EYD: Cara Menulis Singkatan dan Akronim


Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Sedangkan akronim, ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.

Khusus untuk pembentukan akronim, hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.

  1. Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia.
  2. Akronim dibentuk dengn mengindahkan keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

Pedoman pembentukan singkatan dan akronim diatur dalam Keputusan Mendikbud RI Nomor 0543a/U/198, tanggal 9 September 1987 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

1. Singkatan

a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.

Misalnya :

Muh. Yamin

Suman Hs.

M.B.A.(master of business administration)

M.Sc. (master of science)

S.Pd.(Sarjana Pendidikan)

Bpk.(bapak)

Sdr.(saudara)

Kol.(Kolonel)

b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti tanda titik.

Misalnya :

MPR(Majelis Perwakilan Rakyat)

PGRI(Persatuan Guru Republik Indonesia)

KTP(Kartu Tanda Penduduk)

c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik.

Mislnya :

dsb. (dan sebagainya)

hlm.(halaman)

sda.(sama dengan atas)

d. Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik.

Mislnya :

a.n.(atas nama)

d.a.(dengan alamat)

u.b.(untuk beliau)

u.p.(untuk perhatian)

e. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Misalnya :

Cu(kuprum)

cm(sentimeter)

l(liter)

kg (kilogram)

Rp(rupiah)

2. Akronim

a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.

Misalnya :

ABRI(Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)

LAN(Lembaga Administrasi Negara)

SIM(surat izin mengemudi)

b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

Misalnya:

Akabri(Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)

Iwapi(Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)

Sespa(Sekolah Staf Pimpinan Administrasi)

Pramuka (Praja Muda Karana)

c.Akronim yang buka nama diri yang berupa gabungan, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.

Misalnya:

pemilu( pemilihan umum)

rapim(rapat pimpinan)

rudal(peluru kendali)

tilang(bukti pelanggaran)

About these ads

20 Tanggapan

  1. kalau sya bikin singkatnya LAZISQI dari Lembaga Amil Zakat Infaq Muttaqien. boleh at menyalahi aturan? terimakasih atas balasannya.

    Kak Ichsan:
    Sebagaimana ketentuan, singkatan itu kependekan dari huruf awal deret kata. Sedangkan akronim kependekan yang diambil dari suku kata atau sebagian huruf dan diperlakukan sebagai kata.
    Sekedar masukan:
    (1) Jika untuk singkatan:
    Lembaga Amil Zakat Infaq Muttaqien = LAZIM.
    Lembaga Amil Zakat Infaq Sadaqah Muttaqien = LAZISM
    (2) Jika dibuat akronim
    Lembaga Amil Zakat Infaq Muttaqien = Laziqi.
    Lembaga Amil Zakat Infaq Sadaqah Muttaqien = Lazisqi

  2. numpang tnya gan… kalau istilah asing spt bhs arab boleh d singkat p gak gan? semisal assalamualaikum Wr. Wb. , SAW, SWT… dalam tata bahasa indonesia yang baku apa boleh… trims…

  3. mantep gan, berguna banget infonya :)

  4. mana yang benar singkatan sampai dengan? s/d atau s.d?

    Kak Ichsan:
    Sesuai ketentuan penulisan singkatan sebagaimana diatur dalam buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan terbitan Pusat Bahasa Tahun 2000, ketentuan penulisan singkatan umum yang terdiri atas dua huruf adalah setiap huruf diikuti tanda titik.
    Mislnya :
    a.n.(atas nama)
    d.a.(dengan alamat)
    u.b.(untuk beliau)
    u.p.(untuk perhatian)
    Memang penulisan singkatan “sampai dengan” masih banyak dijumpai salah penulisan dengan ditulis s/d.

  5. Bagaimana penulisan singkatan sallalahu alaihu wasallam, apakah SAW,Saw., atau saw., Kemudian subhanahuwataala apakah SWT atau Swt.? Mohon penjelasannya, terima kasih

  6. […]   […]

  7. Yg betul oleh-oleh atau ole-ole menurut EYD.

    Kak Ichsan:
    Dalam KBBI, oleh-oleh artinya hadiah/buah tangan. Cek di sini

  8. ampuni hamba yang awam ini, “nama diri” itu apa?

  9. Bapak, bagaimana dengan penulisan singkatan-singkatan kata pada bahasa SMS misalnya… apakah ada pedoman untuk bentuk penyingkatan yang demikian?
    Contoh: Sy blm sempt k sana.

    Dan boleh saya tau nama lengkap Bapak penulis artikel? Karena mau saya jadikan rujukan untuk tulisan saya. Makasih, Pak.

    Kak Ichsan:
    Ketentuan penulisan singkatan dan akronim sebagaimana peraturan yang saya sebutkan di atas, dan ini berlaku umum. Jika bahasa sms mengikuti aturan, seharusnya sebagaimana ketentuan yang ada itu.
    Tapi, pada sms sudah berjalan tidak mengikuti aturan tetapi berdasar prinsip asal lawan komunikasi memahami bahasa yang dipakai.

    Nama saya hanya Ichsan, jika ingin tulisan di atas dijadikan rujukan seperti yang sudah memakai juga pada tulisan yang lain, sertakan alamat url. Untuk tulisan di atas alamat url http://tunas63.wordpress.com/2008/10/14/eyd-cara-menulis-singkatan-dan-akronim/
    Terima kasih.

  10. Sering kita mendengar atau membaca pemakaian kata “kan” yang merupakan penggalan kata “akan” dalam sebuah lagu dan puisi.
    Apakah itu lazim dan sesuai dengan EYD? Jika ya, bagaimana penulisan yang tepat, ” kan ” atau ” ‘kan “?
    Contoh:
    Suatu hari nanti ‘kan ku…..
    Padanya ‘kan ku…..

    Kak Ichsan:
    Penulisan akan bila disederhanakan ditulis ‘kan. Sehingga akan jelas bedanya: kan sebagai akhiran dengan ‘kan yang berasal dari “akan”.

  11. kalau penulisan diabetes mellitus bagaimana kalu disingkat dan kalo tidak disingkat?

    Kak Ichsan:
    Menurut KBBI, ejaan yang benar diabetes melitus disingkat “dm”

  12. Mohon infonya.kalau ‘komite sekolah’ bgaimana penulisn sesuai eyd ?
    Terima kasih

    Kak Ichsan:
    Menurut Pedoman Umum EYD, Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan. Tetapi, Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi
    Kata “komite sekolah” sebagai dokumen resmi, setiap unsur ditulis dengan huruf pertama berupa huruf kapital: Komite Sekolah.

  13. mAW nanyak nich….
    PUSDIKLAT tu kn akronim dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan…
    kenapa bukan akronim dari Pusat Didikan dan Latihan??
    Thanks…

  14. Kalo penulisan kepanjangan dalam kalimat non-judul misalnya SD, SMP, SMA dll apa ditulis huruf kapital di awal kyk “Sekolah Dasar” atau tulisan biasa “sekolah dasar”? Kalo mslnya kapital di awal, terus perguruan tinggi apa juga ditulis “Perguruan Tinggi”? Mohon penjelasannya yahh.. :D

  15. misalkan nama seseorang muhamad rifai hidayat, S.H. kalo mau disingkat penulisan rifai hidayat nya bagaimana cara penulisanya
    apakah muhamad r.h.,S.H. atau muhama rh, S.H. tolong jawabannya

    Kak Ichsan:
    Menurut Pedoman Umum EYD, singkatan nama orang dan gelar diikuti tanda titik.
    Untuk singkatan Muhamad Rifai Hidayat, S.H. adalah Muhamad R.H.,S.H.

  16. Aku jadi bingung nih kak Ikhsan masalahmnya MPR masuknya singkatan sedang LAN masuk ke akronim?

  17. terima kasih pak sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas bahasa indonesia. salam dari murid untuk guru seperti Bapak :)

    Kak Ichsan:
    Kakak yakin Zulfikar adalah anak yang punya kemauan untuk maju, selamat belajar dan selalu semangat semoga sukses dalam belajar.

  18. sangat bermanfaat

  19. qlo kayak gini kan aq jadi tau yang sebenarnya.Thank ya atas infonya.salam kenal ja…..

    Kak Ichsan berkata:
    Memang sebagian bangsa kita ada yang tidak taat peraturan. Semoga slogan “Bahasa menunjukkan bangsa” semakin tampak positip. Kita tertib berbahasa, dan pada gilirannya menjadi bangsa yang tertib.

  20. Thanks mas infonya.. ;)
    keep writing ya.,
    moga amalannya terus lanjut mpe di akherat kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.021 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: