan  masyarakat  terutama generasi  muda dilingkunggannya  secara  komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.

d.  Penyelenggara  kegiatan  pengembangan  jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.

e.  Penanaman  pengertian,  memupuk  dan  meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.

f.  Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

g.  Pemupukan  kreatifitas  generasi  muda  untuk  dapat mengembangkan  tanggung  jawab  sosial  yang  bersifat rekreatif,  kreatif,  edukatif,  ekonomis  produktif  dan

kegiatan  praktis  lainnya  dengan mendayagunakan  segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.

h.  Penyelenggara  rujukan,  pendampingan,  dan  advokasi social bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.

i.  Penguatan  sistem  jaringan  komunikasi,  kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.

j.  Penyelenggara  usaha-usaha  pencegahan  permasalahan sosial yang aktual.

Dokumen unduhan:

Permensos 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna

UU Nomor 40 Th 2009 tentang Kepemudaan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.984 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: