EYD: Bhs. Indonesia yang Benar pada Spanduk


Spanduk termasuk sarana efektif komunikasi. Oleh karena itu, pada setiap tempat yang dianggap strategis, spanduk selalu ada. Tujuan pemasangan spanduk ini pun bermacam-macam: menawarkan produksi, imbauan, sosial, dan lain-lain.

Selain untuk memenuhi kepentingan pemilik, penggunaan spanduk seharusnya juga memiliki nilai pendidikan bagi masyarakat. Setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan agar spanduk dapat berfungsi mendidik masyarakat yakni sesuai peraturan perijinan dan bahasa/kalimatnya menggunakan norma yang berlaku. Dari sisi perijinan, sesuai ketentuan yang berlaku maka diharapkan keberadaan spanduk tidak mengganggu ketertiban, keindahan, dan kenyamanan umum. Sedang dari sisi kalimat, harus menggunakan bahasa Indonesia yang memenuhi kaidah baik dan benar.

Bagaimana kalimat sesuai bahasa Indonesia yang benar?

Tulisan sangat sederhana ini dimaksudkan sebagai motivasi bahwa selaku bangsa Indonesia berkewajiban menghargai bahasa nasional kita: menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Untuk itu, berikut ini sekilas contoh pemakaian bahasa Indonesia yang tidak benar yang sering kita jumpai.

(1) Pemakaian lambang bilangan tingkat

Salah   : HUT RI Ke-63
Penjelasan         : Kalimat di atas mengandung 
pengertian ada RI Ke-64, RI Ke-65, … Padahal,
maksudnya, yang ke-63 adalah ulang tahun.
Karena ke-63 menerangkan HUT
maka frasa ke-63 penempatannya
mengikuti HUT.  
Sehingga, akan ada HUT Ke-64, Ke-65, ...
Benar    : HUT Ke-63 RI

(2) Pemakaian kata dirgahayu

Salah    : Dirgahayu HUT Ke-6 RI
Penjelasan         : kata dirgahayu artinya 
selamat panjang umur.
Karena ungkapan dirgahayu adalah 
ditujukan kepada RI maka dirgahayu diikuit RI.
Benar    : Dirgahayu RI pada HUT Ke-63

(3) Penulisan ejaan

Salah    : Pebruari, Nopember, apotik, 
praktek, nasehat, foto copy, aktip, aktifita.
Benar    : Februari, November, apotek, 
praktik, nasihat,foto kopi, aktif, aktivitas.
Penjelasan: pedoman penulisan ejaan diatur
berdasarkan Keputusan Mendikbud RI
No. 0543a/U/1987, tgl. 9 September 1987.
About these ads

4 Tanggapan

  1. […] Contoh kalimat dan penjelasannya dapat dilihat di sini […]

  2. kenapa g’dibuat contohnya??

    Kak Ichsan berkata:
    Lho, kan sudah ada contohnya!

  3. kenapa g’di buat contoh ny???

  4. […] 4. Bagaimanakah menulis kalimat spanduk yang benar? Klik di sini. […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.040 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: