Sejarah Singkat Hari Ibu (Peringatan Tahun 2009)


Hari Ibu jatuh pada 22 Desember. Mengapa tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Ibu?

Berikut sejarah singkat Hari Ibu; teks yang dibaca pada peringatan Hari Ibu tahun 2009. Tema  peringatan  Hari  Ibu  (PHI) tahun  ini  adalah Kesetaraan  Perempuan  dan  Laki-laki  dalam  Pembangunan Nasional.

Sejarah Singkat Hari

Gema  Sumpah  Pemuda  dan  lantunan  lagu  Indonesia Raya  yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalamKongres  Pemuda  Indonesia,  menggugah  semangat  para pimpinan  perkumpulan  kaum  perempuan  untuk  mempersatukan  diri dalam satu  kesatuan wadah mandiri.  Pada  saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Selanjutnya, atas  prakarsa  para  perempuan  pejuang pergerakan kemerdekaan pada  tanggal 22-25 Desember 1928

diselenggarakan Kongres Perempuan  Indonesia  yang pertama kali  di  Yogyakarta.  Salah  satu  keputusannya  adalah  di bentuknya satu  organisasi  federasi  yang  mandiri  dengan nama  Perikatan  Perkoempoelan  Perempoean  Indonesia (PPPI).

Melalui PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat  juang kaum perempuan untuk  secara bersama-sama kaum Laki-laki berjuang  meningkatkan  harkat  dan  martabat bangsa Indonesia  menjadi  bangsa  yang  merdeka, dan  berjuang bersama-sama  kaum  perempuan  untuk meningkatkan  harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Pada  tahun  1929  Perikatan  Perkoempoelan  Perempuan Indonesia  (PPPI)  berganti  nama  menjadi  Perikatan Perkoempoelan  Istri  Indonesia  (PPII). Pada  tahun  1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut  disamping  berhasil membentuk  Badan  Kongres Perempuan  Indonesia,  juga  menetapkan  fungsi  utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan  dan  mendidik  generasi  baru  yang  lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Pada  tahun  1938  Kongres  Perempuan  Indonesia  III di Bandung  menyatakan  bahwa  tanggal 22  Desember  sebagai Hari Ibu.  Selanjutnya, dikukuhkan  oleh  Pemerintah  dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959,yang  menetapkan  bahwa  Hari Ibu  tanggal  22  Desember merupakan  hari  nasional  dan  bukan  hari libur.  Tahun  1946 Badan  ini menjadi  Kongres  Wanita  Indonesia  di  singkat KOWANI, yang sampai saat  ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan  tuntutan  zaman. Peristiwa  besar  yang  terjadi  pada tanggal  22  Desember  tersebut  kemudian  dijadikan  tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

HariIbu  oleh bangsa  Indonesia  diperingati  tidak  hanya  untuk menghargai jasa-jasa perempuan  sebagai seorang ibu, tetapi juga  jasa  perempuan  secara  menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri  maupun  sebagai  warga  negara,  warga  masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa, serta sebagai pejuang dalam merebut,  menegakan  dan  mengisi  kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

Peringatan  Hari Ibu  dimaksudkan  untuk  senantiasa mengingatkan  seluruh  rakyat  Indonesia  terutama  generasi muda,  akan  makna  Hari Ibu  sebagai  Hari kebangkitan dan persatuan  serta kesatuan  perjuangan  kaum perempuan  yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu  perlu  diwarisi  api  semangat  juang  guna  senantiasa mempertebal  tekad  untuk melanjutkan  perjuangan  nasional menuju  terwujudnya  masyarakat  yang  adil dan  makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semangat  perjuangan  kaum  perempuan  Indonesia tersebut  sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai  bunga melati dengan kuntumnya,  yang menggambarkan:

1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;

2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;

3. kesadaran  wanita  untuk  menggalang  kesatuan  dan

persatuan,  keikhlasan bakti  dalam pembangunan bangsa

dan negara.

Semboyan pada  lambang  Hari Ibu  Merdeka Melaksanakan  Dharma mengandung  arti  bahwa  tercapainya persamaan  kedudukan,  hak,  kewajiban  dan  kesempatan antara  kaum  perempuan  dan  kaum  laki-laki  merupakan kemitrasejajaran  yang  perlu  diwujudkan  dalam kehidupan berkeluarga,  bermasyarakat,  berbangsa  dan  bernegara  demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Hari Ibu, 22 Desember 2009

Download

Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu 2009

(berisi antara lain maksud dan tujuan, tata upacara, logo dan maknanya)

About these ads

6 Tanggapan

  1. Silakan kunjungi http://www.wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/

  2. Link share nya dunk

  3. Bangsa yg besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya..

    Selamat hari ibu buat para ibu dan calon ibu.. kasih sayangmu tak hilang sepanjang hayat..
    Semoga Allah membalas semua pengorbananmu….. I love you Mother

  4. Selamat hari ibu…
    cintaku dan matiku hanya untuk mu ibu,,

  5. [...] Raya Era ReformasiKeraton SambasLogo Hari Ibu Tahun 2009Tema dan Slogan Hari Ibu Tahun 2009Sejarah Singkat Hari Ibu (Peringatan Tahun 2009)Sejarah Taman Mini Indonesia Indah [...]

  6. [...] Sejarah Singkat Hari Ibu (Peringatan Tahun 2009) [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.013 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: