Daftar NISN Baru Satu Sekolah


Dapodik telah memublikasikan daftar NISN tiap sekolah yang dapat dilihat pada website data referensi pendidikan. Data ini merupakan tampilan daftar peserta didik (siswa) yang dilengkapi NISN. Perlu dipahami bahwa siswa yang dimaksud adalah siswa aktif. Jadi, NISN yang tampil adalah NISN siswa aktif bukan NISN alumni.

Langkah cara melihat daftar peserta didik/daftar NISN menurut sekolah sebagai berikut.

  1. Klik  link NISN berikut  NISN Pendidikan Dasar & Menengah 
  2. Klik nama provinsi
  3. Klik nama kabupaten / kota
  4. Klik nama kecamatan
  5. Cari/lihat nama sekolah, dan klik angka pada kolom jumlah siswa (kolom terakhir)
  6. Perhatian: NISN yang ditampilkan hanya 5 digit awal, sedangkan 5 digit berikutnya disamarkan.

Alamat Kontak NISN

Bila ada masalah dengan NISN, dapat kontak ke alamat berikut.

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN
Gedung E Lantai 1 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta 10270
Telp. (021) 57905777  (021) 57904804

Website: http://www.pdsp.kemdiknas.go.id
Email: pdsp@kemdikbud.go.id

Terima kasih, Semoga bermanfaat!

Surat Mendikbud kepada Kepala Sekolah tentang K13


Download surat menteri tentang pemberhentian Kurikulum 2013 klik di sini. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah menerbitkan surat  edaran ke sekolah yang akan menjalankan kurikulum 2013. Melalui surat ini Mendikbud menegaskan hanya 6.326 sekolah yang akan menerapkan Kurikulum 2013. Surat nomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014, hal Pelaksanaan Kurikulum 2013, ditujukan kepada Kepala sekolah di seluruh Indonesia.

Ada tiga keputusan utama Mendikbud yang dijelaskan pada surat edaran tersebut:

1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru melaksanakan K13 mulai tahun pelajaran 2014/2015. Sekolah yang baru melaksanakan K13 satu semester ini supaya kembali melaksanakan KTS 2006 pada semester genap 2014/2015.

2. Tetap melaksanakan K13 bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan K13 tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah yang telah melaksnakan K13 selama tiga semester ini sebanayk 6.326 sekolah.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Dan, pemerintah akan melakukan perbaikan mendasar  terhadap K13 sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.

Surat Mendikbud dapat diunduh melalui tautan pada awal tulisan di atas atau klik  di sini.

 

 

Kurikulum 2013 Dihentikan


Mulai semester genap 2014/2015, sekolah boleh kembali menggunakan KTSP.  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memutuskan untuk melaksanakan Kurikulum 2013 terbatas pada sekolah yang siap; Sekolah yang tidak siap dapat kembali menggunakan KTSP 2006. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sementara itu, sekolah yang telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang.

“Dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, maka Kurikulum 2013 dihentikan,” kata Anies kepada pewarta, Jumat (5/12/2014).  Anies mengatakan, saat ini ada 6.221 sekolah yang sudah pakai Kurikulum 2013 selama tiga semester lebih. “Mereka akan jadi contoh bagi sekolah yang belum siap,” tambah Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini kembali menyinggung soal pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu cepat. Anies pun berharap agar pelaksanaannya yang sudah dievaluasi kali ini bisa berjalan setahap demi setahap. Sekolah yang dijadikan contoh pun nantinya akan jadi model dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 yang ideal bagi sekolah-sekolah lain.

Kurikulum 2013 telah diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sedangkan, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yakni tiga bulan setelah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2014/12/05/20042411/Mulai.Semester.Genap.Kurikulum.2013.Dihentikan

Prinsip Profesionalitas Guru dan Dosen


Berikut pengertian profesional dan ciri atau sifat (prinsip) profesionalitas Guru dan Dosen yang terdiri 9 hal.

Pengertian Profesional

Sesuai dengan UU 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Prinsip Prefesionalitas

Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut (UU 14/2005, Pasal 7 ayat (1)

  1. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;
  2. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutupendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
  3. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
  4. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai denganbidang tugas;
  5. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
  6. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
  7. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajarsepanjang hayat;
  8. memiliki jaminan perlindungan hukum dalammelaksanakan tugas keprofesionalan; dan
  9.  memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenanganmengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru

 

Tema HUT PGRI 2014


Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru wajib menjadi organisasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas  bersama komponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.

Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor  78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI,    sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama.

 

Tema HUT Ke-69 PGRI

Tema peringatan HUT Ke-69 PGRI tahun 2014adalah:

Penguatan Implementasi Kurikulum 2013 melalui Penegakan Kode Etik Guru untuk Mendukung Revolusi Mental Bangsa.

Unduh Buku Pedoman HUT Ke-69 PGRI

 

Buku Pedoman HUT Ke-69 PGRI


Sejarah singkat lahir/berdirinya PGRI adalah diawali tanggal 25  November 1945 yang merupakan  seratus hari setelah Indonesia merdeka. Pada waktu, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak lahir PGRI yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis, adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan, yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu perndidikan di Indonesia.

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen  yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang mel etakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk  mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru  yang  dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat eraglobal untuk masa depan bangsa.

Unduh Buku Pedoman HUT Ke-69 PGRI Tahun 2014

Model Pelaksanaan Ekskul Wajib Kepramukaan


Dalam Kurikulum 2013, pendidikan  kepramukaan  ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan melalui  di lingkungan  sekolah  (intramural)  dan  di  luar sekolah  (ekstramural)  sebagai upaya  memperkuat proses pembentukan  karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur  sesuai dengan nilai dan moral Pancasila. Pendidikan Kepramukaan  dinilai sangat penting.  Melalui pendidikan  kepramukaanakan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan  ekstrakurikuler  pendidikan kepramukaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Model Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan

Model pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dijelaskan  dalam Pasal 3 Permendikbud 63/2014 yaitu dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model : Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

1. Model Blok

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
  3. Untuk kelas I, kelas VII, dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  4. Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
  5. Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
  6. Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina  Pramuka  dan/atau Pembina  Pramuka  serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).

2. Model Aktualisasi

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  3. Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.

3. Model Reguler.

  1. Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka di dalam Gugus Depan.
  2. Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.

 

Prosedur Pelaksanaan

1. Model Blok

  1. Peserta Didik dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok didampingi oleh seorang Pembina Pramuka dan atau Pembantu Pembina.
  2. Pembina Pramuka melaksanakan Kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan.
  3. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran yang bukan Pembina Pramuka membantu pelaksanaan kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan

2. Model Aktualisasi

  1. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran mengidentifikasi muatan-muatan pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di dalam kegiatan Kepramukaan.
  2. Guru menyerahkan hasil identifikasi muatan-muatan pembelajaran kepada Pembina Pramuka untuk dapat diaktualisasikan dalam kegiatan Kepramukaan.
  3. Setelah pelaksanaan kegiatan Kepramukaan, Pembina Pramuka menyampaikan hasil kegiatan kepada Guru kelas/Guru Mata Pelajaran

3. Model Reguler

Pada Permendikbud 63/2014, prosedur pelaksanaan model aktualisasi tidak dijelaskan. Hal ini mungkin karena pola pelaksanaan diserahkan kepada Gugusdepan. ( tunas63 )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.044 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: