Simbiosis Mutualisme, Komensalisme, Parasitisme


Makhluk hidup membutuhkan hubungan dengan makhluk hidup yang lain. Beberapa makhluk hidup mengalami hubungan khusus yang disebut simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Berikut pengertian ketiga simbiosis dan contohnya.

Simbiosis mutualisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang saling menguntungkan.

  • kupu-kupu dengan bunga
  • kerbau dengan burung jalak
  • lebah dengan bunga

Simbiosis komensalisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu pihak sedang pihak yang lain tidak dirugikan.

  • ikan remora dengan hiu
  • tanaman anggrek dengan pohon jeruk
  • tanaman paku dengan pohon yang ditumpanginya
  • anggrek dengan pohon mangga
  • kutu pada rambut manusia
  • ikan badut dengan anemon laut

Simbiosis parasitisme ialah hubungan dua makhluk yang salah satu diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan.

Berdasarkan tempat hidupnya, parasit dibedakan menjadi dua:

  • Parasit yang hidup di luar tubuh inangnya (ektoparasit). Contoh:  kutu rambut pada kepala manusia
  • Parasit yang hidup di dalam inang (endoparasit). Contoh ektoparasit antara lain. Contoh: cacing pita yang hidup dan berkembang biak di usus manusia

Contoh lain simbiosis parasitisme:

  • benalu dengan tumbuhan inang
  • tali putri dengan tanaman yang ditumpanginya
  • kerbau dengan kutu
  • bunga arnoldi raflesia dengan kan tumbuhan yang ditumpangi
  • cacing perut dan cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia

Artikel Hari Pariwisata Sedunia (UNWTO)


Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO / OMT) adalah sebuah badan khusus PBB dan organisasi internasional terkemuka di bidang pariwisata .‎ UNWTO memainkan peran sentral dan menentukan dalam mempromosikan pembangunan dari, berkelanjutan dan dapat diakses secara universal pariwisata bertanggung jawab, memberikan perhatian khusus terhadap kepentingan negara-negara berkembang .

Organisasi mendorong pelaksanaan Kode Etik Global Pariwisata, dengan maksud untuk memastikan bahwa negara-negara anggota, tujuan wisata dan bisnis memaksimalkan dampak ekonomi, sosial dan budaya positif dari pariwisata dan sepenuhnya menuai keuntungan, sementara meminimalkan nya negatif sosial dan lingkungan.

Keanggotaannya meliputi 154 negara, 7 wilayah dan lebih dari 400 Anggota Afiliasi mewakili sektor swasta, lembaga pendidikan, asosiasi pariwisata dan otoritas pariwisata lokal.

tindakan langsung yang memperkuat dan mendukung upaya Administrasi Pariwisata Nasional dilakukan oleh daerah perwakilan’s UNWTO ( Afrika , di Amerika , Asia Timur dan Pasifik , Eropa , yang Timur Tengah dan Asia Selatan ) yang berbasis di Markas Besar di Madrid.

UNWTO berkomitmen untuk PBB Millenium Development Goals , diarahkan untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (Sumber: http://www.world-tourism.org/)

Artikel Hari Pariwisata Sedunia:

Menunggu Sentuhan Entrepreneurship

Tahun ini, dalam peringatan hari pariwisata sedunia, 27 September, yang dipusatkan di Tiongkok, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menetapkan tema tourism and biodiversity. Fokus pemikiran tersebut merupakan kelanjutan dari tema tahun sebelumnya yang juga memberikan penekanan kepada aspek keberagaman, tourism celebrating diversity, dan mendukung pencanangan 2010 oleh PBB sebagai tahun keanekaragaman hayati. Tentu, tema tersebut diharapkan tidak hanya manis di atas kertas yang tidak menggugah.

Di Indonesia, fokus tema peringatan hari pariwisata tersebut sangatlah relevan. Sejak tahun lalu, aspek keberagaman menjadi perhatian UNWTO dan masyarakat pariwisata di seluruh dunia. Indonesia dikenal tidak hanya beraneka ragam latar belakang masyarakatnya, namun juga memiliki keberagaman yang kaya dalam hal biodiversity. Continue reading

Gempa di Pariaman Sumbar: 448 Jiwa Meninggal


Bencana Alam Gempa Bumi di Kab.  Pariaman terjadi pada hari Rabu, tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB. Gempa ini berkekuatan 7,6 SR dan diikuti gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR.  Lokasi gempa di 0,84 LS – 99, 65 BT, wilayah di 54 Km Barat Daya Pariaman Sumatera Barat.

Akibat dari Bencana Alam Gempa Bumi di Sumatera Barat sampai tanggal 1 Oktober 2009 tercatat menelan korban jiwa dan harta benda sebagai berikut:

A.      Korban Jiwa

  • Meninggal Dunia :  448 jiwa
  • Luka berat         :  237 jiwa
  • Luka Ringan       :  2.099 jiwa

B.      Rumah

  • Rusak Berat     :  11.945 rumah
  • Ringan             :  5.468 rumah
  • Sedang            :  3.046 rumah


C.      Sarana Pendidikan

  • Rusak Berat     :  55 unit
  • Sedang            :  16 unit
  • Ringan             :  3 unit


D.      Sarana Kesehatan

  • Rusak Berat    :  0 unit
  • Sedang           :  1 unit
  • Ringan            :  1 unit


E.       Sarana Ibadah

  • Rusak Berat     :  1 unit
  • Sedang           :  8 unit
  • Ringan            :  1 unit

Sumber : website depsos | diakses pada 2 Oktober 2009.

Arti Tsunami dan Sejarahnya


Tsunami berasal dari kata :

Tsu = Pelabuhan
Nami = Gelombang
Menjadi bagian bahasa dunia, setelah gempa besar 15 Juni 1896, yang menimbulkan tsunami besar melanda kota pelabuhan Sanriku (JEPANG) dan menewaskan 22.000 orang serta merusak pantai timur Honshu sepanjang 280 km.Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam di lautan dalam dan dapat melanda daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 m atau lebih. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Berdasarkan Katalog gempa (1629 – 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempabumi tektonik.

Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :

  1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
  2. Bau asin yang sangat menyengat.
  3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.

Tsunami terjadi jika :

  • Gempa besar dengan kekuatan gempa  > 6.3 SR
  • Lokasi pusat gempa di laut
  • Kedalaman dangkal < 40 Km
  • Terjadi deformasi vertikal dasar laut

Potensi Tsunami di Indonesia :

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan

Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit.

Sumber: BMK

Gempa Tektonik 7.6 SR Mengguncang Padang



Gempabumi tektonik kembali terjadi di Indonesia, Rabu (30/9/2009), kali ini melanda Padang Sumatera Barat. Gempabumi dengan kekuatan 7.6SR lokasi gempabumi berjarak lebih kurang 57 Km Barat Daya Pariaman-Sumbar dengan kedalaman 71 Km.

Gempabumi yang terjadi pukul 17.16 WIB tersebut dirasakan di Gunung Sitoli, Mukomuko, Sibolga, Liwa, Padang, Jakarta, Singapura hingga Malaysia. Kerusakan akibat gempa tersebut sangatlah parah, dilaporkan RS M Jamil pun ikut roboh sebagian, serta puluhan orang terjebak di dalam reruntuhan.

Warga panik dan berlarian menuju daerah yang lebih tinggi dikarenakan mereka takut gempa tersebut menimbulkan tsunami. Saat kejadian, seluruh barang kelontong bergerak tapi tak sampai jatuh. Puluhan warga berteriak panik sambil teriak histeris.

Gempabumi ini terjadi berselang kurang dari 24 jam setelah gempabumi besar dengan kekuatan 8.0SR juga melanda di Pasifik Selatan yang menimbulkan tsunami.

Adapun gempa susulan masih diperkirakan akan terjadi. Masyarakat di wilayah bencana diharapkan untuk tidak panik, dan tetap waspada akan gempa susulan. Dan jangan terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan.

Sumber : BMKG

Tips Menghadapi Gempa Bumi dan Tsunami


Tips Menghadapi Gempa Bumi

• Bila Berada di Dalam Rumah

1. Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur.
2. Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
3. Jauhi rak buku, lemari dan jendela kaca.
4. Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda- benda yang tergantung di dinding dan sebagainya.

• Bila Berada di Dalam Gedung Bertingkat

1. Hindari penggunaan lift, gunakan tangga darurat
2. Siapkan senter atau alat penerangan untuk berjalan di tangga darurat

• Bila Berada di Luar Ruangan

1. Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dan sebagainya.
2. Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
3. Jauhi rak-rak dan jendela kaca.

• Bila Berada di Dalam Ruangan Umum

1. Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
2. Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari , jendela kaca dan sebagainya.

• Bila Sedang Mengendarai Kendaraan

1. Segera hentikan di tempat yang terbuka.
2. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.

Sumber : Bakornas

Tips Menghadapi Tsunami

• Jika tinggal atau berada di pantai

- Kenalilah dengan baik tempat-tempat yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri dari terjangan gelombang tsunami seperti bukit, bangunan tinggi, menara air, pohon dan bangunan tinggi lainnya.

- Kenalilah dengan baik tanda-tanda akan datangnya tsunami. Yaitu sebagai berikut:

1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
2. Terciumnya bau garam yang menyengat secara tiba-tiba.
3. Munculnya buih-buih air sangat banyak di pantai secara tiba-tiba.
4. Terdengar suara ledakan keras seperti suara pesawat jet atau pesawat supersonik atau suara ledakan bom runtuh.
5. Terlihat gelombang hitam tebal memanjang di garis cakrawala.

- Jika anda melihat salah satu atau beberapa dari tanda-tanda tersebut, lakukanlah hal berikut:

1. Jika anda sedang berada di atas kapal di tengah laut, segera pacu kapal anda kearah laut yang lebih dalam
2. Jika anda berada di pantai atau di dekat pantai, segera panjat bangunan atau pohon yang tinggi, yang paling dekat dari tempat anda berada. Ingat waktu kita untuk berlari dari kejaran gelombang tsunami itu hanya kurang dari 20 menit.

Sumber : LIPI

Prangko Flora dan Fauna Identitas Provinsi


Pos Indonesia dalam rangka turut memperkenalkan kekayaan flora dan fauna yang dimiliki oleh 33 provinsi di negara yang kita cintai ini, menerbitkan rangkaian prangko seri Flora dan Fauna Identitas Provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Program ini merupakan salah satu komitmen dari Pos Indonesi yang juga berperan serta secara akktif tidak hanya ikut mempromosikan kekayaan hayati saja tetapi turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana tidak? Dari hanya 1 (satu) keping prangko dapat bercerita dan memberikan informasi yang amat berharga yaitu flora atau fauna asli Indonesia kepada generasi penerus bangsa. Langkah ini pun sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia ke seluruh dunia.

Mengajak pula generasi muda turut melestarikannya, dan jangan sampai flora fauna asli Indonesia diakui oleh negara lain. Sebagian dari kekayaan flora dan fauna ini juga dalam kondisi diambang kepunahan. Tak ada salahnya kaum muda, generasi penerus bangsa dapat mengenali lebih dekat kekayaan tersebut.

Penerbitan prangko
Penerbitan prangko ini pada setiap tahunnya akan menampilkan flora dan fauna dari 11 provinsi yang dipilih secara acak. Hal serupa dilakukan pula ketika akan menerbitkan prangko seri Lambang Provinsi yang telah diterbitkan lebih dahulu, yaitu pada tanggal 17 Agustus 2008. Untuk tahun 2008 provinsi yang ditampilkan adalah Bali, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Naggroe Aceh Darussalam, Papua, Riau, Sulawesi Barat dan Sumatra Barat.

Penandatanganan Sampul Hari Pertama
Bertempat di Istana Wakil Presiden, Rabu, 5 November 2008, telah dilaksanakan acara Launching prangko seri Flora – Fauna Identitas Provinsi dan ditandai dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama seri prangko tersebut oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusup Kalla didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Komunikasi dan Informatika serta Wakil Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana.

Berikut ini dapat disimak flora dan fauna yang terdapat pada seri prangko Flora dan Fauna Identitas Perusahaan :

Majegau (Dysoxylum densiflorum) dan Curik Bali (Leucopsar rothschildi) dari Bali
Majegau adalah salah satu jenis pohon yang kayunya sering dipakai sebagai bahan ukiran Bali karena kuat dan mempunyai pola warna yang indah. Jalak Bali atau Curik Bali tergolong sebagai burung bernyanyi dengan jumlah populasi kritis yang saat ini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Bali Barat.

Wolato (Vitex cofassus) dan Ikan Bulala’o (Liza dussumieri) dari Gorontalo
Wolato adalah termasuk dalam jenis kayu keras yang biasa digunakan sebagai bahan lantai, pergola, balok serta bagian luar bangunan lainnya. Ikan Bulala’o hidup di sekitar area pantai dan air payau serta memperoleh makanan dari ganggang, plankton serta partikel anorganik yang mengendap di dasar laut.

Gandaria (Bouea macrophyla) dan Harimau Totol (Phantera pardus) dari Jawa Barat

Gandaria adalah tanaman yang tumbuh secara lambat di hutan basah pada ketinggian hingga 300 m diatas permukaan laut.

Harimau Totol termasuk satwa langka yang dilindungi habitatnya di Taman Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Kantil (Michelia alba) dan Kepodang Emas (Oriolus chinensis) dari Jawa Tengah
Bunga Kantil Putih atau Cempaka Putih yang berbau harum biasa digunakan untuk ritual adat. Tanaman ini berbunga sepanjang tahun terutama musim hujan. Kepodang Emas sesuai dengan namanya memiliki bulu berwarna kuning keemasan dengan garis hitam pada sayap dan ekornya.

Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera) dan Enggang Gading (Rhinoplax vigil) dari Kalimantan Barat
Tengkawang Tungkul sejak lama dimanfaatkan untuk diambil minyaknya sebagai bahan pengolahan makanan dan kosmetika.

Enggang Gading hidup di habitat hutan tropik dengan pepohonan tinggi yang berada di ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut.

Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) dan Nuri Raja Ambon (Alisterus amboinensis) dari Maluku
Anggrek Larat tumbuh di pepohonan atau karang kapur yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian hingga 150 m di atas permukaan laut. Nuri Raja Ambon termasuk salah satu burung nuri besar yang bisa dijumpai di kawasan hutan lembab kepulauan Maluku dengan populasinya makin berkurang.

Cempaka (Michelia champoca) dan Ceumpala Kuneng (Copsychus pyrropygus) dari Nanggroe Aceh Darussalam
Bunga Cempaka atau Jeumpa dikembangbiakan untuk diambil  minyak dari bunganya sebagai bahan parfum. Ceumpala Kuneng biasa dijumpai di kawasan pada ketinggian hingga 90 m di atas permukaan laut. Burung ini memiliki paruh hitam dan panjang.

Matoa (Pometia pinnata) dan Cendrawasih (Seleucidis melanoleuca) dari Papua
Matoa yang dijumpai di kawasan hutan Papua pada ketinggian hingga 1.700 m di atas permukaan laut ini merupakan tumbuhan yang kayunya biasa digunakan sebagai bahan bangunan, peralatan pertanian dan olahraga. Sedangkan buahnya manis dan segar dengan rasa gabungan antara lengkeng dan durian. Cendrawasih 12 Kawat adalah burung endemik di wilayah hutan Papua yang tidak berimigrasi ini mempunyai warna yang indah, paruh dan kaki yang kuat, suara yang keras serta ketahanan terbang yang baik.

Nibung (Oncosperma tigillarium) dan Serindit Melayu (Loriculus galgulus) dari Riau
Nibung termasuk dalam kelompok palem liar yang tumbuh berumpun di dekat hutan pantai berair payau. Serindit Melayu biasa hidup di hutan lebat secara bergerombol atau berpasangan serta memiliki kebiasaan aneh yaitu menggantung ke bawah pada saat tidur.

Uru (Elmerrillia ovalis) dan Mandar Dengkur (Aramidopsis plateni) dari Sulawesi Barat
Cempaka Hutan Kasar atau Uru dengan batang setinggi hingga 45 m dan garis tengah hingga 2 m memiliki manfaat ekonomi yang tinggi karena kayunya yang kuat serta memiliki serat yang indah. Mandar Dengkur termasuk jenis unggas dengan status dilindungi yang berada di Taman Nasional Lore Lindu dan Bogani Nani Wartabone di Sulawese Barat.

Andalas (Morus macroura) dan Kuau Raja (Argusianus argus) dari Sumatera Barat
Andalas adalah pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dengan tinggi hingga 40 m serta garis tengah 1 m. Kuau Raja memiliki bentuk tubuh yang khas dengan ekor yang panjang hingga mencapai 2 m serta memiliki suara yang lantang sehingga dapat terdengar dari kejauhan.

Sumber :    http://www.posindonesia.co.id | Akses pada 9 September 2009

Efek Rumah Kaca dan Akibatnya


Ketika udara Jakarta semakin panas, banyak orang, komentator, pengamat, atau yang disebut pakar mengatakan bahwa hal ini akibat dari pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca. Hal ini banyak benarnya. Hanya saja ketika para komentator tersebut memberi komentarnya, jarang atau hampir tidak ada yang memberi penjelasan tentang apa sebenarnya efek rumah kaca itu dan bagaimana terjadinya.

Efek rumah kaca atau dalam bahasa asingnya dikenal dengan istilah green house effect adalah suatu fenomena dimana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dile­-pas­kan ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca di atmosfer ke permukaan bumi. Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi semakin panas.

Perubahan panjang gelombang ini terjadi karena radiasi sinar matahari yang datang ke bumi adalah gelombang pendek yang akan memanaskan bumi. Secara alami, agar tercapai keadaan setimbang dimana keadaan setimbang di permukaan bumi adalah sekitar 300 K, panas yang masuk tadi didinginkan. Untuk itu sinar matahari yang masuk tadi harus diradiasikan kembali. Dalam proses ini yang diradiasikan adalah gelombang panjang infra merah.

Proses ini dapat berlangsung berulang kali, sementara gelombang yang masuk juga terus menerus bertambah. Hal ini mengakibatkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer, sehingga suhu permukaan bumi meningkat. Hasil penelitian menyebutkan bahwa energi yang masuk ke permukaan bumi: 25 % dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfir, 25 % diserap awan, 46 % diabsorpsi permukaan bumi, dan sisanya yang 4 % dipantulkan kembali oleh permukaan bumi (beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda).

Efek rumah kaca itu sendiri terjadi karena naiknya konsentrasi gas CO2 (karbondioksida) dan gas-gas lainnya seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), gas metan (CH4), kloroflourokarbon (CFC) di atmosfir. Kenaikan konsentrasi CO2 itu sendiri disebabkan oleh kenaikan berbagai jenis pemba-karan di permukaan bumi seperti pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara, dan bahan-bahan organik lainnya yang melam-paui kemampuan permukaan bumi antuk mengabsorpsinya. Bahan-bahan di permukaan bumi yang berperan aktif untuk mengabsorpsi hasil pembakaran tadi ialah tumbuh-tumbuhan, hutan, dan laut. Jadi bisa dimengerti bila hutan semakin gundul, maka panas di permukaan bumi akan naik.

Energi yang diabsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Hanya saja sebagian sinar infra merah tersebut tertahan oleh awan, gas CO2, dan gas lainnya sehingga kembali ke permukaan bumi. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lain di atmosfer maka semakin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan bumi diserap atmosfer. Dengan perkataan lain semakin banyak jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer, maka semakin banyak pula panas matahari yang terperangkap di permukaan bumi. Akibatnya suhu permukaan bumi akan naik.

Dengan meningkatnya suhu permu-kaan bumi akan mengakibatkan perobahan iklim yang tidak biasa. Selain itu hutan dan ekosistem pun akan terganggu. Bahkan dapat mengakibatkan hancurnya gu-nung-gunung es di kutub yang pada akhirnya akan menga-kibatkan naiknya permukaan air laut sekaligus menaikkan suhu air laut.

Fenomena efek rumah kaca atau green house effect ini pertama kali ditemukan oleh fisikawan Perancis Joseph Fourier pada 1824 dan di-buktikan secara kuantitatif oleh Svante Arrhenius pada 1896. Penyebutan nama efek rumah kaca sebenarnya didasar-kan atas peristiwa alam yang mi-rip dengan yang terjadi di rumah kaca yang biasa digunakan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan untuk menghangatkan tanaman di dalamnya. Panas yang masuk ke dalam rumah kaca akan sebagian terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.

Dalam bahasa yang sederhana, proses terjadinya efek rumah kaca adalah demikian: panas matahari merambat dan masuk ke permukaan bumi. Kemudian panas matahari tersebut akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melalui atmosfer. Sebagian panas matahari yang dipantulkan tersebut akan diserap oleh gas rumah kaca yang berada di atmosfer. Panas matahari tersebut kemudian terperangkap di permukaan bumi, tidak bisa melalui atmosfer. Sehingga suhu bumi menjadi lebih panas.

Sudah disebutkan diatas bahwa efek rumah kaca terjadi karena emisi gas rumah kaca. Meningkatnya gas rumah kaca tersebut dikontribusi oleh hal-hal berikut:

Energi

Pemanfaatan berbagai macam bahan bakar fosil atau BBM (bahan bakar minyak) memberi kontribusi besar terhadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca, terutama CO2. Kita lihat mayoritas kendaraan bermotor masih menggunakan BBM. Pabrik-pabrik pun juga. Selain BBM, yang paling banyak menghasilkan gas rumah kaca adalah batu bara yang melebihi BBM. Sebagai gambaran, untuk menghasilkan energi sebesar 1 KWh, pembangkit listrik yang meng-hasilkan batu bara mengemisi gas rumah kaca sekitar 940 gr CO2, sementara pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi untuk menghasilkan energi yang sama menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar 581 sampai dengan 798 gr CO2. Sedangkan pengemisi terbesar adalah industri dan transportasi.

Kehutanan

Salah satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap emisi gas rumah kaca. Karena hutan dapat mengubah CO2 menjadi O2. Sehingga perusakan hutan akan memberi kontribusi terhadap naiknya emisi gas rumah kaca.

Pertanian dan Peternakan

Di sektor ini emisi gas rumah kaca dihasilkan dari pemanfaatan pupuk, pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak, dan pembakaran sabana. Di sektor pertanian, gas metan (CH4) yang paling banyak dihasilkan.

Sampah

Sampah adalah salah satu kontributor besar bagi ter-bentuknya gas metan (CH4), karena aktivitas manusia sehari-hari.

Sejauh ini kita masih melihat efek rumah kaca sebagai hal yang merugikan manusia, namun tidak demikian sebenarnya. Tanpa efek rumah kaca, bumi kita ini akan sangat dingin seberti bukit es. Efek rumah kacalah yang membuat bumi ini hangat dan laik huni. Hanya saja sebisa mungkin harus ditekan naiknya gas rumah kaca yang akan meningkatkan efek rumah kaca agar suhu bumi tidak semakin panas. Efek rumah kaca sudah banyak diman-faatkan di Eropa oleh para petani, terutama di musim dingin agar tanamannya tetap hangat. IPB pun melalui Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA) sudah ikut memanfaatkan teknologi efek rumah kaca dengan membuat alat pengering berben-tuk limas segi enam yang diberi nama ELC-05.

Selain menyebabkan efek rumah kaca, beberapa gas polutan yang telah kita sebutkan di atas juga berpotensi menyebabkan penipisan lapisan ozon, yang akan menye-babkan semakin banyak sinar ultra violet masuk ke permukaan bumi yang diduga dapat menyebabkan kanker kulit, penyakit katarak, menurunnya kekebalan tubuh, bahkan menurunkan hasil panen. Salah satu yang sangat berperan dalam penipisan lapisan ozon adal kloroflo-rokarbon (CFC) yang masih banyak kita jumpai dipasang di AC, walaupun sudah dilarang pemerintah. (Gilbert Hutauruk – SBTI)

Sumber: http://www.pertamina.com Akses pada 9 September 2009

Artikel: Gas Alam, Sumber Energi Utama Masa Depan


Apa Itu Gas Alam ?

Gas alam seperti juga minyak bumi merupakan senyawa  hidrokarbon (Cn H2n+2) yang terdiri dari campuran  beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-hidrokarbon seperti N2, CO2 dan H2S. Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan CH4, dan dapat juga termasuk etan C2H6 dan propan C3H8. Komposisi gas alam bervariasi, tetapi umumnya tipikal gas alam (sebelum dilakukan pemrosesan) adalah seperti pada tabel di bawah ini.

Gas alam yang didapat dari dalam sumur di bawah bumi, biasanya ber-gabung dengan minyak bumi. Gas ini disebut sebagai gas associated. Ada juga sumur yang khusus menghasilkan gas, sehingga gas yang dihasilkan disebut gas non associated. Sekali dibawa ke atas permukaan bumi, terhadap gas dila-kukan pemisahan untuk menghilang-kan impurities seperti air, gas-gas lain, pasir dan senyawa lainnya. Beberapa gas hidrokarbon seperti propan (C3H8) dan butan (C4H10) dipisahkan dan dijual secara terpisah. Setelah diproses, gas alam yang bersih ditransmisikan ke titik-titik penggunaan melalui jaringan pipa, yang jauhnya dapat mencapai ribuan kilometer. Gas alam yang dikirim melalui pipa tersebut merupakan gas alam dalam bentuk yang murni karena hampir seluruhnya adalah metan (CH4).

Gas alam yang dikirim tersebut merupa-kan ‘dry gas’ atau ‘gas kering’. Metan adalah molekul yang dibentuk oleh satu atom karbon dan empat atom hidrogen sebagai CH4. Gas metan mudah terbakar dimana secara kimia terjadi reaksi antara metan dan oksigen yang hasilnya berupa karbon di-oksida (CO2), air (H2O) ditambah sejumlah besar energi, sebagaimana persamaan be-rikut :

CH4[g] + 2 O2[g] CO2[g] + 2 H2O[50] + 891 kJ

Pengukuran Gas Alam

Gas alam dapat diukur dalam sejumlah cara. Sebagai gas, ia dapat diukur melalui volume pada temperatur dan tekanan nor-mal, dinyatakan dalam cubic feet (CF), yang umumnya dipakai dalam ribuan cubic feet (MCF), jutaan cubic feet (MMCF), atau triliun cubic feet (TCF). Gas alam juga sering diukur dan dinyatakan dalam British thermal unit (BTU). Satu BTU adalah sejumlah gas alam yang akan menghasilkan energi yang cukup untuk memanaskan satu pound air dengan satu derajat pada tekanan normal. Satu cubic feet gas alam mengan-dung sekitar 1,027 BTU. Gas alam yang dikirim melalui pipa di USA, diukur dalam satuan ‘therms’ untuk penggunaan pemba-yaran. Satu ’therm’ adalah ekivalen dengan 100.000 BTU, atau sekitar 97 SCF gas alam.

Konsumsi Gas Alam Dunia

Gas alam dewasa ini telah menjadi sumber energi alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia untuk berbagai keperluan, baik untuk perumahan, komersial maupun industri. Dari tahun ke tahun penggunaan gas alam selalu meningkat. Hal ini karena banyaknya keuntungan yang didapat dari penggunaan gas alam dibanding dengan sumber energi lain. Energi yang dihasilkan gas alam lebih efisien. Tidak seperti halnya dengan minyak bumi dan batu bara, penggunaannya jauh lebih bersih dan sangat ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan. Disamping itu, gas alam juga mempunyai beberapa keunggulan lain, seperti tidak berwarna, tidak berbau, tidak korosif dan tidak beracun.

Apabila kita lihat pertumbuhan konsumsi gas alam dunia dalam 20 (dua puluh) tahun ke depan berdasarkan data dan proyeksi dari Energy Information Administration (USA) dalam International Energy Outlook tahun 2002, maka proyeksi konsumsi gas alam dunia akan mencapai 162 trilliun cubic feet (TCF) pada tahun 2020. Jumlah ini merupakan 2 (dua) kali konsumsi pada tahun 1999 yang sebesar 84 TCF. Kalau pada tahun 1999 pangsa pasar gas alam dibandingkan sumber energi lain adalah 23%, maka pada tahun 2020 diproyeksikan akan naik menjadi 28%.

Cadangan Gas Alam Dunia

Berdasarkan data dari Natural Gas Fundamentals, Institut Francais Du Petrole pada tahun 2002, cadangan terbukti (proved reserves) gas alam dunia ada sekitar 157.703 109 m3 atau 142 Gtoe (1000 m3 = 0,9 toe). Jumlah cadangan ini jika dengan tingkat konsumsi sekarang akan dapat bertahan sampai lebih dari 60 tahun. Apabila kita bandingkan dengan cadangan minyak dunia, maka berdasarkan tingkat konsumsi sekarang, minyak bumi hanya akan dapat bertahan sampai 40 tahun ke depan saja. Namun demikian, penemuan baru cadangan gas alam umumnya lebih cepat daripada tingkat konsumsinya. Pada tahun 1970, cadangan terbukti gas alam dunia hanya sekitar 35 Gtoe. Dengan asumsi konsumsi sebesar 47 Gtoe, berarti selama 30 tahun terakhir tambahan cadangan gas alam adalah sebesar 154 Gtoe.

Dengan menggunakan metode estimasi yang konvensional, total sumber gas alam dunia dapat mencapai 450 gtoe, sedangkan apabila estimasi berdasarkan unconventional yang tingkat ketidakpastiannya lebih tinggi maka sumber gas alam dapat mencapai 650 gtoe. Cadangan gas alam tersebar di seluruh benua, dengan cadangan terbukti (proved reserves) terbesar berada pada negara-negara pecahan Uni Soviet dan Timur Tengah.•

Sumber: http://www.pertamina.com Akses pada 9 September 2009

Taman Nasional Komodo Finalis 7 Keajaban Dunia


komododalam.jpg telkomspeedyMenjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia ketika Taman Nasional Komodo (TNK) berhasil menjadi salah satu finalis Kampanye “New 7 Wonders of Nature”. TNK dinilai berhak melaju ke tahap final setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara.

“Pada tanggal 21 Juli 2009 pukul 12.07 GMT (19.07 WIB), New 7 Wonders Foundation telah mengumumkan TNK sebagai salah satu dari 28 finalis yang berhak untuk melanjutkan ke tahap final (Tahap III),” bunyi rilis Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang diterima detikcom, Rabu (22/7/2009).
Continue reading

Istana Merdeka dan Istana Negara


Kedua gedung ini bernilai sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Pada masa penjajahan,  Istana Negara pernah digunakan Jenderal de Kock menguraikan rencananya untuk menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam Bonjol kepada Gubernur Jenderal Baron van der Capellen, dan Gubernur Jenderal Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa (cultuurstelsel).

Continue reading

Tanggal Penting: Hari-hari Lingkungan Hidup


Tanggal 25 November tahun 2008 untuk pertama kali, Presiden SBY menetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Nasional, dan bulan Desember ditetapkan sebagai Bulan Menanam Nasional. Selain tanggal ini, setiap bulan terdapat hari-hari penting yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.013 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: