Syarat Pengajuan NPSN Baru


Pendaftaran Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)  dapat dilakukan dengan memberikan:
1. Formulir Pengajuan NPSN (Format PDF)
2. Formulir Isian Pendataan Final (Format Excel)
3. SK Pendirian Sekolah
4. SK Operasional Sekolah

Kemudian Formulir dan SK  tersebut diberikan kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat dan Dinas yang akan mengirimkan dokumen dari sekolah kepada Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dengan catatan
: Dinas Pendidikan Kab/Kota Setempat sudah aktif sebagai Admin.

Jika Dinas belum aktif sebagai Admin maka formulir dan SK tersebut dapat dikirimkan ke email

  • npsn.kemdikbud@gmail.com atau
  • pdsp@kemdiknas.go.id

dengan sepengetahuan dari Dinas Pendidikan Kab/Kota (Surat Keterangan dari Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat).

Unduh Formulir

Formulir Pengajuan NPSN (Format PDF)  dan Formulir Isian Pendataan Final (Format Excel) dapat diunduh di sini

 

Kalender Pendidikan 2012/2013


Berikut kalender pendidikan tahun pelajaran 2012/2013 untuk jenjang TK/TKLB/RA, SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs. SMA/SMALB/MA/SMK dan sederajat provinsi Jawa Timur.

Hari Efektif

Semester I

: 106 hari

Semester II

: 139 hari

Hari belajar Efektif Fakultatif

: 18 hari

Hari Libur

Libur Semester  I

: 10 hari ( 24 Desember 2012 s.d 5 Januari 2013)

Libur Semester II

: 18 hari (24 Juni s.d. 13 Juli 2013)

Libur Hari Besar

1 Januari 2013

:

Tahun Baru Masehi

24 Januari 2013

:

Maulid Nabi Muhammad SAW

10 Februari 2013

:

Tahun Baru Imlek 2563

12 Maret 2013

:

Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1935

29 Maret 2013

:

Wafat Isa Al-Masih

9 Mei 2013

:

Kenaikan  Isa Almasih

25 Mei 2013

:

Hari Raya Waisak 2567

6 Juni 2013

:

Isro’ Mikroj 1434 H

17 Agustus 2012

:

Proklamasi Kemerdekaan RI

19-20 Agustus 2012

:

Hari Raya Idul Fitri 1433 H

26 Oktober 2012

:

Hari Raya Idhul Adha 1433 H

15 November 2012

:

Tahun Baru Hijriah 1434 H

25 Desember 2012

:

Hari Raya Natal

 

Bila berminat mengunduh file kalender pendidikan 2012/2013, silakan unduh di sini

Instrumen Pendataan PAUDNI 2012


Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dijen PAUDNI) tengah melakukan pendataan untuk tahun 2012, baik satuan pendidikan maupun PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

 

Manfaat Pendataan

Manfaat dari penjaringan dan terintegrasi (on-line) data PAUDNI adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengumpulan data yang tersebar di seluruh Indonesia dalam satu pintu pendataan yang dipusatkan di Setditjen PAUDNI. Pemanfaatan data yang terkumpul adalah untuk mendukung perencanaan, pembinaan, dan evaluasi tentang pelaksanaan program Kemdikbud maupun oleh unit lain terkait yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu pemanfaatan data tersebut antara lain:

  1. Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk peserta didik PAUD, kursus, keaksaraan;
  2. Tunjangan pendidik dan insentif PTK PAUDNI;
  3. Sertifikasi pendidik PAUDNI;
  4. Akreditasi Lembaga dan program-program PAUDNI.

 

Sasaran pendataan meliputi:

  1. PAUD
  2. Kursus dan Pelatihan
  3. PTK PAUDNI
  4. Pendidikan Masyarakat (PKBM/TBM)

Data yang harus diisikan pada formulir pendataan adalah sebagai berikut:

1.    Instrumen PAUD

a.   Identitas Lembaga PAUD

1)      NPSN (Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional)

2)      Nama Satuan PAUD

3)      Jenis Satuan PAUD

4)      Status Satuan PAUD

5)      Status Kepemilikan

6)      Nama Yayasan/Badan hukum

-    Nomor Akte Pendirian

-    Kelompok Yayasan

7)      Tanggal/Bulan/Tahun Berdiri

8)      Alamat Satuan PAUD

9)      Data Rekening Bank atas nama lembaga/Satuan PAUD

10)  NPWP atas nama lembaga/Satuan PAUD

11)  Perijinan Satuan PAUD

-    Nomor Perijinan

-    Dikeluarkan oleh

12)  Akreditasi, Nomor SK Akreditasi terakhir

13)  Sumber Pendanaan Utama

14)  Kepemilikan Bangunan

15)  Luas tanah dan luas bangunan

16)  Jumlah ruang belajar dan luas keseluruhan ruang belajar

17)  Jenis Fasilitas lainnya

18)  Kondisi Bangunan

19)  Kekuatan Bangunan

20)  Waktu Penyelenggaraan

21)  Kedudukan dalam Gugus PAUD

 

b.     Data Pengelola   

1)      Nama Lengkap

2)      Jabatan

3)      Pendidikan Terakhir

4)      NISN

5)      Jenis Kelamin

6)      Pelatihan

 

c.       Data Pendidik

1)      Nama Lengkap

2)      Tempat/Tanggal Lahir

3)      Agama

4)      Pendidikan Terakhir

5)      Diklat PAUD

6)      Jenis Kelamin

7)      Status Kepegawaian

8)      Pengalaman Mengajar

9)      NUPTK, jika sudah memiliki

10)  NISN

11)  Sertifikasi

12)  Tunjangan

  1. Jumlah Tenaga Ahli       
  2. Jumlah Peserta Didik      
  3. Frekuensi Layanan PAUD  
  4. Sarana     
  5. Layanan Kesehatan dan Gizi
  6. Program Parenting
  7. Bantuan sosial dan bantuan lain          
  8. Daftar Nama Peserta Didik        

-          Nama Lengkap

-          Jenis Kelamin

-          Tempat Tanggal Lahir

-          NISN

-          Nama Ibu Kandung

-          Berkebutuhan Khusus

-          Agama

-          Pekerjaan Ortu

-          Alamat

-          Jarak Tempat Tinggal ke Sekolah

 

2.      Instrumen Kursus dan Pelatihan

a.      Identitas Lembaga

1)         Nama Lembaga

2)         SK/Izin Pendirian Lembaga

3)         Status Kepemilikan Lembaga

4)         Bentuk Lembaga

5)         Hasil Penilaian Kinerja Lembaga

6)         Akreditasi Lembaga

7)         Klasifikasi Lembaga

8)         Status Bangunan

9)         Penanggung Jawab Lembaga

10)     Sertifikat Pelatihan

 

b.      Program Kursus                                                              

1)         Program kursus yang diselenggarakan

2)         Izin Penyelenggaraan Program Kursus

3)         Akreditasi Program

4)         Kurikulum yang digunakan

5)         Bahan ajar yang digunakan

6)         Lama Pembelajaran

7)         Sarana pembelajaran yang dimiliki

8)         Biaya perpaket/level/tingkat sampai lulus

9)         Jenis uji kompetensi yang diikuti

10)     Unsur Peserta didik

11)     Jumlah peserta didik regular

3.  Instrumen PTK PAUDNI       

a.   Indentitas Lembaga

1)      Nama Instansi/Lembaga

2)      Jenis Instansi/Lembaga

3)      Status Kelembagaan

4)      NILEM/NILEK

5)      Alamat lembaga

6)      Nama Pimpinan

7)      Tanggal Pendirian

8)      Status kepemilikan

9)      Akreditasi

10)  Jumlah Tenaga Kependidikan/Pengelola

11)  Jumlah Pendidik

12)  Nama Yayasan

13)  Alamat Yayasan

14)   Jumlah kelas

15)  Jumlah Rombel

16)  Jumlah Peserta didik

b.      Identitas PTK PAUDNI

1)      Nama Lengkap

2)      Jenis Kelamin

3)      NIY/NIK

4)      NUPTK

5)      NISN

6)      Pendidikan terakhir

7)      Jurusan

8)      Tempat, tanggal lahir

9)      No. KTP

10)  Nama Bank, Alamat Bank,  Rekening Atas Nama Pribadi

11)  NPWP

12)  Agama

13)  Jenis PTK PAUDNI

 4.      Instrumen Pendidikan Masyarakat

  1. Identitas Lembaga PKBM

1)      Nama Lembaga PKBM

2)      Nomor Induk Lembaga (NILEM)

3)      Alamat Lembaga PKBM

4)      Kategori wilayah

5)      No telpon dan faximili

6)      Akses internet : alamat email, website

7)      Status Lembaga PKBM

8)      Status kepemilikan dan izin pendirian lembaga PKBM

9)      Izin operasional Lembaga PKBM dan instansi pemberi izin

10)  Klasifikasi lembaga

11)  Akreditasi, SK Akreditasi

12)  Nomor Rekening Bank, Nama Bank, Rekening Atas Nama Lembaga

13)  Jenis Program yang dilaksanakan

14)  Jumlah tenaga kependidikan/pengelola

15)  Jumlah tenaga pendidik

16)  Luas tanah

17)  Jumlah bangunan dan luas bangunan

18)  Nama yayasan/ormas/lainnya

19)  Sumber  dan daya listrik

20)  Ruangan dan Sarana

21)  Bantuan/Blockgrant.

  1. Identitas  TBM

1)      Nama  TBM

2)      Alamat  TBM

3)      No telpon dan faximili

4)      Akses internet: alamat email dan website

5)       Status kepemilikan

6)      Nomor Rekening Bank, Nama Bank, Rekening Atas Nama Lembaga

7)      Jumlah pengelola

8)      Luas  tanah

9)      Jumlah bangunan  dan luas bangunan

10)  Identitas lembaga induk

11)  Sumber dan daya listrik

12)  Ruangan dan Sarana

13)  Bantuan/Blockgrant

Dokumen untuk diunduh:

  1. Instrumen PAUD
  2. Instrumen Kursus dan Pelatihan
  3. Instrumen PTK PAUDNI
  4. Instrumen Pendidikan Masyarakat (PKBM/TBM)

Untuk mulai mengunduh formulir, silakan klik di sini

Mekanisme Usul NISN Kolektif Tahun 2012


Sejak layanan pada situs dapodik.org ditutup mulai tanggal 1 Januari 2012, layanan sistem Nomor Induk Satuan Pendidikan (NISP) dan Nomor Induk Peserta Didik atau NISN dikelola oleh PDSP.

Selanjutnya NISN dilayani melalui alamat http://nisn.data.kemdikbud.go.id. Tetapi, web belum mampu melayani secara sempurna. Bahkan, pendaftaran operator pun juga masih belum bisa terlayani dengan baik.

Untuk mengatasi layanan NISN sampai batas waktu sempurnanya layanan NISN, pihak sekolah dapat mengajukan usul NISN secara kolektif dengan prosedur sebagai berikut:

Mekanisme Pengajuan NISN:

  1. Sekolah mengisi formulir pengajuan NISN. (Dapat diperoleh dengan mengirimkan email ke pdsp@kemdiknas.go.id dengan Subject: Permintaan Formulir Pengajuan NISN).
  2. Formulir yang telah diisi diemail ke pdsp@kemdiknas.go.id untuk diproses oleh PDSP.
  3. Hasil (NISN yang telah diproses) diemail kembali oleh PDSP ke email pengirim (sekolah).
  4. Formulir pengajuan NISN dan edit data siswa dapat diperoleh dengan mengirimkan email ke pdsp@kemdiknas.go.id dengan Subject: Permintaan Formulir Pengajuan NISN atau Edit Data Siswa

Informasi lebih lanjut perihal layanan sistem NISP dan NIPD dapat menghubungi PDSP di Telp. 021-5731177 atau Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud di Call Center: 177.

Atau, unduh formulir NISN di sini

Prosedur Penyetaraan Ijazah Luar Negeri


Layanan penyetaraan ijazah adalah layanan penilaian kesetaraan terhadap dokumen hasil belajar (ijazah/diploma/sertifikat/transkrip nilai/rapor) yang dikeluarkan oleh lembaga penyelenggara pendidikan luar negeri/dalam negeri yang tidak menganut sistem pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Beberapa warga negara Indonesia yang berada di luar negeri dalam rangka melaksanakan tugas kenegaraan, diplomatik atau tugas lainnya bersekolah atau menyekolahkan putra-putrinya pada sekolah di negara setempat yang memiliki perbedaaan dengan sistem pendidikan nasional. Atau, ada pula sebagian warga negara Indonesia yang bersekolah atau menyekolahkan putra-putrinya di sekolah dengan sistem pendidikan asing namun sekolah tersebut berlokasi di Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikannya pada jenjang tertentu untuk kepentingan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ataupun untuk kepentingan administratif lainnya, misalnya melamar pekerjaan, mereka yang memiliki dokumen hasil belajar seperti rapor/ijazah/diploma/sertifikat/STTB/transkrip dari sistem pendidikan asing memerlukan penilaian untuk penyetaraan jenjang dan jenis pendidikan sesuai dengan sistem pendidikan nasional Indonesia. Penilaian dan penyetaraan ijazah dimaksud dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional atau Pejabat lain yang diberi wewenang.

Prosedur Penyetaraan Ijazah

  • Mengisi formulir permohonan elektronik yang disediakan melalui aplikasi yang disediakan di Portal Kemdiknas.
  • Unggah (Upload ) berkas-berkas (elektronik) lampiran permohonan hasil pemindaian (scanning) dokumen aslinya.
  • Kirim (submit) isian permohonan apabila sudah dianggap lengkap.
  • Cetak/simpan tanda terima permohonan.
  • Menunjukkan dokumen asli dari berkas-berkas lampiran (elektronik) yang telah diunggah pada saat pengiriman permohonan dengan datang ke Sekretariat Tim Penilai yang beralamat di:

Sub-bag Kerja Sama, Bagian Hukum Dan Kepegawaian Sekretariat Ditjen Manajemen  Pendidikan Dasar Gedung E lantai 14 Kantor Kemdiknas Jl. Jenderal Sudirman Jakarta

  • Memantau status pemrosesan permohonan melalui Portal Kemdiknas dengan memasukkan nomor pendaftaran dan ”password” sesuai yang tertera di Tanda Terima Permohonan sebagai kunci akses
  • Apabila SK Penyetaraan ijazah sudah dikeluarkan, dokumen SK dapat diambil secara langsung ke Sekretariat Tim Penilai dan salinan elektroniknya dapat diunduh (di-download) melalui Portal Kemdiknas.

Persyaratan Dokumen Untuk Penyetaraan Ijazah

  • Persyaratan dokumen lampiran pada saat pengajuan permohonan melalui Portal.
Persyaratan Penyetaraan Ijazah dari Sekolah Asing di Luar Negeri
  1. Pasfoto pemohon ukuran 4×6 (*)
  2. Paspor (*)
  3. Surat keterangan dari Perwakilan RI setempat dan atau Perwakilan Negara Asing di Indonesia/ Surat Keterangan Dari Sekolah Asal (*)
  4. Ijazah/Diploma/Sertifikat (apabila penyelenggara pendidikan mengeluarkan ijazah) (*)
  5. Transkrip Nilai (*)
  6. Struktur Program kurikulum. Scan dokumen ini tidak diperlukan apabila penyelenggara pendidikan (sekolah asal) menyediakan dokumen ini di website resminya (*)
  7. Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir (*)
  8. Rapor kelas 1, 2, dan 3 untuk jenjang SMP, SMA, SMK (khusus bagi pemohon penyetaraan ijazah tingkat SD cukup rapor 3 tahun terakhir) (*)

Keterangan : (*) Scan berwarna

Persyaratan Penyetaraan Ijazah dari Sekolah Asing di Dalam Negeri
  1. Pasfoto pemohon ukuran 4×6 (*)
  2. Surat Ijin Belajar WNI yang dikeluarkan oleh Ditjen Mandikdas (*)
  3. Ijazah/Diploma/Sertifikat (*)
  4. Transkrip Nilai (*)
  5. Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir (*)
  6. Rapor kelas 1, 2, dan 3 untuk jenjang SMP, SMA, SMK (khusus bagi pemohon penyetaraan ijazah tingkat SD cukup rapor 3 tahun terakhir) (*)

Keterangan : (*) Scan berwarna

Persyaratan dokumen pada saat menunjukkan dokumen asli di Sekretariat
  1. Tanda terima permohonan
  2. Identitas diri yang berupa Paspor bagi pemohon penyetaraan ijazah dari sekolah asing di luar negeri atau Surat Ijin Belajar WNI yang dikeluarkan oleh Ditjen Mandikdas bagi pemohon penyetaraan ijazah dari sekolah asing di dalam negeri
  3. Dokumen asli Ijazah/Diploma/Sertifikat (apabila penyelenggara pendidikan mengeluarkan ijazah)
  4. Dokumen asli Transkrip Nilai
  5. Struktur Program Kurikulum (apabila tidak tersedia di laman resmi sekolah asal)
  6. Dokumen asli Akta Kelahiran
  7. Dokumen asli Rapor jenjang pendidikan terakhir (khusus bagi pemohon penyetaraan ijazah tingkat SD cukup rapor 3 tahun terakhir)

Portal Penyetaraan Ijazah, klik poster berikut!

 

Syarat Ijin Operasional Peyelenggaraan SLB


Untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang diakibatkan oleh kelainan melalui satuan pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB), penyelenggara pendidikan (SLB) harus memenuhi beberapa ketentuan yang berlaku. Salah satunya dengan mempunyai ijin operasional penyelenggaraan SLB.

Berikut Syarat dan Prosedur Pendirian Lembaga Pendidikan SLB (Sumber: http://www.pkplk-plb.org)

1. Pemohon ijin OP SLB harus mempersiapkan :
Fasilitas sarana & prasarana antara lain :

  • Lahan
  • Gedung
  • Rencana Kerja
  • Visi dan Misi
  • Siswa
  • Guru

2. Pemohon harus telah memiliki dokumen-dokumen :

  • Akte Notaris Yayasan/AD/ART
  • Akte Tanah
  • Surat status tanah
  • Susunan Pengurus Yayasan/organisasi/ lembaga penyelenggaraan pendidikan
  • Surat pertimbangan/ alasan pendirian SLB
  • Identitas dan alamat SLB yang akan didirikan
  • Surat Keputusan pendirian SLB dan yayasan/organisasi/ lembaga penyelenggara pendidikan
  • Kurikulum yang hendak di pakai
  • Daftar guru dan kepala SLB
  • Foto copy ijasah/STTB, guru dan kepala SLB
  • Denah bangunan SLB
  • SK Pengangkatan guru/kepala SLB dari yayasan/organisasi/ lembaga penyelenggara pendidikan
  • Rekapitulasi jumlah siswa yang akan bersekolah

3. Setelah poin 1 (satu) dan 2 (dua) dipenuhi dan lengkap, pemohon membuat surat mohonan rekomendasi persetujuan ijin OP SLB kepada Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan.
4. Setelah mendapat rekomendasi persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan, pemohon melanjutkan permohonan rekomendasi persetujuan ijin OP SLB kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota.
5. Setelah mendapat rekomendasi persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota, selanjutnya memohon mengajukan permohonan ijin OP SLB kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dengan melampirkan :

  1. Surat Permohonan Ijin OP SLB
  2. Rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
  3. Rekomendasi dari Kepala Dinas Kecamatan
  4. Foto copy akte notaries yayasan/AD/ART
  5. Foto copy akte tanah
  6. Foto copy surat status tanah
  7. Susunan Pengurus yayasan/organisasi/ lembaga penyelenggara pendidikan
  8. Surat pertimbangan/ alasan pendirian SLB
  9. Identitas dan alamat SLB yang akan didirikan
  10. Daftar fasilitas/sarana prasarana yang dimiliki
  11. Program Kerja : Jangka panjang, menengah dan pendek
  12. Surat keterangan kurikulum yang hendak dipakai
  13. Surat Keputusan pendirian SLB dari yayasan/organisasi/ lembaga penyelenggara pendidikan
  14. Daftar guru dan kepala SLB
  15. Foto copy ijasah/STTB guru dan kepala SLB
  16. Denah bangunan SLB
  17. Surat Keputusan pengangkatan guru/kepala SLB dari yayasan/organisasi/ lembaga
  18. Rekapitulasi jumlah siswa

Pendidikan Anak Auitisme


Autisme dapat diartikan sebagai gangguan perkembangan komunikasi, sosial, dan perilaku. Bentuk gangguan ini dapat dilihat dalam sehari-hari dalam aspek:

  • berkomunikasi
  • bergaul
  • membawakan diri
  • kepekaan sensori integratif
  • Pola Bermain
  • keadaan emosi
  • kondisi kognitif

Berikut Deskriptif Anak Autis (sumber: http://www.pkplk-plb.org)

PENGERTIAN

  • Autism = autisme yaitu nama gangguan perkembangan komunikasi, sosial, perilaku pada anak (Leo Kanner & Asperger, 1943).
  • Autist = autis : Anak yang mengalami ganguan autisme.
  • Autistic child = anak autistik : Keadaan anak yang mengalami gangguan autisme.

APA AUTISME ITU?

Secara harfiah autisme berasal dari kata autos =diri dan isme= paham/aliran.

  • American Psych: autisme adalah ganguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku “Sumber dari Pedoman Pelayanan Pendidikan Bagi Anak Austistik”. (American Psychiatic Association 2000)
  • Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan fungsi otak yang bersifat pervasive (inco) yaitu meliputi gangguan kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan gangguan interaksi sosial (Mardiyatmi ‘ 2000).
  • Gangguan autisme terjadi pada masa perkembangan sebelum usia 36 bulan “Sumber dari Pedoman Penggolongan Diagnotik Gangguan Jiwa” (PPDGJ III)
  • Autisme dapat terjadi pada anak, tanpa perbedaan ras, etnik, tingkat sosial ekonomi dan pendidikan.
  • Privalensi Autisme diperkirakan 1 per 150 kelahiran. Menurut penelitian di RSCM selama tahun 2000 tercatat jumlah pasien baru Autisme sebanyak 103 kasus. Dari privalensi tersebut diperkirakan anak laki-laki autistik lebih banyak dibanding perempuan (4:1).

APA TANDA-TANDA ANAK AUTISTIK?

Anak autistik menunjukkan gangguan–gangguan dalam aspek-aspek berikut ini: (sering dapat diamati sehari-hari)

Bagaimana Anak Austistik berkomunikasi?

  • Sebagian tidak berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.
  • Tidak mampu mengekpresikan perasaan maupun keinginan
  • Sukar memahami kata-kata bahasa orang lain dan sebaliknya kata-kata/bahasa mereka sukar dipahami maknanya..
  • Berbicara sangat lambat, monoton, atau tidak berbicara sama sekali.
  • Kadang-kadang mengeluarkan suara-suara aneh.
  • Berbicara tetapi bukan untuk berkomunikasi.
  • Suka bergumam.
  • Dapat menghafal kata-kata atau nyanyian tanpa memahami arti dan konteksnya.
  • Perkembangan bahasa sangat lambat bahkan sering tidak tampak.
  • Komunikasi terkadang dilakukan dengan cara menarik-narik tangan orang lain untuk menyampaikan keinginannya.

Bagaimana anak austistik bergaul?

  • Tidak ada kontak mata
  • Menyembunyikan wajah
  • Menghindar bertemu dengan orang lain
  • Menundukkan kepala
  • Membuang muka
  • Hanya mau bersama dengan ibu/keluarganya
  • Acuh tak acuh, interaksi satu arah.
  • Kurang tanggap isyarat sosial.
  • Lebih suka menyendiri.
  • Tidak tertarik untuk bersama teman.
  • Tidak tanggap / empati terhadap reaksi orang lain atas perbuatan sendiri.

Bagaimana anak autistik membawakan diri ?

  • Menarik diri
  • Seolah-olah tidak mendengar (acuk tak acuh/tambeng)
  • Dapat melakukan perintah tanpa respon bicara
  • Asik berbaring atau bermain sendiri selama berjam-jam.
  • Lebih senang menyendiri. .
  • Hidup dalam alam khayal (bengong)
  • Konsentrasi kosong
  • Menggigit-gigit benda
  • Menyakiti diri sendiri
  • Sering tidak diduga-duga memukul teman.
  • Menyenangi hanya satu/terbatas jenis benda mainan
  • Sering menangis/tertawa tanpa alasan
  • Bermasalah tidur/tertawa di malam hari
  • Memukul-mukul benda (meja, kursi)
  • Melakukan sesuatu berulang-ulang (menggerak-gerakkan tangan, mengangguk-angguk dsb).
  • Kurang tertarik pada perubahan dari rutinitas

Bagaimana kepekaan sensori integratifnya anak autistik ?

  • Sangat sensitif terhadap sentuhan ,seperti tidak suka dipeluk.
  • Sensitif terhadap suara-suara tertentu
  • Senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda.
  • Sangat sensitif atau sebaliknya, tidak sensitif terhadap rasa sakit.

Bagaimana Pola Bermain autistik anak?

  • Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya.
  • Kurang/tidak kreatif dan imajinatif
  • Tidak bermain sesuai fungsi mainan
  • Menyenangi benda-benda berputar, sperti kipas angin roda sepeda, dan lain-lain.
  • Sering terpaku pada benda-benda tertentu

Bagaimana keadaan emosi anak autistik ?

  • Sering marah tanpa alasan.
  • Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum )bila keinginan tidak dipenuhi.
  • Tiba-tiba tertawa terbahak-bahak atau menangis tanpa alasan
  • Kadang-kadang menyerang orang lain tanpa diduga-duga.

Bagaimana kondisi kognitif anak autisti?

Menurut Penelitian di Virginia University di Amerika Serikat diperkirakan 75 – 80 % penyandang autis mempunyai kemampuan berpikir di bawah rata-rata/retardasi mental, sedangkan 20 % sisanya mempunyai tingkat kecerdasan normal ataupun di atas normal untuk bidang-bidang tertentu.

  • Sebagian kecil mempunyai daya ingat yang sangat kuat terutama yang berkaitan denga obyek visual (gambar)
  • Sebagian kecil memiliki kemampuan lebih pada bidang yang berkaitan dengan angka.

APA PENYEBAB AUTISME?

Sampai sekarang belum terdeteksi faktor yang menjadi penyebab tunggal timbulnya gangguan autisme. Namun demikian ada beberapa faktor yang di mungkinkan dapat menjadi penyebab timbulnya autisme. berikut:

1. Menurut Teori Psikososial

Beberapa ahli (Kanner dan Bruno Bettelhem) autisme dianggap sebagai akibat hubungan yang dingin, tidak akrab antara orang tua (ibu) dan anak. Demikian juga dikatakan, orang tua/pengasuh yang emosional, kaku, obsesif, tidak hangat bahkan dingin dapat menyebabkan anak asuhnya menjadi autistik.

2. Teori Biologis

  1. Faktor genetic: Keluarga yang terdapat anak autistik memiliki resiko lebih tinggi dibanding populasi keluarga normal.
  2. Pranatal, Natal dan Post Natal yaitu: Pendarahan pada kehamilan awal, obat-obatan, tangis bayi terlambat, gangguan pernapasan, anemia.
  3. Neuro anatomi yaitu: Gangguan/disfungsi pada sel-sel otak selama dalam kandugan yang mungkin disebabkan terjadinya gangguan oksigenasi, perdarahan, atau infeksi.
  4. Struktur dan Biokimiawi yaitu: Kelainan pada cerebellum dengan cel-sel Purkinje yang jumlahnya terlalu sedikit, padahal sel-sel purkinje mempunyai kandungan serotinin yang tinggi. Demikian juga kemungkinan tingginya kandungan dapomin atau opioid dalam darah.

3. Keracunan logam berat misalnya terjadi pada anak yang tinggal dekat tambanga batu bara, dlsb.

4. Gangguan pencernaan, pendengaran dan penglihatan. Menurut data yang ada 60 % anak autistik mempunyai sistem pencernaan kurang sempurna. Dan kemungkinan timbulnya gejala autistik karena adanya gangguan dalam pendengaran dan penglihatan.

II. APA YANG PERLU KITA LAKUKAN TERHADAP ANAK AUTISTIK USIA DINI?

Sebelum/sembari mengikuti pendidikan formal (sekolah). Anak autistik dapat dilatih melalui terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak antara lain:

  1. Terapi Wicara: Untuk melancarkan otot-otot mulut agar dapat berbicara lebih baik.
  2. Terapi Okupasi : untuk melatih motorik halus anak.
  3. Terapi Bermain : untuk melatih mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain.
  4. Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy) : untuk menenangkan anak melalui pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang.
  5. Terapi melalui makan (diet therapy) : untuk mencegah/mengurangi tingkat gangguan autisme.
  6. Sensory Integration therapy : untuk melatih kepekaan dan kordinasi daya indra anak autis (pendengaran, penglihatan, perabaan)
  7. Auditory Integration Therapy : untuk melatih kepekaan pendengaran anak lebih sempurna
  8. Biomedical treatment/therapy : untuk perbaikan dan kebugaran kondisi tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphine dan gliadorphine, allergen, dsb)
  9. Hydro Therapy : membantu anak autistik untuk melepaskan energi yang berlebihan pada diri anak melalui aktifitas di air.
  10. Terapi Musik : untuk melatih auditori anak, menekan emosi, melatih kontak mata dan konsentrasi.

III. Ada Beberapa Pendekatan Pembelajaran Anak Autistik Antara Lain

  • Discrete Tial Training (DTT) : Training ini didasarkan pada Teori Lovaas yang mempergunakan pembelajaran perilaku. Dalam pembelajarannya digunakan stimulus respon atau yang dikenal dengan orperand conditioning. Dalam prakteknya guru memberikan stimulus pada anak agar anak memberi respon. Apabila perilaku anak itu baik, guru memberikan reinforcement (penguatan). Sebaliknya perilaku anak yang buruk dihilangkan melalui time out/ hukuman/kata “tidak”
  • Intervensi LEAP (Learning Experience and Alternative Programfor Preschoolers and Parents) menggunakan stimulus respon (sama dengan DTT) tetapi anak langsung berada dalam lingkungan sosial (dengan teman-teman). Anak auitistik belajar berperilaku melalui pengamatan perilaku orang lain.
  • Floor Time merupakan teknik pembelajaran melalui kegiatan intervensi interaktif. Interaksi anak dalam hubungan dan pola keluarga merupakan kondisi penting dalam menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan kemampuan anak dari segi kumunikasi, sosial, dan perilaku anak.
  • TEACCH (Treatment and Education for Autistic Childrent and Related Communication Handicaps) merupakan pembelajaran bagi anak dengan memperhatikan seluruh aspek layanan untuk pengembangan komunikasi anak. Pelayanan diprogramkan dari segi diagnosa, terapi/treatment, konsultasi, kerjasama, dan layanan lain yang dibutuhkan baik oleh anak maupun orangtua.

IV. BAGAIMANA MODEL PELAYANAN PENDIDIKAN

Pendidikan untuk anak autistik usia sekolah bisa dilakukan di berbagai penempatan. Berbagai model antara lain:

1. Kelas transisi

Kelas ini diperuntukkan bagi anak autistik yang telah diterapi memerlukan layanan khusus termasuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu atau struktur. Kelas transisi sedapat mungkin berada di sekolah reguler, sehingga pada saat tertentu anak dapat bersosialisasi dengan anak lain. Kelas transisi merupakan kelas persiapan dan pengenalan pengajaran dengan acuan kurikulum SD dengan dimodifikasi sesuai kebutuhan anak.

2. Program Pendidikan Inklusi

Program ini dilaksanakan oleh sekolah reguler yang sudah siap memberikan layanan bagi anak autistik. Untuk dapat membuka program ini sekolah harus memenuhi persyaratan antara lain:

  1. Guru terkait telah siap menerima anak autistik
  2. Tersedia ruang khusus (resourse room) untuk penanganan individual
  3. Tersedia guru pembimbing khusus dan guru pendamping.
  4. Dalam satu kelas sebaiknya tidak lebih dari 2 (dua) anak autistik.
  5. Dan lain-lain yang dianggap perlu.

3. Pragram Pendidikan Terpadu

Program Pendidikan Terpadu dilaksanakan disekolah reguler. Dalam kasus/waktu tertentu, anak-anak autistik dilayani di kelas khusus untuk remedial atau layanan lain yang diperlukan. Keberadaan anak autistik di kelas khusus bisa sebagian waktu atau sepanjang hari tergantung kemampuan anak.

4. Sekolah Khusus Autis

Sekolah ini diperuntukkan khusus bagi anak autistik terutama yang tidak memungkinkan dapat mengikuti pendidikan di sekolah reguler. Anak di sekolah ini sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi sekeliling mereka. Pendidikan di sekolah difokuskan pada program fungsional seperti bina diri, bakat, dan minat yang sesuai dengan potensi mereka.

5. Program Sekolah di Rumah

Program ini diperuntukkan bagi anak autistik yang tidak mampu mengikuti pendidikan di sekolah khusus karena keterbatasannya. Anak-anak autistik yang non verbal, retardasi mental atau mengalami gangguan serius motorik dan auditorinya dapat mengikuti program sekolah di rumah. Program dilaksanakan di rumah dengan mendatangkan guru pembimbing atau terapis atas kerjasama sekolah, orangtua dan masyarakat.

6. Panti (griya) Rehabilitasi Autis.

Anak autistik yang kemampuannya sangat rendah, gangguannya sangat parah dapat mengikuti program di panti (griya) rehabilitasi autistik. Program dipanti rehabilitasi lebih terfokus pada pengembangan:
(1) Pengenalan diri
(2) Sensori motor dan persepsi
(3) Motorik kasar dan halus
(4) Kemampuan berbahasa dan komunikasi
(5) Bina diri, kemampuan sosial
(6) Ketrampilan kerja terbatas sesuai minat, bakat dan potensinya.

Dari beberapa model layanan pendidikan di atas yang sudah eksis di lapangan adalah Kelas transisi, sekolah khusus autistik dan panti rehabilitasi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.031 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: