Data Kelulusan UN MA 2011/2012


Tingkat kelulusan Ujian Nasional Madrasah Aliyah pada ajaran 2011-2012 lebih menggembirakan ketimbang tahun lalu, tahun ini, tingkat kelulusan mencapai 99,50% Sedangkan tahun lalu hanya mencapai 99,24%.

Berikut data kelulusan MA dan juga perbandingan kelulusan dengan SMA pada Unas 2011/2012 (sumber data  http://www.kemenag.go.id)

  • Peserta UN MA =  301.122 (negeri dan swasta)
  • Lulus = 299.631 (99,50%)
  • Tdak lulus = 1.491 siswa

 

Perbandingan Kelulusan UN MA dan SMA 2011/2012

Program studi IPS

  • MA lulus 96,11%,
  • SMA lulus 95,53%.

Program studi Bahasa

  • MA lulus 93,56%
  • SMA lulus 82,89%.

Program Bidang studi IPA

  • MA 97,85%
  • SMA 98,61%

program studi Agama

  • MA lulus mencapai 93,09%.

 

 

Data Pengumuman Lulus UN 2012 SMA


Kelulusan peserta UN SMA/MA akan diumumkan pada 26 Mei 2012. Sebanyak 1.517.125 peserta ujian nasional (UN) tahun 2012 dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut diperoleh setelah menggabungkan nilai UN murni dan nilai sekolah. Jumlah tersebut merupakan 99,5 persen dari 1.524.704 siswa yang telah mengikuti UN. Sedangkan 0,5 persen lainnya, atau sebanyak 7.579 siswa harus mengulang UN tahun depan, atau ikut program kesetaraan paket C.

Tahun lalu yang tidak lulus 0,78 persen, tahun ini berkurang menjadi 0,50 persen, atau kalau jumlahnya 7.579 siswa.

Standar Nilai Lulus

Tahun ini siswa dinyatakan lulus jika memiliki nilai akhir dengan rata-rata 5,5. Selain itu siswa dinyatakan lulus jika mimiliki nilai akhir minimal 4 disetiap mata pelajaran yang diujikan. Nilai akhir adalah, nilai unas ditambang nilai ujian akhir sekolah (UAS).

Berikut data kelulusan yang dirangkum dari beberapa sumber : ww.kemdiknas.go.id, http://www.jpnn.com, dan http://www.antaranews.com, dan http://www.republika.co.id/

Data Kelulusan Nasional

Kriteria

2011/2012

2010/2011

Peserta

1.524.704

1.461.941

Lulus

1.517.125

1.450.598

Tidak lulus

7.579

11.4

Keterangan :

  • Nilai Kelulusan ditetapkan dengan menjumlahkan hasil unas dengan ujian akhir sekolah (UAS).
  • tidak ada perbedaan standar kelulusan antara unas 2010-2011 dengan unas 2011-2012

Persentase Ketidaklulusan Tertinggi Unas 2011-2012 SMA-MA (lima besar)

Provinsi

Peserta

Tidak Lulus (%)

Jumlah Tidak Lulus

1. NTT

36.228

5,5

1.994

2. Gorontalo

7.620

4,24

323

3. PapuaBarat

6.262

2,32

145

4. Kalteng

15.004

2,24

336

5. Papua

13.821

2,10

290

Persentase Ketidaklulusan terendah Unas 2011-2012 SMA-MA (lima besar)

Provinsi

Peserta

Tidak Lulus (%)

Jumlah Tidak Lulus

1. Jatim

210.586

0,07

156

2. Sulut

15.535

0,09

14

3. Bali

25.198

0,10

26

4. Jabar

197.390

0,10

203

5. Sumu

120.194

0,12

148

Sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus unas 2011-2012
1. SMA Swasta Dorema, Kota Medan, Sumut (jumlah siswa 4 orang)
2. MA Swasta al Ma”arif Bengkel, Kab. Langkat, Sumut (11)
3. MA Nahdlatul Wathan, Kab. Halmahera Timur, Malut (7)
4. MAS Al Jabar Lainea, Konawe Selatan, Sultra (19)

Lima (5) Sekolah dengan rata-rata nilai unas murni tertinggi
1. SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Kota Banda Aceh, nilai rata-rata = 9,33
2. SMA Negeri Modal Bangsa, Kab. Aceh Besar, nilai rata-rata = 9,30
3. SMA Darul Muhsinin Cibitung, Kab. Bekasi, nilai rata-rata = 9,26
4. SMA Negeri 1 Cibitung, Kab. Bekasi, nilai rata-rata = 9,23
5. SMA Negeri 4 Denpasar, Kota Denpasar, nilai rata-rata = 9,20

Jatim

  • peserta = 210.586 siswa.
  • tidak lulus = 156 siswa ( sekitar 0,07 persen).
  • Jatim menempatkan tiga sekolah pada daftar top ten sekolah dengan nilai unas murni tertinggi.
  1. SMAN 2 Lamongan,
  2. SMAN 1 Bojonegoro, dan
  3. SMAN 1 Lamongan.
  • Dua siswa di Jatim yang masuk daftar top ten unas murni terbaik nasional:
  1. SMAN 2 Lamongan (2 siswa) 58,50 dan 58,45.
  2. SMAN 1 Ponorogo (58,45)
  3. SMAN 1 Sidoarjo (48,45).

Bali
Bali tahun ini hanya menempatkan tiga delegasinya dalam daftar top ten peraih nilai unas murni tertinggi.

  • Dua siswa berasal dari SMAN 4 Denpasar (58,50 dan 58,30).
  • satu siswa berasal dari SMAN 1 Denpasar (58,30).

NTT

  • Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus masih menduduki juru kunci pada urusan tingkat kelulusan. Unas di NTT diikuti 36.228 siswa. Dari jumlah itu, tercatat peserta yang tidak lulus unas mencapai 1.994 siswa (5,50 persen).
  • Tahun lalu, NTT juga menjadi provinsi paling banyak ketidaklulusannya. Tahun lalu tercatat unas di NTT diikuti 32.532 sisiwa. Dari jumlah itu ada 1.813 siswa yang tidak lulus (5,57 persen).

Kalimantan Timur

  • Peserta UN SMA= 22.280 siswa, 147 orang tak lulus.
  • Peserta Madrasah Aliyah (MA) = 91 , lulus seratus persen.
  • Peserta SMK = 17.796 siswa, tidak lulus 95 orang.

Sumatera Barat

  • Peserta SMA/MA dan SMK = 64.570, tidak lulus 442 orang atau 0,04 persen.
  • Peserta SMA/MA = 46.098, tidak lulus 366
  • Peserta SMK = 18.474, tidak lulus 76 orang

Lampung

  • Siswa lulus SMA/MA sederajat 2012 = 99,80 persen.
  • Kelulusan UN SMA 2011 = 99,71 persen

Aceh

  • Peserta UN tingkat SMA, MA, SMK dan SMALB = 66.812 orang
  • Tidak lulus =  475 siswa  atau sekitar 1,88 persen.
  • Sementara tingkat kelulusan UN SMA/sederajat tahun 2011 mencapai 99,13 persen dari total peserta sebanyak 81.294 orang siswa di 23 kabupaten dan kota di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut.

Sulawesi Tengah

  • Peserta UN SMA/MA = 19.601 ( 690 sekolah).
  • Kelulusan UN SMA/MA = 98,9 persen dari dari
  • Tidak lulus = 1,1 persen atau 216 orang dari 19.601 peserta tidak lulus ujian nasional.
  • Kelulusan UN SMA/MA  IPA sebesar 99,72 persen, atau 24 dari 8.558 peserta yang tersebar di 166 sekolah.
  • Kelulusan UN SMA/MA  IPS sebesar 98,3 persen, atau 178 dari 10.458 peserta yang tersebar di 254 sekolah.
  • Kelulusan UN SMK sebesar 97,35 persen dari 8.283 peserta atau 315 tidak lulus.
  • Nilai rata-rata ujian nasional seluruh mata pelajaran se-Sulawesi Tengah mencapai 7,30. Daerah yang memiliki nilai rata-rata terendah adalah Kabupaten Buol, dengan nilai 6,79

Bengkulu

  • Kelulusan UN SMA = 99,87 persen ( 14.358 siswa), dan yang tidak lulus 18 orang.
  • Lulus UN  SMA dan SMK = 20.332
  • Tidak  lulus UN  SMA dan SMK = 41 orang
  • Kelulusan UN  SMK = 99,62 persen (5.974 siswa), dan yang tidak lulus sebanyak 23 orang
  • Hasil UN SMA IPA terdapat delapan kabupaten yang meluluskan siswanya hingga 100 persen. Dua kabupaten yakni Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan masing-masing hanya satu orang siswa yang tidak lulus.
  • Peserta UN  SMA IPA= 6.069 orang siswa, tidak lulus 2 siswa. Lulus = 99,97 persen.
  • Peserta UN SMA  IPS dari 8.159 orang siswa, lulus= 8.159, tidak lulus= 16 siswa.
  • Sementara program bahasa dan program keagamaan di Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu seluruh siswa lulus.

Yogyakarta

  • Tidak lulus SMA = 0,72 persen.
  • Jurusan IPA tidak lulus 23 siswa . Jumlah ketidaklulusan tertinggi ada di Kabupaten Gunungkidul sebanyak tujuh siswa dan terendah di Bantul sebanyak dua siswa.
  • Jurusan IPS tidak lulus 108 siswa. Tingkat ketidaklulusan terbanyak ada di Kabupaten Sleman sebanyak 42 siswa dan terendah di Kabupaten Bantul sebanyak delapan orang. Sedangkan di Jurusan Bahasa, tidak ada siswa yang tidak dinyatakan tidak lulus.
  • Jenjang Madrasah Aliyah (MA), terdapat 4 siswa yang dinyatakan tidak lulus, masing-masing dua siswa di Kabupaten Bantul dan di Kabupaten Sleman.
  • Jenjang SMK,  tidak lulus =  0,14 persen

Syarat Pengajuan NPSN Baru


Pendaftaran Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)  dapat dilakukan dengan memberikan:
1. Formulir Pengajuan NPSN (Format PDF)
2. Formulir Isian Pendataan Final (Format Excel)
3. SK Pendirian Sekolah
4. SK Operasional Sekolah

Kemudian Formulir dan SK  tersebut diberikan kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat dan Dinas yang akan mengirimkan dokumen dari sekolah kepada Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dengan catatan
: Dinas Pendidikan Kab/Kota Setempat sudah aktif sebagai Admin.

Jika Dinas belum aktif sebagai Admin maka formulir dan SK tersebut dapat dikirimkan ke email

  • npsn.kemdikbud@gmail.com atau
  • pdsp@kemdiknas.go.id

dengan sepengetahuan dari Dinas Pendidikan Kab/Kota (Surat Keterangan dari Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat).

Unduh Formulir

Formulir Pengajuan NPSN (Format PDF)  dan Formulir Isian Pendataan Final (Format Excel) dapat diunduh di sini

 

Kalender Pendidikan 2012/2013


Berikut kalender pendidikan tahun pelajaran 2012/2013 untuk jenjang TK/TKLB/RA, SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs. SMA/SMALB/MA/SMK dan sederajat provinsi Jawa Timur.

Hari Efektif

Semester I

: 106 hari

Semester II

: 139 hari

Hari belajar Efektif Fakultatif

: 18 hari

Hari Libur

Libur Semester  I

: 10 hari ( 24 Desember 2012 s.d 5 Januari 2013)

Libur Semester II

: 18 hari (24 Juni s.d. 13 Juli 2013)

Libur Hari Besar

1 Januari 2013

:

Tahun Baru Masehi

24 Januari 2013

:

Maulid Nabi Muhammad SAW

10 Februari 2013

:

Tahun Baru Imlek 2563

12 Maret 2013

:

Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1935

29 Maret 2013

:

Wafat Isa Al-Masih

9 Mei 2013

:

Kenaikan  Isa Almasih

25 Mei 2013

:

Hari Raya Waisak 2567

6 Juni 2013

:

Isro’ Mikroj 1434 H

17 Agustus 2012

:

Proklamasi Kemerdekaan RI

19-20 Agustus 2012

:

Hari Raya Idul Fitri 1433 H

26 Oktober 2012

:

Hari Raya Idhul Adha 1433 H

15 November 2012

:

Tahun Baru Hijriah 1434 H

25 Desember 2012

:

Hari Raya Natal

 

Bila berminat mengunduh file kalender pendidikan 2012/2013, silakan unduh di sini

Instrumen Pendataan PAUDNI 2012


Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dijen PAUDNI) tengah melakukan pendataan untuk tahun 2012, baik satuan pendidikan maupun PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

 

Manfaat Pendataan

Manfaat dari penjaringan dan terintegrasi (on-line) data PAUDNI adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengumpulan data yang tersebar di seluruh Indonesia dalam satu pintu pendataan yang dipusatkan di Setditjen PAUDNI. Pemanfaatan data yang terkumpul adalah untuk mendukung perencanaan, pembinaan, dan evaluasi tentang pelaksanaan program Kemdikbud maupun oleh unit lain terkait yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu pemanfaatan data tersebut antara lain:

  1. Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk peserta didik PAUD, kursus, keaksaraan;
  2. Tunjangan pendidik dan insentif PTK PAUDNI;
  3. Sertifikasi pendidik PAUDNI;
  4. Akreditasi Lembaga dan program-program PAUDNI.

 

Sasaran pendataan meliputi:

  1. PAUD
  2. Kursus dan Pelatihan
  3. PTK PAUDNI
  4. Pendidikan Masyarakat (PKBM/TBM)

Data yang harus diisikan pada formulir pendataan adalah sebagai berikut:

1.    Instrumen PAUD

a.   Identitas Lembaga PAUD

1)      NPSN (Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional)

2)      Nama Satuan PAUD

3)      Jenis Satuan PAUD

4)      Status Satuan PAUD

5)      Status Kepemilikan

6)      Nama Yayasan/Badan hukum

-    Nomor Akte Pendirian

-    Kelompok Yayasan

7)      Tanggal/Bulan/Tahun Berdiri

8)      Alamat Satuan PAUD

9)      Data Rekening Bank atas nama lembaga/Satuan PAUD

10)  NPWP atas nama lembaga/Satuan PAUD

11)  Perijinan Satuan PAUD

-    Nomor Perijinan

-    Dikeluarkan oleh

12)  Akreditasi, Nomor SK Akreditasi terakhir

13)  Sumber Pendanaan Utama

14)  Kepemilikan Bangunan

15)  Luas tanah dan luas bangunan

16)  Jumlah ruang belajar dan luas keseluruhan ruang belajar

17)  Jenis Fasilitas lainnya

18)  Kondisi Bangunan

19)  Kekuatan Bangunan

20)  Waktu Penyelenggaraan

21)  Kedudukan dalam Gugus PAUD

 

b.     Data Pengelola   

1)      Nama Lengkap

2)      Jabatan

3)      Pendidikan Terakhir

4)      NISN

5)      Jenis Kelamin

6)      Pelatihan

 

c.       Data Pendidik

1)      Nama Lengkap

2)      Tempat/Tanggal Lahir

3)      Agama

4)      Pendidikan Terakhir

5)      Diklat PAUD

6)      Jenis Kelamin

7)      Status Kepegawaian

8)      Pengalaman Mengajar

9)      NUPTK, jika sudah memiliki

10)  NISN

11)  Sertifikasi

12)  Tunjangan

  1. Jumlah Tenaga Ahli       
  2. Jumlah Peserta Didik      
  3. Frekuensi Layanan PAUD  
  4. Sarana     
  5. Layanan Kesehatan dan Gizi
  6. Program Parenting
  7. Bantuan sosial dan bantuan lain          
  8. Daftar Nama Peserta Didik        

-          Nama Lengkap

-          Jenis Kelamin

-          Tempat Tanggal Lahir

-          NISN

-          Nama Ibu Kandung

-          Berkebutuhan Khusus

-          Agama

-          Pekerjaan Ortu

-          Alamat

-          Jarak Tempat Tinggal ke Sekolah

 

2.      Instrumen Kursus dan Pelatihan

a.      Identitas Lembaga

1)         Nama Lembaga

2)         SK/Izin Pendirian Lembaga

3)         Status Kepemilikan Lembaga

4)         Bentuk Lembaga

5)         Hasil Penilaian Kinerja Lembaga

6)         Akreditasi Lembaga

7)         Klasifikasi Lembaga

8)         Status Bangunan

9)         Penanggung Jawab Lembaga

10)     Sertifikat Pelatihan

 

b.      Program Kursus                                                              

1)         Program kursus yang diselenggarakan

2)         Izin Penyelenggaraan Program Kursus

3)         Akreditasi Program

4)         Kurikulum yang digunakan

5)         Bahan ajar yang digunakan

6)         Lama Pembelajaran

7)         Sarana pembelajaran yang dimiliki

8)         Biaya perpaket/level/tingkat sampai lulus

9)         Jenis uji kompetensi yang diikuti

10)     Unsur Peserta didik

11)     Jumlah peserta didik regular

3.  Instrumen PTK PAUDNI       

a.   Indentitas Lembaga

1)      Nama Instansi/Lembaga

2)      Jenis Instansi/Lembaga

3)      Status Kelembagaan

4)      NILEM/NILEK

5)      Alamat lembaga

6)      Nama Pimpinan

7)      Tanggal Pendirian

8)      Status kepemilikan

9)      Akreditasi

10)  Jumlah Tenaga Kependidikan/Pengelola

11)  Jumlah Pendidik

12)  Nama Yayasan

13)  Alamat Yayasan

14)   Jumlah kelas

15)  Jumlah Rombel

16)  Jumlah Peserta didik

b.      Identitas PTK PAUDNI

1)      Nama Lengkap

2)      Jenis Kelamin

3)      NIY/NIK

4)      NUPTK

5)      NISN

6)      Pendidikan terakhir

7)      Jurusan

8)      Tempat, tanggal lahir

9)      No. KTP

10)  Nama Bank, Alamat Bank,  Rekening Atas Nama Pribadi

11)  NPWP

12)  Agama

13)  Jenis PTK PAUDNI

 4.      Instrumen Pendidikan Masyarakat

  1. Identitas Lembaga PKBM

1)      Nama Lembaga PKBM

2)      Nomor Induk Lembaga (NILEM)

3)      Alamat Lembaga PKBM

4)      Kategori wilayah

5)      No telpon dan faximili

6)      Akses internet : alamat email, website

7)      Status Lembaga PKBM

8)      Status kepemilikan dan izin pendirian lembaga PKBM

9)      Izin operasional Lembaga PKBM dan instansi pemberi izin

10)  Klasifikasi lembaga

11)  Akreditasi, SK Akreditasi

12)  Nomor Rekening Bank, Nama Bank, Rekening Atas Nama Lembaga

13)  Jenis Program yang dilaksanakan

14)  Jumlah tenaga kependidikan/pengelola

15)  Jumlah tenaga pendidik

16)  Luas tanah

17)  Jumlah bangunan dan luas bangunan

18)  Nama yayasan/ormas/lainnya

19)  Sumber  dan daya listrik

20)  Ruangan dan Sarana

21)  Bantuan/Blockgrant.

  1. Identitas  TBM

1)      Nama  TBM

2)      Alamat  TBM

3)      No telpon dan faximili

4)      Akses internet: alamat email dan website

5)       Status kepemilikan

6)      Nomor Rekening Bank, Nama Bank, Rekening Atas Nama Lembaga

7)      Jumlah pengelola

8)      Luas  tanah

9)      Jumlah bangunan  dan luas bangunan

10)  Identitas lembaga induk

11)  Sumber dan daya listrik

12)  Ruangan dan Sarana

13)  Bantuan/Blockgrant

Dokumen untuk diunduh:

  1. Instrumen PAUD
  2. Instrumen Kursus dan Pelatihan
  3. Instrumen PTK PAUDNI
  4. Instrumen Pendidikan Masyarakat (PKBM/TBM)

Untuk mulai mengunduh formulir, silakan klik di sini

Mekanisme Usul NISN Kolektif Tahun 2012


Sejak layanan pada situs dapodik.org ditutup mulai tanggal 1 Januari 2012, layanan sistem Nomor Induk Satuan Pendidikan (NISP) dan Nomor Induk Peserta Didik atau NISN dikelola oleh PDSP.

Selanjutnya NISN dilayani melalui alamat http://nisn.data.kemdikbud.go.id. Tetapi, web belum mampu melayani secara sempurna. Bahkan, pendaftaran operator pun juga masih belum bisa terlayani dengan baik.

Untuk mengatasi layanan NISN sampai batas waktu sempurnanya layanan NISN, pihak sekolah dapat mengajukan usul NISN secara kolektif dengan prosedur sebagai berikut:

Mekanisme Pengajuan NISN:

  1. Sekolah mengisi formulir pengajuan NISN. (Dapat diperoleh dengan mengirimkan email ke pdsp@kemdiknas.go.id dengan Subject: Permintaan Formulir Pengajuan NISN).
  2. Formulir yang telah diisi diemail ke pdsp@kemdiknas.go.id untuk diproses oleh PDSP.
  3. Hasil (NISN yang telah diproses) diemail kembali oleh PDSP ke email pengirim (sekolah).
  4. Formulir pengajuan NISN dan edit data siswa dapat diperoleh dengan mengirimkan email ke pdsp@kemdiknas.go.id dengan Subject: Permintaan Formulir Pengajuan NISN atau Edit Data Siswa

Informasi lebih lanjut perihal layanan sistem NISP dan NIPD dapat menghubungi PDSP di Telp. 021-5731177 atau Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud di Call Center: 177.

Atau, unduh formulir NISN di sini

Prosedur Penyetaraan Ijazah Luar Negeri


Layanan penyetaraan ijazah adalah layanan penilaian kesetaraan terhadap dokumen hasil belajar (ijazah/diploma/sertifikat/transkrip nilai/rapor) yang dikeluarkan oleh lembaga penyelenggara pendidikan luar negeri/dalam negeri yang tidak menganut sistem pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Beberapa warga negara Indonesia yang berada di luar negeri dalam rangka melaksanakan tugas kenegaraan, diplomatik atau tugas lainnya bersekolah atau menyekolahkan putra-putrinya pada sekolah di negara setempat yang memiliki perbedaaan dengan sistem pendidikan nasional. Atau, ada pula sebagian warga negara Indonesia yang bersekolah atau menyekolahkan putra-putrinya di sekolah dengan sistem pendidikan asing namun sekolah tersebut berlokasi di Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikannya pada jenjang tertentu untuk kepentingan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ataupun untuk kepentingan administratif lainnya, misalnya melamar pekerjaan, mereka yang memiliki dokumen hasil belajar seperti rapor/ijazah/diploma/sertifikat/STTB/transkrip dari sistem pendidikan asing memerlukan penilaian untuk penyetaraan jenjang dan jenis pendidikan sesuai dengan sistem pendidikan nasional Indonesia. Penilaian dan penyetaraan ijazah dimaksud dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional atau Pejabat lain yang diberi wewenang.

Prosedur Penyetaraan Ijazah

  • Mengisi formulir permohonan elektronik yang disediakan melalui aplikasi yang disediakan di Portal Kemdiknas.
  • Unggah (Upload ) berkas-berkas (elektronik) lampiran permohonan hasil pemindaian (scanning) dokumen aslinya.
  • Kirim (submit) isian permohonan apabila sudah dianggap lengkap.
  • Cetak/simpan tanda terima permohonan.
  • Menunjukkan dokumen asli dari berkas-berkas lampiran (elektronik) yang telah diunggah pada saat pengiriman permohonan dengan datang ke Sekretariat Tim Penilai yang beralamat di:

Sub-bag Kerja Sama, Bagian Hukum Dan Kepegawaian Sekretariat Ditjen Manajemen  Pendidikan Dasar Gedung E lantai 14 Kantor Kemdiknas Jl. Jenderal Sudirman Jakarta

  • Memantau status pemrosesan permohonan melalui Portal Kemdiknas dengan memasukkan nomor pendaftaran dan ”password” sesuai yang tertera di Tanda Terima Permohonan sebagai kunci akses
  • Apabila SK Penyetaraan ijazah sudah dikeluarkan, dokumen SK dapat diambil secara langsung ke Sekretariat Tim Penilai dan salinan elektroniknya dapat diunduh (di-download) melalui Portal Kemdiknas.

Persyaratan Dokumen Untuk Penyetaraan Ijazah

  • Persyaratan dokumen lampiran pada saat pengajuan permohonan melalui Portal.
Persyaratan Penyetaraan Ijazah dari Sekolah Asing di Luar Negeri
  1. Pasfoto pemohon ukuran 4×6 (*)
  2. Paspor (*)
  3. Surat keterangan dari Perwakilan RI setempat dan atau Perwakilan Negara Asing di Indonesia/ Surat Keterangan Dari Sekolah Asal (*)
  4. Ijazah/Diploma/Sertifikat (apabila penyelenggara pendidikan mengeluarkan ijazah) (*)
  5. Transkrip Nilai (*)
  6. Struktur Program kurikulum. Scan dokumen ini tidak diperlukan apabila penyelenggara pendidikan (sekolah asal) menyediakan dokumen ini di website resminya (*)
  7. Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir (*)
  8. Rapor kelas 1, 2, dan 3 untuk jenjang SMP, SMA, SMK (khusus bagi pemohon penyetaraan ijazah tingkat SD cukup rapor 3 tahun terakhir) (*)

Keterangan : (*) Scan berwarna

Persyaratan Penyetaraan Ijazah dari Sekolah Asing di Dalam Negeri
  1. Pasfoto pemohon ukuran 4×6 (*)
  2. Surat Ijin Belajar WNI yang dikeluarkan oleh Ditjen Mandikdas (*)
  3. Ijazah/Diploma/Sertifikat (*)
  4. Transkrip Nilai (*)
  5. Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir (*)
  6. Rapor kelas 1, 2, dan 3 untuk jenjang SMP, SMA, SMK (khusus bagi pemohon penyetaraan ijazah tingkat SD cukup rapor 3 tahun terakhir) (*)

Keterangan : (*) Scan berwarna

Persyaratan dokumen pada saat menunjukkan dokumen asli di Sekretariat
  1. Tanda terima permohonan
  2. Identitas diri yang berupa Paspor bagi pemohon penyetaraan ijazah dari sekolah asing di luar negeri atau Surat Ijin Belajar WNI yang dikeluarkan oleh Ditjen Mandikdas bagi pemohon penyetaraan ijazah dari sekolah asing di dalam negeri
  3. Dokumen asli Ijazah/Diploma/Sertifikat (apabila penyelenggara pendidikan mengeluarkan ijazah)
  4. Dokumen asli Transkrip Nilai
  5. Struktur Program Kurikulum (apabila tidak tersedia di laman resmi sekolah asal)
  6. Dokumen asli Akta Kelahiran
  7. Dokumen asli Rapor jenjang pendidikan terakhir (khusus bagi pemohon penyetaraan ijazah tingkat SD cukup rapor 3 tahun terakhir)

Portal Penyetaraan Ijazah, klik poster berikut!

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.040 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: