Simbiosis Mutualisme, Komensalisme, Parasitisme


Makhluk hidup membutuhkan hubungan dengan makhluk hidup yang lain. Beberapa makhluk hidup mengalami hubungan khusus yang disebut simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Berikut pengertian ketiga simbiosis dan contohnya.

Simbiosis mutualisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang saling menguntungkan.

  • kupu-kupu dengan bunga
  • kerbau dengan burung jalak
  • lebah dengan bunga

Simbiosis komensalisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu pihak sedang pihak yang lain tidak dirugikan.

  • ikan remora dengan hiu
  • tanaman anggrek dengan pohon jeruk
  • tanaman paku dengan pohon yang ditumpanginya
  • anggrek dengan pohon mangga
  • kutu pada rambut manusia
  • ikan badut dengan anemon laut

Simbiosis parasitisme ialah hubungan dua makhluk yang salah satu diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan.

Berdasarkan tempat hidupnya, parasit dibedakan menjadi dua:

  • Parasit yang hidup di luar tubuh inangnya (ektoparasit). Contoh:  kutu rambut pada kepala manusia
  • Parasit yang hidup di dalam inang (endoparasit). Contoh ektoparasit antara lain. Contoh: cacing pita yang hidup dan berkembang biak di usus manusia

Contoh lain simbiosis parasitisme:

  • benalu dengan tumbuhan inang
  • tali putri dengan tanaman yang ditumpanginya
  • kerbau dengan kutu
  • bunga arnoldi raflesia dengan kan tumbuhan yang ditumpangi
  • cacing perut dan cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia

Artikel Hari Pariwisata Sedunia (UNWTO)


Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO / OMT) adalah sebuah badan khusus PBB dan organisasi internasional terkemuka di bidang pariwisata .‎ UNWTO memainkan peran sentral dan menentukan dalam mempromosikan pembangunan dari, berkelanjutan dan dapat diakses secara universal pariwisata bertanggung jawab, memberikan perhatian khusus terhadap kepentingan negara-negara berkembang .

Organisasi mendorong pelaksanaan Kode Etik Global Pariwisata, dengan maksud untuk memastikan bahwa negara-negara anggota, tujuan wisata dan bisnis memaksimalkan dampak ekonomi, sosial dan budaya positif dari pariwisata dan sepenuhnya menuai keuntungan, sementara meminimalkan nya negatif sosial dan lingkungan.

Keanggotaannya meliputi 154 negara, 7 wilayah dan lebih dari 400 Anggota Afiliasi mewakili sektor swasta, lembaga pendidikan, asosiasi pariwisata dan otoritas pariwisata lokal.

tindakan langsung yang memperkuat dan mendukung upaya Administrasi Pariwisata Nasional dilakukan oleh daerah perwakilan’s UNWTO ( Afrika , di Amerika , Asia Timur dan Pasifik , Eropa , yang Timur Tengah dan Asia Selatan ) yang berbasis di Markas Besar di Madrid.

UNWTO berkomitmen untuk PBB Millenium Development Goals , diarahkan untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (Sumber: http://www.world-tourism.org/)

Artikel Hari Pariwisata Sedunia:

Menunggu Sentuhan Entrepreneurship

Tahun ini, dalam peringatan hari pariwisata sedunia, 27 September, yang dipusatkan di Tiongkok, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menetapkan tema tourism and biodiversity. Fokus pemikiran tersebut merupakan kelanjutan dari tema tahun sebelumnya yang juga memberikan penekanan kepada aspek keberagaman, tourism celebrating diversity, dan mendukung pencanangan 2010 oleh PBB sebagai tahun keanekaragaman hayati. Tentu, tema tersebut diharapkan tidak hanya manis di atas kertas yang tidak menggugah.

Di Indonesia, fokus tema peringatan hari pariwisata tersebut sangatlah relevan. Sejak tahun lalu, aspek keberagaman menjadi perhatian UNWTO dan masyarakat pariwisata di seluruh dunia. Indonesia dikenal tidak hanya beraneka ragam latar belakang masyarakatnya, namun juga memiliki keberagaman yang kaya dalam hal biodiversity. Baca lebih lanjut

Gempa di Pariaman Sumbar: 448 Jiwa Meninggal


Bencana Alam Gempa Bumi di Kab.  Pariaman terjadi pada hari Rabu, tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB. Gempa ini berkekuatan 7,6 SR dan diikuti gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR.  Lokasi gempa di 0,84 LS – 99, 65 BT, wilayah di 54 Km Barat Daya Pariaman Sumatera Barat.

Akibat dari Bencana Alam Gempa Bumi di Sumatera Barat sampai tanggal 1 Oktober 2009 tercatat menelan korban jiwa dan harta benda sebagai berikut:

A.      Korban Jiwa

  • Meninggal Dunia :  448 jiwa
  • Luka berat         :  237 jiwa
  • Luka Ringan       :  2.099 jiwa

B.      Rumah

  • Rusak Berat     :  11.945 rumah
  • Ringan             :  5.468 rumah
  • Sedang            :  3.046 rumah


C.      Sarana Pendidikan

  • Rusak Berat     :  55 unit
  • Sedang            :  16 unit
  • Ringan             :  3 unit


D.      Sarana Kesehatan

  • Rusak Berat    :  0 unit
  • Sedang           :  1 unit
  • Ringan            :  1 unit


E.       Sarana Ibadah

  • Rusak Berat     :  1 unit
  • Sedang           :  8 unit
  • Ringan            :  1 unit

Sumber : website depsos | diakses pada 2 Oktober 2009.

Arti Tsunami dan Sejarahnya


Tsunami berasal dari kata :

Tsu = Pelabuhan
Nami = Gelombang
Menjadi bagian bahasa dunia, setelah gempa besar 15 Juni 1896, yang menimbulkan tsunami besar melanda kota pelabuhan Sanriku (JEPANG) dan menewaskan 22.000 orang serta merusak pantai timur Honshu sepanjang 280 km.Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam di lautan dalam dan dapat melanda daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 m atau lebih. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Berdasarkan Katalog gempa (1629 – 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempabumi tektonik.

Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :

  1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
  2. Bau asin yang sangat menyengat.
  3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.

Tsunami terjadi jika :

  • Gempa besar dengan kekuatan gempa  > 6.3 SR
  • Lokasi pusat gempa di laut
  • Kedalaman dangkal < 40 Km
  • Terjadi deformasi vertikal dasar laut

Potensi Tsunami di Indonesia :

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan

Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit.

Sumber: BMK

Gempa Tektonik 7.6 SR Mengguncang Padang



Gempabumi tektonik kembali terjadi di Indonesia, Rabu (30/9/2009), kali ini melanda Padang Sumatera Barat. Gempabumi dengan kekuatan 7.6SR lokasi gempabumi berjarak lebih kurang 57 Km Barat Daya Pariaman-Sumbar dengan kedalaman 71 Km.

Gempabumi yang terjadi pukul 17.16 WIB tersebut dirasakan di Gunung Sitoli, Mukomuko, Sibolga, Liwa, Padang, Jakarta, Singapura hingga Malaysia. Kerusakan akibat gempa tersebut sangatlah parah, dilaporkan RS M Jamil pun ikut roboh sebagian, serta puluhan orang terjebak di dalam reruntuhan.

Warga panik dan berlarian menuju daerah yang lebih tinggi dikarenakan mereka takut gempa tersebut menimbulkan tsunami. Saat kejadian, seluruh barang kelontong bergerak tapi tak sampai jatuh. Puluhan warga berteriak panik sambil teriak histeris.

Gempabumi ini terjadi berselang kurang dari 24 jam setelah gempabumi besar dengan kekuatan 8.0SR juga melanda di Pasifik Selatan yang menimbulkan tsunami.

Adapun gempa susulan masih diperkirakan akan terjadi. Masyarakat di wilayah bencana diharapkan untuk tidak panik, dan tetap waspada akan gempa susulan. Dan jangan terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan.

Sumber : BMKG

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.023 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: