Kategori Tulisan tunas63


Bersama blog favorit pilihan pelanggan atau teman para bloger terutama pecinta wordpress, semoga ilmu yang tersaji pada blog tunas63 memberi manfaat yang sangat berarti bagi kita bersama.

Agama Lomba/Olimpiade SD
Angka Kredit Lowongan Kerja Sejarah
Artikel Nasihat Sekolah
Award Nasionalisme Seni
Bahasa NUPTK Sepakbola
Berita Olahraga Sepakbola LPI
Bhs. Indonesia Olah raga Sertifikasi
Budaya Organisasi Sertifikasi Depag
Data/Statistik Partai SMA/MA/SMK
Ekonomi Pedoman Guru SMP/MTs
Galeri Foto Pedoman Pembelajaran Strategi Nasional
Guru Pembangunan Nasional Tata Negara
Haji Pemilu TK/RA/PAUD
Hari Nasional Pendidikan Tokoh
Ilmu Komputer Pengetahuan Praktis UASBN/UNAS 2010
Iptek PLPG Unas
Islam PLPG 2010 UNAS 2009
Kesiswaan Politik U U
Lambang/Logo Portofolio UU/PP/Permen

Visi-misi

Lingkungan Pramuka Wajib Belajar

Sastra






Download MP3 Lagu Mars Lagu Notasi Angka
Lagu Daerah Lagu Nasional/Wajib

Lagu Himne

Lagu Pramuka

Lagu Notasi Balok
Lagu dan Kunci Gitar
Paduan Suara

Terimakasih, atas komentar, saran, dan kritik untuk perbaikan penyajian tulisan tunas63 yang itu semua  merupakan perhatian luar biasa bagi saya.

Salam,

Kak Ichsan

Model Pelaksanaan Ekskul Wajib Kepramukaan


Dalam Kurikulum 2013, pendidikan  kepramukaan  ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan melalui  di lingkungan  sekolah  (intramural)  dan  di  luar sekolah  (ekstramural)  sebagai upaya  memperkuat proses pembentukan  karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur  sesuai dengan nilai dan moral Pancasila. Pendidikan Kepramukaan  dinilai sangat penting.  Melalui pendidikan  kepramukaanakan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan  ekstrakurikuler  pendidikan kepramukaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Model Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan

Model pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dijelaskan  dalam Pasal 3 Permendikbud 63/2014 yaitu dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model : Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

1. Model Blok

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
  3. Untuk kelas I, kelas VII, dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  4. Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
  5. Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
  6. Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina  Pramuka  dan/atau Pembina  Pramuka  serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).

2. Model Aktualisasi

  1. Diikuti oleh seluruh siswa.
  2. Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  3. Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.

3. Model Reguler.

  1. Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka di dalam Gugus Depan.
  2. Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.

 

Prosedur Pelaksanaan

1. Model Blok

  1. Peserta Didik dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok didampingi oleh seorang Pembina Pramuka dan atau Pembantu Pembina.
  2. Pembina Pramuka melaksanakan Kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan.
  3. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran yang bukan Pembina Pramuka membantu pelaksanaan kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan

2. Model Aktualisasi

  1. Guru kelas/Guru Mata Pelajaran mengidentifikasi muatan-muatan pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di dalam kegiatan Kepramukaan.
  2. Guru menyerahkan hasil identifikasi muatan-muatan pembelajaran kepada Pembina Pramuka untuk dapat diaktualisasikan dalam kegiatan Kepramukaan.
  3. Setelah pelaksanaan kegiatan Kepramukaan, Pembina Pramuka menyampaikan hasil kegiatan kepada Guru kelas/Guru Mata Pelajaran

3. Model Reguler

Pada Permendikbud 63/2014, prosedur pelaksanaan model aktualisasi tidak dijelaskan. Hal ini mungkin karena pola pelaksanaan diserahkan kepada Gugusdepan. ( tunas63 )

Ketentuan Pelaksanaan Ekskul Kepramukaan


Pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Sebagai kegiatan bagian dari implementasi Kuriulum 2013, pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan  kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan  kepramukaan  di lingkungan satuan pendidikan.

Berdasarkan Permendikbud tersebut, Pendidikan Kepramukaan sebagai  Kegiatan Ekstrakurikuler wajib dilaksanakan pada pendidikan dasar dan menengah dan harus diikuti oleh seluruh peserta didik;

 

Model Pelaksanaan

Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

(a)  Model Blok  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  merupakan  kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan yang  dilaksanakan  setahun sekali  dan diberikan penilaian umum.

(b)  Model Aktualisasi  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  merupakan kegiatan  wajib  dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari didalam kelas yang  dilaksanakan  dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.

(c)  Model Reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan sukarela  berbasis minat  peserta didik  yang dilaksanakan  di  Gugusdepan.

 

Pola, Metode, dan Teknik Pelaksanaan

(a)  Pola Kegiatan  Pendidikan  Kepramukaan  diwujudkan dalam bentuk upacara  (pembukaan dan penutupan) dan  keterampilan  Kepramukaan

(b)  Keterampilan  Kepramukaan  dilaksanakan sebagai  perwujudan komitmen Kepramukaan  dalam bentuk pembiasan dan penguatan sikap dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

(c)  Metode dan teknik dituangkan dalam  bentuk  belajar interaktif dan progresif  disesuaikan dengan kemampuan fisik dan mental peserta didik.

 

Penanggung jawab dan Pelaksana

(1)  Pengelolaan  Pendidikan Kepramukaan  sebagai kegiatan  ekstrakurikuler wajib pada satuan  pendidikan dasar dan menengah  merupakan tanggung jawab kepala sekolah dengan pelaksana pembina pramuka.

(2)  Pembina Pramuka adalah  Guru kelas/Guru  mata  pelajaran  yang telah memperoleh  sertifikat  paling rendah  kursus mahir dasar (KMd)  atau Pembina Pramuka yang bukan  guru kelas/guru mata pelajaran.

(3)  Guru  kelas/guru  mata  pelajaran  yang  melaksanakan  tugas tambahan sebagai Pembina Pramuka dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru  dengan beban kerja paling banyak 2 jam pelajaran  perminggu. (tunas63).

Tantangan dan Tujuan Kurikulum 2014


Berdasarkan Permendikbud 67/2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI bahwa Kurikulum 2013 (K-13) mulai diberlakukan pada  tahun  ajaran  2013/2014. K-13 ini diberlakukan untuk memenuhi dua dimensi kurikulum, yaitu pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Dua dimensi ini sebagaimana rumusan pengertian kurikulum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Tantangan dan tujuan K-13 sebagaimana diuraikan dalam Permendikbud 67/2013 adalah sebagai berikut.

Tantangan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor: tantangan internal dan eksternal, Penyempurnaan Pola Pikir, Penguatan Tata Kelola Kurikulumm dan Penguatan Materi.

a. Tantangan Internal

Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban. 

b. Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.

Tujuan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

 

 

Buku Kurikulum 2013 MI/MTs/MA


Berikut buku K-13 yang siap diunduh. Buku-buku PAI dan Bahasa Arab yang siap di-download berikut untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah adalah buku Guru juga buku Siswa.

Madrasah Aliyah

 

Madrasah Tsnawiyah

 

 

Madrasah Ibtidaiyah

Kelas I

 

Kelas IV

 

Jika tautan-tautan di atas bermasalah, silakan coba pilih buku dimaksud pada sumber http://pendis.kemenag.go.id/

 

Unduh Buku K13 SD/SMP/SMA/SMK


Berikut buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013 yang siap diunduh dengan mudah. Bagi SD ada buku agama dan buku tematik. Bagi SMP/SMA/SMK, selain buku agama juga ada buku mapel.

Buku Agama SD/SMP/SMA/SMK terdiri 6 agama: 

  1. Islam,
  2. Hindu,
  3. Budha,
  4. Konguchu,
  5. Kristen,
  6. Katolik.

Untuk mapel SMP terdiri dari 9 mapel yaitu:

  1. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. IPA,
  4. IPS,
  5. Matematika,
  6. PJOK,
  7. PPKN,
  8. Prakarya,
  9. Seni budaya

Sedangkan mapel SMA/SMK terdiri 8 mapel:

  1. B. Indonesia,
  2. B. Inggris,
  3. Matematika,
  4. PJOK,
  5. PPKN,
  6. Prakarya dan Kewirausahaan,
  7. Sejarah Indonesia,
  8. Seni budaya.

Berikut tautan unduh buku K13:

  1. Buku SD  | Buku Agama SD | Buku Tematik SD
  2. Buku SMP | Buku Agama SMP | Buku Mapel SMP
  3. Buku SMA/SMK | Buku Agama SMA/SMK | Buku Mapel SMA/SMK

 

Tema dan Sambutan Hari Pramuka 2014


Peringatan Hari Pramuka 2014 adalah untuk yang ke-53. Sebagaimana peringatan-peringatan sebelumnya, Pembina Upacara di semua tingkatan akan membaca Sambutan Ketua Kwarnas gerakan Pramuka.

Tema peringatan Hari Pramuka ke-53 adalah “Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugusdepan Terakreditasi”. Dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-53 tanggal 14 Agustus 2014, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, DR. H. Adhyaksa Dault, M.Si, dalam sambutan tertulisnya menyatakan : “Era globalisasi dewasa ini penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu paling utama. Untuk itulah, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga pemuda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia. Karena pemuda demikianlah yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan negeri ini, serta sanggup untuk menatap masa depan dengan baik. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka masih dan akan tetap relevan dengan perkembangan zaman”.

Berikut dokumen untuk diunduh:

Tema Hari Pramuka ke-52 Tahun 2014 (SK Kwarnas 115/2014)

Sambutan Ka Kwarnas pada Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014

Jadwal dan Peserta PLPG 2014 Rayon 105 UR


Universitas Riau sebagai LPTK Rayon 105 sertifikasi guru, akan melaksanakan PLPG 2014 dalam 6 Tahap yang dimulai Juli sampai dengan September 2014.

Berikut jadwal PLPG 2014 rayon 105 Universitas Riau:

  1. PLPG Tahap 1 : 16 Juli – 25 Juli 2014
  2. PLPG Tahap 2 : 7 Agustus – 16 Agustus 2014
  3. PLPG Tahap 3 : 18 Agustus – 27 Agustus 2014
  4. PLPG Tahap 4 : 27 Agustus – 5 September 2014
  5. PLPG Tahap 5 : 5 September – 14 September 2014
  6. PLPG Tahap 6 : 14 September – 23 September 2014

Ketentuan PLPG dan daftar peserta dapat diunduh di sini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.026 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: