Data Nilai Kelulusan UKA 2012


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya mengumum- kan hasil akhir uji kompetensi awal (UKA) guru tahun 2012 yang telah dilaksanakan pada bulan Februari 2012 lalu.

Pengumuman UKA akan disampaikan pada 18 Maret 2012.

Bagi yang lulus UKA, selanjutnya mengikuti PLPG dan yang gagal dalam UKA akan diadakan pembinaan khusus.

Berikut data peserta dan nilai hasil UKA ( sumber: diolah dari http://www.kemdiknas.go.id/ dan  http://www.jpnn.com)

Peserta

  1. Mendaftar: 285.884
  2. mengikuti ujian hanya 281.016 orang
  3. tidak mengikuti ujian 4.868 orang

Peserta Berdasar Tempat Tugas

  • TK: 23.753
  • SD: 164.539
  • SMP: 51.238
  • SMA: 18.125
  • SMK: 15.105

Kualifikasi Pendidikan Peserta

  1. SMP: 195
  2. SMA: 19.039
  3. D1: 2.697
  4. D2: 34.614
  5. D3: 3.906
  6. S1: 211.858
  7. S2: 3.453
  8. S3: 9

Nilai Tertinggi Peserta Berdasar Jenjang

  • Desi Dwi Jayanti dari TK Islam Nurul Iman, Kabupaten Bogor dengan nilai 90,
  • Nurfatah dari SD 8 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sumsel dengan nilai 80,
  • Melany Wiwanty Parulian Mukuan dari SMP Advent Amurang Kabupateng Minahasa Selatan, Sulawesi Utara dengan nilai 87,5,
  • Gatot Priadi dari SMAN 1 Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur dengan nilai 90.

Nila Rata-rata Nasional: 42,25.

Sebanyak 154 kabupaten/kota memiliki nilai UKA di atas rata-ra nasional, antara lain:

  • Kota Blitar sebesar 56,41,
  • Kota Sukabumi sebesar 55, 88,
  • Kabupaten Gresik 55,41,
  • Kota Malang 53,71,
  • Kabupaten Jembrana, sebesar 53,63,
  • Kota Magelang 53,62,
  • Kota Surakarta sebesar 52,49,
  • Kota Pasuruan 52,30,
  • Kota Denpasar sebesar 52,23, dan
  • Kabupaten Banyumas sebesar 52,23.

Provinsi 10 Besar Terbaik Hasil UKA 2012

  1. DIY (50,1)
  2. DKI Jakarta (49,2),
  3. Bali (48,9),
  4. Jawa Timur (47,1),
  5. Jawa Tengah (45,2),
  6. Jawa Barat (44,0),
  7. Kepulauan Riau (43,8),
  8. Sumatera Barat (42,7),
  9. Papua (41,1) dan
  10. Banten (41,1).

Propinsi 5 Rata-rata Terendah

  1. Maluku (34,5),
  2. Maluku Utara (34,8),
  3. Kalimantan Barat (35,40),
  4. Kalimantan Tengah (35,5), dan
  5. Jambi (35,7)

Nilai Rata-rata Bersdasar Jenjang Satuan Pendidikan

Berdasar jenjang sekolah asal guru, rata-rata tertinggi adalah guru TK dan terendah kompetensinya adalah Pengawas sekolah.

  1. TK  ( 58.87)
  2. SD (36,86)
  3. SMP (46,15)
  4. SMA (51, 35)
  5. SMK (50, 02)
  6. SLB (49,07)
  7. Pengawas (32,58)

Nilai  Nasional

  1. Tertinggi 97,0
  2. Terendah adalah 1,0.
  3. Rata-rata 42,25 dengan standar deviasi 12,72.

Catatan Lain Hasil nilai UKA

  • Pada jenjang bertugas SMP, guru yang memiliki latar belakang pendidikan S2 ada yang mendapat nilai UKA sebesar 14.
  • Rata-rata nilai guru SMP yang berpendidikan S2 sebesar 51,3 dengan nilai UKA tertinggi sebesar 82.
  • Nilai UKA dari guru SMA yang berlatar belakang pendidikan S3 sebesar 46,8 dengan nilai tertinggi 61.
  • Nilai UKA dari guru yang berlatar belakang pendidikan S2 yaitu sebesar 55,9 dengan nilai tertinggi 84,3.

Penataran bagi yang Gagal UKA

bagi para guru yang tidak lulus uji kompetensi awal (UKA) 2012 akan diadakan pembinaan khusus. Pembinaan ini akan dilakukan selama liburan sekolah di bulan Mei hingga Juni 2012 mendatang.

Di dalam proses pembinaan tersebut, para guru akan diberikan ilmu-ilmu pendidikan keguruan. Yakni, mulai dari masalah metodologi hingga materi – materi pengajaran lainnya. “Sehingga nantinya ketika masuk tahun ajaran baru, para guru yang tidak lulus UKA ini akan semakin fresh dan bisa semangat meningkatkan kualitas mengajarnya,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3).

Proses Penetapan Peserta Sertifikasi guru 2012


Proses penetapan peserta sertifikasi guru melibatkan tiga pihak yang semuanya itu memiliki tugas/kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku. Tiga pihak tersebut adalah guru calon peserta sergu, Dinas Pendidikan Kab/Kota, dan LPMP.

Berikut uraian tugas/kegiatan ketiga pihak tersebut:

1. Guru

  1. Cek dalam daftar calon peserta menggunakan tombol pencarian dengan memasukkan NUPTK
  2. Jika nama Anda termasuk dalam daftar calon peserta segera hubungi dinas pendidikan setempat untuk mendapatkan Format A0
  3. Mengoreksi dan memperbaiki data pada Format A0 (data ini tidak boleh salah karena kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk sertifikat pendidik)Data yang dikoreksi adalah nama lengkap harus sesuai dengan dokumen lainnya (ijasah atau SK PNS); golongan (bagi PNS); tempat dan tanggal lahir; ijasah, tahun lulus, dan nama perguruan tinggi; nama sekolah tempat mengajar. Dokumen yang dijadikan acuan verifikasi nama dan tempat tanggal lahir peserta bagi guru PNS adalah SK PNS, sedangkan bagi guru bukan PNS adalah ijasah terakhir dari perguruan tinggi.
  4. Mengisi pola sertifikasi yang dipilih.
    • Pola portofolio bagi guru yang memiliki dan memenuhi skor minimal portofolio (kuota maksimal 1%).
    • Pola PLPG bagi guru yang tidak memenuhi skor minimal portofolio.
    • Pola pemberian sertifikat secara langsung (PSPL) bagi guru yang telah memenuhi syarat PSPL.
  5. Menetapkan bidang studi yang akan disertifikasiBidang studi tersebut harus ditetapkan sendiri oleh guru yang bersangkutan sesuai dengan kompetensi yang dikuasainya. Harus disadari oleh guru bahwa bidang studi ini akan terus melekat dalam tugas mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru selama guru tersebut mengajar. Dengan kata lain, guru harus konsisten dengan pilihannya secara profesional karena guru harus mengajarkan bidang studi atau mata pelajaran tersebut selama bertugas sebagai guru.

    Penetapan bidang studi sertifikasi mengikuti ketentuan sebagai berikut:

    • sesuai dengan program studi S-1 (linier),
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1, dapat menggunakan program studi D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi yang serumpun dengan program studi S-1 dan D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi sertifikasi sesuai dengan mata pelajaran, rumpun mata pelajaran, atau satuan pendidikan yang diampunya, dan harus memiliki masa kerja minimal sudah 5 tahun berturut-turut mengajar mata pelajaran tersebut.
  6. Mengumpulkan berkas/dokumen/portofolio ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  7. Memantau proses penetapan peserta melalui website http://www.sergur.pusbangprodik.org
  8. Menerima Format A1 berisi nomor peserta sebagai bukti terdaftar sebagai peserta sertifikasi guru
  9. Mencari informasi tentang pelaksanaan uji kompetensi awal (bagi peserta PLPG) ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing

 

2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

  1. Berkoordinasi dengan LPMP
  2. Mencetak Format A0
  3. Mengirimkan Format A0 kepada calon peserta sertifikasi guru
  4. Mengusulkan penghapusan data calon peserta apabila memenuhi ketentuan dengan mencetak formulir penghapusan dari aplikasi
    • Telah meninggal dunia,
    • sakit permanen,
    • melakukan pelanggaran disiplin,
    • mutasi ke jabatan selain guru,
    • mutasi ke kabupaten/kota lain,
    • mengajar sebagai guru tetap di Kementerian lain,
    • pensiun,
    • mengundurkan diri dari calon peserta (dilengkapi surat pengunduran diri dari ybs),
    • sudah memiliki sertifikasi pendidik (guru atau dosen) baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di Kementerian lain.
  5. Mengumpulkan Format A0 yang telah diperbaiki calon peserta sekaligus dengan berkas/dokumen/portofolio dari calon peserta
  6. Memperbaiki data calon peserta melalui AP2SG sesuai dengan Format A0 yang telah diperbaiki
  7. Memverifikasi kelengkapan berkas calon peserta menggunakan format verifikasi yang dapat dicetak dari AP2SG
  8. Mengirimkan berkas/dokumen/portofolio lengkap ke LPMP
  9. Menerima Format A1 dari LPMP yang telah ditandatangani untuk diberikan kepada peserta sertifikassi guru.

 

3. LPMP

  1. Memantau pelaksanaan penetapan peserta melalui AP2SG untuk wilayahnya masing-masing
  2. Memindahkan kuota antar kabupaten/kota atas persetujuan kabupaten/kota tsb
  3. Menerima berkas/dokumen/portofolio dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  4. Mencetak pra Format A1 sebagai bahan untuk memverifikasi data perbaikan Format A0 dengan berkas/dokumen/portofolio calon peserta
  5. Meneliti usulan penghapusan dan menyetujui penghapusan peserta. Usulan penghapusan dikembalikan jika tidak lengkap dan meragukan.
  6. Memverifikasi kelengkapan berkas/dokumen/portofolio peserta dan ketepatan data peserta
  7. Menyetujui (aproval) calon peserta sertifikasi guru setelah data calon peserta valid.
  8. Mencetak dan menandatangani Format A1
  9. Mengirimkan fotokopi Format A1 kepada Dinas Pendidikan kabupaten/Kota untuk diberikan kepada peserta sertifikasi guru
  10. Menyisipkan Format A1 dalam berkas/dokumen/portofolio peserta
  11. Mengirimkan berkas/dokumen/portofolio peserta kepada LPTK sesuai program studi yang menjadi kewenangannya

 

 

Permendiknas 11/2011 Ketentuan Sertifikasi Guru dalam Jabatan


Pengertian Sertifikasi Guru dalam jabatan

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang bertugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling, dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan.

 

Syarat Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan:

a. memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV);

b. belum memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV apabila sudah:

  1. mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru; atau
  2. mempunyai golongan IV/a, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a;
  3. telah diangkat menjadi guru sebelum tanggal 30 Desember 2005.

 

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang belum memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV berlaku dalam jangka waktu 5 tahun sejak berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. (Pasal 4, Permendiknas 11/2011)

PP 74/2008 ditetapkan pada 30 Desember 2008. Maka, guru yang diangkat mulai 1 Januari 2009, ketentuan sertifikasi tidak berdasarkan peraturan ini (akan diatur dengan peraturan lain).

 

Jalur Sertifikasi

Sertifikasi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui 4 jalur: penilaian portofolio, pendidikan dan latihan profesi guru PLPG), pemberian sertifikat pendidik secara langsung, dan pendidikan profesi guru

a. penilaian portofolio;

  • Guru dalam jabatan yang memilih Sertifikasi melalui penilaian portofolio harus mengikuti tes awal yang dikoordinasikan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru.
  • Guru dalam jabatan yang lulus dalam tes awal harus menyerahkan portofolio untuk penilaian.
  • Guru dalam jabatan yangtidak lulus dalam tes awal harus mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru.

b. pendidikan dan latihan profesi guru;

  • Guru dalam jabatan yang tidak lulus pendidikan dan latihan profesi guru diberi kesempatan mengulang uji kompetensi satu kali.

c. pemberian sertifikat pendidik secara langsung;

  • guru yang sudah memiliki kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya dengan golongan paling rendah IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b;
  • guru yang sudah mempunyai golongan paling rendah IV/c, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

d. Pendidikan Profesi Guru (PPG)

  • PPG dalam Jabatan

Pendidikan Profesi Guru dalam jabatan, pendidikan bagi guru untuk memperoleh sertifikat pendidik.

  • PPG Prajabatan adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/D IV Non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

 

Tulisan terkait

PPG Prajabatan

Daftar PT Penyelenggara PPG Prodi PGSD dan PAUD

Daftar PT Penyelenggara PPG setiap Provinsi

Dokumen untuk diunduh

Permendiknas_11_Th_2011_Sertifikasi Guru-dlm-Jabatan.pdf

Permendiknas_8_2009_Program PPG Prajabatan

Panduan_PPG Prajabatan

Syarat Mutasi Tunjangan Profesi (TPP)


Tunjangan profesi pendidik dapat dimutasikan, baik antar kab/kota atau bahkan dari sekolah binaan kemenag ke sekolah binaan kemendiknas.

 

Syarat-syarat Pemberkasan Mutasi Guru Antar Kab/Kota

1. Ijazah sertifikasi yang di legalisir LPTK

2. SK Gaji berkala Baru/Akhir

3. NRG (Nomor Registrasi Guru)

4. Foto copy No. Rekening baru apabila ada perubahan

5. Data instansi tempat tugas yang baru dan lama

6. SK Mutasi dari daerah asal dan SK pengangkatan di daerah baru

 

Pemberkasan mutasi dari Sekolah Binaan Kementerian Agama ke Sekolah Binaan Kemdiknas

1. Ijazah sertifikasi yang dilegalisir LPTK

2. SK Gaji berkala Baru/Akhir

3. NRG (Nomor Registrasi Guru)

4. Foto copy No. Rekening baru apabila ada perubahan

5. Data Jumlah beban mengajar min. 24 jam/perminggu

6. Tempat tugas mengajar yang baru

7. SK Mutasi dari sekolah asal

8. SK pemberhentian tunjangan dari Kementerian Agama

 

Sumber: http://p2tkdikdas.kemdiknas.go.id/?option=com_content&view=article&id=38&catid=3

Lihat SK Inpassing dan Tunjangan Profesi melalui SMS


Berikut sms gateway untuk melihat SK Inpassing dan Tunjangan Profesi jenjang Pendidikan Dasar.

Untuk mengetahui tunjangan profesi, kata kunci yang dapat digunakan adalah NRG, NUPTK, atau Nomor Peserta Sertifikasi. Sedangkan untuk mengetahui SK Inpassing Guru Bukan PNS, kata kuncinya hanya NUPTK.

Balasan SMS biasanya datang beberapa menit atau bahkan dalam hitungan jam. Informasi dari teman, yang sering cepat mendapat balasan adalah SMS pada malam hari.

SMS balasan bila menggunakan kata kunci NUPTK sbb:

  • NUPTK :
  • Nama :
  • No. SK :
  • Tgl. SK :
  • Sts. SK :
  • Bank :

Sumber: http://p2tkdikdas.kemdikbud.go.id/ptk/index.php?option=com_content&view=article&id=65:sms-gateway&catid=9:suratedaran

Ketentuan Lulus PLPG 2011


Sertifikasi Guru 2011 sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan ini antara lain pada pelaksanaan PLPG. Pada PLPG 2010, lamanya minimal 9 hari dengan alokasi teori 30 JP dan praktik 60 JP sedangkan PLPG 2011 ini, lamanya minimal 10 hari dengan alokasi terori 22 JP dan praktik 68 JP.

Persiapan Mengikuti PLPG

Apa yang perlu disiapkan untuk mengikuti PLPG? Tentu alat dan bahan yang diperlukan atau menunjang dalam mengikuti pelaksanaan PLPG yang berbasis workshop, alat dan bahan itu antara lain:

  1. Laptop (membantu ketersediaan bahan (file) yang relevan.
  2. Alat tulis dan buku tulis, kertas folio garis, penggaris, pensil, stapler, dan sejenisnya.
  3. Silabus, contoh RPP, buku pelajaran.
  4. Contoh PTK (pada PLPG akan menerima materi PTK dan ada tugas menulis PTK).
  5. Buku referensi (bahan pustaka penulisan PTK).

 

Tips Lulus PLPG

Bagaimana tips menghadapi PLPG? Berikut sekedar pendapat barangkali bermanfaat:

  1. Mental dan fisik siap.
  2. Mengikuti semua kegiatan sesuai jadwal PLPG dengan baik.
  3. Setiap tugas dikerjakan ( sesuai kemampuan)
  4. Melaksanakan praktik dengan maksimal.
  5. Aktif dalam partisipasi selama pelatihan (bertanya/menjawab).
  6. Akrab dan sopan dengan sesama peserta (ada penilian dari sesama peserta).
  7. Tidak perlu minder, yakinlah bahwa peserta yang lain “mayoritas” berkemampuan setara dengan kita.
  8. Bersikaplah optimis dan gembira sehingga PLPG bukan sebagai beban berat melainkan merupakan kegiatan semacam “penataran” yang intinya belajar untuk menambah pengetahuan.
  9. Berpikirlah bahwa instruktur PLPG adalah manusia biasa yang juga punya nurani dan “tahu diri” bahwa tugas utamanya adalah “membimbing” bukan “menilai”.
  10. Lihatlah, peserta tahun-tahun lalu yang lulus PLPG, mereka sebenarnya ada yang “di bawah kita”.
  11. Apa lagi ya?

Untuk syarat nilai lulus PLPG, digunakan rumus sebagai berikut:

Peserta  dinyatakan  Lulus  apabila  SAK  ≥ 65,00  dengan  SUT  ≥   60,00  dan SUP ≥ 65,00.

Dalam hal ini*):

1) Skor  hasil workshop  (HW) merupakan  rerata  dari  skor  hasil  penilaian proses workshop dan skor hasil penilaian produk workshop.

2) Proses  workshop  dinilai  dalam  hal: 

  • (a)  tanggung  jawab, 
  • (b) kemandirian, 
  • (c) kejujuran kerja, dll. Proses workshop  ini dapat dinilai dengan  menggunakan  Instrumen  Penilaian  Proses  Workshop  atau IPPW (Lampiran 22 Buku 4).

3) Produk  workshop  terdiri  atas: 

  • (a)  rancangan  proposal  PT/PTK, perangkat pembelajaran  (antara  lain:  silabus dan RPP) bagi guru kelas dan guru mata pelajaran,
  • (b)  rancangan proposal PT/PTK, perencanaan program pelayanan  bimbingan & konseling,  dan  laporan pelaksanaan pelayanan  bimbingan  &  konseling  bagi  guru  BK,  dan 
  • (c)  rancangan proposal  PT/PTK,  RPP,  RKM,  RKA,  laporan  kepengawasan  bagi  guru yang  diangkat  dalam  jabatan  pengawas.  Produk  workshop  ini  dinilai dengan menggunakan instrumen.

Untuk memahami lebih jelas pelaksanaan PLPG, dapat menyimak Buku 4 Rambu-rambu PLPG Sertifikasi Guru 2011.

Pedoman Penyusunan Portofolio Sergur 2011


Dalam  konteks  sertifikasi  guru,  portofolio  adalah  kumpulan  bukti  fisik  yang menggambarkan  pengalaman  berkarya/prestasi  yang  dicapai  selama menjalankan  tugas  profesi  sebagai  guru  dalam  interval  waktu  tertentu.

Portofolio  ini terkait dengan unsur pengalaman, karya, dedikasi, dan prestasi selama  guru  yang  bersangkutan  menjalankan  peran  sebagai  agen pembelajaran.  Keefektifan  pelaksanaan  peran  sebagai  agen  pembelajaran tergantung pada tingkat kompetensi guru yang bersangkutan, yang mencakup kompetensi  kepribadian,  kompetensi  pedagogik,  kompetensi  sosial,  dan kompetensi profesional.

Sepuluh Komponen Portofolio Sergur 2011

Penilaian portrofolio dalam konteks  sertifikasi bagi guru dalam  jabatan pada hakikatnya  adalah  bentuk  uji  kompetensi  untuk  memperoleh  sertifikat pendidik. Oleh karena  itu penilaian portofolio guru dibatasi sebagai penilaian terhadap kumpulan bukti  fisik yang mencerminkan rekam  jejak prestasi guru dalam  menjalankan  tugasnya  sebagai  pendidik  dan  agen  pembejalaran, sebagai  dasar  untuk  menentukan  tingkat  profesionalitas  guru  yangbersangkutan.   Portofolio guru terdiri atas 10 komponen, yaitu:

(1) kualifikasi akademik,

(2)  pendidikan  dan  pelatihan,

(3)  pengalaman  mengajar,

(4) perencanaan  dan  pelaksanaan  pembelajaran,

(5)  penilaian  dari  atasan  dan pengawas,

(6)  prestasi  akademik,

(7)  karya  pengembangan  profesi,

(8) keikutsertaan  dalam  forum  ilmiah,

(9)  pengalaman  organisasi  di  bidang kependidikan dan  sosial, dan

(10) penghargaan yang  relevan dengan bidang pendidikan.

Penyusunan Portofolio 

Portofolio disusun dengan urutan sebagai berikut.

1.  Halaman sampul

2.  Daftar isi

3.  Instrumen portofolio, yang meliputi:

(a) identitas peserta dan pengesahan, dan

(b) komponen portofolio yang telah diisi.

4. Bukti fisik atau portofolio meliputi komponen sebagai berikut.

a.  Kualifikasi Akademik

b.  Pendidikan dan Pelatihan

c.  Pengalaman Mengajar

d.  Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran

e.  Penilaian dari Atasan dan Pengawas

f.  Prestasi Akademik

g.  Karya Pengembangan Profesi

h.  Keikutsertaan dalam Forum Ilmiah

i.  Pengalaman  Menjadi  Pengurus  Organisasi  di  Bidang  Kependidikan dan Sosial

j.  Penghargaan yang Relevan dengan Bidang Pendidikan

Petunjuk di atas merupakan kutipan sebagian kecil dari isi Buku 3 Pedoman Penyusunan Portofolio Sertifikasi 2011.

Buku Pedoman

Buku pedoman sertifikasi 2011 terbagai dalam 4 bagian seperti tahun-tahun sebelumnya:

  • Buku 1 Pedoman Sertifikasi 2011
  • Buku2 Juknis Sertifikasi 2011
  • BUKU3_Pedoman Penyusunan PF Guru Sergur 2011
  • BUKU3_Pedoman Penyusunan PF Pengawas Sergur 2011
  • BUKU4_Rambu-rambu PLPG Sergur 2011

Bila berminat mengunduh buku pedoman di atas silakan klik di sini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.030 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: