Buku Kurikulum 2013 MI/MTs/MA


Berikut buku K-13 yang siap diunduh. Buku-buku PAI dan Bahasa Arab yang siap di-download berikut untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah adalah buku Guru juga buku Siswa.

Madrasah Aliyah

 

Madrasah Tsnawiyah

 

 

Madrasah Ibtidaiyah

Kelas I

 

Kelas IV

 

Jika tautan-tautan di atas bermasalah, silakan coba pilih buku dimaksud pada sumber http://pendis.kemenag.go.id/

 

Unduh Buku K13 SD/SMP/SMA/SMK


Berikut buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013 yang siap diunduh dengan mudah. Bagi SD ada buku agama dan buku tematik. Bagi SMP/SMA/SMK, selain buku agama juga ada buku mapel.

Buku Agama SD/SMP/SMA/SMK terdiri 6 agama: 

  1. Islam,
  2. Hindu,
  3. Budha,
  4. Konguchu,
  5. Kristen,
  6. Katolik.

Untuk mapel SMP terdiri dari 9 mapel yaitu:

  1. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. IPA,
  4. IPS,
  5. Matematika,
  6. PJOK,
  7. PPKN,
  8. Prakarya,
  9. Seni budaya

Sedangkan mapel SMA/SMK terdiri 8 mapel:

  1. B. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. Matematika,
  4. PJOK,
  5. PPKN,
  6. Prakarya dan Kewirausahaan,
  7. Sejarah Indonesia,
  8. Seni budaya.

Berikut tautan unduh buku K13:

  1. Buku SD  | Buku Agama SD | Buku Tematik SD
  2. Buku SMP | Buku Agama SMP | Buku Mapel SMP
  3. Buku SMA/SMK | Buku Agama SMA/SMK | Buku Mapel SMA/SMK

 

Materi PLPG 2012: Pengembangan Profesi Guru


Sertifikasi guru  merupakan amanat  Undang-undang Nomor  14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru mengharuskan  bahwa guru profesional memiliki kualifikasi akademik  sekurang-kurangnya S1 atau Diploma IV  dan bersertifikat pendidik. Salah satu  pola  sertifikasi guru  dalam jabatan  adalah  Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) yang diselenggarakan  oleh perguruan tinggi  yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Salah satu mata ajar dalam PLPG tahun 2012 adalah  Kebijakan Pengembangan Profesi Guru. Bahan ajar ini  ditulis dan dikembangkan  bersama oleh Tim Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dengan editor Prof. Dr. Sudarwan Danim dari rambu-rambu struktur kurikulum PLPG tahun 2012.

Kehadiran bahan ajar ini diharapkan menjadi  sumber belajar dan  penguat bagi peserta PLPG untuk memenuhi standar kompetensi lulusan yang telah disepakati oleh pengembang sesuai dengan regulasi yang ada.

Substansi  bahan ajar ini berkaitan dengan  kebijakan pembinaan dan pengembangan profesi guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  khususnya tentang

  • peningkatan kompetensi,
  • penilaian kinerja,
  • pengembangan karir,
  • perlindungan dan penghargaan, serta
  • etika profesi guru.

Substansi sajian ini diharapkan dapat menginspirasi peserta PLPG untuk memahami secara lebih mendalam dan mengaplikasikan secara baik hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud.

Bila berminat memiliki/mengundug buku materi ini, silakan klik poster buku di atas.

Pemenuhan Jam Kerja Guru dan Pengawas


Berdasarkan Permendiknas 39/2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan disebutkan bahwa Beban kerja guru paling sedikit ditetapkan 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau pemerintah daerah.

Guru yang tidak dapat memenuhi beban kerja minimal diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan formal yang bukan satuan administrasi pangkalnya, baik negeri maupun swasta sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidik.

Bagi guru yang akan memenuhi kekurangan jam tatap muka wajib melaksanakan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satuan administrasi pangkalnya

Pengaturan lebih lanjut tentang Perhitungan Beban Kerja Guru diatur berdasar buku Pedoman Perhitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK.

Dalam perkembangannya, Permendiknas 39/2009 direvisi dengan Permendiknas 30/2011 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan yang pada intinya dalam jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan kantor wilayah kementerian agama dan kantor kementerian agama kabupaten/kota harus selesai melakukan perencanaan kebutuhan dan redistribusi guru, baik di tingkat satuan pendidikan maupun di tingkat kabupaten/kota.

Dokumen untuk Diunduh

Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru

Permendiknas 39/2009

Permendiknas 30/2011

Pedoman Pembelajaran Tematik PAI SD


Klik poster ini untuk mengunduh Buku Pedoman

Model pembelajaran tematik adalah model pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan mengintegrasikan berbagai materi ajar dengan karakteristik dan aspek materi yang berkaitan di dalam satu kegiatan pembelajaran yang tersusun secara sistematis. Model pembelajaran ini disusun untuk menjawab permasalahan pendidikan yang semakin hari sarat muatan. Terlebih lagi peserta didik pada rentan usia yang masih melihat segala sesuatu salam satu keutuhan secara holistik. Hal ini tidak terkecuali pada sekolah dasar, terutama kelas I, II, dan III.

 

 

Pengertian

Pembelajaran tematik PAI adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa aspek/topik sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik, Sedangkan pengertian tema di sini adalah pokok-pokok pikiran atau gagasan yang menjadi pokok pembelajaran.

 

Tujuan

Tujuan penyusunan pedoman pembelajaran tematik PAI adalah:

  1. Agar peserta didik mudah memusatkan perhatian pada suatu tematertentu karena materi disajikan dalam kontek tema yang jelas.
  2. Agar peserta didik mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar aspek dalam satu tema
  3. Agar pemaham peserta didik terhadap aspek PAI lebih mendalam dan berkesan.
  4. Agar kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik karena mengaitkan berbagai aspek/topik dengan pengalaman pribadi dalam situasi nyata yang diikat dalam tema tertentu.
  5. Agar guru PAI dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk pendalaman.

 

Manfaat

Manfaat pembelajaran tematik PAI adalah:

  1. Dengan mengembangkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi aspek akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dikurangi bahkan dihilangkan.
  2. Peserta didik mampu melihat hubungan yang bermakna antara aspek/pokok bahasan.
  3. Pembelajaran menjadi utuh sehingga peserta didik akan mendapat pengertianmengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.
  4. Dengan adanya pemaduan antara aspek/pokok bahasan maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.
  5. Bersifat fleksibel.
  6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik.
  7. Menggunkan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.

 

Rambu-rambu

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai rambu-rambu adalah:

  1.  Dilaksanakan dengan memadukan antar aspek dalam mata pelajaran PAI, bukan PAI dengan mata pelajaran yang lain.
  2. Tidak semua aspek dapat dipadukan.
  3. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
  4. Kompetensi dasar yang tidak bisa dipadukan dapat diajarkan secara tersendiri.
  5. Kegiatan inti ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan mempraktikkan serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia.
  6. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.

Dalam buku pedoman ini juga dilengkapi:

  • Petunjuk tahap persiapan pembelajaran tematik PAI
  • Pelaksanaan pembelajaran pembelajaran tematik PAI
  • Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi Dasar PAI
  • Silabus PAI
  • Jaringan Tematik PAI

 

Bila berminat memiliki buku pedoman ini dapat mengunduh dengan klik poster buku di atas.

Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Nilai-nilai  yang  dikembangkan  dalam  pendidikan  budaya  dan  karakter  bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber  berikut ini.

1. Agama:  masyarakat  Indonesia  adalah  masyarakat  beragama.  Oleh  karena  itu, kehidupan  individu, masyarakat,  dan  bangsa  selalu  didasari  pada  ajaran  agama dan  kepercayaannya.  Secara  politis,  kehidupan  kenegaraan  pun  didasari  pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan  itu, maka nilai-nilai pendidikan  budaya  dan  karakter  bangsa  harus  didasarkan  pada  nilai-nilai  dan kaidah yang berasal dari agama.

 

2. Pancasila:  negara  kesatuan  Republik  Indonesia  ditegakkan  atas  prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan  lebih  lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang  terkandung dalam Pancasila menjadi  nilai-nilai  yang  mengatur  kehidupan  politik,  hukum,  ekonomi, kemasyarakatan,  budaya,  dan  seni.  Pendidikan  budaya  dan  karakter  bangsa bertujuan mempersiapkan  peserta  didik menjadi warga  negara  yang  lebih  baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.

3. Budaya: sebagai  suatu  kebenaran  bahwa  tidak  ada  manusia  yang  hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep  dan  arti  dalam  komunikasi  antaranggota  masyarakat  itu.  Posisi  budaya yang  demikian  penting  dalam  kehidupan  masyarakat  mengharuskan  budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

4. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga  negara  Indonesia,  dikembangkan  oleh  berbagai  satuan  pendidikan  di berbagai  jenjang  dan  jalur.  Tujuan  pendidikan  nasional  memuat  berbagai  nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Berdasarkan keempat sumber nilai itu, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini.

Tabel Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Nilai

Deskripsi

1. Religius

 

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur

 

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi

 

Sikap dan  tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin

 

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras

 

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif

 

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari  sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri

 

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis

 

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu

 

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan

 

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air

 

Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12. Menghargai Prestasi

 

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta Damai

 

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15.  Gemar Membaca

 

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan

 

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial

 

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung-jawab

 

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Sumber: Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa terbitan Puskur Balitbang Kemdiknas 2010.

 

Tulisan terkait

Buku Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pengertian dan Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

 

Pengertian dan Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Latar Belakang

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai  berbagai  aspek  kehidupan,  tertuang  dalam  berbagai  tulisan  di  media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, para  pemuka  masyarakat,  para  ahli,  dan  para  pengamat  pendidikan,  dan  pengamat sosial  berbicara mengenai  persoalan  budaya  dan  karakter  bangsa  di  berbagai  forum seminar,  baik  pada  tingkat  lokal,  nasional,  maupun  internasional.  Persoalan  yang muncul  di  masyarakat  seperti  korupsi,  kekerasan,  kejahatan  seksual,  perusakan, perkelahian massa,  kehidupan  ekonomi  yang  konsumtif,  kehidupn  politik  yang  tidak produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar, dan  di  berbagai  kesempatan.  Berbagai  alternatif  penyelesaian  diajukan  seperti peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat.

 

Alternatif  lain  yang  banyak  dikemukakan  untuk mengatasi,  paling  tidak mengurangi, masalah  budaya  dan  karakter  bangsa  yang  dibicarakan  itu  adalah  pendidikan. Pendidikan  dianggap  sebagai  alternatif  yang  bersifat  preventif    karena  pendidikan membangun  generasi  baru  bangsa  yang  lebih  baik.  Sebagai  alternatif  yang  bersifat preventif,  pendidikan  diharapkan  dapat  mengembangkan  kualitas  generasi  muda bangsa  dalam  berbagai  aspek  yang  dapat  memperkecil  dan  mengurangi  penyebabberbagai  masalah  budaya  dan  karakter  bangsa.  Memang  diakui  bahwa  hasil  dari pendidikan  akan  terlihat  dampaknya  dalam waktu  yang  tidak  segera,  tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat.

 

Pengertian

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan  yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan  karakter bangsa pada diri peserta didik  sehingga mereka memiliki nilai dan  karakter  sebagai  karakter dirinya, menerapkan  nilai-nilai  tersebut  dalam  kehidupan  dirinya,  sebagai  anggota masyarakat, dan warganegara  yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif .

 

Tujuan

Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:

1. mengembangkan  potensi  kalbu/nurani/afektif  peserta  didik  sebagai manusia  dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;

2. mengembangkan  kebiasaan  dan  perilaku  peserta  didik  yang  terpuji  dan  sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;

3. menanamkan  jiwa  kepemimpinan  dan  tanggung  jawab  peserta  didik  sebagai generasi penerus bangsa;

4. mengembangkan  kemampuan  peserta  didik  menjadi  manusia  yang  mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; dan

5. mengembangkan  lingkungan kehidupan sekolah sebagai  lingkungan belajar yang aman,  jujur,  penuh  kreativitas  dan  persahabatan,  serta  dengan  rasa  kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

 

Tulisan terkait:

Buku Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.040 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: