Jadwal Debat Capres-Cawapres 2014


Dijadwalkan debat Capres 2014 adalah sebanyak lima kali dengan rincian

  • debat capres dan cawapres = 2 kali
  • debat capres = 2 kali
  • debat cawapres = 1 kali

Debat yang diselenggarakan KPU ini diatur berdasarkan keputusan KPU Nomor 469/Kpts/KPU/Tahun 2014 tentang Mekanisme Mekenisme Debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum Tahun 2014, bertujuan untuk memperjelas visi dan misi yang dipersiapkan jika dipercaya rakyat untuk menjadi Presiden 2014.

Pasangan nomor urut 1: Prabowo-Hatta Rajasa dan nomor urut 2 Jokowi-JK akan memaparkan visi misi sesuai tema yang ditentukan, menjawab pertanyaan dari moderator, dan saling mengajukan pertanyaan juga menjawabnya.

Berikut jadwal debat kandidat capres-cawapres.

  1. 9 Juni 2014. Debat Capres-Cawapres. tema “Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum”.
  2. 15 Juni: Debat capres disiarkan Metro TV dan Bloombergdengan Tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.
  3. 22 Juni: Debat capres disiarkan TV One dan ANTV dengan Tema Politik Internal dan Ketahanan Nasional.
  4. 29 Juni: Debat cawapres disiarkan RCTI, MNCTV, dan Globaldengan Tema Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek.
  5. 5 Juli: Debat capres dan cawapres disiarkan TVRI dan Kompas TV dengan Tema Pangan, Energi, dan Lingkungan.

- – -

 

Skor Debat Perdana Capres-Cawapres 2014


Berikut rangkuman pendapat beberapa tokoh siapa terbaik dari debat pertama antara Prabowo-Hatta dengan Jokowi JK pada debat perdana capres dan cawapres tanggal 9 Juni 2014. Debat ini  mengambil tema “Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum”.

Penilaian tentu didasarkan pada sudut pandang dan juga ada unsur kepentingan. Menurut Mahfud MD, Ketua Tim Kampanye Nasional Calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Prabowo-Hatta tampil baik dan mampu mengungguli lawan. Dan, Prabowo-Hatta mampu menjawab semua pertanyaan dengan lugas dan tuntas. Skor 1-0 untuk Prabowo.

Menurut pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, terlalu percaya diri dan tampak kurang persiapan. Dalam beberapa kesempatan, keduanya terlihat tak terarah dalam menjawab pertanyaan.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat memuji performa calon presiden Joko Widodo alias Jokowi ketika debat calon presiden dan calon wakil presiden, Senin (9/6/2014). Menurut Martin, performa Jokowi dalam debat sudah mencair. Sementara untuk performa calon presiden yang diusung partainya, Martin menilai, Prabowo Subianto cukup terpaku. Prabowo hanya menjawab pertanyaan yang diberikan dan lupa menonjolkan kelebihan yang dimiliki.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Mansyur berpendapat pemaparan Jokowi-JK lebih unggul dari Prabowo-Hatta: “Tidak ribet karena langsung ke akar persoalannya.”

Hasil riset Lembaga Survei Indonesia menyatakan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih unggul dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa setelah digelar debat calon presiden dan wakil presiden tadi malam, Senin, 9 Juni 2014. Angka keterpilihan Jokowi tercatat rata-rata 47,5 persen, sedangkan Prabowo hanya 36,9 persen.

Berikut tulisan lengkap yang menjadi rujukan tulisan ringkas di atas.

Survei Setelah Debat Capres Jokowi Tetap Unggul
Hasil riset Lembaga Survei Indonesia menyatakan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih unggul dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa setelah digelar debat calon presiden dan wakil presiden tadi malam, Senin, 9 Juni 2014. Angka keterpilihan Jokowi tercatat rata-rata 47,5 persen, sedangkan Prabowo hanya 36,9 persen. “Hasil survei itu berdasarkan debat capres tadi malam,” kata Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi ketika dihubungi Tempo, Selasa, 10 Juni 2014. Menurut Dodi, ada perubahan dari yang tidak memilih menjadi memilih karena melihat hasil debat capres. Tingginya elektabilitas Jokowi, ujar dia, karena dianggap mengungguli Prabowo saat debat. Sebanyak 47,5 persen responden menyatakan Jokowi-JK membawa angin baru dalam kepemimpinan jika kelak terpilih. Di lain pihak, 36,9 persen responden menganggap Prabowo-Hatta kurang mempunyai program yang jelas.Survei dilakukan di tujuh provinsi, yakni Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Juga di tiga wilayah, yaitu barat, tengah, dan timur. Survei melibatkan 2.400 responden yang dipilih menggunakan exit poll. Mereka diwawancarai melaui telepon dan harus melihat debat capres terlebih dahulu

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/10/269583859/Survei-Setelah-Debat-Capres-Jokowi-Tetap-Unggul

Mahfud,MD: Secara Keseluruhan Prabowo-Hatta.Menang 1-0
Mahfud MD, Ketua Tim Kampanye Nasional Calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilu Presiden 2014, mengaku cukup puas dengan acara Debat Kandidat Calon Presiden-Calon Wakil Presiden yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam.

Mahfud berpendapat Prabowo-Hatta tampil baik dan mampu mengungguli penampilan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Secara keseluruhan kami menang. 1-0,” kata Mahfud ditemui seusai acara.

Menurut Mahfud, Prabowo-Hatta mampu menjawab semua pertanyaan dengan lugas dan tuntas. Dia pun berpendapat jawaban Prabowo tetap lugas dan tuntas saat menjawab pertanyaan Jusuf Kalla yang cukup menyudutkan soal pelanggaran hak asasi manusia pada masa lalu.

Sebaliknya, kata Mahfud, Prabowo-Hatta sejak awal berkomitmen hanya akan menggali isu mengenai kebijakan pembangunan bangsa. Ia menolak bila ada yang mengatakan Prabowo-Hatta melontarkan pertanyaan menyudutkan atau merendahkan Jokowi-Kalla. “Tapi, ini kan politik, sah-sah saja,” ujar dia.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/06/09/2322216/Mahfud.MD.Secara.Keseluruhan.Prabowo-Hatta.Menang.1-0.

Elite Gerindra Puji Performa Jokowi dalam Debat Capres

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat memuji performa calon presiden Joko Widodo alias Jokowi ketika debat calon presiden dan calon wakil presiden, Senin (9/6/2014). Menurut Martin, performa Jokowi dalam debat sudah mencair.

“Jokowi sudah agak cair, ya. Kalau dulu kan kaku,” ujar Martin di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Sementara untuk performa calon presiden yang diusung partainya, Martin menilai, Prabowo Subianto cukup terpaku. Prabowo hanya menjawab pertanyaan yang diberikan dan lupa menonjolkan kelebihan yang dimiliki. Misalnya, saat Prabowo menjawab pertanyaan terkait pemerintahan saat ini.

Martin menyayangkan Prabowo hanya fokus memberikan kritikan tanpa menonjolkan program yang ia rencanakan dalam visi misinya. “Padahal, hal-hal yang penting seperti ini akan terus diulang dalam tayangan televisi dan menjadi perhatian masyarakat,” katanya.

Sebaliknya, menurut Martin, Jokowi lebih kreatif menonjolkan dirinya dengan mengungkap kembali perannya ketika menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

“Meski lari dari pertanyaan, Jokowi lebih kreatif memberi jawaban,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Namun, secara keseluruhan, Martin menilai kedua pasang capres menawarkan dua visi yang berbeda terkait tiga tema yang dibahas. Prabowo-Hatta, kata dia, jelas memberikan visi terkait pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.

“Tapi kalau orang yang mencari kebebasan akan melihat Jokowi,” pungkas Martin. (http://nasional.kompas.com/read/2014/06/10/1132064/Elite.Gerindra.Puji.Performa.Jokowi.dalam.Debat.Capres.)

“Prabowo-Hatta Terlalu Percaya Diri”
Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, terlalu percaya diri dan tampak kurang persiapan menghadapi acara “Debat Capres dan Cawapres”, di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/7/2014) malam. Dalam beberapa kesempatan, keduanya terlihat tak terarah dalam menjawab pertanyaan, salah satunya saat Prabowo ditanya soal isu pelanggaran hak asasi manusia tahun 1998.

“Prabowo-Hatta, saya melihat, mereka overconfident. Tampaknya, tidak begitu ada persiapan yang matang. Terlalu percaya diri,” kata Emrus saat dihubungi, Senin malam.

Ketidaksiapan Prabowo-Hatta, lanjut Emrus, juga terlihat saat beberapa kali menyatakan setuju dengan pandangan pasangan rivalnya, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal ini tak disia-siakan oleh JK yang mengucapkan terima kasih atas respons positif Hatta terhadap pemikirannya dan Jokowi.

Emrus mengatakan, Prabowo-Hatta seharusnya lebih berani menawarkan program dan pandangan yang berbeda dari rivalnya. Menurut Emrus, dalam sebuah debat, “mengamini” pernyataan lawan sebaiknya dihindari.

Ia juga menilai, pertanyaan yang diajukan Prabowo kepada Jokowi terkait pemekaran daerah tak tajam sehingga mudah dijawab oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu. Sebaliknya, saat diajukan pertanyaan tentang pelanggaran HAM oleh Jusuf Kalla, Prabowo seolah tak siap menjawabnya. Menurut Emrus, pertanyaan tersebut harusnya dapat dijawab dengan lebih cantik oleh Prabowo. Seharusnya, Prabowo bisa memanfaatkan pertanyaan ini untuk menjawab dengan lugas persoalan yang selalu dikaitkan dengan dirinya itu.

“Itu bukan persoalan baru, karena sudah beberapa tahun yang lalu. Kenapa saat saya (Prabowo) menjadi calon wakil presiden Mega, tidak mempersoalkan itu?” kata Emrus, mengandaikan dirinya sebagai Prabowo. Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/06/10/0632279/.Prabowo-Hatta.Terlalu.Percaya.Diri.

Debat Capres, Kadin: Jokowi Lebih Mudah Dipahami
Sebagian dari pelaku usaha nasional menilai pemaparan visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih realistis dan mudah dipahami daripada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Mereka berbicara yang sedang dan telah dilaksanakan, sementara nomor satu baru akan,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Mansyur pada Selasa, 10 Juni 1014.

Menurut dia, dalam debat tadi malam, penjelasan kedua calon masih terbilang normatif. Namun, dari keduanya, gagasan serta rencana nomor urut dua pada bidang ekonomi lebih realistis bagi kalangan dunia usaha ke depan. “Lebih bisa diterima karena keduanya memang pengusaha,” ujarnya.

Kemudian soal kebijakan perlindungan hukum bagi semua investor, ia menambahkan, pemaparan Jokowi-JK juga lebih unggul dari Prabowo-Hatta. “Tidak ribet karena langsung ke akar persoalannya.”

Natsir menyatakan kebijakan tunggal pemerintah yang diusung Jokowi dianggap pro-bisnis dan penting untuk menghapus kebijakan setiap kementerian atau badan yang berjalan saat ini. “Lebih efisien dan gampang jika kepastian hukumnya terjaga,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, kalangan pengusaha lebih leluasa dalam menjalankan setiap aktivitasnya. “Saat ini, untuk soal maritim saja, Kementerian Perhubungan, Perindustrian, dan Bappenas terlihat jalan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengatakan penjelasan Jokowi mengenai kebijakan ekonomi jangka panjang Indonesia, dengan mengalihkan dan mengembangkan sektor logistik nasional berbasis maritim, lebih diterima. “Karena darat sudah sangat sulit, ya, maritim lebih realistis,” ujarnya.

Terakhir ia berharap penyampaian visi-misi dari kedua pasangan calon bisa memberikan harapan dan sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Jangan sampai ini (debat) dijadikan sebagai jalan untuk menakut-nakuti investor,” katanya.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/10/269583843/Debat-Capres-Kadin-Jokowi-Lebih-Mudah-Dipahami

Lomba Nasional Menulis Cerita 2014 SD/MI/SMP/MTs


Lomba Menulis Cerita 2014 SD/MI/SMP/MTs (tunas63 WP)Lomba Menulis Cerita (LMC) 2014 ini diselenggarakan  Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan maksud untuk merangsang minat dan kreativitas siswa dalam membaca dan menulis karya sastra.

Kategori Peserta

  • siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
  • siswa Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Tema

  1. kejujuran,
  2. ketulusan,
  3. disiplin,
  4. kerja keras,
  5. cinta tanah air,
  6. cinta lingkungan,
  7. kasih sayang,
  8. kesabaran,
  9. sopan santun,
  10. toleransi,
  11. kepedulian sosial,
  12. semangat gotong-royong, dan
  13. bencana alam.

Ketentuan Karya Sastra

  • Untuk LMC kategori SD/MI, cerita ditulis dengan panjang 3 s.d. 5 halaman kertas ukuran A4 dengan jarak 1,5 spasi, jenis huruf Times New Roman, dan besar huruf 12 pt.
  • Untuk LMC kategori SMP/MTS, cerita ditulis dengan panjang 4 s.d. 8 halaman kertas ukuran A4 dengan jarak 1,5 spasi, jenis huruf Times New Roman, dan besar huruf 12 pt.
  • Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu karya sastra.

Pengiriman Karya

  • Naskah dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Sub Output Pembinaan Pendidikan Estetika pada Subbag Rumah Tangga Bagian Umum, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.
  • Pengiriman naskah disertai biodata peserta
  • Naskah diterima panitia paling lambat 1 September 2014 (stempel pos).

Hadiah (Total Rp 90 juta)

  • Piala, sertifikat, dan souvenir, para juara tiap kategori
  • Uang pembinaan
  1. pemenang ke-1 Rp 7,5 juta,
  2. pemenang ke-2 Rp 6,5 juta,
  3. pemenang ke-3 Rp 6 juta,
  4. pemenang ke-4 s.d. 5 Rp 5,5 juta,
  5. pemenang ke-6 s.d. 10 Rp 5 juta, dan
  6. pemenang ke-11 s.d. 15 Rp 4,5 juta.
  7. lima belas (15) pemenang terbaik tiap kategoridiundang untuk mengikuti workshop selama sepekan pada pertengahan November 2014. Workshop dipandu oleh para sastrawan beken tanah air.

Unduhan

Formulir Biodata Peserta

Poster LMC-SD/MI

Poster MC-SMP/MTs

Sumber: http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/ditjen-dikdas-kembali-gelar-lomba-menulis-cerita-2/

Peraturan Baru Seragam Sekolah 2014


Mulai 2014, terbit peraturan baru tentang seragam sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Jenis Seragam Sekolah

  1.  seragam nasional
  2. seragam sekolah
  3. seragam kepramukaan

Yang ditambahkan dalam seragam nasional itu adalah bendera merah putih, diletakan di dada kiri atas kantong saku untuk maksud menanamkan kecintaan terhadap merah putih yaitu identitas diri sebagai siswa dan siswi Indonesia.

Tujuan Seragam Sekolah

Pada Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 ini menjelaskan penetapan pakaian seragam sekolah memiliki 4 tujuan  yaitu

pertama, untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.

Kedua, meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua atau wali peserta didik.

Ketiga, meningkatkan disiplin dan tanggung jawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peratuan yang berlaku.

Keempat, menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik, khususnya yang mengatur seragam sekolah.

Jadwal Pemakaian Seragam Sekolah

  1. Senin-Selasa  : seragam nasional (seragam nasional dapat dipakai pada hari lain saat upacara bendera)
  2. Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu : seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2679

Kamus ASN


ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah sebutan baru bagi PNS maupun Non PNS sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014.

UU ASN lahir karenaUU yang mengatur kepegawaian yang lama sudah tidak sesuai dengan tuntutan nasional dan tantangan global . UU lama tentang kepegawaian yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974
tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

Berikut istilah yang berkaitan dengan ASN UU Nomor 5 Tahun 2014.

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

  1. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
  1. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  1. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
  1. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang selanjutnya disingkat PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
  2. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  3. Sistem Informasi ASN adalah rangkaian informasi dan data mengenai Pegawai ASN yang disusun secara sistematis, menyeluruh, dan terintegrasi dengan berbasis teknologi.
  4. Jabatan Pimpinan Tinggi adalah sekelompok jabatan tinggi pada instansi pemerintah.
  5.  Pejabat Pimpinan Tinggi adalah Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi.
  6. Jabatan Administrasi adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.
  7. Pejabat Administrasi adalah Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Administrasi pada instansi pemerintah.
  8. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
  9. Pejabat Fungsional adalah Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Fungsional pada instansi pemerintah.
  10. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  11. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN dan pembinaan Manajemen ASN di instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  12. Instansi Pemerintah adalah instansi pusat dan instansi daerah.
  13. Instansi Pusat adalah kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, kesekretariatan lembaga negara, dan kesekretariatan lembaga nonstruktural.
  14. Instansi Daerah adalah perangkat daerah provinsi dan perangkat daerah kabupaten/kota yang meliputi sekretariat daerah, sekretariat dewan perwakilan rakyat daerah, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah.
  15. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara.
  16. Komisi ASN yang selanjutnya disingkat KASN adalah lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik.
  17. Lembaga Administrasi Negara yang selanjutnya disingkat LAN adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang diberi kewenangan melakukan pengkajian dan pendidikan dan pelatihan ASN sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.
  18. Badan Kepegawaian Negara yang selanjutnya disingkat BKN adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang diberi kewenangan melakukan pembinaan dan menyelenggarakan Manajemen ASN secara nasional sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.
  19. Sistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.

Semoga bermanfaat!

Data Kelulusan UN 2014 SMA/SMK/MA/MAK


Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/MA tahun 2014 mencapai 99,52 persen sedangkan untuk jenjang SMK/MAK sebesar 99,90 persen.

Sekolah Peserta UN  SMA/MA/SMK/MAK

  • Dari keseluruhan nilai nasional, terdapat 16.497 sekolah (89,40 persen) dengan tingkat kelulusan 100 persen. Sementara itu tidak ada sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen

Data Kelulusan SMA/MA

  • Peserta UN SMA/MA yang berjumlah 1.632.757 siswa,
  • Peserta Lulus UN = 1.624.946 siswa (99,52%)
  • Tidak lulus UN sebanyak 7.811 (0,48 %)

Data Kelulusan SMK/MAK

  • Peserta UN  = 1.171.907 siswa
  • Peserta Lulus UN =1.170.748 siswa (99,90 %).
  • Peserta tidak lulus  = 1.159 siswa (0,10%)

Syarat Lulus UN

Kelulusan peserta didik SMA/MA dan SMK/MAK ditetapkan berdasarkan perolehan nilai akhir (NA). Nilai akhir merupakan gabungan dari 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah/madrasah. Peserta didik SMA/SMK/MA/MAK dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan nilai mata pelajaran paling rendah 4,0.

. Sumber : http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2584

Daftar Peraih Tertinggi UN SMA 2014


Ryan Aditya Moniaga dari SMA Kanisius, DKI Jakarta, dan Nur Afifah Widyaningrum dari SMAN 1 Yogyakarta meraih nilai ujian nasional (UN) 2014 tertinggi nasional. Ryan merupakan peserta UN di jurusan IPA dan Nu Afifah siswa jurusan IPS.

SMAN 1 Yogyakarta menempatkan tiga siswanya dalam 10 besar perolehan hasil UN tertinggi tahun ini di kedua jurusan tersebut. Sedangkan siswa SMAN 4 Denpasar, yang tahun lalu menjadi pemegang rekor nilai UN SMA tertinggi, tetap masuk dalam 10 besar nasional UN 2014 di kelompok ujian IPS. 

Berikut rincian 10 besar peraih nilai tinggi tingkat nasional. 

Jurusan IPA 
1. Ryan Aditya Moniaga; nilai UN 58,05;  dari SMA Kanisius, DKI Jakarta;
2. Annisa Azalia Herwandani; nilai un 57,65; dari SMAN 2 Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat;
3. Hashina Zulfa; nilai UN 57,65; dari SMAN 1 Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta;
4. Sulistia Fitriaty; nilai UN 57.45; dari SMAN 39 Jakarta, DKI Jakarta;
5. Fenita Adina Santoso; nilai un 57,35; dari SMAN 1 Pekalongan, Jawa Tengah;
6. Felix Utama; nilai UN 57,30; dari SMA Kristen 1 BPK Penabur, DKI Jakarta;
7. A A Istri Citra Larasati; nilai UN 57,25; dari SMAN 1 Denpasar, Bali;
8. Alief Moulana; nilai UN 57,20; dari  SMA Pribadi, Kota Bandung, Jawa Barat;
9. Fitra Febrina; nilai UN 57,20; dari SMAN 1 Medan, Sumatra Utara;
10. Ranisa Larasati, nilai UN 57,05; dari SMAN 2 Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Jurusan IPS 

1. Nur Afifah Widyaningrum; nilai UN 55,85; dari  SMAN 1 Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta;
2. Rikko Sajjad Nuir; nilai UN 55,70; dari SMAN 8 Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta;
3. Afdhal Nur Muhammad Daulay; nilai UN 55,50; dari SMAN 1 Matauli Pandan, Sumatra Utara; 
4. Fauzan Alfiansyah Hasibuan; nilai UN 55,40; dari SMAN 1 Matauli Pandan, Sumatra Utara;
5. Clara Feliciani Sesiawan; nilai UN 55,35; dari SMA Santa Ursula BSD, Banten;
6. Utami Ratnasari; nilai UN 55,25; dari SMAN 4 Denpasar, Bali
7. Aprillia Dwi Harjanti; nilai UN 55,05; dari SMAN 1 Kudus, Jawa Tengah;
8. Dinda Dea Pramaputri; nilai UN 54,.95; dari SMAN 70 Jakarta, DKI Jakarta;
9. Margaretha Silia Kurnia Herin; nilai UN 54,95; dari SMAN 1 Depok, Jawa Barat; 
10. Naruti Afifah; nilai UN 54,95; dari SMAN 3 Surakarta, Jawa Tengah.(rfa)

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2014/05/19/560/986896/ini-dia-peraih-nilai-un-2014-tertinggi

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.027 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: