Tema dan Logo HUT RI 2014


Inilan Pedoman/panduan kegitan HUT ke-69 Kemerdekaan RI Tahun 2014 sebagaimana surat Kementerian Sekretariat Negara Nomor B.622/M.Sesneg/Setmen/KK.08/06/2014. Dalam pedoman ini diatur jadwal kegiatan di tingkat pusat sampai di daerah.

Kegiatan pokok di tingkat pusat antara lain:

  • Rabu, 13 Agustustus : Penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Merdeka
  • Kamis, 14 Agustus : Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Puska (Paskibraka) di Istana Negara
  • Jum’at, 15 Agustus : Pk. 09.00 WIB, Pidato Kenegaraan Presiden di depan Sidang Bersama DPR dan DPD. Pk. 14.30 WIB, Pidato Kenegaraan Presiden Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2015.
  • Sabtu, 16 Agustus, Pk. 24.00, ApelKehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Nasional Kalibata.
  • Minggu, 17 Agustus, Pk. 10.00 WIB, Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Tema

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 194, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera.

Logo

LOGO HUT KE-69 RI TAHUN 2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dokumen untuk diunduh

Pedoman Peringan HUT Ke-69 Kemerdekaan RI

 

Hari Libur dan Cuti Bersama 2014


Tiga menteri yaitu Menteri PAN dan RB Azwar Abubakar, Menag diwakili Sesjen Kemenag Bahrul Hayat, dan Menakertrans diwakili Sesjen Kemenakertrans Muchtar Lutfhi  telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2014 disaksikan Menko Kesra HR. Agung Laksono, Rabu (21/8/2013) di Kemenko Kesra, Jakarta.
Hari Libur Nasional tahun 2014 bertambah 1 hari menjadi 15 hari karena May Day alias Hari Buruh Internasional menjadi hari libur. Sementara cuti bersama ada 4 hari.

“Tahun 2014, 1 Mei menjadi hari libur nasional. Memperingati Hari Buruh Internasional. Jadi nanti kita akan tambah 1 hari libur di 2014,” ujar Menko Kesra HR. Agung Laksono, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013) pagi

Sebagaimana penjelasan Menko Kesra HR. Agung Laksono dalam penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2014, Rabu (21/8/2013) pagi, bahwa pengaturan Cuti Bersama dan Libur Nasional bertujuan antara lain : 
1.    Meningkatan efesiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan hari kerja, hari libur, dan cuti bersama sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja; 
2.    Meningkatkan sektor pariwisata dalam negeri yang mempunyai dampak peningkatan ekonomi; 
3.    Sebagai kompensasi bagi PNS yang tidak pernah/kesulitan waktu mengambil cuti.

Lebih lanjut Menko Kesra memberikan catatan penting berkenaan dengan SKB Hari Libur Nasional 2014 sebagai berikut :
1.    Cuti/cuti tahunan  merupakan hak bagi pegawai, yang harus dihargai dan dihormati. Untuk kepentingan bersama, perlu diatur oleh pemerintah;
2.    Penandatangan SKB hari Libur Nasional dan  Cuti  Bersama tahun 2014  mengalami  keterlambatan,  karena harus menunggu proses pengkajian hari Buruh Internasional  setiap tanggal  1 mei;
3.    Pada akhirnya pada tanggal 29 juli 2013 Kepres hari buruh ini  ditandatangani Presiden tertuang dalam Kepres nomor 24 tahun 2013;
4.    Jumlah hari Libur Nasional dan  Cuti  Bersama tahun 2013 sebanyak 19 hari (Libur Nasional: 14 hari & Cuti Bersama: 5 hari);
5.    Dalam draft hari Libur Nasional dan Cuti Bersama  tahun 2014  ini  juga 19 hari (Libur Nasional: 15 hari & Cuti Bersama: 4 hari);
6.    Jumlah hari cuti  bersama  dimaksud adalah mengurangi  cuti tahunan  bagi PNS/NON PNS. 
BERBAGAI USULAN  HARI LIBUR NASIONAL  DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2014
1.    Usulan hari Libur Nasional Bersifat Keagamaan sebanyak 29 hari antara lain: Hari Raya Siwaratri, Hari Raya Saraswati I dan II, Hari Raya Pagerwesi I dan II, Hari Raya Qing Ming, Hari Raya Galungan I dan II, Hari Raya Kuningan I dan II, Hari Lahir Nabi Kong Zi 2565 (Zhi Sheng Dan), Hari Duan Yang (Duan Yang Jie) dan lain-lain; 
2.    Cuti Bersama Non Keagamaan: Memperingati Hari Buruh Internasional pada setiap tanggal 1 Mei.

Berikut daftar lengkap Hari Libur Nasional 2014 sebanyak 14 hari dan Cuti Bersama 4 hari:

  1. 1 Januari, Rabu, Tahun Baru 2014
  2. 14 Januari, Selasa, Maulid Nabi Muhammad SAW
  3. 31 Januari, Jumat, Tahun Baru Imlek 2565 Kongzili
  4. 31 Maret, Senin, Nyepi Tahun Baru Saka 1936
  5. 18 April, Jumat, Wafat Isa Al Masih
  6. 1 Mei, Kamis, Memperingati Hari Buruh Internasional
  7. 15 Mei, Kamis, Hari Raya Waisak 2558
  8. 27 Mei, Selasa, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  9. 29 Mei, Kamis, Kenaikan Isa Al Masih
  10. 28-29 Juli, Senin-Selasa, Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah
  11. 17 Agustus, Minggu, Hari Kemerdekaan RI
  12. 5 Oktober, Minggu, Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah
  13. 25 Oktober, Sabtu, Tahun Baru Islam 1436 Hijriah
  14. 25 Desember, Kamis, Hari Raya Natal

Cuti Bersama 2014:

30-31 Juli dan 1 Agustus (Rabu-Jumat) untuk Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah.
26 Desember, Jumat untuk Hari Raya Natal.

Sumber: http://www.menkokesra.go.id/content/skb-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2014-ditandatangani

Logo dan Tema HUT RI 2013


Memepringati ulang tahun Kemerdekaan RI, mari kita manfaatkan untuk membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada kalimat spanduk, sering kita jumpai penulisan kalimat yang tidak sesuai norma “baik” dan “benar” dalam tatakrama berbahasa Indonesia.

Logo HUT Ke-68 RI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tema HUT Ke-68 RI

MARI KITA JAGA STABILITAS POLITIK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KITA GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

(sumber logo dan tema: http://www.setneg.go.id/

 

Kalimat Spanduk HUT RI

Kalimat yang dimaksud adalah penulisan yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.

Contoh kalimat dan penjelasannya dapat dilihat di sini

 

Ikrar Hari Kesaktian Pancasila


Monumen Pancasila Sakti

Tanggal 30 September 1965 adalah peristiwa yang tak akan pernah lenyap dari sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa yang merenggut para jenderal itu di lakukan oleh kelompok yang ingin menggeser dasar negara Pancasila dengan paham komunis. Peristiwa yang akhirnya dikenal dengan nama G 30 S/PKI meskipun berhasil menculik dan membunuh para jenderal, akhirnya berhasil digagalkan.

Tragedi ini merupakan tragedi nasional. Dan oleh karena itu, pemerintah menetapkan sebagai hari berkabung nasional yang diperingati setiap tahun pada tanggal 30 September.

Atas rahmat Allah SWT, bangsa Indonesia dihindarkan dari usaha untuk mengahapus Pancasila dari bumi nusantara. Dan sebagai rasa syukur kepada Allah Yang Maha Agung, patutlah bangsa Indonesia untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ditetapkannya 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila adalah merupakan wujud rasa syukur karena bangsa Indonesia terhindar dari kesesatan.

Rangkaian upacara pada Hari Peringatan Kesaktian Pancasila (Hapsak) adalah sebagai berikut:

  1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara
  2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap
  3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara
  4. Pembacaan Naskah Pancasila
  5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945
  6. Pembacaan Naskah Ikrar
  7. Pembacaan Naskah Doa
  8. Andhika Bayangkari
  9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai
  10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara
  11. Upacara selesai

Untuk naskah ikrarnya sebagai berikut:

IKRAR

 

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah  banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari-hari Nasional dan Internasional Bulan Desember


Hari besar nasional di bulan Desember, antara lain

  • Bulan Menanam Pohon
  • Hari Keanekaragaman Hayati
  • Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
  • Hari Trikora
  • Hari Bela Negara
  • Hari Ibu
  • Hari Transmigrasi

Sedang untuk hari internasional, antara lain:

  • Hari AIDS Sedunia
  • Hari Penyandang Cacat Internasional
  • Hari Penerbangan Sipil Internasional
  • Hari Anti Korupsi Internasional
  • Hari Gunung Internasional
  • Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional

Berikut daftar selengkapnya hari penting di bulan Desember:

1- Bulan Menanam Nasional
1- Hari AIDS Sedunia
2- Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan
2- Hari Konvensi Ikan Paus
3- Hari Penyandang Cacat Internasional
5- Hari Internasional untuk Relawan Pembangunan Sosial dan Ekonomi
7- Hari Penerbangan Sipil Internasional
9- Hari Armada
9- Hari Anti Korupsi Internasional
10- Hari Hak Asasi Manusia
10- Hari Penyiaran Anak Internasional
11- Hari Gunung Internasional
12- Hari Transmigrasi
13- Hari Nusantara
15- Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
18- Hari Migrasi Internasional
19- Hari Trikora
19- Hari PBB untuk Kerjasama Selatan-Selatan
19- Hari Bela Negara
20- Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional
22- Hari Ibu
22- Hari Sosial
29- Hari Keanekaragaman Hayati

Sumber: http://www.lipi.go.id/

Tema dan Slogan Hari Ibu Ke-82 Tahun 2010


Hari ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa.

Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Untuk itu, peringatan Hari Ibu perlu diwujudkan dalam berbagai kegiatan sebagai kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia.

Peringatan Hari Ibu ke-82 tahun 2010 ini mengambil tema dan slogan sebagaiaman Buku Pedoman Peringatan Hari Ibu Ke-82 Tahun 2010 yang diterbitkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai berikut:

Tema Utama: Kesetaraan Perempuan dan laki-laki untuk membangun karakter bangsa dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bermartaba.

Sub Tema: Dengan semanagat Hari Ibu ke-82, kita membangun sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan swasta dalam:

  1. Peningkatan upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan sejak dini;
  2. Peningkatan upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan yang dimulai dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat;
  3. peningkatan penghargaan dan toleransi terhadap kemajemukan suku, umat beragama, ras, antargolongan, dan gender;
  4. peningkatan penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradaban bangsa;
  5. peningkatan kesetaraan perempuan dan laki-laki sebagai prasyarat untuk membangun karakter bangsa, mewujudkan masyarakat yang sehat dan bermartabat;
  6. peningkatan kesadaran pentingnya peran perempuan dan laki-laki dalam mengatasi gizi buru;
  7. peningkatan solidaritas social dengan melakukan kegiatan donor darah.

 

Slogan PHI 2010

  1. Perempuan dan laki-laki Indonesia membentuk dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat dan bugar;
  2. Libatkan perempuan dan laki-laki dalam penangulangan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan;
  3. tingkatkan peran perempuan sebagai penggerak sektor riil, usaha mikro, kecil dan menengah dalam penanggulanagn kemiskinan;
  4. Hapus segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan perempuan, dan anak;
  5. perang terhadap bahaya narkoba dan HIV/AIDS;
  6. waspadai kerusakan lingkungan, bencana alam, dan konflik sosial yang membawa penderitaan bagi perempuan dan anak;
  7. Hemat energi dan gunakan energi pengganti, merupakan tindakan bijak perempuan dan laki-laki Indonesia;
  8. setetes darah sangat berguna bagi yang membutuhkan



Tulisan terkait:

Unduh Pedoman Hari-Ibu-ke-82_2010.pdf

Lihat Partitur Paduan Suara Himne Hari Ibu

Lihat Partitur Paduan Suara Mars Hari Ibu

Download Himne Hari Ibu mp3

Tanggal-tanggal Penting Bulan November


Bulan November memiliki banyak tanggal bersejarah baik nasional maupun internasional, antara lain Hari Pahlawan, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Hari Kesehatan Nasional, Hari Guru, HUT KORPRI, dan Hari Menanam Pohon.

Berikut tanggal penting November:

1 - Bulan Mutu Nasional
3 - Hari Kerohanian
5 - Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
6 - Hari Internasional untuk Pencegahan Eksploitasi Lingkungan semasa Perang dan Konflik
10 - Hari Pahlawan
10 - Hari Ganefo
12 - Hari Kesehatan Nasional
14 - Hari Diabetes Sedunia
16 - Hari Toleransi Internasional
20 - Hari Anak-anak Sedunia
21 - Hari Pohon
21 - Hari Televisi Sedunia
21 - Hari Peringatan Korban Kecelakaan Lalu-lintas Sedunia (Minggu ketiga)
22 - Hari Perhubungan Darat
25 - Hari Guru
25 - Hari Internasional untuk penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan
26 - HUT Museum Zoologicum Bogorienso LIPI (26 November 1894)
28 - Hari Menanam Pohon
29 - HUT KORPRI (29 November 1971)
29 - Hari Internasional untuk Solidaritas Rakyat Palestina

Pidato Soekarno: Lahirnya Panca Sila


Bertepatan dengan peringan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, artikel yang bernilai tinggi tentang sejarah lahirnya Pancasila, semoga menambah wawasan kita atas perjuangan para pendiri bangsa Indonesia tercinta.

Abstrak

Di depan anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai Soekarno mengeluarkan pendapat-pendapatnya. Menurut Soekarno Indonesia Merdekaharus memiliki Philosofische grondslag, sebagai pundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.

Lima Prinsip dikemukakn oleh Soekarno yaitu:

  1. Kebangsaan Indonesia;
  2. Internasionalisme, – atau peri-kemanusiaan;
  3. Mufakat, – atau demukrasi;
  4. Kesejahteraan sosial;
  5. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Berikut naskah pidato sebagaiamana teks asli.

Pidato Soekarno: Lahirnya Panca Sila

Paduka tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.

Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Ma’af, beribu ma’af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan  d a s a r n y a Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka tuan ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda:”P h i l o s o f i sc h e  g r o n d s l a g” dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberi tahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan „merdeka”.  Merdeka buat saya ialah: „ p o l i t i c a l  i n d e p e n d e n c e „,  p o l i t i e k e  o n a f h a n k e l i j k h e i d .  Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata:

Tatkala Dokuritu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang  – saya katakan didalam bahasa asing, ma’afkan perkataan ini  – „zwaarwichtig” akan perkara yang kecil-kecil. „Zwaarwichtig” sampai  -kata orang Jawa-  „njelimet”.  Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai njelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Tuan-tuan yang terhormat!  Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu.

Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!

Alangkah berbedanya  i s i  itu!  Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai,itu selesai, itu selesai, sampai njelimet!, maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu.

Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Disitu ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu!! Toch SaudiArabia merdeka!

Lihatlah pula  – jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat  – Soviet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Soviet, adakah rakyat soviet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah rakyat Musyik yang lebih dari pada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Soviet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Soviet itu.

Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, P. T. Zimukyokutyoo!  Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai njelimet hal ini dan itu dahulu semuanya!

……………..

Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah,  menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, pada hal semboyan Indonesia merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan „INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka s e k a r a n g , s e k a r a n g , s e k a r a n g ! (Tepuk tangan riuh).

…………….

Pidato Soekarno ini cukup panjang, bila berminat memiliki naskah ini dapat mengunduh melalui tautan di bawah.

Pidato Soekarno:_Lahirnya Pancasila.pdf (59 kb)

Tulisan terkait:

Riwayat Soekarno beserta Keluarga

Teks Lengkap Pidato Bung Karno tgl 17-8-1945

Kumpulan Foto Presiden RI dan Keluarga

Pidato Bung Karno Berkaitan 1 Oktober 1965


Tanggal 1 Oktober bagi bangsa Indonesia merupakan hari bersejarah yang teramat historis berkaitan dengan peristiwa G 30 s/PKI yang ingin mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara dengan dasar komunis. Oleh karena kegagalan upaya itu maka Pancasila tetap kukuh sebagai dasar negara.

Keberhasilan para tokoh mempertahankan Pancasila itulah yang pada akhirnya dijadikan bagian dari tonggak sejarah perjuangan bangsa dengan ditetapkannya tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Untuk memahami rekam sejarah berkaitan dengan peristiwa itu, berikut pidato Soekarno yang saya akses dari situs Kepustakaan Presiden RI http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/.

AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO JANG DIUTJAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 DJAM 01.30.

Saudara-Saudara sekalian.

Mengulangi perintah saja sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Pemimpin Besar Revolusi jang telah diumumkan pada tanggal 1 Oktober ’65, dan untuk menghilangkan semua keragu-raguan dalam kalangan rakjat, maka dengan ini saja sekali lagi menyatakan bahwa saja berada dalam keadaan sehat wal’afiat dan tetap memegang tampuk pimpinan Negara dan tampuk pimpinan Pemerintahan dan Revolusi Indonesia.

Pada hari ini tanggal 2 Oktober ’65 saja telah memanggil semua Panglima Angkatan Bersendjata bersama wakil Perdana Menteri kedua Dr. Leimena dan para pejabat penting lainnya dengan maksud untuk segera menyelesaikan persoalan apa yang disebut peristiwa 30 September.

Untuk dapat menyelesaikan persoalan ini saja telah perintahkan supaja segera ditjiptakan satu suasana yang tenang dan tertib, dan untuk itu perlu dihindarkan segala kemungkinan bentrokan dengan sendjata.

Dalam tingkatan perdjoangan Bangsa lndonesia sekarang ini, saja perintahkan kepada seluruh rakyat untuk tetap mempertinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Dwikora.

Kepada seluruh Rakjat lndonesia saja serukan untuk tinggal tetap tenang dan kepada semua menteri dan petugas- petugas negara lainnja untuk tetap mendjalankan tugasnya masing-masing seperti sediakala.

Pimpinan Angkatan Darat pada dewasa ini berada langsung dalam tangan saja dan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dalam Angkatan Darat sementara saja tundjuk Maj. Djen. Pranoto Reksosamodra, Ass keIII Men/ PANGAD. Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban jang bersangkutan dengan peristiwa 30 September tersebut telah saja tundjuk Maj.Djen. Suharto, Panglima Kostrad sesuai dengan kebidjaksanaan jang telah saja gariskan.

Saudara-saudara sekalian.

Marilah kita tetap membina semangat persatuan dan kesatuan Bangsa; marilah kita tetap menggelorakan semangat anti nekolim.

Tuhan bersama dengan kita semua.

Sumber dari buku : Memoar Mayor Jendral Raden Pranoto Reksosamodra. BAGIAN KE EMPATBELAS Halaman 239 sampai dengan 240, ip Penerbit Syarikat Indonesia. ISBN 979-96819-3-6.

Sumber: http://www.progind.net/modules/wfsection/article.php?articleid=151

Koleksi: Perpustakaan Nasional RI, 2006

Peringatan Hari Kereta Api Indonesia 2010


Tanggal 28 September merupakan Hari Kereta Api Indonesia. Dan, tahun 2010 imi bertepatan dengan peringatan berdirinya PT KAI yang ke-65. Tema HUT KAI  tahun 2010 ini adalah “Saatnya Untuk Berubah”.

Perubahan yang dilakukan bertujuan untuk memprioritaskan kepada pelanggan internal ataupun eksternal tentang keselamatan dan pelayanan prima. Melalui sikap kerja yang menjunjung tinggi integritas, profesional, dan selalu melakukan perbaikan terus menerus yang bermanfaat untuk semua pihak.

Ikrar perubahan dilakukan oleh semua insan PT KAI mulai dari berbagai lapisan, agar secara konsisten menerapkan perubahan yang dapat meningkatkan citra di mata masyarakat. Perubahan ini juga dilandasi oleh semangat kebersamaan, kemandirian dan kehormatan demi mensukseskan empat pilar utama. Yaitu keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan, dan kenyamanan.

Di hari ulang tahun ini, PT KAI mendapatkan kado dari Kementerian BUMN yang terkait dengan prestasi perusahaan PT KAI mendapatkan Anugerah BUMN 2010 Pengamanan dan Penyelamatan Aset BUMN Peringkat Kedua dari Deputi Bidang Usaha Infrastuktur dan Logistik Kementerian BUMN, Sumaryanto Widayatin.

Baca juga . . .

Sejarah Kereta Api Indonesia

Arti Logo Kereta Api

Visi Misi PT Kereta Api Indonesia (KAI)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.013 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: