Pemenuhan Jam Kerja Guru dan Pengawas


Berdasarkan Permendiknas 39/2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan disebutkan bahwa Beban kerja guru paling sedikit ditetapkan 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau pemerintah daerah.

Guru yang tidak dapat memenuhi beban kerja minimal diberi tugas mengajar pada satuan pendidikan formal yang bukan satuan administrasi pangkalnya, baik negeri maupun swasta sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidik.

Bagi guru yang akan memenuhi kekurangan jam tatap muka wajib melaksanakan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satuan administrasi pangkalnya

Pengaturan lebih lanjut tentang Perhitungan Beban Kerja Guru diatur berdasar buku Pedoman Perhitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK.

Dalam perkembangannya, Permendiknas 39/2009 direvisi dengan Permendiknas 30/2011 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan yang pada intinya dalam jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan kantor wilayah kementerian agama dan kantor kementerian agama kabupaten/kota harus selesai melakukan perencanaan kebutuhan dan redistribusi guru, baik di tingkat satuan pendidikan maupun di tingkat kabupaten/kota.

Dokumen untuk Diunduh

Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru

Permendiknas 39/2009

Permendiknas 30/2011

About these ads

6 Tanggapan

  1. [...] Pemenuhan Jam Kerja Guru dan Pengawas [...]

  2. Info yg bermanfaat tapi sy sulit sekali downloadnya. Kalau bs tolong ditampilkan contoh sk pembagian beban mengajar di suatu sekolah untuk acuan. Trims

  3. Pemenuhan beban kerja guru umumnya terkendala oleh menumpuknya jumlah guru di suatu sekolah sbg akibat dari penempatan guru yang tidak merata. Pihak pemangku kepentingan kadang mengenyampingkan analisis kebutuhan guru di setiap sekolah. Di satu sisi penumpukan jumlah guru terjadi di bbrp sekolah, di sisi lain, ada bbrp sekolah yang jumlah gurunya sangat kurang.( 9 kelas paralel,dg jumlah guru pns hanya 3 orang termasuk kepala sekolah, 6 kelas paralel, hanya 1 orang guru PNS merangkap kepala sekolah )

  4. SErtifikasi, berlaku untuk guru negeri dan swasta. Semua guru yang sertifikasi harus memenuhi beban kerja guru ( 24 jam tatap muka). Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memenuhi beban kerja guru, dapatkah kita memecah kelas mengajar dari 42 siswa per kelas menjadi 21 siswa perkelas. Sehingga jumlah kelas menjadi semakin banyak. Menurut saya ini lebih bagus hasilnya dibanding dengan tim teaching. Dapatkah langkah ini di akui ? Adakah juknis tentang jumlah minimal siswa perkelas ?

  5. thanks inf nya
    berarti team teaching masih bisa berjalan kah???

    Kak Ichsan:
    Team teaching masih diakui sebagai bentuk pemenuhan beban kerja guru.

    • Apa kriteria mapel dengan team teaching di SMA/SMP?
      Mapel apa saja yang bisa team teaching>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.985 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: